Obrolan Malam

Yap, kehidupan memang tidak mudah diprediksi, selalu ada kejadian yang gak pernah disangka akan terjadi. Belum sampai sebulan yang lalu, saat aku berkunjung ke sebuah kota karena ada acara, aku masih ingat saat itu kehadiranku disambut dengan baik oleh kawan-kawan lamaku disana. Bahkan ada temanku yang bilang kalau dia gak masalah nyiapin banyak hal seperti transport dan akomodasi kalau aku sempat mengabari kehadiranku. Apresiasi lah๐Ÿ˜€ Sayangnya, di saat-saat terakhir justru aku tidak sempat berpamitan dengan kawanku itu, karena dia sudah berada di Jakarta. Dia pergi dengan penerbangan terawal yang bisa dia dapatkan karena ayahnya baru saja meninggal di pagi hari. Ketika ditanya, temanku pun menjawab bahwa meninggalnya ayah beliau pun memang mengejutkan, karena ayah beliau awalnya cuma tidur, dan tidak bangun lagi. Tidak ada kejelasan, atau setidaknya aku belum tahu kalau ada.

ย 

Hal mengejutkan bisa terjadi kapan saja. Baru-baru ini pun aku mengalaminya lagi. 2 hari yang lalu, saat aku mampir ke panti yang biasanya kukunjungi untuk mengajar atau berbagi cerita, numpang melaksanakan ibadah sekaligus berteduh karena hujan deras (kebetulan aku sedang bermain di sekitar daerah itu). Tiba-tiba kepala pantinya memberitahuku bahwa sekarang di panti sedang ada acara perpisahan untuk beliau. Beliau dipindahtugaskan ke daerah lain untuk mengurus panti lain disana, dan malam itu pun beliau langsung pergi kesana. Aku yang gak tau kondisi, meski udah dikabarin sama salah seorang muridku di panti itu tentang rumor kepindahan beliau, pun kaget. Karena memang ketika aku menanyakan hal itu ke pegawai ada yang mengatakan itu hanya rumor.

ย 

Yah, setidaknya kebetulan ini membuatku bisa berdiskusi sedikit. Diskusi terakhir saat beliau masih menjabat sebagai kepala panti setidaknya. Kami pun berbincang mengenai kondisi panti beliau yang baru. Beliau bercerita bahwa di pantinya yang baru sistemnya agak berbeda dengan panti yang ada di bandung. Panti disana memakai sistem rumah dengan penanggungjawab tersendiri di tiap rumah, bukan sistem kamar dengan satu penanggungjawab terpusat seperti yang beliau jalankan di bandung, sehingga beban kerja beliau akan lebih ringan.

ย 

Diskusi tidak berlangsung lama, hanya beberapa pertanyaan, karena setelah itu anak-anak di panti juga meminta foto bareng dengan beliau sebagai kenang-kenangan. Setelah itu, aku membantu sejenak anak-anak yang sedang pekan UTS. Beberapa dari mereka sedang tidak berminat belajar, entah karena beliau baru pergi atau memang sudah kebiasaan, haha. Setelah itu pun aku menumpang mobil seorang karyawan beliau, satu dari tiga mobil yang mengantar beliau pergi, untuk sedikit memutar karena aku memang sudah berencana nonton film dengan beberapa kawan malam itu. Beliau menaiki mobilnya sendiri.

ย 

Mungkin karena masih penasaran, di mobil pun aku masih sempat bertanya pada mengenai apakah tidak bisa beban di panti ini dibagi untuk lebih dari seorang, seperti panti yang ada di daerah itu. Dan sang karyawan pun bercerita mengenai kondisi pekerja sosial saat ini, mengenai tidak banyak pekerja sosial yang mau turun ke panti karena mungkin materi yang didapat tidak seberapa dibandingkan dengan turun ke tempat lain, juga mengenai baik-buruknya sistem panti baru itu. Salah satunya yang kuingat adalah meski pembagian kerjanya lebih ringan, karena sistemnya per rumah, justru jadi susah menegur anak-anak karena segan sama pengurusnya.

