<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	xmlns:georss="http://www.georss.org/georss" xmlns:geo="http://www.w3.org/2003/01/geo/wgs84_pos#" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/"
	>

<channel>
	<title>PelajarBermasadepanCerah's Blog</title>
	<atom:link href="http://sangpencariilmu.wordpress.com/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://sangpencariilmu.wordpress.com</link>
	<description>Just another WordPress.com weblog</description>
	<lastBuildDate>Mon, 16 Jan 2012 01:24:02 +0000</lastBuildDate>
	<language>en</language>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
	<generator>http://wordpress.com/</generator>
<cloud domain='sangpencariilmu.wordpress.com' port='80' path='/?rsscloud=notify' registerProcedure='' protocol='http-post' />
<image>
		<url>http://s2.wp.com/i/buttonw-com.png</url>
		<title>PelajarBermasadepanCerah's Blog</title>
		<link>http://sangpencariilmu.wordpress.com</link>
	</image>
	<atom:link rel="search" type="application/opensearchdescription+xml" href="http://sangpencariilmu.wordpress.com/osd.xml" title="PelajarBermasadepanCerah&#039;s Blog" />
	<atom:link rel='hub' href='http://sangpencariilmu.wordpress.com/?pushpress=hub'/>
		<item>
		<title>10 Peradaban Yang Hilang</title>
		<link>http://sangpencariilmu.wordpress.com/2010/12/27/10-peradaban-yang-hilang/</link>
		<comments>http://sangpencariilmu.wordpress.com/2010/12/27/10-peradaban-yang-hilang/#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 27 Dec 2010 01:43:57 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Laksmana Hanif</dc:creator>
				<category><![CDATA[Uncategorized]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://sangpencariilmu.wordpress.com/?p=361</guid>
		<description><![CDATA[1. Machu Picchu (Peru) : the lost city of Incas Machu Picchu (Gunung Tua) adalah sebuah lokasi reruntuhan Inca pra-Columbus yang terletak di wilayah pegunungan pada ketinggian sekitar 2.350 m. Machu Picchu berada di atas lembah Urubamba di Peru, sekitar 70 km barat laut Cusco. Situs ini sempat terlupakan oleh dunia internasional, tetapi tidak oleh [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=sangpencariilmu.wordpress.com&amp;blog=5780252&amp;post=361&amp;subd=sangpencariilmu&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>1. Machu Picchu (Peru) : the lost city of Incas<br />
Machu Picchu (Gunung Tua) adalah sebuah lokasi reruntuhan Inca pra-Columbus yang terletak di wilayah pegunungan pada ketinggian sekitar 2.350 m. Machu Picchu berada di atas lembah Urubamba di Peru, sekitar 70 km barat laut Cusco.<br />
Situs ini sempat terlupakan oleh dunia internasional, tetapi tidak oleh masyarakat lokal. Situs ini kembali ditemukan oleh arkeolog dari universitas Yale Hiram Bingham III yang menemukannya pada 1911.</p>
<p>2. Angkor Wat (Kamboja) : the world’s largest religious temple<br />
Angkor adalah sebuah rangkaian lokasi ibu kota Kerajaan Khmer dalam periode lama dari abad ke-9 sampai abad ke-15 Masehi. Puingnya terletak di hutan dan tanah perladangan di utara Danau Besar Tonle Sap, dekat Siem Reap, Kamboja sekarang ini, dan merupakan Situs Warisan Dunia UNESCO. Kuil-kuil di Angkor Wat, sekarang sebagian besar telah dipugar, merupakan bagian dari contoh arsitektur Khmer.<br />
Mesir Kuno</p>
<p>3. Mesir Kuno adalah suatu peradaban kuno di bagian timur laut Afrika. Peradaban ini terpusat sepanjang pertengahan hingga hilir Sungai Nil yang mencapai kejayaannya pada sekitar abad ke-2 SM, pada masa yang disebut sebagai periode Kerajaan Baru. Daerahnya mencakup wilayah Delta Nil di utara, hingga Jebel Barkal di Katarak Keempat Nil. Pada beberapa zaman tertentu, peradaban Mesir meluas hingga bagian selatan Levant, Gurun Timur, pesisir pantai Laut Merah, Semenajung Sinai, serta Gurun Barat (terpusat pada beberapa oasis).<br />
Peradaban Mesir Kuno berkembang selama kurang lebih tiga setengah abad. Dimulai dengan unifikasi awal kelompok-kelompok yang ada di Lembah Nil sekitar 3150 SM, peradaban ini secara tradisional dianggap berakhir pada sekitar 31 SM, sewaktu Kekaisaran Romawi awal menaklukkan dan menyerap wilayah Mesir Ptolemi sebagai bagian provinsi Romawi. Walaupun hal ini bukanlah pendudukan asing pertama terhadap Mesir, periode kekuasaan Romawi menimbulkan suatu perubahan politik dan agama secara bertahap di Lembah Nil, yang secara efektif menandai berakhirnya perkembangan peradaban independen Mesir.<br />
Petra (Yordania) : stones structure carved into rocks</p>
<p>4. Petra (Yordania) : stones structure carved into rocks<br />
Petra adalah kota yang didirikan dengan memahat dinding-dinding batu di Yordania. Petra berasal dari bahasa Yunani yang berarti ‘batu’. Petra merupakan simbol teknik dan perlindungan.<br />
Kata ini merujuk pada bangunan kotanya yang terbuat dari batu-batu di Wadi Araba, sebuah lembah bercadas di Yordania. Kota ini didirikan dengan menggali dan mengukir cadas setinggi 40 meter.<br />
Petra merupakan ibukota kerajaan Nabatean. Didirikan pada 9 SM-40 M oleh Raja Aretas IV sebagai kota yang sulit untuk ditembus musuh dan aman dari bencana alam seperti badai pasir<br />
Palmyra (Syria) : the bride of desert</p>
<p>5. Palmyra (Syria) : the bride of desert<br />
Palmyra dulunya adalah kota penting di Syria, terletak di daerah oasis 215 km timur laut Damascus. Dahulu dikenal dgn nama Tadmor (bhs Arab). Kota ini dulu terletak dekat sumber mata air panas, Afga, dan merupakan tempat singgah ideal bagi para kelompok pengelana dari Iraq – Al-Sham (skrng Syria, Lebanon, Holy Land, Jordan). Lokasinya yg strategis membuat Palmyra menjadi kerajaan terkenal dan makmur pada jamannya abad 2 SM.<br />
Pompeii (Italy) : buried by volcanoPompeii</p>
<p>6. Pompeii (Italy) : buried by volcanoPompeii adalah sebuah kota zaman Romawi kuno yang telah menjadi puing dekat kota Napoli dan sekarang berada di wilayah Campania, Italia. Pompeii hancur oleh letusan gunung Vesuvius pada 79 M. Debu letusan gunung Vesuvius menimbun kota Pompeii dengan segala isinya sedalam beberapa kaki menyebabkan kota ini hilang selama 1.600 tahun sebelum ditemukan kembali dengan tidak sengaja. Semenjak itu penggalian kembali kota ini memberikan pemandangan yang luar biasa terinci mengenai kehidupan sebuah kota di puncak kejayaan Kekaisaran Romawi. Saat ini kota Pompeii merupakan salah satu dari Situs Warisan Dunia UNESCO.<br />
Palenque (Mexico) : one of Mayan’s most exquisite cities</p>
<p>7. Palenque (Mexico) : one of Mayan’s most exquisite cities<br />
Palenque adalah kota peninggalan bersejarah suku Maya yg berlokasi di kaki gunung Tumbala, Chiapas, Mexico. Kota bersejarah ini tidak terlalu besar tetapi di dalamnya memiliki bangunan2 dengan arsitektur indah, patung2, ukir2an yg dibuat oleh suku Maya.<br />
Vijayanagar (India)</p>
<p>8. Vijayanagar (India) : capital of one of the largest Hindu templeKerajaan Vijayanagar adalah sebuah kerajaan India, sejak 1336 dan terletak di Deccan, India Selatan. Kerajaan Vijayanagar ditemukan oleh Harihara (Hakka) dan saudaranya Bukka Raya. Kerajaan ini diberi nama sesuai dengan nama ibukotanya, kini namanya berubah menjadi Hampi di Karnataka, India. Kerajaan ini berdiri mulai thn 1336 dan berakhir pd thn 1660.<br />
Ephesus (Turkey) : one of the most important cities of early Christianity</p>
<p>9. Ephesus (Turkey) : one of the most important cities of early Christianity<br />
Ephesus (Efes bhs Turkey), kota yg membentang sepanjang 3 km di bagian selatan kota Selcuk, provinsi Izmir, Turkey. Kota ini dulunya merupakan pusat perdagangan dan pusat agama Kristen sampai sekarang. Reruntuhan Ephesus merupakan salah satu obyek wisata favorit di Turkey.<br />
Sanchi (India) : the best preserved group of Buddhist monuments</p>
<p>10. Sanchi (India) : the best preserved group of Buddhist monuments<br />
Sanchi merupakan komplek monument yg menandakan jaman keemasan Budha di masa Kerajaan Ashoka. Kalau jaman sekarang Sanchi sama dengan stupa, kuil, atau tempat kediaman para biksu. Monumen Sanchi berawal dr abad 3 SM sampai abad 12. Yang paling terkenal dr Sanchi adalah Stupa 1, yg dibangun oleh Raja Mauryan. Monumen ini berisi ukir2an yg bercerita ttg sejarah agama Budha.</p>
<p>Untuk gambar gambar bisa dilihat di sumbernya,<br />
sumber = http://terselubung.blogspot.com/2009/06/sepuluh-peradaban-kota-yang-hilang.html</p>
