A trip to Situgunung

Wassalamu’alaikum Warahmatullahi Wabarakatuh.

Kemarin, 3 Januari 2009 aku sekeluarga mengadakan perjalanan ke Situgunung. Perjalanan dimulai dari ibuku yang merupakan salah satu anggota Mapala UI dan diundang ke acara yang diselenggarakan disana. Alhamdulillah, undangannya bukan untukn ibuku saja. Tetapi keluarganya juga diundang. Jadilah kami sekeluarga (besar) pergi kesana.

Kami berangkat dari rumah pada pukul 8 pagi. Perjalanan berlangsung lumayan lama, dan membosankan, sampai kami iba di Situgunung, Sukabumi tepatnya, pada pukul setengah 3 sore. Jalan menuju perkemahannya tidak jauh, mungkin sekitar 100 m dari tempat parkir. Akhirnya sampailah kami disana. Aku dan adik-adikku yang memang tidak punya kerjaan, dan kabur dari tugas membantu orang tua, memilih untuk bermain bola. Disana, kami berkenalan dengan beberapa teman baru. Misalnya Bimo, dia kelas IX di sebuah SMP di Jakarta Pusat, dan datang kesana dengan latar belakang yang sama.

Malamnya, ada acara yang diselenggarakan oleh Mapala UI. Aku dan adikku yang tidak tahu apa-apa tentang acara itu bergabung dengan Bimo lalu mengambil tempat duduk untuk mengetahui acara apakah tersebut. Bimo sempat berkata, “Kayaknya acara nonton film nih, ada Proyektornya sekarang.” Lalu akupun berkata, “Atau jangan-jangan presentasi…” Adikku pun ikut-ikutan bicara, “Kalau gitu mah mendingan pulang aja.”

Dan ternyata dugaan kami berdua benar. Ternyata memang acara tersebut adalah presentasi tentang salah satu progja Mapala. Dan begitu presentasi dari ketua BKP (Badan Khusus Pelantikan) Mapala dimulai kami langsung pergi, sesuai kata-kata kami sebelumnya.

Dan esoknya, kami pergi ke Air terjun yang berada di dekat sana. Perjalanannya jauh, lumayan terjal dan juga melelahkan. Tapi, Fainnama’al usri yusran, Maka sesungguhnya setelah kesukaran ada kemudahan. Begitu sampai disana, semua kelelahan itu seakan hilang. Energi kami yang telah habis seakan terisi kembali. Asam laktat yang berkumpul di seluruh tubuh kami seakan lenyap. Tak henti mulut kami mengucap asma Allah swt. Pemandangannya begitu indah. Tidak sia-sia perjalanan naik-turun gunung selama 90 menit itu.

Lalu, setelah puas melihat pemandangan, bermain air, dan mengambil foto disana kami pun kembali ke perkemahan. Kami kembali melalui jalan yang tidak naik-turun lagi, alias datar, tapi agak lebih jauh sedikit. Waktu tempuhnya sama saja. Tapi ya sudahlah, InsyaAllah kalau saya masih ada umur foto-foto yang saya ambil disana akan saya upload ke fs dan fb saya.

Akhirnya pada pukul 11 siang kami pergi menuju Jakarta. Perjalanan kembali panjang dan membosankan. Akhirnya Alhamdulillah kami sekeluarga sampai di rumah dengan selamat pada pukul 5 sore.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s