Khutbah Jum’at

Wassalamu’alaikum Warahmatullahi Wabarakatuh.

Akhir-akhir ini entah mengapa semangat nge-blog saya yang pernah berada di puncak merosot sampai ke kaki, artinya semangat saya untuk nge-blog sedang turun. Tapi ya sudahlah, lagipula pekan-pekan ini juga saya punya banyak kegiatan di luar rumah. Kemarin saya harus mengikuti sidang lokakarya sebagai wakil dari ROHIS di sekolah, lalu besok saya juga harus mengikuti wawancara FORTRIS di SMA N 90 Jakarta yang dimulai pada pukul 9 pagi (Dalam Waktu Indonesia Barat). Tapi ya sudahlah, semoga saja Allah swt membantu saya dalam mengerjakan semua pekerjaan yang akan saya lakukan pekan ini dan seterusnya.

Jum’at kemari, saya mengikuti Shalat Jum’at di Masjid Al-Ishlah SMAN 47 Jakarta. Memang biasanya saya mengikuti Shalat Jum’at disana, tetapi kali ini ada yang berbeda. Entah kenapa saya tidak merasa mengantuk sedikitpun saat itu. Padahal, biasanya saya merasa mengantuk sehingga ketiduran (Nggak selalu sih, tapi sering). Jadi, saya pun mendengar isi khutbah itu dengan (Alhamdulillah) lumayan jelas. Beginilah isi khutbahnya (Kalau tidak salah seingat saya begini).

Pada zaman dahulu ada seorang pemimpin (Kalau tidak salah ya, agak samar sih) yang bernama Ibrahim (Ibn’ siapa gitu… Lupa…). Dia berkata pada umatnya “Allah berfirman, “Ut ‘uni Astajib lakum, Mintalah kepada-Ku dan akan Ku-kabulkan.” Namun, umatnya protes kepadanya. Karena doa mereka masih belum dikabulkan setelah sekian lama mereka beriman dan berdoa, belum ada tanda bahwa doa mereka akan dikabulkan oleh Allah swt, sehingga mereka pun protes kepadanya.

Umatnya pun berkata padanya, “Wahai Ibrahim, kami telah berdoa pada Allah swt. GTapi mengapa doa kami belum terkabul? Bukankah kami telah lama beriman kepadanya. Lagipula, bukankah kau berkata Ut ‘uni Astajib lakum?” Ibrahim pun menjawab “Ya, aku berkata demikian.” Mereka pun bertanya lagi, “Lantas apa sebabnya doa kami tidak dikabulkan? Sungguh, engkau telah berdusta pada kami.”

Lantas, Ibrahim pun menjawab,”Ada beberapa perkara yang menyebabkan Doa seseorang tidak dikabulkan. Yaitu engkau mengaku Allah swt sebagai Tuhanmu, tetapi engkau tidak memenuhi hak-haknya. Lalu, engkau mengaku Al-Qur’an sebagai pedomanmu, tetapi engkau tidak menghayati isinya dan mengamalkan kandungannya.” Umatnya pun bertanya,”Lalu apa lagi, wahai ulil amri?” Ibrahim pun berkata,”Engkau mengaku setan yang terkutuk sebagai musuhmu, tetapi perbuatanmu persis seperti perbuatan mereka. Engkau biarkan mereka menyeretmu kedalam kesesatan.”

Sekarang marilah kita lihat kepada diri kita sendiri, dapatkah doa kita dikabulkan oleh Allah swt jika perbuatan kita masih seperti ini?

2 pemikiran pada “Khutbah Jum’at

  1. ahmad syahid

    terima kasih semoga menjadi infaq dunia akhirat

  2. ahmad syahid

    terima kasih semoga menjadi infaq dunia akhirat.amin

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s