Syura

Tadi pagi, diadakan syura tentang penggalangan dana untuk Palestina yang berlokasi di SMA N 34 Jakarta. Saya berangkat dari rumah pada pukul 7 pagi. Berhubung tempatnya jauh, saya tiba disana pada pukul setengah sepuluh kurang sedikit. Saya sudah khawatir terlambat dari tadi karena SMS yang saya terima mengatakan bahwa acara ini akan dimulai pada pukul 8 Pagi. Tapi ternyata, waktu itu acara masih belum juga dimulai karena suatu alasan : Ngaret. Dan memang ngaret satu setengah jam itu biasa bagi orang Indonesia. Yah, paling tidak saya jadi dapat mengikuti rapatnya dari awal sampai selesai, itu sisi positifnya.

Rapat yang dimulai jam 8 lewat 90 menit itu diawali dengan Pembukaan. Lalu dilanjutkan dengan Tilawatil-Qur’an, sambutan dari wakasek SMA N 34 yang bernama Ali Asyikin (Kepsek SMA N 47 Jakarta : Bpk. Asyikin. Entah ini siapanya…) dan training motivasi (lebih tepatnya tentang fitrah) dari salah seorang tim Mario Teguh.

Dia menceritakan kepada para hadirin tentang fitrah. Salah satu kisahnya yang agak sukar dipercaya adalah ketika dia pada zaman dahulu pernah bertemu dengan seorang pelacur yang memiliki 2 orang anak. Tetapi, keduanya bersekolah di TPA (Taman Pendidikan Al-Qur’an). Dia mementingkan pendidikan agama bagi kedua anaknya. Lalu, ketika dia bertanya kepada pelacur itu tentang alasannya melakukan pekerjaan ini, sang pelacur itu menjawab, “Sesungguhnya saya jijik ketika melayani laki-laki. Tetapi saya terus berharap pada Allah swt, agar laki-laki yang berzina dengan saya itu mau menikahi saya…” Subhanallah!!! Ternyata, pelajaran agama tidak hanya bisa didapat dari seorang guru agama ataupun seorang kiai atau ulama. Bahkan seorang pelacur dapat memberi pelajaran agama.

Lalu dia menceritakan tentang Pencemaran Fitrah,

Pada masa kecil, kita diciptakan dalam keadaan Fitrah. Inilah keadaan kita waktu masih kecil :
Cinta Allah swt (Ingatlah yang paling bersemangat dalam malam takbiran dan shalat berjama’ah di Masjid : Anak-anak),
Taat (Pernahkah kita membangkang perintah orang tua kita ketika kita berada dalam buaian?),
Kasih sayang tinggi (Jika kemarin bermusuhan pasti sekarang sudah baikan dan bermain bersama lagi),
Optimistis,
Bersahabat,
Tekad yang kuat.

Namun,hal ini tercemar oleh beberapa faktor baik intern maupun ekstern. Berikut faktornya :
1. Faktor Internal :
Syahwat,
Keinginan yang berlebihan (Tidak mau mengalah(,
Rasa bangga,
Rasa iri hati, dan
Rasa sombong.
2. Faktor Eksternal :
Pola asuh,
Pendidikan (Misalnya guru TK menyanyikan lagu menanam jagung, itu mengajarkan tindakan boros. “Cangkul… Cang,
Sejarah hidup.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s