Pengolahan Limbah Industri Minuman Ringan

Oke, ini tugas salah satu mata kuliah yang sedang kujalani selama kuliah, semoga bisa bermanfaat bagi yang sedang membutuhkan 🙂

Latar Belakang
Industri minuman ringan merupakan industri yang pertumbuhannya di Indonesia cukup pesat. Oleh sebab itu jika penanganan limbahnya tidak dilakukan dengan baik maka kemungkinan untuk terjadinya pencemaran lingkungan khususnya perairan cukup besar.[1]
Tercatat pasar minuman ringan di Indonesia senilai US$ 6,5 miliar dengan total penjualan mencapai 17,5 miliar liter. Menurut Managing Director Head of Food and Agribusiness Research and Advisory Asia Rabobank International, John Baker, pertumbuhan nilai penjualan industri minuman ringan ditopang penjualan pemain domestik, seperti Sinar Sosro pada segmen teh siap minum dan Tempo Scan Pacific pada segmen minuman konsentrat.

Meski perusahaan domestik menjadi penopang pertumbuhan, pangsa pasar terbesar masih dipegang Coca Cola dan Aqua Golden Mississippi. Sementara dominasi volume penjualan dipegang oleh Danone Aqua melalui produk kategori minuman dalam botol.[2]
Ketua GAPMMI, Adhi S.Lukman, dalam Business Outlook 2012, juga menyampaikan bahwa sejak beberapa tahun lalu perkembangan bisnis di bidang makanan dan minuman terus mengalami pertumbuhan yang positif. Untuk tahun 2012, diharapkan omzet industri makanan dan minuman akan tumbuh 8-10% atau lebih besar dari pertumbuhan tahun 2011 lalu yang mencapai 7-8%.
Pertumbuhan tersebut didorong oleh realisasi beberapa investasi baru, kenaikan daya beli masyarakat seiringpertumbuhan ekonomi nasional sra pertumbuhan jumlah penduduk dengan rata-rata growth 1,49% per tahun dalam 10 tahun terakhir ini (Data BPS). Investasi di bidang Makanan dan minuman tahun 2011 mencapai Rp. 13,2 trilyun.

Proses Pembuatan Minuman Ringan
Kategori jenis minuman pada industri terbagi menjadi beberapa jenis:
1. AMDK (Air Minum Dalam Kemasan) adalah air yang telah di proses, dikemas dan aman untuk diminum atau dikonsumsi secara langsung mencakup air mineral dan demineral. Semua hal tentang minuman dalam kemasan pada SNI 01-3553-2006. Standar ini meliputi syarat mutu, cara uji, syarat lulus uji, dan syarat lainnya untuk air minum dalam kemasan.

2. Karbonasi merupakan minuman yang dibuat dengan mengabsorpsikan karbondioksida ke dalam air minum. Bahan makanan dan tambahan lainnya yang ditambahkan dalam minuman ringan terdiri dari:
1. Bahan makanan alami meliputi buah-buahan dan/atau produk dari buah-buahan, daun-daunan dan/atau produk dari daun, akar-akaran, batang/kayu tumbuhan, rumput laut, susu dan/atau produk dari susu.
2. Bahan makanan sintetik meliputi sari kelapa, vitamin, stimulan.
3. Tambahan lainnya meliputi: pemberi rasa, pemberi asam, pemberi aroma, pewarna dan pengawet, garam.

3. Saribuah cairan yang dihasilkan dari pemerasan atau penghancuran buah segar yang telah masak. Pada prinsipnya dikenal 2 (dua) macam sari buah, yaitu :
1. Sari buah encer (dapat langsung diminum), yaitu cairan buah yang diperoleh dari pengepresan daging buah, dilanjutkan dengan penambahan air dan gula pasir.
2. Sari buah pekat/Sirup, yaitu cairan yang dihasilkan dari pengepresan daging buah dan dilanjutkan dengan proses pemekatan, baik dengan cara pendidihan biasa maupun dengan cara lain seperti penguapan dengan hampa udara, dan lain-lain. Sirup ini tidak dapat langsung diminum, tetapi harus diencerkan dulu dengan air (1 bagian sirup dengan 5 bagian air).

4. Isotonik merupakan minuman yang konsentrasinya sama dengan cairan tubuh. Larutan isotonik adalah suatu larutan yang mempunyai konsentrasi zat terlarut yang sama (tekanan osmotik yang sama) seperti larutan yang lain, sehingga tidak ada pergerakan air.