<p>Maaf ya, komputer lagi susah upload nih, hehe :p</p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/sangpencariilmu.wordpress.com/361/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/sangpencariilmu.wordpress.com/361/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/sangpencariilmu.wordpress.com/361/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/sangpencariilmu.wordpress.com/361/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/sangpencariilmu.wordpress.com/361/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/sangpencariilmu.wordpress.com/361/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/sangpencariilmu.wordpress.com/361/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/sangpencariilmu.wordpress.com/361/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/sangpencariilmu.wordpress.com/361/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/sangpencariilmu.wordpress.com/361/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/sangpencariilmu.wordpress.com/361/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/sangpencariilmu.wordpress.com/361/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/sangpencariilmu.wordpress.com/361/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/sangpencariilmu.wordpress.com/361/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=sangpencariilmu.wordpress.com&amp;blog=5780252&amp;post=361&amp;subd=sangpencariilmu&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://sangpencariilmu.wordpress.com/2010/12/27/10-peradaban-yang-hilang/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>2</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/24e28207a07361ad3944a67283e440c4?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">pelajarlaksma47</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Apa yang Pantas Kita Sombongkan?</title>
		<link>http://sangpencariilmu.wordpress.com/2010/11/13/apa-yang-pantas-kita-sombongkan/</link>
		<comments>http://sangpencariilmu.wordpress.com/2010/11/13/apa-yang-pantas-kita-sombongkan/#comments</comments>
		<pubDate>Sat, 13 Nov 2010 14:04:14 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Laksmana Hanif</dc:creator>
				<category><![CDATA[Renungan sejenak]]></category>
		<category><![CDATA[Kehidupan]]></category>
		<category><![CDATA[Copy dari teman]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://sangpencariilmu.wordpress.com/?p=358</guid>
		<description><![CDATA[Seorang pria yang bertamu ke rumah Sang Guru tertegun keheranan. Dia melihat Sang Guru sedang sibuk bekerja, ia mengangkuti air dengan ember dan menyikat lantai rumahnya keras-keras. Keringatnya bercucuran deras. Menyaksikan keganjilan ini orang itu bertanya, “Apa yang sedang Anda lakukan?” Sang Guru menjawab, “Tadi saya kedatangan serombongan tamu yang meminta nasihat. Saya memberikan banyak [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=sangpencariilmu.wordpress.com&amp;blog=5780252&amp;post=358&amp;subd=sangpencariilmu&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Seorang pria yang bertamu ke rumah Sang Guru tertegun keheranan. Dia melihat Sang Guru sedang sibuk bekerja, ia mengangkuti air dengan ember dan menyikat lantai rumahnya keras-keras. Keringatnya bercucuran deras. Menyaksikan keganjilan ini orang itu bertanya, “Apa yang sedang Anda lakukan?”</p>
<p>Sang Guru menjawab, “Tadi saya kedatangan serombongan tamu yang meminta nasihat. Saya memberikan banyak nasihat yang bermanfaat bagi mereka. Mereka pun tampak puas sekali. Namun, setelah mereka pulang tiba-tiba saya merasa menjadi orang yang hebat. Kesombongan saya mulai bermunculan. Karena itu, saya melakukan ini untuk membunuh perasaan sombong saya.”</p>
<p>Sombong adalah penyakit yang sering menghinggapi kita semua, yang benih-benihnya terlalu kerap muncul tanpa kita sadari. Di tingkat terbawah, sombong disebabkan oleh faktor materi. Kita merasa lebih kaya, lebih rupawan, dan lebih terhormat daripada orang lain.</p>
<p>Di tingkat kedua, sombong disebabkan oleh faktor kecerdasan. Kita merasa lebih pintar, lebih kompeten, dan lebih berwawasan dibandingkan orang lain.</p>
<p>Di tingkat ketiga, sombong disebabkan oleh faktor kebaikan. Kita sering menganggap diri kita lebih bermoral, lebih pemurah, dan lebih tulus dibandingkan dengan orang lain.</p>
<p>Yang menarik, semakin tinggi tingkat kesombongan, semakin sulit pula kita mendeteksinya. Sombong karena materi sangat mudah terlihat, namun sombong karena pengetahuan, apalagi sombong karena kebaikan, sulit terdeteksi karena seringkali hanya berbentuk benih-benih halus di dalam batin kita.</p>
<p>Akar dari kesombongan ini adalah ego yang berlebihan. Pada tataran yang lumrah, ego menampilkan dirinya dalam bentuk harga diri (self-esteem) dan kepercayaan diri (self-confidence) . Akan tetapi, begitu kedua hal ini berubah menjadi kebanggaan (pride), Anda sudah berada sangat dekat dengan kesombongan. Batas antara bangga dan sombong tidaklah terlalu jelas.</p>
<p>Kita sebenarnya terdiri dari dua kutub, yaitu ego di satu kutub dan kesadaran sejati di lain kutub. Pada saat terlahir ke dunia, kita dalam keadaan telanjang dan tak punya apa-apa. Akan tetapi, seiring dengan waktu, kita mulai memupuk berbagai keinginan, lebih dari sekadar yang kita butuhkan dalam hidup. Keenam indra kita selalu mengatakan bahwa kita memerlukan lebih banyak lagi.</p>
<p>Perjalanan hidup cenderung menggiring kita menuju kutub ego. Ilusi ego inilah yang memperkenalkan kita kepada dualisme ketamakan (ekstrem suka) dan kebencian (ekstrem tidak suka). Inilah akar dari segala permasalahan.</p>
<p>Perjuangan melawan kesombongan merupakan perjuangan menuju kesadaran sejati. Untuk bisa melawan kesombongan dengan segala bentuknya, ada dua perubahan paradigma yang perlu kita lakukan. Pertama, kita perlu menyadari bahwa pada hakikatnya kita bukanlah makhluk fisik, tetapi makhluk spiritual. Kesejatian kita adalah spiritualitas, sementara tubuh fisik hanyalah sarana untuk hidup di dunia. Kita lahir dengan tangan kosong, dan (ingat!) kita pun akan mati dengan tangan kosong.</p>
<p>Pandangan seperti ini akan membuat kita melihat semua makhluk dalam kesetaraan universal. Kita tidak akan lagi terkelabui oleh penampilan, label, dan segala “tampak luar” lainnya. Yang kini kita lihat adalah “tampak dalam”. Pandangan seperti ini akan membantu menjauhkan kita dari berbagai kesombongan atau ilusi ego.</p>
<p>Kedua, kita perlu menyadari bahwa apa pun perbuatan baik yang kita lakukan, semuanya itu semata-mata adalah juga demi diri kita sendiri.</p>
<p>Kita memberikan sesuatu kepada orang lain adalah juga demi kita sendiri.</p>
<p>Dalam hidup ini berlaku hukum kekekalan energi. Energi yang kita berikan kepada dunia tak akan pernah musnah. Energi itu akan kembali kepada kita dalam bentuk yang lain. Kebaikan yang kita lakukan pasti akan kembali kepada kita dalam bentuk persahabatan, cinta kasih, makna hidup, maupun kepuasan batin yang mendalam. Jadi, setiap berbuat baik kepada pihak lain, kita sebenarnya sedang berbuat baik kepada diri kita sendiri. Kalau begitu, apa yang kita sombongkan?</p>
<p>¤¤¤¤¤</p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/sangpencariilmu.wordpress.com/358/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/sangpencariilmu.wordpress.com/358/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/sangpencariilmu.wordpress.com/358/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/sangpencariilmu.wordpress.com/358/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/sangpencariilmu.wordpress.com/358/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/sangpencariilmu.wordpress.com/358/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/sangpencariilmu.wordpress.com/358/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/sangpencariilmu.wordpress.com/358/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/sangpencariilmu.wordpress.com/358/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/sangpencariilmu.wordpress.com/358/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/sangpencariilmu.wordpress.com/358/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/sangpencariilmu.wordpress.com/358/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/sangpencariilmu.wordpress.com/358/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/sangpencariilmu.wordpress.com/358/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=sangpencariilmu.wordpress.com&amp;blog=5780252&amp;post=358&amp;subd=sangpencariilmu&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://sangpencariilmu.wordpress.com/2010/11/13/apa-yang-pantas-kita-sombongkan/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/24e28207a07361ad3944a67283e440c4?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">pelajarlaksma47</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Pisau dan Pohon</title>
		<link>http://sangpencariilmu.wordpress.com/2010/11/13/pisau-dan-pohon/</link>
		<comments>http://sangpencariilmu.wordpress.com/2010/11/13/pisau-dan-pohon/#comments</comments>
		<pubDate>Sat, 13 Nov 2010 13:50:24 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Laksmana Hanif</dc:creator>
				<category><![CDATA[Renungan sejenak]]></category>
		<category><![CDATA[Copy dari teman]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://sangpencariilmu.wordpress.com/?p=356</guid>
		<description><![CDATA[Alex adalah seorang pemuda bertemperamental buruk, seringkali ia membentak istrinya tiada henti. Setiap kali ada perkara yang menurutnya tidak benar meskipun hanya sebuah masalah kecil dia akan langsung menyalahkan sang istri dan memarahinya. Suatu hari ayahnya mendapati keributan yang terjadi dalam rumah tangga anaknya itu. Beliau pun memanggil dan mengajak Alex ke suatu tempat. Ternyata [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=sangpencariilmu.wordpress.com&amp;blog=5780252&amp;post=356&amp;subd=sangpencariilmu&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Alex adalah seorang pemuda bertemperamental buruk, seringkali ia membentak istrinya tiada henti. Setiap kali ada perkara yang menurutnya tidak benar meskipun hanya sebuah masalah kecil dia akan langsung menyalahkan sang istri dan memarahinya.</p>
