Beberapa Istilah Inggris dalam Bahasa Indonesia

Ini salah satu randoman anak-anak yang stres tugas terkait istilah inggris yang di-Indonesia-kan, kalau ada yang penasaran silahkan dilihat dan dicoba gunakan😀

-Istilah dunia teknologi

Online: Daring (Dalam Jaringan)

Download : Unduh

Upload : Unggah

Print : Cetak

Edit : Sunting

Software : Perangkat Lunak

Hardware : Perangkat Keras

Mouse (Komputer) : Tetikus

Keyboard (Komputer) : Papan Ketik

Printer : Pencetak

Scanner : Pemindai

Joystick : Tuas Kendali

Touchpad/Trackpad : Bantalan Sentuh

Touchscreen : Layar Sentuh

Motherboard : Papan Induk

Floppy Disk (Disket) : Cakram Flopi

Harddisk/Harddisk Drive/Hard Drive : Cakram Keras

Compact Disk : Cakram Digital/Cakram Padat/Cakram Optik

 

-Istilah dunia organisasi

Efektif : Mangkus

Efisien : Sangkil

Contact Person : Nara Hubung

Soft Skill : Kecakapan Insani (untuk yang ini katanya belum disahkan, tapi ada benernya juga sih)

 

-Istilah lain

Spare Part: Suku Cadang

Hoax : Berita Palsu

Keyword : Kata Kunci

 

Sayangnya karena keterbatasan pengetahuan mengenai kata kunci yang pas untuk nyari di google dan diskusi kemarin sore yang membahas ini tidak terlalu lama, baru segini istilah indonesia yang berhasil kukumpulkan. Silahkan bagi yang punya pengetahuan dan ingin menambahkan🙂

Entah lah, saat ini aku melihat bahasa indonesia semakin kekurangan peminat. Orang kaya yang mendaftarkan anak-anaknya ke sekolah bilingual (dua bahasa) atau bahkan menggunakan bahasa inggris sebagai bahasa pengantar juga tidak sedikit jumlahnya. Padahal saat menjadi anak-anak, komunikasi adalah salah satu hal yang penting. Dan bukan hanya komunikasi dengan orangtua, tapi juga komunikasi dengan anak-anak seumuran yang pada kenyataannya gak semua anak kecil di indonesia pandai berbahasa inggris. Dan kalo anak-anak gak dibiarkan komunikasi dengan sesama anak-anak lain, kepribadian macam apa ya yang bisa terbentuk pada diri sang anak?🙂

Mungkin ini salah satu pengaruh globalisasi, jumlah bahasa yang digunakan di dunia semakin mengkerucut ke beberapa bahasa saja, dan sayangnya bahasa indonesia termasuk salah satu bahasa yang terancam hilang saat pengkerucutan itu. Jadi ingat dengan salah satu tulisan saat aku belajar untuk tes ielts (ya, aku juga belajar bahasa inggris kok, tapi aku tetap bangga dengan bahasa indonesia, hehe). Tulisan itu bercerita tentang bahasa yang hilang. Disana dijelaskan mengenai beberapa alasan mengapa banyak bahasa yang mulai hilang, dari krisis kepercayaan diri (karena ada komunitas yang lebih besar dan kaya yang berbicara dengan bahasa lain), pemerintah yang melarang penggunaan bahasa minoritas sampai ke tekanan untuk beradaptasi dengan situasi sosial-ekonomi.

Tapi tulisan itu juga menjelaskan bahwa saat ini ketertarikan pada identitas budaya mulai meningkat. Haha, agak ironis juga kalau berpikir mungkin ini salah satu sifat dasar manusia, tidak pernah sadar apa yang kita miliki sampai hal tersebut menghilang dari kehidupan kita, bukankah di indonesia yang sering terjadi juga seperti itu? Di tulisan itu, dikatakan bahasa yang punah itulah yang digunakan untuk mengajarkan kesenian tradisional kepada para turis. Ada juga artikel menarik dari national geographic mengenai upaya konservasi bahasa di Bangladesh, coba dibaca deh😀
http://news.nationalgeographic.com/news/2013/06/130628-endangered-languages-scripts-bangladesh-indigenous-cultures-world/

Salah satu hal yang kusayangkan adalah tidak banyak orang yang tertarik pada kegiatan seperti itu. “Hei, bahasa ini sudah mau punah kan, buat apa diperjuangkan?” Komentar seperti ini dapat ditemukan beberapa buah dalam situs itu. Ada benarnya juga, bagaimana kita bisa mengembalikan sesuatu yang sudah tiada? Dan jika ini sudah mau punah, apakah masih mungkin diperjuangkan? Lagipula, banyak isu lain yang pantas untuk dipikirkan, global warming, energi listrik, sebutkanlah semua, dan banyak yang harusnya lebih kita prioritaskan daripada bahasa yang mau punah. Entah lah, meski ada benarnya tapi aku masih belum bisa menerima argumen seperti itu, mungkin karena aku merupakan orang yang bahasanya terancam punah dan masih peduli:/

Salah satu alasanku menulis kamus istilah yang singkat ini juga karena aku masih merasa bahasa indonesia itu masih menarik dan layak untuk diperjuangkan. Hei, meski aku jarang menulis tapi saat memilih diksi dan kosakata untuk tulisanku merupakan saat yang menyenangkan bagiku. Bukankah tergantung pada kita, apakah bagi kita bahasa ini masih pantas untuk dipelajari, diajarkan, dibangga-banggakan dan diperjuangkan atau tidak? Apa kita harus menunggu bahasa ini punah dulu sebelum merasa kehilangan jati diri bahasa kita? Aku masih merasa hal ini pantas, bagaimana denganmu?🙂

Dan, sekaligus memperingati hari sumpah pemuda, mari kita ingat kembali teks sumpah pemuda:

contoh-gambar-teks-sumpah-pemuda-asli

Masihkah bahasa persatuan ini kita junjung, hai putra-putri Indonesia?

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s