5. Teh merupakan minuman yang mengandung kafein yang dibuat dengan cara menyeduh daun, pucuk daun, atau tangkai daun yang dikeringkan dari tanaman Camellia sinensis dengan air panas. Teh dibagi menjadi 4 kelompok: teh hitam, teh oolong, teh hijau, dan teh putih.

6. Kopi dan Susu merupakan minuman yang dikonsumsi karena manfaatnya untuk tubuh. Banyak sekali manfaat hal dari minuman ini.[3]

Proses produksi minuman ringan, umumnya dilakukan dengan mencampurkan bahan baku seperti gula, air, bumbu penyedap, dan karbon dioksida serta proses pembotolannya. Industri minuman membutuhkan air yang berkualitas baik, yang biasanya berasal dari air tawar yang mengalami pengolahan dengan koagulasi, flokulasi, penyaring pasir, penyaring karbon, dan resin penukar ion.

Karakteristik Air Limbah
Sumber limbah cair utama dari industri minuman ringan adalah proses pencucian botol, karena pabrik minuman ini biasanya memanfaatkan botol bekas. Proses ini dilakukan dengan menggunakan deterjen dan larutan soda kostik yang kadang terintegrasi dalam pabrik pembuatan minuman ringan tersebut. Selain itu, limbah cair juga dapat berasal dari ceceran atau tumpahan sirup dan cairan lainnya selama proses pengadukan, pembotolan, dan pengalengan, pembersihan tangki, aliran pengisian bahan baku, atau peralatan proses dan lantai.

a. Karakteristik Fisis Limbah Cair
1. Kekeruhan
Kekeruhan dalam limbah cair disebabkan oleh tingginya kandungan padatan tersuspensi (TSS) dalam limbah. Limbah yang dihasilkan pabrik minuman ringan memiliki tingkat kekeruhan yang cukup tinggi tetapi kandungan bahan organiknya lebih tinggi. Beban terbesar TSS total berasal dari pencucian botol dan pemeliharaan kebersihan pabrik yang kurang baik.

2. Warna
Warna pada limbah cair minuman ringan berasal dari penambahan sirup sebagai konsentrat pemberi rasa. Akan tetapi, karena kadarnya cukup rendah dan seringkali bahan pewarna pun digunakan pewarna alami yang berasal dari sari buah-buahan, maka parameter warna ini tidak terlalu menjadi masalah dalam pengolahan limbah cair industri minuman ringan.

3. Suhu
Limbah panas yang dihasilkan berasal dari air proses pencucian botol. Perbedaan suhu yang dihasilkan pada limbah, meskipun lebih tinggi dari air limbah dalam keadaan normal tetapi melalui proses pendinginan secara alami dapat menurunkan suhu air limbah, sehingga tidak diperlukan suatu alat penurun suhu mekanis.

4. Daya Hantar Listrik
Daya Hantar Listrik menyatakan banyaknya ion-ion yang terkandung dalam suatu air buangan atau air sungai. Nilai konduktivitas pada limbah cair industry minuman ringan (limun) relatif rendah, karena dalam proses pembuatannya sendiri tidak banyak menggunakan larutan-larutan elektrolit, sebagian besar komposisi produk adalah air dan gula.

b. Karakteristik Kimiawi Limbah Cair
pH : 10-12
BOD : 500 mg.l
BOD : COD : <0.4 , Maka COD : 1250 mg/l
TSS : 316,7 mg/l
Minyak dan Lemak : 19 mg/l
Beban BOD = 3 kg/m3 produk minuman yang dihasilkan
Beban padatan tersuspensi (TSS) = 1,9 kg/m3 produk minuman yang dihasilkan.[4]