<p>Suatu hari ayahnya mendapati keributan yang terjadi dalam rumah tangga anaknya itu. Beliau pun memanggil dan mengajak Alex ke suatu tempat. Ternyata mereka tiba disebuah pohon besar di pinggir danau. Si ayah menyerahkan sebilah pisau dan menyuruhnya melemparkan pisau tersebut ke batang pohon di hadapan mereka.</p>
<p>&#8220;Untuk apa?&#8221; tanya Alex.</p>
<p>&#8220;Lakukan saja!&#8221; perintah ayahnya lagi.</p>
<p>Dengan acuh tak acuh Alex melaksanakan perintah itu. Dilemparkannya pisau ke arah pohon tersebut. Pisau itu hanya membentur batang pohon dan terjatuh ke tanah.</p>
<p>&#8220;Ayah, jika engkau mengharapkan aku mampu melempar pisau hingga menembus kulit pohon itu, engkau sama saja dengan bermimpi. Seandainyapun aku ahli dalam melempar pisau, tapi tidak bisakah kau lihat betapa tebalnya kulit pohon ini? Itu hal yang mustahil aku lakukan.&#8221;</p>
<p>Sama sekali tak terpengaruh dengan ucapan Alex itu, ayahnya kembali menyuruh dia mengulangi melempar pisau. Berulangkali Alex mencoba melempar pisau tersebut, pada awalnya ia kembali gagal.. gagal dan gagal.. Tetapi sekali, dua kali ia akhirnya berhasil menancapkan pisau di batang pohon yang besar tersebut meskipun tidak begitu dalam.</p>
<p>Namun sang ayah masih belum puas, beliau masih meminta Alex untuk melanjutkan aksinya. Sementara Alex yang mulai kehilangan kesabaran akhirnya tidak tahan lagi.</p>
<p>&#8220;Hey, orang tua. Aku tidak peduli apabila dirimu adalah ayahku. Tapi aku sama sekali tidak mengerti dengan keinginanmu, apa pentingnya pisau dan pohon ini hingga aku harus menghabiskan waktuku di tempat ini?&#8221;</p>
<p>&#8220;Dasar anak muda jaman sekarang, melakukan hal sekecil ini saja tak becus. Berhentilah menjadi sok jagoan jika melempar pisau saja kau tak mampu.&#8221; tegur ayahnya dengan suara lantang sembari mencabut pisau yang masih tertancap.</p>
<p>Alex benar-benar tidak bisa lagi mengontrol emosinya.</p>
<p>&#8220;Berikan pisau itu, akan aku buktikan betapa hebatnya aku. Tak ada hal yang tak bisa aku lakukan!&#8221; sentaknya marah dan kemudian dengan penuh amarah di lemparkannya kembali pisau tersebut. Kali ini tidak diragukan lagi pisau itu menghujam batang pohon begitu dalam. &#8220;Kau lihat itu!&#8221; serunya menatap lelaki tua di hadapannya dengan tatapan menantang. &#8220;Aku bisa melakukannya!&#8221;.</p>
<p>Orang tua itu hanya tersenyum, sembari berjalan mendekati pohon itu ia berujar pelan, &#8220;Kau benar, anakku, kau bisa melakukannya.&#8221;, dengan mengeluarkan tenaga yang lumayan besar dicabutnya pisau dari pohon yang ternyata benar-benar tertancap kuat, &#8220;Dengan luapan emosi seperti itu apapun bisa kau hancurkan, anakku&#8230;&#8221;, &#8220;Kemari dan lihatlah ini&#8230;&#8221; panggilnya.</p>
<p>Alex yang mulai bisa mengatur emosinya kini hanya terdiam bingung sembari mendekati ayahnya.</p>
<p>&#8220;Apakah kau dapat melihat lubang yang ditinggalkan oleh pisau ini? Dapatkah kau melihat dalamnya kerusakan yang diakibatkan oleh lemparan pisau dikala engkau sedang marah? Apakah menurutmu pohon ini akan kembali seperti sedia kala?&#8221;, &#8220;Kurang lebih seperti itulah bekas yang akan kau tinggalkan setiap kali engkau mengambil sebuah tindakan untuk melampiaskan amarahmu. Tidak akan menjadi masalah jika engkau melampiaskannya pada masalah-masalah yang mengakibatkan amarahmu muncul, bila untuk mencari jalan keluar dalam mengatasinya. Namun pernahkah kau berpikir luka seperti apa yang akan kau berikan apabila kau melampiaskan setiap amarahmu kepada seseorang? Seseorang yang mempunyai hati dan perasaan.&#8221;<br />
&#8220;&#8216;Maaf&#8217; mungkin bisa menyembuhkannya, tapi takkan pernah bisa menghapus bekas luka yang telah ditimbulkannya&#8230;&#8221;</p>
<p>Inspirational Quote:<br />
Speak when you are angry and you will make the best speech you will ever regret. &#8211; Ambrose Bierce</p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/sangpencariilmu.wordpress.com/356/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/sangpencariilmu.wordpress.com/356/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/sangpencariilmu.wordpress.com/356/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/sangpencariilmu.wordpress.com/356/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/sangpencariilmu.wordpress.com/356/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/sangpencariilmu.wordpress.com/356/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/sangpencariilmu.wordpress.com/356/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/sangpencariilmu.wordpress.com/356/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/sangpencariilmu.wordpress.com/356/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/sangpencariilmu.wordpress.com/356/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/sangpencariilmu.wordpress.com/356/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/sangpencariilmu.wordpress.com/356/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/sangpencariilmu.wordpress.com/356/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/sangpencariilmu.wordpress.com/356/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=sangpencariilmu.wordpress.com&amp;blog=5780252&amp;post=356&amp;subd=sangpencariilmu&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://sangpencariilmu.wordpress.com/2010/11/13/pisau-dan-pohon/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/24e28207a07361ad3944a67283e440c4?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">pelajarlaksma47</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Berbagi Keajaiban</title>
		<link>http://sangpencariilmu.wordpress.com/2010/11/13/353/</link>
		<comments>http://sangpencariilmu.wordpress.com/2010/11/13/353/#comments</comments>
		<pubDate>Sat, 13 Nov 2010 13:41:07 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Laksmana Hanif</dc:creator>
				<category><![CDATA[Renungan sejenak]]></category>
		<category><![CDATA[Copy dari teman]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://sangpencariilmu.wordpress.com/?p=353</guid>
		<description><![CDATA[Kabar buruk itu sampai juga di telinga Doni. Dia divonis kanker paru-paru oleh dokter. Kisah kehidupannya yang sebelumnya sering dia bangga-banggakan kini serasa hancur tiada arti lagi. Doni tahu kanker paru-paru merupakan penyebab kematian paling utama dibandingkan kanker-kanker lainnnya. Namun tak ingin lama-lama tenggelam dalam kesedihan, dicobanya segala cara untuk menyembuhkan penyakit yang tengah menggerogoti [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=sangpencariilmu.wordpress.com&amp;blog=5780252&amp;post=353&amp;subd=sangpencariilmu&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Kabar buruk itu sampai juga di telinga Doni. Dia divonis kanker paru-paru oleh dokter. Kisah  kehidupannya yang sebelumnya sering dia bangga-banggakan kini serasa hancur tiada arti lagi. Doni tahu kanker paru-paru merupakan penyebab kematian paling utama dibandingkan kanker-kanker lainnnya. Namun tak ingin lama-lama tenggelam dalam kesedihan, dicobanya segala cara untuk menyembuhkan penyakit yang tengah menggerogoti tubuhnya itu, bahkan dia tak segan-segan mengeluarkan uang banyak untuk mendapatkan perawatan terbaik di salah satu rumah sakit ternama di luar negeri. Berbagai pengobatan dan sesi kemoterapi telah dilaluinya. Namun keberuntungan tak berpihak padanya. Keadaannya tak kunjung membaik, bahkan hanya semakin memburuk. Kanker stadium IV kini bercokol di paru-parunya. Keluarganya mencoba untuk memberikan motivasi dan semangat agar dia tak menyerah.</p>
<p>Satu ketika dia menemukan alamat seseorang yang konon katanya mampu menyembuhkan kanker ganas sekalipun. Doni mendatangi kediaman orang tersebut, diceritakannya tentang riwayat penyakitnya kepada Pak Syukur, nama orang itu, yang berjanji akan berusaha untuk menyembuhkan Doni.</p>
<p>Waktu berlalu, meskipun kondisi Doni mulai agak membaik tapi kanker itu masih bersarang di tubuhnya. Doni menyadari waktunya yang semakin menipis.</p>
<p>&#8220;Tak adakah pengobatan lain yang bisa membantuku, Pak?&#8221; tanya Doni saat rasa ketakutan akan kematian mulai menguasai benaknya. &#8220;Aku sering mendengar tentang keberhasilan anda dalam menyembuhkan pasien-pasien lainnya&#8230; Lalu apa yang terjadi denganku?&#8221;</p>
<p>Pak Syukur menghembuskan napas, dan mencoba untuk menyabarkan Doni, &#8220;Nak Doni, aku hanyalah seorang manusia biasa yang hanya bisa berupaya untuk memberikan pengobatan terbaik untuk pasien-pasienku.&#8221;, &#8220;Aku mungkin telah membantu meringankan sakit itu, namun keajaibanlah yang telah menyembuhkan mereka.&#8221; tambahnya pelan.</p>
<p>&#8220;Keajaiban?&#8221; sesaat Doni tertegun. &#8220;Seandainya di dunia ini ada dijual keajaiban, aku rela membayar berapa pun meski harus menghabiskan seluruh hartaku.&#8221; sahut Doni lemah meratapi ketidakberuntungannya.</p>
<p>Pak Syukur berpikir sejenak lalu beliau mulai menuliskan sesuatu dan menyerahkannya kepada Doni. &#8220;Datangilah tempat ini, Nak Doni.&#8221;, &#8220;Tempat dimana mungkin kamu bisa membeli keajaiban itu.&#8221;</p>