ย 

Hal ini pun terjadi lagi kemarin sore, saat tiba-tiba seorang kawan memberikanku sebuah amplop berisi undangan dari sebuah firma konsultan ternama, untuk mengikuti seminar dari perusahaan mereka untuk para pencari kerja. Kata temanku untuk kp disana saja besar gajinya bisa sampai 8 angka, dan gaji untuk para pekerjanya bisa mencapai 2-3 kali lipat nilai yang disebutkan temanku itu. Kelihatannya segi akademikku memenuhi kriteria mereka, sayang seminarnya hari sabtu dan aku sudah memesan tiket ke Jakarta jumat malam ini. Aku sudah menawarkan temanku untuk ikut menggantikanku, tapi karena nggak ada yang mau ya sudah. Entah lah, tapi sampai sekarang aku masih belum terlalu tertarik untuk bekerja secara penuh, karena aku belum tahu banyak soal perusahaan itu, terlebih mengenai apakah aku bisa mengembangkan minatku di bidang energi terbarukan disana. Mencoba mencari info tentang perusahaan itu, kelihatannya bisa sih, tapi karena minatku untuk sementara ini adalah scholarship hunter jadi kelihatannya kulepas dulu saja lah ya๐Ÿ™‚

ย 

Uniknya justru setelah aku menolak tawaran itu, saat aku sedang repot dan panik mengurus formulir terkait tugas akhirku, justru datang kabar kalau sebuah universitas dari jerman akan mengadakan info session bagi yang tertarik untuk melanjutkan studi ke Jerman. Jerman memang menjadi negara tujuan utamaku untuk melakukan studi di bidang energi terbarukan, karena dari pencarian jurusan di bidang sustainable/renewable energy, lumayan banyak universitas di jerman yang memiliki program studi itu. Selain itu, di jerman katanya riset dari universitas itu berpadu dengan industri, yang memungkinkan perkembangan teknologi terjadi dengan cepat karena faktor science push dan market pull. Karena itu lah saat ini jerman lah yang jadi target utamaku untuk melanjutkan studi, dengan inggris atau australia sebagai target berikutnya karena kemampuan bahasa jermanku masih (sangat) kurang๐Ÿ™‚

ย 

Entah lah, pengalamanku selama di bandung selalu berurusan dengan hal-hal tak terduga seperti ini. Lapangan itu dinamis, dan memprediksinya tidak mudah. Dan selama ini pun aku menjalani kehidupan dengan prinsip “Ya udah, jalanin aja”. Dan harus kuakuin, aku sangat dipengaruhi oleh seniorku dalam hal ini -_- Hahaha, yah, tapi justru ini yang membuatku memikirkan banyak hal.ย Kita tahu kalau ada banyak hal yang memang berada diluar kendali kita, bukankah harusnya kita tidak mudah kaget apabila terjadi sesuatu yang tidak sesuai dengan apa yang kita harapkan?

ย 

Yang jelas, mungkin disini lah kita perlu berpikir positif. Siapatau berbagai kegagalan dalam proyek sebelumnya itu memang untuk mempersiapkan keberhasilan kita di proyek yang akan datang. Atau mungkin juga memang apa yang terjadi itu lah yang terbaik.ย Karena Allahย Taโ€™alaย pun telah berfirman,

ูˆ ุนุณู‰ ุฃูŽู†ู’ ุชูŽูƒู’ุฑูŽู‡ููˆุง ุดูŽูŠู’ุฆู‹ุง ูˆู‡ููˆูŽ ุฎูŽูŠู’ุฑูŒ ู„ูƒูŽู…ู’ ูˆูŽุนูŽุณู‰ ุฃูŽู†ู’ ุชูุญูุจูู‘ูˆู’ุง ุดูŽูŠู’ุฆุง ูˆู‡ูˆ ุดุฑูŒู‘ ู„ูƒู… ูˆุงู„ู„ู‡ู ูŠุนู„ู…ู ูˆุฃูŽู†ู’ุชูู…ู’ ู„ุง ุชูŽุนู’ู„ู…ููˆู’ู†ูŽ

โ€œBisa jadi kamu membenci sesuatu, padahal ia amat baik bagimu, dan bisa jadi kamu menyukai sesuatu, padahal ia amat buruk bagimu. Allah mengetahui, sedang kamu tidak mengetahui.โ€(QS. Al Baqarah: 216)

ย 

Bagaimanapun juga, ilmu kita memang sangat terbatas bukan?๐Ÿ™‚

ย 

ย 

Ini tulisan yang kubuat di malam baru-baru ini. Meski awalnya aku mau update artikel tentang introvert, justru artikel lain yang menarik minatku. Hahaha, memang aku mudah terdistraksi ya. Mungkin aku juga akan membahas tentang bahasa inggris dan pentingnya bermain ah di lain waktu :3

N.B. Salah info, ternyata universitasnya dari Belanda. Hahaha, karena ngantuk jadi salah baca info, dari dutch jadi deutsch :p But still, infonya bagus kok๐Ÿ˜€

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s