Dampak dari Limbah Minuman Ringan
Dalam proses pengolahan bahan baku menjadi bentuk yang siap dikonsumsi terjadi pula hasil sampingan berupa sampah atau limbah, baik berupa cair, padat maupun gas. Hal ini wajar terjadi karena dalam setiap perubahan dari satu bentuk materi menjadi bentuk lainnya tidak pernah terjadi perubahan yang efisien, selalu ada sisa yang disebut limbah. Semua limbah ini akan dikembalikan ke lingkungan. Namun jika jumlahnya sedemikian banyak maka menyebabkan pencemaran lingkungan yang berarti mengganggu kelestarian lingkungan akibat turunnya kualitas air, tanah dan udara. Hampir sebagian besar industri minuman ringan menyedot air tanah sebagai sumber bahan baku utama. Pengambilan air tanah secara berlebihan dan tidak terkendali mengakibatkan antara lain :
a. Turunnya permukaan tanah
b. Peresapan air laut sehingga menyebabkan turunnya kualitas air tanah
Eksploitasi air tanah dalam jumlah tidak terkendali akan berpengaruh secara langsung terhadap masyarakat sekitarnya yang menggunakan air tanah untuk keperluan sehari-hari. Dampak lain adalah akibat limbah yang dihasilkan oleh industri minuman ringan. Limbah cair yang berasal dari proses pencucian botol karena pabrik minuman biasanya memanfaatkan kembali botol bekas. Sebagian besar volume dari kandungan air alkalin panas mengandung padatan terlarut. Dan juga limbah cair yang berasal dari ceceran/tumpahan sirup dan cairan lainnya selama proses pengadukan, pembotolan/pengalengan, pembersihan tangki, aliran pengisian bahan baku. Sumber limbah cair lainnya berasal dari sistem pengolahan air untuk bahan baku air dan dari peralatan mesin-mesin/bengkel berupa oli, minyak atau lemak. Keseluruhan limbah cair ini akan mengakibatkan turunnya kualitas air tanah yaitu meningkatnya pH, padatan tersuspensi dan BOD.[5]

IPAL Industri Minuman PT Sinar Sosro Ungaran
Untuk contoh IPAL (Instalasi Pengolahan Air Limbah), saya memilih untuk menggunakan IPAL pada PT. Sinar Sosro Ungaran yang terletak di Semarang sebagai contoh IPAL yang umum digunakan pada industri minuman ringan. Berikut pengolahan limbah cair di PT. Sinar Sosro Ungaran:

a. Pre-treatment adalah pengolahan awal limbah cair teh yang baru dibuang dari pabrik sebelum memasuki proses tahapan utama. Pada pabrik ini, proses pre-treatment dilakukan secara anaerobic. Berikut tahapan pengolahan awal tersebut:
1. Screen press
Alat ini digunakan untuk menyaring, menyeleksi dan membuang kotoran dan padatan, seperti sampah pabrik, pipet, kertas, dan sebagainya dari limbah.
2. Sump pit
Sump pit adalah bak penampung sementara limbah dari screen press yang memiliki 2 unit pompa (influent pump) yan bertugas memompakan limbah ke bak equalisasi.
3. Cooling tower
Limbah cair yang masuk ke bak equalisasi oleh unit ini didinginkan terlebih dahulu dengan menggunakan cooling tower, sehingga kalor pada limbah tersebut berpindah ke udara.
4. Bak equalisasi dan agitator
Bak ini adalah tempat homogenisasi kualitas dan kuantitas air limbah yang masuk ke dalam bak, serta tempat untuk prosesasi difikasi melalui fermentasi. Untuk mempercepat homogenisasi digunakan agitator. Penambahan nutrisi juga dilakukan untuk makanan bakteri, yaitu pupuk urea (sumber nitrogen) dan pupuk super phosphate (sumber fosfat).
5. Limbah
Limbah dari bak equalisasi di pompakan di MUR (methane Upilow reactor) setelah melalui 2 tahap yaitu penetralan pH limbah dan tahap homogenisasi.

b. Pengolahan Limbah secara aerobic
1. Bak Aerasi
Limbah yang keluar dari proses anaerobic memiliki kualitas limbah yang begitu baik, sehingga bak ini terjadi proses penyempurnaan. Limbah mengalami pengolahan oleh bakteri lumpur aerob, dimana baktteri pengolah materi-materi sisa yang terbiodegradasi pada proses aerobic menjadi CO2 dan sel bakteri baru.
2. Final clarifier
Pada bak ini prosesnya adalah pengendapan dimana Activated Sludge dipisahkan dari air limbah yang bersih, lumpur aktif yang mengendap disirkulasi ke bak aerasi, ataupun bila di perlukan disirkulasi kembali ke bak equalisasi. Kotoran-kotoran yang melayang tersapu masuk ke bak effluent untuk di buang, sementara itu, air limbah bersih mengalir secara overflow ke kolam indikator.
3. Kolam indikator
Pada kolam ini diisikan dengan ikan sebagai indicator kualitas air. Setelah dialirkan ke kolom indikator, air dibuang ke saluran pembuangan seperti selokan atau sungai. Dari proses tersebut dapat terlihat sesuai lampiran bahwa air yang kotor dibuang kembali ke alam dalam keadaan bersih dengan proses pengolahan yang baik.[6]