<p>&#8220;Be.. benarkah?&#8221; tanya Doni ragu, ia takkan mudah percaya hal mustahil seperti itu.</p>
<p>&#8220;Cobalah kau datangi, tak ada salahnya kan?&#8221;</p>
<p>&#8220;Seandainyapun tempat ini memang benar menjual keajaiban, lalu dengan apa aku bisa membelinya, Pak?&#8221;</p>
<p>Kembali Pak Syukur menyerahkan selembar catatan yang lain. &#8220;Bacalah setibanya engkau di tempat itu.&#8221;</p>
<p>Pada awalnya Doni tidak memperdulikannya, namun berselang beberapa hari akhirnya dia mendatangi juga tempat yang dimaksud oleh Pak Syukur.<br />
Akan tetapi betapa terkejutnya Doni setelah mendapatkan tempat yang menjadi tujuannya ternyata adalah sebuah masjid kecil yang indah. Doni mengambil lembaran kertas yang satu lagi dan membaca pesan yang tertulis di dalamnya.</p>
<p>    * &#8216;Sesungguhnya kamu bisa mendapatkan keajaiban itu dimana saja dan kapan saja. Tetapi alangkah baiknya jika engkau mencarinya langsung di rumahNya&#8230; Dan untuk bayarannya? Sekarang berbaliklah dan cobalah memposisikan dirimu sebagai seseorang yang hendak menikmati sebuah karya seni yang tak sedikitpun bagian akan terlewatkan oleh pandanganmu&#8230; Bukalah matamu, nak&#8230;&#8217;</p>
<p>Doni membalikkan tubuhnya, dilihatnya sebuah panti untuk penderita cacat berdiri tepat di seberang jalan. Beberapa pengemis dan anak jalanan di sepanjang jalan tak luput pula dari perhatiannya, mereka mencoba menghampiri beberapa orang yang berseliweran demi meminta sedikit rejeki untuk sesuap nasi. Kembali Doni melanjutkan membaca catatan Pak Syukur.</p>
<p>    * &#8216;&#8230; Berdoa, memohonlah dengan tulus kepada Sang Pemberi Keajaiban dan lakukanlah kebaikan dalam hidupmu, anakku. Begitulah harga yang mungkin bisa kau berikan untuk mendapatkan keajaiban yang kau cari. Dan niscaya bila Dia berkehendak, keajaiban itupun akan datang&#8230;&#8217; </p>
<p>Masih terus dibacanya pesan yang tertulis di kertas itu. Dan tanpa Doni sadari, setetes dua tetes air mata kini membasahi pipinya. Dia mencoba mengingat-ingat kapan terakhir kali dia bersujud menghadapNya? Akh&#8230; Tak bisa diingatnya lagi&#8230; Dan diapun menyadari betapa alpanya dia selama ini.</p>
<p>Doni mulai mengisi hari-hari tak lagi hanya untuk mengobati penyakit yang menderanya, kini diapun taat melaksanakan ibadah dan banyak membantu orang-orang yang membutuhkan. Dia tak lagi hanya peduli akan dirinya sendiri, melainkan mulai melihat orang-orang lain di sekitarnya. Beberapa hal yang terabaikan olehnya selama bertahun-tahun.</p>
<p>Hari berganti minggu&#8230; Minggu berganti bulan&#8230;</p>
<p>Di suatu hari yang cerah, lima bulan semenjak Doni menginjakkan kakinya pertama kali di masjid kecil itu&#8230; Kini ia terbaring lemah di sebuah pembaringan rumah sakit, sudah tiga hari ini kondisi kesehatannya benar-benar menurun. Bayangan peristiwa-peristiwa beberapa bulan terakhir berkelebat di benaknya.</p>
<p>Doni memandang Pak Syukur yang duduk di sisi tempat tidur, Doni memang sengaja memintanya datang. Ia tersenyum,</p>
<p>&#8220;Bapak masih ingat kejadian beberapa bulan lalu saat aku bertanya-tanya apakah aku bisa menemukan sebuah keajaiban yang dapat menghilangkan penyakitku?&#8221; Pak Syukur mengangguk pelan, &#8220;Menemukan mesjid yang indah dan tenteram itu, telah membuka mataku betapa lalainya aku selama ini. Sejak hari itu aku mendekatkan diri padaNya, aku banyak berdoa, memohon ampunan dan rahmatNya. Tak lupa aku menyumbangkan sebagian penghasilanku untuk menolong mereka yang membutuhkan bantuan.&#8221; sesaat Doni terdiam, ia mencoba meredam rasa sakit yang berkecamuk di dadanya. &#8220;Untuk semua yang telah aku lakukan, telah aku berikan beberapa bulan ini, Allah ternyata masih tak berkenan memberikan keajaiban itu untukku.&#8221; ujarnya dengan nada getir.</p>
<p>Doni kembali memandang lelaki tua bersahaja yang masih setia menemaninya, &#8220;Tapi aku tak bersedih, pak&#8230;&#8221; lanjutnya, &#8220;Aku tak marah atas apa yang menimpaku, dan aku tak menyesal telah berbuat kebaikan pada mereka meskipun awalnya aku mengharapkan sebuah kesembuhan dari Allah sebagai balasannya. Kini aku merasa lebih tenang, lebih bahagia, dan lebih dekat padaNya.&#8221;</p>
<p>Meskipun terlihat pucat namun di wajahnya terpancar senyum kebahagiaan itu, &#8220;Pesan terakhir bapak di catatan yang aku baca lima bulan lalu, lagi-lagi membuka mataku untuk yang kedua kalinya&#8230;&#8221;</p>
<p>Sore itu, dengan didampingi istri dan anaknya, Doni mengehembuskan nafas terakhir dengan tenang.</p>
<p>    * &#8216;Dan pesanku yang terakhir, nak. Tak semua orang cukup beruntung bisa mendapatkan keajaiban dariNya. Dan bila engkau termasuk di antara yang tak beruntung itu, janganlah bersedih, janganlah kecewa. Karena engkau sendiri pun akan memberikan keajaiban-keajaiban untuk kaum-kaum tak mampu yang membutuhkan begitu banyak keajaiban demi mempertahankan kelangsungan hidup mereka. Dan itu, tak kalah berharganya&#8230;&#8217;</p>
<p>Sebaiknya kita memberi sama halnya seperti kita akan menerima, dengan riang, cepat, dan tanpa keraguan;<br />
Karena sesungguhnya tidak ada karunia dari manfaat yang menempel pada jari-jari kita.</p>
<p>Inspirational Quote:<br />
“The value of a man resides in what he gives and not in what he is capable of receiving.” &#8211; Albert Einstein</p>
<p>http://1001motivations.blogspot.com/2010/11/berbagi-keajaiban.html</p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/sangpencariilmu.wordpress.com/353/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/sangpencariilmu.wordpress.com/353/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/sangpencariilmu.wordpress.com/353/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/sangpencariilmu.wordpress.com/353/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/sangpencariilmu.wordpress.com/353/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/sangpencariilmu.wordpress.com/353/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/sangpencariilmu.wordpress.com/353/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/sangpencariilmu.wordpress.com/353/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/sangpencariilmu.wordpress.com/353/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/sangpencariilmu.wordpress.com/353/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/sangpencariilmu.wordpress.com/353/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/sangpencariilmu.wordpress.com/353/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/sangpencariilmu.wordpress.com/353/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/sangpencariilmu.wordpress.com/353/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=sangpencariilmu.wordpress.com&amp;blog=5780252&amp;post=353&amp;subd=sangpencariilmu&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://sangpencariilmu.wordpress.com/2010/11/13/353/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/24e28207a07361ad3944a67283e440c4?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">pelajarlaksma47</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Rakyat Gaza Bantu Korban Bencana</title>
		<link>http://sangpencariilmu.wordpress.com/2010/11/01/rakyat-gaza-bantu-korban-bencana/</link>
		<comments>http://sangpencariilmu.wordpress.com/2010/11/01/rakyat-gaza-bantu-korban-bencana/#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 01 Nov 2010 06:24:30 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Laksmana Hanif</dc:creator>
				<category><![CDATA[Uncategorized]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://sangpencariilmu.wordpress.com/?p=326</guid>
		<description><![CDATA[Untuk yang kesekian kalinya, rakyat Gaza, Palestina, telah menunjukkan rasa ukhuwah dan solidaritasnya kepada rakyat dan bangsa Indonesia yang terus dilanda bencana, khususnya bencana yang diakibatkan tsunami setinggi tiga meter yang menghantam Kabupaten Kepulauan Mentawai, Sumatera Barat (Sumbar), Senin malam, (25/10/10) dan meletusnya Gunung Merapi di pulau Jawa dan mengeluarkan Awan Panas pada Selasa, (26/10/10) [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=sangpencariilmu.wordpress.com&amp;blog=5780252&amp;post=326&amp;subd=sangpencariilmu&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Untuk yang kesekian kalinya, rakyat Gaza, Palestina, telah menunjukkan rasa ukhuwah dan solidaritasnya kepada rakyat dan bangsa Indonesia yang terus dilanda bencana, khususnya bencana yang diakibatkan tsunami setinggi tiga meter yang menghantam Kabupaten Kepulauan Mentawai, Sumatera Barat (Sumbar), Senin malam, (25/10/10) dan meletusnya Gunung Merapi di pulau Jawa dan mengeluarkan Awan Panas pada Selasa, (26/10/10) sekitar pukul 17.00 sore dengan jarak luncuran sekitar 1,5 hingga 2 kilometer</p>
<p>Tahun 2006, saat terjadi Gempa di Yogyakarta dan Klaten, Jawa tengah, rakyat Gaza menyampaikan bantuan via KISPA (Komite Indonesia untuk Solodaritas Palestina), dan bantuan tersebut berjumlah Rp. 5.000.000; (Lima Juta Rupiah) diantar langsung oleh Ustadz. Ferry Nur ke lokasi pengungsian di Pundong, Kabupaten Bantul, Yogyakarta .</p>
<p>Begitu pula saat Gempa bumi tektonik berkekuatan 7,6 Skala Richter (SR) di Kabupaten Padang Pariaman, dan Kota Padang, Sumatra Barat, gempa yang terjadi pukul 17.16 WIB di kedalaman 71 Km, berjarak 57 Km barat daya Pariaman, pengurus KISPA yang terdiri dari Andi Syaifuddin (Sekjen) dan Dasrial (Bendahara) menyampaikan secara langsung amanah rakyat Gaza, Palestina kepada korban gempa di Ulaan, Pariaman.</p>
