Mengab

Wassalamu’alaikum Warahmatullahi Wabarakatuh.

Pagi ini, pada tanggal 31 Januari 2009, pukul 9 lewat 15 pagi, diadakan acara bernama mengab (Mentoring Gabungan) di Masjid Al-Ishlah SMAN 47 Jakarta. Peserta dari halaqqah ini adalah seluruh anggota ROHIS dan beberapa anggota IKARIS (Ikatan Alumni ROHIS) SMAN 47 Jakarta. Waktu itu, saya datang terlambat dan melewatkan acara pembukaan dan Tilawatil-Qur’an. Saya datang ketika kak Panji, mentor dari kelompok Achmad memulai kultumnya. Isi kultumnya adalah penjelasan mengenai Q.S. Ar-Ruum (30) : 1-10. Pokoknya, kalau tidak salah intinya begini.

Apa yang kita dapatkan adalah apa yang kita lakukan pada Allah swt dan keluarga kita. Jadi, kalau ingin dicintai orang lain, cintailah Allah swt dan keluarga kita. Jika kita ingin dihormati orang lain, hormatilah Allah swt dan orang tua kita.
Lalu, jika kita memiliki uang sebesar 5000 rupiah dan menyedekahkannya 1000 rupiah, maka uang yang kita miliki bukanlah 4000 rupiah, tetapi uang kita adalah 1000 rupiah yang kita sadaqahkan tersebut. Karena itulah, semakin banyak kita bersadaqah, semakin banyak pula harta yang kita miliki. Jadi, bersadaqah bukanlah membuat harta kita menjadi lebih sedikit, tetapi menjadi lebih banyak.

Lalu, acara dilanjutkan dengan materi dari IKARIS yang namanya (Kalau tidak salah) mang ucok. Dia menyampaikan beberapa materi secara spontan, yang berarti dia sudah cukup lama mengikuti program-program keagamaan Islam sehingga ilmu-ilmu tersebut menempel di otaknya dan bisa dikeluarkan kapan saja saat dibutuhkan. Beberapa materi yang dia sampaikan adalah :

1. Jangan mudah percaya terhadap suatu info tanpa mengetahui baik-buruknya dan benar-tidaknya (Dan saya yang saat itu masih belum tahu apa-apa menyebarkan pesan berantai beserta kutukannya…) Karena, siapa tahu orang yang mereka anggap pahlawan itu adalah musuh kita, musuh dari Islam.
Ingatlah, Sayyidina Ali ra pernah berkata, “Sesungguhnya sahabatmu itu ada tiga. Yaitu sahabatmu sendiri, Sahabat dari sahabatmu dan musuh dari musuhmu. Dan musuhmu juga ada tiga, yaitu musuhmu sendiri, musuh dari sahabatnu dan sahabat dari musuhmu”. Karena itu, muslim sangat tidak diizinkan untuk bermusuhan selama lebih dari tiga hari.

2. Usaha tanpa doa dan Doa tanpa usaha kurang berguna. Doa dan usaha yang seimbang adalah lebih baik. Dia bercerita, bahwa ada seseorang yang ketika itu akan melakukan SPMB. Tetapi, dia baru ingat akan hal itu seminggu sebelum SPMB. Dan dia belum belajar sama sekali pada saat itu. Lalu dia teringat, “Barangsiapa yang menolong jalan Allah swt maka Allah swt akan mempermudah urusan yang dia hadapi”. Karena itu, dia membagi waktu. Separuhnya dia gunakan untuk belajar, dan separuhnya lagi dia gunakan untuk menolong Agama Allah swt (Islam) melalui tiga cara, yaitu bersilaturahim, bershadaqah dan memperbanyak shalat tepat waktu (Di Masjid setelah Adzan berkumandang). Dan akhirnya, dia masuk ke UI.

3. Kita harus yakin bahwa Allah swt akan selalu menolong kita, hambanya yang beriman (Jangan bilang InsyaAllah yakin, tapi bilang Yakin 100% ya..)

Lalu, acara dilanjutkan dengan sesi diskusi yang dipimpin oleh bang Jupriyadi. Di sesi ini, saya mendapat wawasan baru, yaitu mengenai bangsa saat ini.

Tahukah kalian bahwa
1. Sesungguhnya orang-orang pada zaman Jahiliyyah adalah orang-orang yang beriman pada Allah swt, hanya saja mereka tidak mau menjalankan hak-hak Allah swt, yaitu beribadah kepadanya. Jadi, bagaimana dengan kita pada saat ini? Bukankah ada banyak orang pada saat ini yang sudah menjadi agnostik, tidak percaya pada Allah swt, bahkan mereka lebih percaya terhadap dukun.
2. Sesungguhnya, awalnya patung dibuat sebagai tanda penghormatan bagi orang-orang yang berjasa di zaman dahulu. Namun, seiring waktu berjalan patung pun akhirnya disembah oleh orang-orang di zaman Jahiliyyah bahkan saat ini bukan hanya patung yang disembah, melainkan harta, dan segala benda lainnya ikut disambah oleh orang-orang zaman sekarang.

Bukankah ini berarti orang-orang pada zaman ini lebih buruk daripada orang-orang pada zaman Jahiliyyah?

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s