Dikabarkan hari ini akan ada gerhana matahari. Shalat gerhana yuk…

Fenomena gerhana matahari cincin yang akan terjadi Senin (26/1) sore merupakan kesempatan langka yang tidak boleh dilewatkan begitu saja. Apalagi ini hanya dapat dilihat dari daratan Indonesia. Sayangnya, untuk melihatnya disarankan tidak menggunakan mata telanjang karena bisa mengakibatkan kebutaan.

“Mata kita meskipun mempunyai pelindung terhadap cahaya yang menyilaukan seperti gerhana. Tetapi, jika dipaksakan bisa menyebabkan kebutaan,” ujar pakar astronomi dari Institut Teknologi Bandung Moedji Raharto ketika dihubungi Kompas.com di Jakarta, Minggu (25/1).

Namun bagi yang ingin tetap melihatnya, bisa menggunakan alat sederhana atau bahkan bantaun alam. Beberapa cara layak dicoba seperti menggunakan lapisan film atau pergerakan awan yang melewati arah pandang gerhana matahari.

Dikatakan Moedji, pergerakan awan yang bisa kita manfaatkan untuk melihat gerhana adalah ketika ada awan yang melintas tepat di gerhana matahari. Saat itu, awan menjadi filter berkas cahaya yang berbahaya jika diterima mata. “Meskipun begitu, kita tidak boleh melihat terus menerus. Beberapa detik harus beristirahat,” tambah Moedji.

Selain itu, beberapa alat juga dapat digunakan yakni, cd, film negatif yang telah terbakar ketika dicuci. Namun, tentunya paling aman adalah melihat dengan kaca mata khusus yang dijual di toko alat-alat astronomi atau teleskop yang sesuai dengan standar atau khusus untuk melihat fenomena gerhana.

Bahkan memotret gerhana dengan kamera pun berbahaya. Selain bisa merusak mata, sensor cahaya pada kamera juga bisa rusak fatal. Bagian depan kamera tetap harus diberi filter terhadap cahaya Matahari.

Lewat fenomena gerhana, lanjut Moedji, masyarakat diharapkan tidak hanya melihat sebagai sebuah peristiwa saja. Perenungan terhadap matahari dan bumi sebagai benda alam yang sangat berkaitan dengan kehidupan bumi justru sangat penting. Masyarakat bisa memahami pentingnya menjaga kelestarian bumi lewat bantuan matahari sehingga tidak menjadi petaka.

“Matahari sebagai energi dan kebutuhan bagi bumi, juga bisa memberikan dampak yang negatif jika kondisi bumi dirusak,” ungkap Moedji.

Disadur dari http://www.kompas.com/

Fiqh Shalat Gerhana:
– Shalat Kusuf dan Khusuf tidak dimulai dengan azan atau pun iqamah, akan tetapi berupa panggilan di malam hari (Khusuf) dan di siang hari (Kusuf) dengan lafazh ash-Shalatu Jami’ah, sekali atau lebih.
– Imam bertakbir dan membaca surat al-Fatihah, lalu surat panjang secara Jahr (mengeraskan suara), kemudian ruku’ yang panjang, kemudian bangkit dari ruku’ seraya membaca, Sami’allahu Liman Hamidah, Rabbana Wa Lakal Hamdu dan tidak sujud. Kemudian membaca surat al-Fatihah, kemudian surat yang lebih pendek dari yang pertama, kemudian ruku’ yang lamanya kurang dari ruku’ yang pertama, kemudian bangkit, kemudian sujud dengan dua kali sujud di mana sujud yang pertama lebih panjang dari yang kedua, lalu duduk di antara kedua sujud ini, kemudian berdiri dan mengerjakan rakaat kedua persis seperti gerakan pada rakaat pertama, akan tetapi lebih ringan, kemudian baru bertasyahhud dan memberi salam.
– Disunnahkan bagi imam untuk berkhutbah setelahnya yang berisi wejangan dan peringatan kepada manusia terkait dengan kejadian yang agung tersebut sehingga hati mereka menjadi lunak serta perintah agar mereka memperbanyak doa dan istighfar. (HR.Imam al-Bukhari dan Muslim, dari ‘Aisyah)
– Bila sudah mendapatkan ruku’, maka terhitung mendapatkan satu rakaat. Shalat gerhana tidak usah diqadha’ bila terlewatkan karena sudah hilangnya gerhana.
– Bila gerhana telah hilang sementara manusia tengah shalat, maka mereka menyelesaikannya dengan raka’at yang ringan. Jika shalat namun gerhana belum hilang, maka hendaknya memperbanyak doa, takbir dan bersedekah.
– Fenomena gerhana dapat mendorong manusia untuk berbuat ikhlas dalam bertauhid kepada Allah, antusias berbuat taat, menjauhkan diri dari perbuatan maksiat dan dosa, takut kepada Allah dan kembali kepada-Nya.
wallahu a’lam bish-shawab.

Disadur dari Bulbo kak Usman Mohammad Huda, salah satu Ikaris (Ikatan Alumni Rohis) SMAN 47 Jakarta.
Ada yang berminat untuk Shalat Gerhana hari ini?

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s