<p>Walaupun rakyat Gaza, Palestina sedang dijajah dan blokade Israel dan sekutunya, rumah mereka hancur, hidup di kamp pengungsian, kesulitan mendapatkan kebutuhan pokok dan obat-obatan, tetapi mereka masih memiliki iman dan rasa kepedulian yang yang tinggi terhadap rakyat Indonesia yang sedang dirundung musibah.</p>
<p>Ziad Said Mahmud asal Gaza, kordinator bantuan kemanusiaan internasional Palestina dan juga Direktur Al-Sarraa Foundation menjelaskan sumbangan untuk korban bencana di Indonesia merupakan hasil keputusan musyawarah antara ulama dan rakyat Palestina, baik yang ada di Jalur Gaza maupun di Suriah.</p>
<p>Lebih lanjut, Ziad menjelaskan, “Kami tahu, jumlah ini tidak seberapa dibandingkan kesusahan yang sedang dialami saudara-saudara kami di Mentawai dan Merapi. Tapi terimalah ini sebagai tanda cinta kami. Kita satu tubuh. Kalian sakit, kami ikut sakit, sebagaimana kalian merasa sakit ketika melihat kami sakit dan menderita karena dijajah Israel,”</p>
<p>Bantuan untuk korban Tsunami di Mentawai sebesar 2 ribu dolar disampaikan lewat Ustadz Ferry Nur, Ketua KISPA (Komite Indonesia untuk Solidaritas Palestina), sedangkan bantuan untuk korban letusan Gunung Merapi juga sebesar 2 ribu dolar disampaikan lewat Amirul Iman, Direktur Operasional Sahabat Al-Aqsha.</p>
<p>Insya Allah, bantuan dari rakyat Gaza, Palestina akan kami sampaikan kepada mereka yang berhak secara langsung dan saya mengucapkan terima kasih atas bantuan dan kepeduliannya kepada rakyat dan bangsa Indonesia, ujar ketua KISPA.</p>
<p>Dan bagi masyarakat yang ingin ikut serta meringankan beban penderitaan saudara-saudara kita akibat bencana, silahkan untuk menyalurkan infaq terbaiknya ke Infaq “KISPA” PEDULI NEGERI, khusus membantu korban bencana di Indonesia, Bank Muamalat Indonesia (BMI) cabang Fatmawati norek: 911.05871.99 an/ Andi Syaifuddin QQ KISPA . (kispa/fn)</p>
<p>http://www.eramuslim.com/berita/nasional/rakyat-gaza-bantu-korban-mentawai-dan-merapi.htm</p>
<p>Dari berita diatas dapat kita saksikan, bagaimana penduduk dari sebuah kota, yang kita ketahui sedang menghadapi masalah yang tidak kecil saja mau membantu kita.<br />
Sebuah pelajaran bagi kita, tidak peduli sesulit apapun kondisi yang sedang kita hadapi, itu bukanlah alasan untuk tidak membantu orang yang sedang kesulitan.<br />
Semoga Allah selalu membantu dan menguatkan kita dalam menghadapi semua cobaan dalam kehidupan.<br />
Semangat kawan <img src='http://s0.wp.com/wp-includes/images/smilies/icon_biggrin.gif' alt=':D' class='wp-smiley' /> </p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/sangpencariilmu.wordpress.com/326/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/sangpencariilmu.wordpress.com/326/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/sangpencariilmu.wordpress.com/326/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/sangpencariilmu.wordpress.com/326/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/sangpencariilmu.wordpress.com/326/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/sangpencariilmu.wordpress.com/326/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/sangpencariilmu.wordpress.com/326/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/sangpencariilmu.wordpress.com/326/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/sangpencariilmu.wordpress.com/326/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/sangpencariilmu.wordpress.com/326/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/sangpencariilmu.wordpress.com/326/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/sangpencariilmu.wordpress.com/326/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/sangpencariilmu.wordpress.com/326/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/sangpencariilmu.wordpress.com/326/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=sangpencariilmu.wordpress.com&amp;blog=5780252&amp;post=326&amp;subd=sangpencariilmu&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://sangpencariilmu.wordpress.com/2010/11/01/rakyat-gaza-bantu-korban-bencana/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/24e28207a07361ad3944a67283e440c4?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">pelajarlaksma47</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Problems with My New Computer</title>
		<link>http://sangpencariilmu.wordpress.com/2010/10/05/problems-with-my-new-computer/</link>
		<comments>http://sangpencariilmu.wordpress.com/2010/10/05/problems-with-my-new-computer/#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 05 Oct 2010 04:00:32 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Laksmana Hanif</dc:creator>
				<category><![CDATA[Humor Cerdas]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://sangpencariilmu.wordpress.com/?p=346</guid>
		<description><![CDATA[Dear Mr. Bill Gates, We have bought a computer for our home and we have found some problems, which I want to bring to your notice.. 1. There is a button &#8216;start&#8217; but there is no &#8216;stop&#8217; button. We request you to check this. 2. One doubt is whether any &#8216;re-scooter&#8217; is available in system? [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=sangpencariilmu.wordpress.com&amp;blog=5780252&amp;post=346&amp;subd=sangpencariilmu&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Dear Mr. Bill Gates,</p>
<p>We have bought a computer for our home and we have found some problems, which I want to bring to your notice..</p>
<p>1. There is a button &#8216;start&#8217; but there is no &#8216;stop&#8217; button. We request you to check this.</p>
<p>2. One doubt is whether any &#8216;re-scooter&#8217; is available in system? I find only &#8216;re-cycle&#8217;, but I own a scooter at my home.</p>
<p>3. There is &#8216;Find&#8217; button but it is not working. My wife lost the door key<br />
and we tried a lot to trace the key with this &#8216;find &#8216;button, but was unable to trace. Please rectify this problem.</p>
<p>4. My child learnt &#8216;Microsoft word&#8217; now he wants to learn &#8216;Microsoft<br />
sentence&#8217;, so when you will provide that?</p>
<p>5. I bought computer, CPU, mouse and keyboard, but there is only one icon which shows &#8216;My Computer&#8217;: when you will provide the remaining items?</p>
<p>6. It is surprising that windows says &#8216;MY Pictures&#8217; but there is not even a single photo of mine. So when will you keep my photo in that.</p>
<p>7. There is &#8216;MICROSOFT OFFICE&#8217; what about &#8216;MICROSOFT HOME&#8217; since I use the PC at home only.</p>
<p>8. You provided &#8216;My Recent Documents&#8217;. When you will provide &#8216;My Past<br />
Documents&#8217;?</p>
<p>9. You provide &#8216;My Network Places&#8217;. For God sake please does not provide &#8216;My Secret Places&#8217;. I do not want to let my wife know where I go after my office hours.</p>
<p>Regards,<br />
Banta</p>
<p>Last one Mr. Bill Gates</p>
<p>P.S.: &#8220;Sir, how is it that your name is Gates but you are selling WINDOWS ?&#8221;</p>
<p>Copas gan, maaf ya <img src='http://s0.wp.com/wp-includes/images/smilies/icon_smile.gif' alt=':)' class='wp-smiley' /> </p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/sangpencariilmu.wordpress.com/346/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/sangpencariilmu.wordpress.com/346/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/sangpencariilmu.wordpress.com/346/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/sangpencariilmu.wordpress.com/346/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/sangpencariilmu.wordpress.com/346/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/sangpencariilmu.wordpress.com/346/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/sangpencariilmu.wordpress.com/346/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/sangpencariilmu.wordpress.com/346/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/sangpencariilmu.wordpress.com/346/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/sangpencariilmu.wordpress.com/346/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/sangpencariilmu.wordpress.com/346/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/sangpencariilmu.wordpress.com/346/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/sangpencariilmu.wordpress.com/346/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/sangpencariilmu.wordpress.com/346/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=sangpencariilmu.wordpress.com&amp;blog=5780252&amp;post=346&amp;subd=sangpencariilmu&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://sangpencariilmu.wordpress.com/2010/10/05/problems-with-my-new-computer/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/24e28207a07361ad3944a67283e440c4?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">pelajarlaksma47</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Senjata Pemusnah Massal</title>
		<link>http://sangpencariilmu.wordpress.com/2010/10/05/senjata-pemusnah-massal/</link>
