Pikirkanlah perbuatanmu…

Siswi di sekolah ini nampaknya menarik untuk dijadikan objek. Ya, objek kepuasan birahi lelaki. Dengan dua kancing atas terbuka ditambah baju terlampau kecil, sempit, dan sesak sungguh merupakan kombinasi yang baik untuk menggoda iman. Belum lagi rok putih menerawang dengan potongan di atas lutut. Pertanyaan saya, untuk apa mereka berpenampilan demikian, popularitas? Apakah mereka merasa nyaman?

Sekolah, bukan mall tetapi tempat belajar, tempat mendalami ilmu, dari tidak tahu menjadi tahu, namun kenapa ini sebaliknya? Dari tahu nilai menjadi tidak tahu malu, mengumbar lekuk tubuh. Ironisnya ini bukan hanya satu dua wanita, namun sudah hampir menjadi endemi yang menjalar ke lebih dari separuh populasi siswi di sekolah ini. Tren global mungkin telah menyeret mereka ke arah yang sebenarnya tidak penting dan menyiksa. Susah-susah orang tua mereka membelikan baju yang pas, eh malah dikecili, diketati.

Itu masih mending kalau tidak ditambah gaya yang “syur”. Bagaimana tidak kalau dua kancing atas dibuka, lalu berjalan dan bersikap semau mereka. Apa mereka pikir sekolahan ini punya mereka? Yang bebas mereka perlakukan sesuka hati.

Belum lagi lelakinya, dengan celana tanggung disempitkan bagian bawahnya, baju dikeluarkan, ikat pinggang dibuang, dan rambut dibiarkan panjang, begitu keren di mata mereka.

Sebenarnya guru sudah jengah dengan kelakuan ini, mereka tidak henti menasihati, namun yang mengejawantahkan nasihat mereka? Bisa dihitung dengan jari tangan kanan. Inilah fakta dan realita di man semakin dewasa pelajar maka semakin perlu diajar dan dihajar, semakin tua usia namun dewasa masih jauh dari nyata, malah kembali ke masa kanak-kanak yang bebas dan tanpa rasa bersalah. Lalu salah siapa semua ini?

Entahlah.

(Disadur dari http://kertasburam.dagdigdug.com/)

Berikut artikel yang disadur daru blognya Tongki. Itu adalah salah satu kesalahan para siswa-siswi yang pergi ke sekolah untuk menuntut ilmu. Mereka berniat baik, untuk menuntut ilmu. Tetapi mereka berpakaian sekehendak hati mereka. Hal ini tentunya menambah cobaan dunia bagi yang ikhwan dan iman, tetapi menambah birahi bagi ikhwan yang kurang iman.

Jika ditanya, sebenarnya diawali dari manakah euforia ini? Mungkin jawaban pertama yang akan keluar adalah televisi, khususnya sinetron remaja dimana pelajarnya masuk sekolah dengan tidak memperhatikan kaidah dan norma-norma yang berlaku. Yang jadi pertanyaan adalah mengapa televisi, yang seharusnya menjadi sumber ilmu dan berita, membuat suatu tayangan tanpa memperhatikan norma dan kaidah yang berlaku? Tidakkah itu akan berdampak bagi kehidupan para pelajar, khususnya yang masih dalam tahap mencari jati diri mereka?

2 pemikiran pada “Pikirkanlah perbuatanmu…

  1. oi, kok ga ngomong-ngomong kalo dicuplik?

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s