Random

Setelah sebagian urusan akademik beres dan sebelum kembali ke jakarta, pikiran meracau kemana-mana, dan setelah racauan selesai dituangkan dalam tulisan pun masih sibuk sendiri memikirkan judul. Karena aku malas memberikan judul yang panjang, umumnya judul dari postinganku diusahakan beres dalam kurang dari 3 kata. Dan entah kenapa mulai malam ini berminat untuk memberi judul “Random” pada tiap tulisan racauan yang tidak terstruktur, melebar ke berbagai topik, atau tulisan yang memang entah apa intinya. Dan alasannya lebih karena malas untuk memikirkan judul, hahaha. Menyalahi kaidah Bahasa Indonesia yang harusnya memungkinkan kita menebak isi tulisan dari judulnya memang kalau ada kaidah seperti itu, tapi ini bukan dunia teori.

Saat sedang membuka file lama, quotes ini muncul lagi.

Aku khawatir pada suatu masa yang roda kehidupannya dapat menggilas iman.
Keimanan hanya tinggal pemikiran yang tidak berbekas dalam perbuatan
Banyak orang baik tapi tidak berakal, banyak orang berakal tapi tidak beriman
Ada lidah fasih tapi berhati lalai, ada yang khusyuk namun sibuk dalam kesendirian
Ada ahli ibadah tapi mewarisi kesombongan iblis, ada ahli maksiat rendah hati bagaikan sufi
Ada yang banyak tertawa hingga hatinya berkarat, dan ada yang banyak menangis karena kufur nikmat
Ada yang murah senyum tapi hatinya mengumpat, dan ada yang berhati tulus tapi berwajah cemberut
Ada yang berkata bijak tapi tidak memberi teladan, dan ada pelacur yang tampil menjadi pujaan
Ada orang punya ilmu tapi tak paham, ada yang paham tapi tak menjalankan aturan
Ada yang pintar tapi membodohi, ada yang bodoh tak tahu diri
Ada orang beragama tapi tak berakhlak, dan ada orang berakhlak tapi tak bertuhan

Lalu di antara itu semua, dimana aku berada?

(Ali bin Abi Thalib)

Ini salah satu perkataan yang kusukai dari sayyidina ali, karena relevansinya dengan zaman ini, atau setidaknya dengan kondisi yang sering kualami. Saat batasan antara baik dan buruk tidak lagi jelas, saat kita tidak tahu apakah kita orang baik ataukah orang buruk, saat orang-orang yang buruk menjadi idola dan orang-orang yang baik dianggap ketinggalan zaman, saat semua hal yang ada di dunia jungkir balik. Entah ini pertanda akhir zaman atau apa, padahal harusnya selama kita memiliki pedoman yang benar dan membacanya dengan benar kita akan selamat. Tapi saat tiap golongan, atau bahkan tiap orang punya penafsiran sendiri, menentukan cara baca yang benar bukanlah hal yang mudah, bukan?

Mungkin ada baiknya untuk tidak “stuck” pada satu pendapat dan menganggap pendapat lain salah, apalagi sampai percaya buta pada sang penafsir. Daripada sekedar mendengar dan melaksanakan, mencoba memahami kenapa sang penafsir menafsirkan seperti itu juga mungkin bukan hal yang buruk. Bagaimanapun, mungkin akan ada banyak tafsir yang bertentangan, dan daripada menyangkal sebuah pendapat tanpa argumen dan kejelasan–hanya disandarkan pada rasa percaya–yang menyebalkan dan dapat berakhir dengan saling membenci bagi beberapa orang, lebih menyenangkan berdiskusi dan menanbah wawasan kan?

Mungkin satu hal yang patut disyukuri adalah kita bukan robot yang terprogram, sehingga saat program yang dijalankan salah tingkahlaku si robot juga salah semua. Kita manusia, dapat berpendapat, dapat berdiskusi, dapat mengubah pikiran, dan dapat menimbang mana yang benar. Tapi tetap perlu diingat bahwa menuhankan pikiran memang bukan hal yang baik, dan mungkin karena itulah orang-orang di lingkungan kita juga memiliki pikirannya sendiri, kita dapat mengubah pikiran dan sudutpandang dengan diskusi. Agar kita sadar kita tidak selalu benar, agar kita membumi, dan agar kita belajar. Belajar bertingkahlaku sebagaimana harusnya, sesuai dengan yang dikehendakiNya.

Mari belajar🙂

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s