		<comments>http://sangpencariilmu.wordpress.com/2010/10/05/senjata-pemusnah-massal/#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 05 Oct 2010 03:58:38 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Laksmana Hanif</dc:creator>
				<category><![CDATA[Humor]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://sangpencariilmu.wordpress.com/?p=336</guid>
		<description><![CDATA[Amerika : ICBM Israel : Jericho Korea Utara : Taepodong Pakistan : Agni Indonesia : Elpiji 3 kg Lelucon pas elpiji rawan gan, maaf kalo basi. Hehe&#8230;<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=sangpencariilmu.wordpress.com&amp;blog=5780252&amp;post=336&amp;subd=sangpencariilmu&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Amerika : ICBM<br />
<a href="http://sangpencariilmu.files.wordpress.com/2010/10/icbm1.jpg"><img src="http://sangpencariilmu.files.wordpress.com/2010/10/icbm1.jpg?w=268&#038;h=300" alt="" title="ICBM" width="268" height="300" class="alignnone size-medium wp-image-339" /></a></p>
<p>Israel : Jericho<br />
<a href="http://sangpencariilmu.files.wordpress.com/2010/10/jericho1.jpg"><img src="http://sangpencariilmu.files.wordpress.com/2010/10/jericho1.jpg?w=300&#038;h=176" alt="" title="JERICHO" width="300" height="176" class="alignnone size-medium wp-image-340" /></a></p>
<p>Korea Utara : Taepodong<br />
<a href="http://sangpencariilmu.files.wordpress.com/2010/10/taepodong.jpg"><img src="http://sangpencariilmu.files.wordpress.com/2010/10/taepodong.jpg?w=300&#038;h=190" alt="" title="TAEPODONG" width="300" height="190" class="alignnone size-medium wp-image-341" /></a></p>
<p>Pakistan : Agni<br />
<a href="http://sangpencariilmu.files.wordpress.com/2010/10/agni.jpg"><img src="http://sangpencariilmu.files.wordpress.com/2010/10/agni.jpg?w=300&#038;h=210" alt="" title="AGNI" width="300" height="210" class="alignnone size-medium wp-image-342" /></a></p>
<p>Indonesia : Elpiji 3 kg<br />
<a href="http://sangpencariilmu.files.wordpress.com/2010/10/elpiji.jpg"><img src="http://sangpencariilmu.files.wordpress.com/2010/10/elpiji.jpg?w=300&#038;h=193" alt="" title="ELPIJI" width="300" height="193" class="alignnone size-medium wp-image-343" /></a></p>
<p>Lelucon pas elpiji rawan gan, maaf kalo basi. Hehe&#8230;</p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/sangpencariilmu.wordpress.com/336/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/sangpencariilmu.wordpress.com/336/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/sangpencariilmu.wordpress.com/336/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/sangpencariilmu.wordpress.com/336/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/sangpencariilmu.wordpress.com/336/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/sangpencariilmu.wordpress.com/336/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/sangpencariilmu.wordpress.com/336/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/sangpencariilmu.wordpress.com/336/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/sangpencariilmu.wordpress.com/336/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/sangpencariilmu.wordpress.com/336/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/sangpencariilmu.wordpress.com/336/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/sangpencariilmu.wordpress.com/336/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/sangpencariilmu.wordpress.com/336/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/sangpencariilmu.wordpress.com/336/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=sangpencariilmu.wordpress.com&amp;blog=5780252&amp;post=336&amp;subd=sangpencariilmu&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://sangpencariilmu.wordpress.com/2010/10/05/senjata-pemusnah-massal/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/24e28207a07361ad3944a67283e440c4?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">pelajarlaksma47</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://sangpencariilmu.files.wordpress.com/2010/10/icbm1.jpg?w=268" medium="image">
			<media:title type="html">ICBM</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://sangpencariilmu.files.wordpress.com/2010/10/jericho1.jpg?w=300" medium="image">
			<media:title type="html">JERICHO</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://sangpencariilmu.files.wordpress.com/2010/10/taepodong.jpg?w=300" medium="image">
			<media:title type="html">TAEPODONG</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://sangpencariilmu.files.wordpress.com/2010/10/agni.jpg?w=300" medium="image">
			<media:title type="html">AGNI</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://sangpencariilmu.files.wordpress.com/2010/10/elpiji.jpg?w=300" medium="image">
			<media:title type="html">ELPIJI</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>The Millionaire Mind</title>
		<link>http://sangpencariilmu.wordpress.com/2010/10/05/the-millionaire-mind/</link>
		<comments>http://sangpencariilmu.wordpress.com/2010/10/05/the-millionaire-mind/#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 05 Oct 2010 03:49:05 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Laksmana Hanif</dc:creator>
				<category><![CDATA[Kehidupan]]></category>
		<category><![CDATA[Copy dari teman]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://sangpencariilmu.wordpress.com/?p=334</guid>
		<description><![CDATA[Copas dari email ortu&#8230; Ada lembaga penelitian sekuler di USA yg meneliti tentang orang-orang bahagia. Karena ini lembaga sekuler, ukuran bahagia pertama adalah Banyaknya uang. Lembaga tersebut mensurvey orang-orang kaya ( Milyuner ) dengan sampel awal sebanyak lebih dari 200 ribu orang milyuner. Dari 200 ribu itu disaring kadar bahagia-nya berdasarkan berbagai parameter termasuk keluarga [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=sangpencariilmu.wordpress.com&amp;blog=5780252&amp;post=334&amp;subd=sangpencariilmu&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Copas dari email ortu&#8230;<br />
Ada lembaga penelitian sekuler di USA yg meneliti tentang orang-orang<br />
bahagia. Karena ini lembaga sekuler, ukuran bahagia pertama adalah Banyaknya uang. Lembaga tersebut mensurvey orang-orang kaya ( Milyuner ) dengan sampel awal sebanyak lebih dari 200 ribu orang milyuner.</p>
<p>Dari 200 ribu itu disaring kadar bahagia-nya berdasarkan berbagai parameter termasuk keluarga tersebut. Hasil saringan terakhir ada sekitar 200 orang yang dianggap sangat bahagia, karena selain kaya, bisnisnya luar biasa, menikmati hidup, keluarganya beres. Hasil survey tersebut ditulis dalam buku karangan Thomas Stanley berjudul : &#8220;The Millionaire Mind.&#8221;</p>
<p>Orang-orang kaya tersebut rata-rata sudah berumur, mereka adalah orang Kaya Dalam 1 Generasi, artinya Bukan Kaya warisan, tapi kaya dengan modal zero, alias kerja sendiri. Kemudian orang-orang ini diwawancara satu per satu secara detail, dan di-summary-kan gaya hidup orang-orang tersebut:</p>
<p>1. Orang-orang tersebut Hemat<br />
. Mereka penuh pertimbangan dalam memanfaatkan uang mereka.<br />
. Untuk beli sesuatu, pikir-pikir dulu apakah benar-benar dibutuhkan.</p>
<p>. Mereka tidak diperbudak mode, meskipun tidak kuno, tapi modis.<br />
. Mereka tahu di mana beli barang bagus tapi murah.</p>
<p>2. Orang-orang tersebut selalu hidup di bawah income mereka, bukan gali lobang tutup lobang alias anti utang.</p>
<p>3. Sangat loyal terhadap pasangan<br />
. Tidak cerai dan setia !!</p>
<p>4. Selalu lolos dari prahara baik dalam keluarga/bisnis<br />
. Di USA seiring resesi ekonomi, mereka selalu lolos. Setelah ditanya apa<br />
kunci lolosnya, jawabannya <img src='http://s1.wp.com/wp-includes/images/smilies/icon_confused.gif' alt=':?' class='wp-smiley' /><br />
. Overcoming worry and fear with The Holy Book and pray,with faith to God;&#8221; &#8221; We have God and His word.&#8221;</p>
<p>5. Cara berpikir mereka berbeda dalam segala segi dengan orang-orang<br />
kebanyakan Contoh :<br />
. Kalau ke mall bukan menghabiskan duit, mereka malah survey mencari bisnis apa yang paling laku di mall.<br />
. They think differently from the crowd.<br />
&#8216; Mereka &#8221; Man of Production&#8221; bukan &#8221; Man of Consumption. &#8220;</p>
<p>6. Ketika ditanya kunci suksesnya:<br />
. Punya Integritas<br />
. Omongan dan janji bisa dipegang dan dipercaya.<br />
. Disiplin<br />
. Tidak mudah dipengaruhi, dalam segala hal, termasuk disiplin dalam hal<br />
makanan,<br />
. mereka orang yang tidak sembarangan konsumsi makanan. Tidak serakah.<br />
. Selalu mengembangkan social skill?? Cara bergaul, belajar getting along with people, belajar leadership, menjual ide, mereka orang yang meng-upgrade dirinya, tidak malas belajar<br />
. Punya pasangan yg support<br />
. Selalu mendukung dalam keadaan enak/ tidak. Menurut mereka, Integrity dimulai di rumah, Kalau seorang suami / istri tidak bisa dipercaya di rumah, pasti tidak bisa dipercaya diluar.</p>
<p>7. Pembagian waktu/aktivitas, paling banyak untuk hal-hal berikut:<br />
. Mengajak anak dan cucu sport / olahraga, alasannya :<br />
. Dengan olahraga bisa meningkatkan fighting spirit yang penting untuk<br />
pertandingan rohani untuk menang sebagai orang beriman<br />
