Korupsi : Yang Muda yang ANTI…

Responsi atas Aksi
Bebaskan Generasi Masa Depan Dari Korupsi”
KAPMI (Kesatuan Aksi Pelajar Muslim Indonesia)

Assalamu ’alaikum wa rahmatullahi wa barakatuh.

Al-hamdu lillahi Rabbil ’alamin, wa bihi nasta’inu ’ala umurid-dunya wad-din. Wash-shalatu was-salamu ’ala asyrafil anbiyai wal mursalina nabiyyina Muhammadin, wa ’ala alihi wa shahbihi ajma’in. Wa ba’du.

Allahu Akbar, Allahu Akbar, Allahu Akbar!

Pendahuluan

Rekan-rekan seperjuangan yang kami cintai karena Allah dan selalu kami memohon kepada-Nya keberkahan bagi kalian. Perkenankan kami dari FORTRIS (Forum Silaturahim Rohis) untuk menyampaikan aspirasi dan seruan kami kepada kalian semua khususnya dan kepada seluruh rakyat Indonesia umumnya. Bahwa dengan ini kami mewakili segenap elemen masyarakat mengutuk segala bentuk korupsi yang telah mendarah daging di negeri ini.

Dan menyerukan kepada kalian semua supaya membuka mata dan melihat kenyataan yang sedang berjalan, bahwa telah terjadi sebuah konspirasi tingkat tinggi, telah dirancang sebuah rencana busuk yang tersusun secara sistematis oleh para konglomerat-konglomerat hitam kita untuk memakzulkan eksistensi KPK (Komisi Pmberantasan Korupsi). Dan kita semua tahu apa tujuan di balik semua itu. Tidak lain dan tidak bukan adalah supaya budaya korupsi semakin merajalela di negeri ini, dan penyakit korupsi semakin akut menjangkiti mental anak bangsa. Sehngga dengannya mereka akan lebih bebas dan leluasa untuk meneruskan upaya mengenyangkan diri sendiri dan menggerogoti kekayaan negara.

Dampak Buruk Korupsi

Rasulullah Muhammad SAW bersabda: ”..Man ghasysyaanaa fa laysa minnaa”. ”..Barangsiapa yang menipu atau memanipulasi kami, maka bukanlah ia termasuk golongan kami (ummat Muhammad SAW)” (HR. Muslim).

Ikhwan wa akhwat rahimakumullah! Tidak salah apabila kita memaknai penipuan yang disinggung Nabi Muhammad SAW di atas salah satunya sebagai tindak korupsi. Karena sungguh mereka para koruptor adalah para penipu kelas kakap, di mana yang mereka tipu bukanlah satu atau dua orang, namun keseluruhan rakyat Indonesia. Secara sembunyi-sembunyi maupun terang-terangan mereka telah mencuri hak-hak rakyat, dan memanfaatkannya untuk kepentingan pribadi. Semisal memperbesar kerajaan bisnisnya, mengenyangkan perut keluarganya, dan menghambur-hamburkan uang negara tersebut untuk berfoya-foya dalam pesta pora dan kesenangan-kesenangan fana duniawi lainnya.

Padahal Rasulullah SAW telah dengan gamblang ’mengancam’ para koruptor ini dengan tidak dianggap sebagai ummatnya. Wal ’iyadzu billah. Sungguh lancang perbuatan mereka, dan sungguh telah tertutup telinga dan mata hati mereka akan kebenaran dengan dosa-dosa mereka sendiri.

Bayangkan, betapa ironisnya keadaan kita saat ini. Sebagai negara berpenduduk muslim terbanyak di dunia, Indonesia justru terlanjur dikenal sebagai salah satu negara terkorup sedunia –dengan catatan kami sangat mengapresiasi kinerja KPK yang telah menyelamatkan Indonesia dari sebutan buruk itu di masa lalu. Dan selain itu, korupsi di negara kita memang telah sangat membudaya dan mengakar kepada sistem. Betapa korupsi sebenarnya tidak dilakukan hanya oleh para elit konglomerat dan pejabat-pejabat eselon, namun merata di semua lini dan aspek. Di terminal, sekolah, birokrasi, dan lain-lain. Di mana-mana terjadi korupsi, bahkan terkadang di depan mata kita sendiri tanpa kesanggupan pada diri untuk membenahi.

Padahal kita semua paham bahwa tidak ada nilai positif dari budaya ini, bahkan ia merupakan sebuah budaya yang amat memalukan nama bangsa Indonesia dalam kancah pergaulan internasional. Kita melihat para investor yang terpaksa berpikir beberapa kali terlebih dahulu sebelum menanamkan modalnya di Indonesia, berhubung terlalu belepotannya birokrasi yang menghadang. Kita juga miris meyaksikan rendahnya moralitas para generasi penerus yang ternyata telah terbiasa dengan praktek-praktek korupsi dalam kesehariannya walau dalam cakupan yang relatif kecil. Dan sebagai kaum muslimin, kita mengerti apa yang dikatakan Syari’ah tentang perihal ini. Ingatlah ketika Nabi Muhammad SAW mengorek dengan tangannya sendiri dan memaksa cucunya tersayang untuk memuntahkan kurma zakat yang terlanjur berada di dalam mulutnya. Ia takut buah kurma tersebut keburu tercerna di dalam perut cucunya dan tumbuh sebagai daging haram. Keberkahan macam apa lagi kah yang diharapkan jika di dalam tubuh kita terdapat segumpal saja daging yang tumbuh dari makanan haram?