Sumber:
[1]http://ritariata.blogspot.com/2010/01/kimia-lingkungan-dan-pengolahan-limbah.html
[2]http://industri.kontan.co.id/news/industri-minuman-ringan-makin-bergairah
[3]http://informasiagroindustri.blogspot.com/2012/04/prospek-dan-tren-industri-minuman.html
[4]http://www.scribd.com/doc/53322490/pembahasan-Limbah-industri-minuman-ringan
[5]http://hery-w.blogspot.com/2010/01/dampak-lingkungan-akibat-konsumsi.html
[6]http://aisyamviolet.blogspot.com/2012/05/kunjungan-industri-di-pt-sinar-sosro.html

Iklan

Sekolah

Sekolah itu unik. Bisa kita lihat di http://en.wikipedia.org/wiki/Sekolah, disana disebutkan bahwa “Sekolah is a powerful devil [1]:49 and the primary deity worshipped by the sahuagin race. His sacred animal is the shark. His holy symbol is a white shark or a dorsal fin rising from the water.”

Ups, kelihatannya saya salah memasukkan link disini :p

Kata sekolah berasal dari Bahasa Latin yaitu: skhole, scola, scolae atau skhola yang memiliki arti: waktu luang atau waktu senggang, dimana ketika itu sekolah adalah kegiatan di waktu luang bagi anak-anak di tengah-tengah kegiatan utama mereka, yaitu bermain dan menghabiskan waktu untuk menikmati masa anak-anak dan remaja. Oke, mungkin definisi tersebut terkesan kurang sesuai dengan fungsi sekolah yang kita lihat saat ini. Setidaknya, begitulah awal dari sekolah.

Menurut KBBI, sekolah artinya  bangunan  atau lembaga untuk belajar dan mengajar serta tempat menerima dan memberi pelajaran  (menurut tingkatannya). Tentu saja semua orang punya pandangan yang berbeda tentang definisi sekolah, seperti saya yang merasa bahwa makna sekolah harusnya tidak sesempit ini 🙂

 

Untuk info mengenai sekolah saat ini, saya sempat meminta sahabat-sahabat di tempat saya menuntut ilmu untuk mengisi pendapat mereka mengenai apa yang mereka sukai dan apa yang tidak mereka sukai dari sekolah (sebetulnya tema utamanya pendidikan sih, tapi berhubung saat ini pendidikan sangat identik dengan sekolah, apa salahnya kalau kita juga membahas sekolah?). Yah, ada sekitar 20 orang yang memberikan respons. Hasilnya? Mari kita bahas satu-satu.

 

Mengenai hal yang disukai :

Ilmu pengetahuan yang beragam jenisnya jelas menjadi daya tarik tersendiri bagi sekolah. Yap, disana kita belajar banyak sekali ilmu, baik dari sains, seni, sejarah, budaya, belum lagi ragam ekstrakurikuler yang variatif dan teman-teman yang enak diajak ngobrol. Tempat yang asyik untuk memuaskan dahaga ilmu dan bersosialisasi bukan? Itu belum memperhitungkan faktor guru yang keren banget cara ngajarnya, belum lagi kalo tugasnya cocok banget sama kita. Yap, bagi orang-orang dengan rasa keingintahuan besar, sekolah (harusnya) merupakan tempat yang paling tepat untuk menuntut ilmu 😀

Tapi, ada juga respon yang unik ketika ditanya apa yang disukai dari sekolah, responnya gini:
“Yang kusuka dari sekolah itu pas nggak ada guru, jam istirahat, ngobrol sama teman, pulang cepat dan pengumuman besok libur.” Haha, sebenernya miris juga sih kalo ngeliat pertanyaan ini direspon kayak gini. Tapi mungkin respon kayak gini juga merupakan salah satu mindset bagi pelajar saat ini. Kita lihat poin negatifnya yuk 🙂

 

Mengenai hal yang tidak disukai :