. Untuk bisa sportif ( Menerima kenyataan, tetapi dengan semangat untuk memperbaiki dan menang ).<br />
. Banyak memikirkan tentang investment.<br />
. Banyak waktu berdoa, mencari hadirat Tuhan, belajar Firman. Ini menjadi lifestyle mereka sejak muda.<br />
. Sosializing with children and grand child, ngobrol.<br />
. Menjalin silaturahmi dengan teman</p>
<p>8. Have a strong religious faith, dan menurut mereka ini kunci sukses<br />
mereka.</p>
<p>9. Religious millionaire<br />
. Mereka tidak pernah memaksakan suatu jumlah asset sama Tuhan, tetapi mereka belajar mendengarkan suara Tuhan, berapa jumlah aset yang Tuhan inginkan buat mereka.<br />
. Minta guidance untuk bisnis. Mereka bukan type menelan semua tawaran bisnis yang disodorkan kepada mereka, tapi tanya Tuhan dulu (bukan tanya paranormal) untuk mengambil keputusan.</p>
<p>10. Ketika ditanya tentang siapa mentor mereka, jawabannya adalah Tuhan.<br />
. Jika setiap bangun pagi, kita bisa mensyukuri dengan tulus apa yang telah kita miliki hari ini, niscaya sepanjang hari kita bisa menikmati hidup ini dengan bahagia</p>
<p>salam</p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/sangpencariilmu.wordpress.com/334/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/sangpencariilmu.wordpress.com/334/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/sangpencariilmu.wordpress.com/334/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/sangpencariilmu.wordpress.com/334/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/sangpencariilmu.wordpress.com/334/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/sangpencariilmu.wordpress.com/334/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/sangpencariilmu.wordpress.com/334/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/sangpencariilmu.wordpress.com/334/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/sangpencariilmu.wordpress.com/334/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/sangpencariilmu.wordpress.com/334/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/sangpencariilmu.wordpress.com/334/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/sangpencariilmu.wordpress.com/334/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/sangpencariilmu.wordpress.com/334/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/sangpencariilmu.wordpress.com/334/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=sangpencariilmu.wordpress.com&amp;blog=5780252&amp;post=334&amp;subd=sangpencariilmu&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://sangpencariilmu.wordpress.com/2010/10/05/the-millionaire-mind/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/24e28207a07361ad3944a67283e440c4?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">pelajarlaksma47</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Shay (Kisah kemanusiaan)</title>
		<link>http://sangpencariilmu.wordpress.com/2010/09/29/shay-kisah-kemanusiaan/</link>
		<comments>http://sangpencariilmu.wordpress.com/2010/09/29/shay-kisah-kemanusiaan/#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 29 Sep 2010 03:31:05 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Laksmana Hanif</dc:creator>
				<category><![CDATA[Kehidupan]]></category>
		<category><![CDATA[Kisah-kisah]]></category>
		<category><![CDATA[Copy dari teman]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://sangpencariilmu.wordpress.com/?p=332</guid>
		<description><![CDATA[Pada sebuah jamuan makan malam pengadaan dana untuk sekolah anak-anak cacat, ayah dari salah satu anak yang bersekolah disana menghantarkan satu pidato yang tidak mungkin dilupakan oleh mereka yang menghadiri acara itu. Setelah mengucapkan salam pembukaan, ayah tersebut mengangkat satu topik: Ketika tidak mengalami gangguan dari sebab-sebab eksternal, segala proses yang terjadi dalam alam ini [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=sangpencariilmu.wordpress.com&amp;blog=5780252&amp;post=332&amp;subd=sangpencariilmu&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Pada sebuah jamuan makan malam pengadaan dana untuk sekolah anak-anak cacat, ayah dari salah satu anak yang bersekolah disana menghantarkan satu pidato yang tidak mungkin dilupakan oleh mereka yang menghadiri acara itu. Setelah mengucapkan salam pembukaan, ayah tersebut mengangkat satu topik:</p>
<p>Ketika tidak mengalami gangguan dari sebab-sebab eksternal, segala proses yang terjadi dalam alam ini berjalan secara sempurna/ alami. Namun tidak demikian halnya dengan anakku, Shay. Dia tidak dapat mempelajari hal-hal sebagaimana layaknya anak-anak yang lain. Nah, bagaimanakah proses alami ini berlangsung dalam diri anakku?</p>
<p>Para peserta terdiam menghadapi pertanyaan itu. Ayah tersebut melanjutkan: “Saya percaya bahwa, untuk seorang anak seperti Shay, yang mana dia mengalami gangguan mental dan fisik sedari lahir, satu-satunya kesempatan untuk dia mengenali alam ini berasal dari bagaimana orang-orang sekitarnya memperlakukan dia”</p>
<p>Kemudian ayah tersebut menceritakan kisah berikut:<br />
Shay dan aku sedang berjalan-jalan di sebuah taman ketika beberapa orang anak sedang bermain baseball. Shay bertanya padaku,”Apakah kau pikir mereka akan membiarkanku ikut bermain?” Aku tahu bahwa kebanyakan anak-anak itu tidak akan membiarkan orang-orang seperti Shay ikut dalam tim mereka, namun aku juga tahu bahwa bila saja Shay mendapat kesempatan untuk bermain dalam tim itu, hal itu akan memberinya semacam perasaan dibutuhkan dan kepercayaan untuk diterima oleh orang-orang lain, diluar kondisi fisiknya yang cacat.</p>
<p>Aku mendekati salah satu anak laki-laki itu dan bertanya apakah Shay dapat ikut dalam tim mereka, dengan tidak berharap banyak. Anak itu melihat sekelilingnya dan berkata, “kami telah kalah 6 putaran dan sekarang sudah babak kedelapan. Aku rasa dia dapat ikut dalam tim kami dan kami akan mencoba untuk memasukkan dia bertanding pada babak kesembilan nanti Shay berjuang untuk mendekat ke dalam tim itu dan mengenakan seragam tim dengan senyum lebar, dan aku menahan air mata di mataku dan kehangatan dalam hatiku. Anak-anak tim tersebut melihat kebahagiaan seorang ayah yang gembira karena anaknya diterima bermain dalam satu tim.</p>
<p>Pada akhir putaran kedelapan, tim Shay mencetak beberapa skor, namun masih ketinggalan angka. Pada putaran kesembilan, Shay mengenakan sarungnya dan bermain di sayap kanan. Walaupun tidak ada bola yang mengarah padanya, dia sangat antusias hanya karena turut serta dalam permainan tersebut dan berada dalam lapangan itu. Seringai lebar terpampang di wajahnya ketika aku melambai padanya dari kerumunan. Pada akhir putaran kesembilan, tim Shay mencetak beberapa skor lagi. Dan dengan dua angka out, kemungkinan untuk mencetak kemenangan ada di depan mata dan Shay yang terjadwal untuk menjadi pemukul berikutnya.</p>
<p>Pada kondisi yg seperti ini, apakah mungkin mereka akan mengabaikan kesempatan untuk menang dengan membiarkan Shay menjadi kunci kemenangan mereka? Yang mengejutkan adalah mereka memberikan kesempatan itu pada Shay. Semua yang hadir tahu bahwa satu pukulan adalah mustahil karena Shay bahkan tidak tahu bagaimana caranya memegang pemukul dengan benar, apalagi berhubungan dengan bola itu.</p>
<p>Yang terjadi adalah, ketika Shay melangkah maju kedalam arena, sang pitcher, sadar bagaimana tim Shay telah mengesampingkan kemungkinan menang mereka untuk satu momen penting dalam hidup Shay, mengambil beberapa langkah maju ke depan dan melempar bola itu perlahan sehingga Shay paling tidak bisa mengadakan kontak dengan bola itu. Lemparan pertama meleset, Shay mengayun tongkatnya dengan ceroboh dan luput. Pitcher tersebut kembali mengambil beberapa langkah kedepan, dan melempar bola itu perlahan kearah Shay. Ketika bola itu datang, Shay mengayun kearah bola itu dan mengenai bola itu dengan satu pukulan perlahan kembali kearah pitcher.</p>
<p>Permainan seharusnya berakhir saat itu juga, pitcher tsb bisa saja dengan mudah melempar bola ke basement pertama, Shay akan keluar, dan permainan akan berakhir. Sebaliknya, pitcher tersebut melempar bola melewati basement pertama, jauh dari jangkauan semua anggota tim. Penonton bersorak dan kedua tim mulai berteriak, “Shay, lari ke base satu! Lari ke base satu!”. Tidak pernah dalam hidup Shay sebelumnya ia berlari sejauh itu, tapi dia berhasil melaju ke base pertama. Shay tertegun dan membelalakkan matanya.</p>
<p>Semua orang berteriak, “Lari ke base dua, lari ke base dua!” Sambil menahan napasnya, Shay berlari dengan canggung ke base dua. Ia terlihat bersinar-sinar dan bersemangat dalam perjuangannya menuju base dua. Pada saat Shay menuju base dua, seorang pemain sayap kanan memegang bola itu di tangannya. Pemain itu merupakan anak terkecil dalam timnya, dan dia saat itu mempunyai kesempatan menjadi pahlawan kemenangan tim untuk pertama kali dalam hidupnya. Dia dapat dengan mudah melempar bola itu ke penjaga base dua. Namun pemain ini memahami maksud baik dari sang pitcher, sehingga diapun dengan tujuan yang sama melempar bola itu tinggi ke atas jauh melewati jangkauan penjaga base ketiga. Shay berlari menuju base ketiga.</p>