Realita Indonesia

Kembali ke topik, kini kita menyaksikan segelintir kalangan yang mempunyai pengaruh bemaksud melanggengkan praktek setan tersebut bertumbuh kembang di negara kita. 3 tahun lalu, MK (Mahkamah Konstitusi) telah menetapkan bahwa jika RUU Tipikor tidak berhasil disahkan dalam kurun waktu 3 tahun, maka keberadaannya akan menjadi unkonstitusional. Tentu tanpanya KPK akan sangat kehilangan taji. Dan keadaan kini sangat buruk. Ketika para anggota dewan yang tidak terpilih kembali untuk masa jabatan yang akan datang mulai malas untuk melakukan pembahasan-pembahasan tentang RUU ini. Dan sisa masa jabatan mereka pun kian hari kian tipis. Belum dikurangi dengan aktifitas kampanye pilpres yang pastinya juga sangat menguras tenaga dan waktu mereka. Sisi berbeda yang patut diacungi jempol, terlepas dari isu apakah penangkapan ketua KPK non aktif Antasari Azhar berbau konspirasi atau tidak, fakta yang tampak adalah kinerja KPK sama sekali tidak terpengaruh negatif dengan dibebastugaskannya sang nahkoda. Salah satu contoh yang bisa dilihat adalah penangkapan beberapa mantan deputi gubernur BI yang justru terjadi setalah demisionerisasi ketua KPK.

Poin lain yang patut dikonseni adalah bahwa nyatanya beberapa pasal yang tercantum dalam RUU Tipikor justru sangat merugikan KPK. Di antaranya adalah bahwa para pejabat tidak berkewajiban melaporkan kekayaannya kepada KPK. Jelas sudah peliknya permasalahan, dan berdirinya aktor-aktor seribu topeng di balik semua sandiwara ini.

Saudara-saudara seaqidah! Mari bersama kita terpekur malu menyaksikan realita yang ada di negeri Indonesia kita tercinta ini. Dan sepantasnya para koruptor-koruptor bulus itu lebih malu lagi jika menyaksikan kita semua yang notabene masih berstatus pelajar, telah bersama bergerak bangkit dan membuka mata mengkritisi fenomena negatif yang bergulir di permukaan media massa hari-hari ini. Apakah mereka tidak pernah merasakan apa yang tengah kita rasakan? Ketika idealisme benar-benar menggelora di dada, dan berusaha penuh untuk bisa menyumbangkan sedikit sumbangsih untuk keharuman nama bangsa ini semampunya.

Pada akhirnya, kita semua menyadari bahwa kejahatan yang harus kita perangi bukan hanya korupsi. Dan penindakan korupsi pun tak akan berjalan dengan efektif walau KPK masih tetap eksis, jika tidak ada kesadaran yang tumbuh dari sendiri pada semua elemen masyarakat. Maka kita serukan, berantas korupsi! Mari kita perjuangkan bersama-sama dengan seluruh anggota masyarakat. Dan kaum pelajar menyatakan diri siap berkontribusi sesuai dengan kemampuan dan kepantasannya.

Kesimpulan

Dengan ini kami menyatakan: 1) Menyeru kepada pihak DPR untuk lebih menyadari esensi keberadaaannya di gedung dewan sebagai wakil rakyat yang sepantasnya menjadi corong aspirasi mereka. Segera sahkan RUU Tipikor dan koreksi pasal-pasal bermasalah yang di antaranya telah sedikit disingung di atas. Demi tegaknya keadilan dan berjayanya hukum di negeri kita. 2) Menyerukan kepada seluruh elemen masyarakat mulai dari para pelajar, aktifis NGO-NGO yang memiliki sangkut-paut dengan persoalan ini, dan setelahnya seluruh rakyat Indonesia, untuk membuka mata menyadari realita. Bahwa negeri kita telah sangat dibobrokkan oleh perihal korupsi, dan mari bersama menegakkan kembali supremasi hukum dan keadilan. Di antaranya adalah dengan bersama berjuang mempertahankan eksistensi KPK yang disinyalir tengah dirongrong oleh pihak-pihak yang menginginkan hal-hal buruk bagi bangsa ini. 3) Menyerukan kepada seluruh jajaran pejabat penyelenggara pemerintahan termasuk di antaranya KPK sendiri, untuk malu kepada kami semua sebagai generasi penerus yang telah terpaksa ikut berkoar-koar mengecam tindak korupsi yang telah merajalela ini. Berilah contoh dan suri tauladan yan positif, dan didik kami semua supaya membenci budaya korupsi sehingga dapat melupakannya pada era kami mendapat giliran mengelola negara ini.

Sekian kiranya yang dapat kami sampaikan, kurang lebihnya mohon maaf. Wa ma ’alaina illal balaghul mubin. Wallahu a’lamu bi kulli syaiin wa Huwa Hadina ila aqwamith thariq.

Wassalamu ’alaikum wa rahmatullahi wa barakatuh.

Rabu, 1 Juli 2009 pkl 23:29
Robie’ Khalilurrahman siswa SMAN 34 Jakarta, Ketua Umum FORTRIS (Forum Silaturahim Rohis).

Referensi:
• Kitab Hadits Nabawi Riyadhush-Shalihin
• Audiensi dengan Bag. Pengaduan KPK
• Internet
• Berbagai sumber

Ana dapat ini dari notes di facebook…
Semoga bermanfaat untuk kita semua…

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s