Dari tulisan-tulisan yang saya baca tersebut, ada yang kecewa terhadap sekolah, terutama kesan yang ditimbulkan saat mendengar kata tersebut. Misalnya beban yang diberikan kepada anak, teori yang banyak dan terkesan kurang aplikatif (karena pemahaman konsep kurang diperhatikan), image komersialisasi pendidikan, perkelahian dalam bentuk bullying (meskipun mungkin secara verbal dan tak disadari yang melakukan) hingga kontak fisik dengan senjata, subjektivitas nilai guru (dan nilai inilah yang terkesan diincar oleh murid), beberapa tipe guru (terutama yang mengajar tanpa mempedulikan tingkat pemahaman muridnya, apalagi kalo ditanya malah ngebentak murid yang bertanya dengan kata-kata yang kurang enak didengar), labelisasi pelajar (mungkin di sekolah labelisasi ini terbagi berdasarkan nilai ujian), dan yang paling banyak disuarakan adalah peran sekolah yang hampir tidak dirasakan dalam pengembangan karakter siswa.

 

Wah, kayaknya pe er pendidikan di indonesia buat mendikbud banyak banget ya?
Eits, jangan salah. Mungkin sekarang sekolah memang punya banyak hal yang belum berfungsi dengan optimal, tapi tempat belajar itu bukan cuma di sekolah aja loh. Seperti yang kusebutkan di awal, definisi sekolah di KBBI menurutku terlalu sempit. Karena, kita dapat mengajar atau menerima pelajaran dimana saja, dan kapan saja. Kita punya waktu 24 jam dalam 1 hari yang bisa digunakan untuk itu bukan? 🙂

Lagian, sebenernya belum tentu semua salah sekolah sih. Kalo aku diminta memilih siapa yang salah, aku mau sedikit mengingatkan bahwa media punya andil disini. Hah, kok media? Yap, ini salah media, media yang lebih sering melakukan publikasi terhadap berita-berita yang terkesan negatif. Dalam 24 jam yang kita gunakan, kalau kita sisihkan saja 1 jam saja tiap harinya buat nonton berita atau baca koran yang isinya berita negatif semua (baik itu berita anarkis, korupsi, pelecehan, dsb), yaah, siapa yang gak tertarik buat nyoba sih? Hehe, soalnya jujur, pas kasus 6.7T lagi rame, aku sempat kepikiran jadi koruptor itu enak loh (ayo lah, jelas-jelas itu cara cari duit yang instan, cepat dan mudah gitu, berapa banyak dana negara yang gak ketauan hilang kemana?). Beruntungnya, aku diingatkan bahwa korupsi itu mengambil hak orang lain yang bukan milikku, banyak loh orang-orang yang bakal menderita kalau aku melakukan itu. Yang mengingatkan itu ekskul keagamaan yang berbasis di masjid, oh, kayaknya baru-baru ini ada juga media yang menyebutkan ekskul itu sarang teroris deh.

Hehe, maaf ya, habis siapa juga yang nggak kesal kalau semua permasalahan dilihat dari sudut pandang negatif saja. Temanku sampe ada yang pernah menyatakan begini, “Media di Indonesia yang paling netral itu cuma Media Player” hehehe :p

Kalo ada kawan-kawan dari media yang tertarik dan ikut membaca sampai sini, aku mohon maaf ya, mungkin ini salah satu kritikan bagi media di Indonesia sekarang. Oiya, tenang, aku bukan orang yang anti media kok. Setidaknya aku suka membaca kolom berita olahraga dan kolom opini, hehe, kelihatannya saat ini aku belum bisa mencerna berita-berita di topik yang lain. Kalo emang benar ada, titip saran, tinjaulah semua informasi baik dan buruknya, serta tolong tuliskan dengan bahasa yang mudah dimengerti semua kalangan, termasuk kalangan awam seperti aku 🙂

Nah, salah satu yang perlu diperhatikan disini adalah tempat kita menerima pembelajaran. Sebenarnya selalu ada pelajaran yang kita terima loh dalam tiap detik kehidupan kita. Tapi, mungkin kita juga gak sadar bahwa kita juga mengajarkan begitu banyak ilmu. Pada siapa? Pada lingkungan sekitar kita, terutama adik-adik yang lebih muda usianya.

Nah, karena itu, yuk. Gak ada salahnya kan kalo kita menjaga perkataan dan perbuatan kita agar adik-adik kita tidak melakukan hal-hal yang salah. Karena bukan mustahil kalo mereka melakukan suatu perbuatan buruk, terus pas orangtua nanyain dari siapa mereka belajar untuk berbuat atau berkata seperti itu, dengan muka polosnya mereka mengacungkan jari dan menunjuk kita 🙂

Karena kita semua adalah murid dan guru dalam kehidupan ini 😀