<p>Semua yang hadir berteriak, “Shay, Shay, Shay, teruskan perjuanganmu Shay” Shay mencapai base ketiga saat seorang pemain lawan berlari ke arahnya dan memberitahu Shay arah selanjutnya yang mesti ditempuh. Pada saat Shay menyelesaikan base ketiga, para pemain dari kedua tim dan para penonton yang berdiri mulai berteriak, “Shay, larilah ke home, lari ke home!”. Shay berlari ke home, menginjak balok yg ada, dan dielu-elukan bak seorang hero yang memenangkan grand slam. Dia telah memenangkan game untuk timnya.</p>
<p>Hari itu, kenang ayah tersebut dengan air mata yang berlinangan di wajahnya, para pemain dari kedua tim telah menghadirkan sebuah cinta yang tulus dan nilai kemanusiaan kedalam dunia. Shay tidak dapat bertahan hingga musim panas berikut dan meninggal musim dingin itu. Sepanjang sisa hidupnya dia tidak pernah melupakan momen dimana dia telah menjadi seorang hero, bagaimana dia telah membuat ayahnya bahagia, dan bagaimana dia telah membuat ibunya menitikkan air mata bahagia akan sang pahlawan kecilnya.</p>
<p>Sebuah pepatah bijak yang mungkin seringkali kita dengar: sekelompok masyarakat akan dinilai dari cara mereka memperlakukan seorang yang paling tidak beruntung diantara mereka.</p>
<p>¤¤¤¤¤</p>
<p>Dikutip dari : http://1001motivations.blogspot.com/</p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/sangpencariilmu.wordpress.com/332/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/sangpencariilmu.wordpress.com/332/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/sangpencariilmu.wordpress.com/332/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/sangpencariilmu.wordpress.com/332/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/sangpencariilmu.wordpress.com/332/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/sangpencariilmu.wordpress.com/332/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/sangpencariilmu.wordpress.com/332/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/sangpencariilmu.wordpress.com/332/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/sangpencariilmu.wordpress.com/332/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/sangpencariilmu.wordpress.com/332/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/sangpencariilmu.wordpress.com/332/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/sangpencariilmu.wordpress.com/332/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/sangpencariilmu.wordpress.com/332/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/sangpencariilmu.wordpress.com/332/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=sangpencariilmu.wordpress.com&amp;blog=5780252&amp;post=332&amp;subd=sangpencariilmu&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://sangpencariilmu.wordpress.com/2010/09/29/shay-kisah-kemanusiaan/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/24e28207a07361ad3944a67283e440c4?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">pelajarlaksma47</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Sang Roda</title>
		<link>http://sangpencariilmu.wordpress.com/2010/09/29/sang-roda/</link>
		<comments>http://sangpencariilmu.wordpress.com/2010/09/29/sang-roda/#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 29 Sep 2010 03:29:52 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Laksmana Hanif</dc:creator>
				<category><![CDATA[Renungan sejenak]]></category>
		<category><![CDATA[Kehidupan]]></category>
		<category><![CDATA[Kisah-kisah]]></category>
		<category><![CDATA[Copy dari teman]]></category>
		<category><![CDATA[Kisah]]></category>
		<category><![CDATA[Roda]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://sangpencariilmu.wordpress.com/?p=330</guid>
		<description><![CDATA[Suatu ketika, ada sebuah roda yang kehilangan salah satu jari-jarinya. Ia tampak sedih. Tanpa jari-jari yang lengkap, tentu, ia tak bisa lagi berjalan dengan lancar. Hal ini terjadi saat ia melaju terlalu kencang ketika melintasi hutan. Karena terburu-buru, ia tak menyadari ada satu jari-jari yang jatuh dan terlepas. Kini sang roda pun bingung. Kemanakah hendak [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=sangpencariilmu.wordpress.com&amp;blog=5780252&amp;post=330&amp;subd=sangpencariilmu&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Suatu ketika, ada sebuah roda yang kehilangan salah satu jari-jarinya. Ia tampak sedih. Tanpa jari-jari yang lengkap, tentu, ia tak bisa lagi berjalan dengan lancar. Hal ini terjadi saat ia melaju terlalu kencang ketika melintasi hutan. Karena terburu-buru, ia tak menyadari ada satu jari-jari yang jatuh dan terlepas. Kini sang roda pun bingung. Kemanakah hendak di cari satu bagian tubuhnya itu? Sang roda pun berbalik arah. Ia kembali menyusuri jejak-jejak yang pernah ia tinggalkannya. Perlahan, di tapakinya jalan-jalan itu. Satu demi satu di perhatikannya dengan seksama. Setiap benda di amati, dan di cermati, berharap,akan ditemukannya jari-jari yang hilang itu.</p>
<p>Ditemuinya kembali rerumputan dan ilalang. Dihampirinya kembali bunga-bunga di tengah padang. Dikunjunginya kembali semut dan serangga kecil di jalalanan. Dan dilewatinya lagi semua batu-batu dan kerikil-kerikil pualam. Hei&#8230; semuanya tampak lain.</p>
<p>Ya, sewaktu sang roda melintasi titik-titik kecil. Semuanya, tampak biasa, dan tak istimewa. Namun kini, semuanya tampak lebih indah. Rerumputan dan ilalang, tampak menyapanya dengan ramah. Mereka kini tak lagi hanya berupa batang-batang yang kaku. Mereka tampak tersenyum, melambai tenang, bergoyang dan menyampaikan salam. Ujung-ujung rumput itu, bergesek dengan lembut di sisi sang roda.</p>
<p>Sang roda pun tersenyum dan melanjutkan pencariannya.</p>
<p>Bunga-bunga pun tampak lebih indah, harum , dan semerbak, lebih terasa menyegarkan. Kuntum-kuntum yang terbuka, menampilkan wajah yang cerah. Kelopak-kelopak yang tumbuh, menari, seakan bersorak pada sang roda. Sang roda tertegun dan berhenti sebentar. Sang bunga pun merunduk, memberikan salam hormat.</p>
<p>Dengan perlahan, dilanjutkannya kembali perjalanannya.</p>
<p>Kini, semut dan serangga kecil itu, mulai berbaris, dan memberikan salam yang paling semarak. Kaki-kaki mereka bertepuk, membunyikan keriangan yang meriah. Sayap-sayap itu bergetar, seakan ada ribuan genderang yang di tabuh. Mereka saling menyapa. Dan serangga itu pun memberikan salam dan doa pada sang roda.</p>
<p>Begitu pula batu dan kerikil pualam. Kilau yang hadir, tampak berbeda jika di lihat dari mata yang tergesa-gesa. Mereka lebih indah, dan setiap sisi batu itu memancarkan kemilau yang teduh. Tak ada lagi sisi dan ujung yang tajam dari batu dan pualam, membuka jalan, memberikan kesempatan untuk melanjutkan perjalanan.</p>
<p>Setelah lama berjalan, akhirnya ditemukannya jari-jari yang hilang. Sang roda pun senang. Dan ia berjanji, tak akan tergesa-gesa dan berjalan terlalu kencang dalam melakukan tugasnya.</p>
<p>Bahan Renungan:<br />
Begitulah hidup. Kita, seringkali berlaku seperti roda-roda yang berjalan terlalu kencang. Kita sering melupakan ada saat indah yang terlewat di setiap kesempatan. Ada banyak hal-hal kecil yang sebetulnya meneyenangkan, namun kita lewatkan karena terburu-buru dan tergesa-gesa.</p>
<p>Hati kita kadang terlalu penuh dangan target-target, yang membuat kita hidup dalam kebimbangan dan ketergesaan. Langkah-langkah kita, kadang selalu dalam keadaan panik, dan lupa bahwa di sekitar kita banyak sekali hikmah yang perlu di tekuni. Seperti saat roda yang terlupa pada rumput, ilalang, semut, dan pualam, kita pun sebenarnya sedang terlupa pada hal-hal itu. Cobalah menyusuri kembali jalan-jalan kita. Cermati, amati, dan perhatikan setiap hal yang pernah kita lewati.</p>
<p>¤¤¤¤¤</p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/sangpencariilmu.wordpress.com/330/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/sangpencariilmu.wordpress.com/330/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/sangpencariilmu.wordpress.com/330/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/sangpencariilmu.wordpress.com/330/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/sangpencariilmu.wordpress.com/330/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/sangpencariilmu.wordpress.com/330/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/sangpencariilmu.wordpress.com/330/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/sangpencariilmu.wordpress.com/330/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/sangpencariilmu.wordpress.com/330/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/sangpencariilmu.wordpress.com/330/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/sangpencariilmu.wordpress.com/330/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/sangpencariilmu.wordpress.com/330/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/sangpencariilmu.wordpress.com/330/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/sangpencariilmu.wordpress.com/330/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=sangpencariilmu.wordpress.com&amp;blog=5780252&amp;post=330&amp;subd=sangpencariilmu&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://sangpencariilmu.wordpress.com/2010/09/29/sang-roda/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/24e28207a07361ad3944a67283e440c4?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">pelajarlaksma47</media:title>
		</media:content>
	</item>
	</channel>
</rss>
