Royal Albert Concert Hall-London

Tugas pertama di semester baru: Buat review sebuah Concert Hall. Ternyata seru juga ya, membahas hal-hal baru di dunia. Meski dari awal minatnya di bidang energi, bukan bangunan, tapi tetep aja bangunan pasti bakal perlu energi juga, apalagi Concert Hall macam ini🙂

Sebetulnya Indonesia juga punya Usmar Ismail Hall yang merupakan perpaduan bioskop dan concert hall, tapi entah kenapa aku malah lebih tertarik membahas concert hall yang berada nun jauh disana, siapatau suatu saat diberi kesempatan mampir, meski entah kesempatan macam apa dan perginya bareng siapa, haha. Sekalian perjalanan ke kota tempat diriku bermula lah ya. Dan mengingat dosenku menekankan untuk berbagi ilmu, artinya boleh juga lah ya untuk sharing sesuatu disini😀

Musik sudah menjadi hal yang sulit untuk dipisahkan dalam kehidupan sehari-hari. Tidak dapat disangkal, alunan musik selalu menemani kita baik saat kita berada di dalam mall, supermarket, toko buku, restoran atau café. Acara adat istiadat seperti pernikahan, khitanan dan syukuran juga sering menggunakan musik untuk menimbulkan suasana yang sesuai dengan acara. Bahkan tak jarang alunan musik yang kita dengarkan bukan hanya alunan dari kaset atau rekaman, tapi dari pemain musiknya langsung. Mendengar musik yang dimainkan oleh seseorang atau sekelompok orang secara langsung ini sering kita sebut dengan konser.

Konser mungkin sudah bukan hal yang asing bagi masyarakat Indonesia. Kegiatan ini sering diadakan pada momen seperti malam pergantian tahun atau pembukaan olimpiade meski memang pada umumnya tidak perlu alasan untuk mengadakan sebuah konser. Musisi atau grup band juga sering melakukan konser road show, dimana mereka mengunjungi beberapa tempat untuk mementaskan musik mereka disana, dari musisi atau grup band lokal seperti Addie M.S., Padi, Sheila on 7 dan Ari Lasso hingga musisi atau grup band internasional seperti Owl City, Fall Out Boy dan Maroon 5.

Di Indonesia mungkin konser yang umum kita lihat adalah konser di daerah terbuka dengan panggung dan sound system, namun ada tempat lain yang lebih baik. Untuk dapat melakukan konser dengan kualitas yang baik, diperlukan sebuah tempat yang didesain khusus untuk mendengarkan musik, karena itu seiring perkembangan zaman, terciptalah bangunan yang umumnya berukuran besar dan didesain untuk mengadakan konser musik dari musisi, orkestra, grup band atau semacamnya, dan bangunan ini disebut Concert Hall.

Pada awalnya, Concert Hall terinspirasi dari Amphitheater yang telah digunakan sejak Zaman Yunani, yang sering digunakan untuk berorasi atau menampilkan pentas seni, dimana semua orang yang menyaksikan dapat mendengar dengan baik apa yang sedang dibicarakan atau dimainkan diatas panggung. Namun, berbeda dengan Amphitheater yang dibangun di ruang terbuka, Concert Hall menggunakan atap dan didesain untuk pentas atau acara di dalam ruang.

odeon-of-herodes-atticus-amphitheater
Odeon of Herodes, contoh Amphitheater di selatan Athenian Acropolis[1]

Salah satu contoh dari Concert Hall yang akan dibahas oleh tulisan ini adalah Royal Albert Hall London. Royal Albert Hall terletak pada Kensington Gore, South Kensington, London, United Kingdom. Bangunan ini dibangun untuk menghormati dan mengenang Pangeran Albert, suami dari Ratu Victoria yang memiliki ketertarikan terhadap seni dan punya keinginan untuk menciptakan sebuah tempat dimana masyarakat dapat menikmati berbagai jenis konser, dansa dan teater di dalam kota[2].

Untitled
Tampilan Luar Royal Albert Hall[3]

Sejak mulai beroperasi pada 29 Maret 1871, telah banyak pentas dari berbagai jenis seni yang dipentaskan oleh tokoh-tokoh ternama dunia yang diadakan disana, seperti Frank Sinatra, The Beatles dan The Rolling Stones. Sayangnya, perlengkapan seperti kamera, telepon dan fotografi dalam bentuk apapun agak sulit masuk ke dalam bangunan dari bata dan tanah liat ini[4]. Tercatat bangunan selebar 185 kaki dan sepanjang 219 kaki ini memiliki desain eksterior yang khas yang disusun dari lebih dari enam juta batu bata merah, 80,000 blok tanah liat serta hiasan dari tanah liat sepanjang 800 kaki[5].

Saat ini Royal Albert Hall telah menjadi salah satu bangunan yang sangat berharga, khas dan dikenal oleh dunia, dengan lebih dari 350 acara yang ditampilkan disana tiap tahunnya, baik dari konser musik klasik, rock atau pop, opera dan tari balet, tenis (iya, tenis, olahraga yang menggunakan raket dan bola kecil itu loh, siapa bilang Concert Hall hanya bisa digunakan untuk menonton konser?), pemberian penghargaan, acara sekolah atau komunitas, acara penggalangan dana untuk amal atau acara makan malam besar-besaran[6]. Bahkan dalam kasus yang langka, untuk pertandingan sumo.

2013-05-29-RoyalAlbertHall_huffpost-http-::www.huffingtonpost.com:party-earth:summer-concert-guide-for_b_3354448

royal-albert-hall
Suasana konser di Royal Albert Hall[7]

DSC00511
Suasana Permainan Tenis di dalam Royal Albert Hall[8]

The-Royal-Albert-Hall-ready-for-a-corporate-event-with-fine-dining-catering-from-Rhubarb_dnm_gallery
Suasana persiapan makan malam di Royal Albert Hall[9]

Dan berikut merupakan denah dari Royal Albert Concert Hall London

royal_albert_hall_concert_arena_standing_no_gallery-www.viagogo.co.uk:Concert-Tickets:Rock-and-Pop:Seasick-Steve-Tickets:E-604174
Denah Royal Albert Concert Hall London[20]

Umumnya, ada beberapa hal yang perlu diketahui untuk merancang akustik di dalam ruangan sebuah Concert Hall, berikut merupakan daftar hal yang harus diperhatikan dalam perancangan Concert Hall dari University of Salford di Manchester[10].

1. Jenis Material Dinding yang Digunakan

Pada dasarnya, ada tiga jenis dinding yang digunakan pada Concert Hall, dilihat dari jenis pantulan suara yang dihasilkan saat ada suara yang mengarah pada dinding tersebut, yaitu reflector yang memantulkan suara karena dibuat dari permukaan yang keras sebagaimana bola yang memantul di dinding, absorber yang menyerap suara karena dibuat dari permukaan yang lembut serta diffuser yang menyebarkan suara karena permukaan yang tidak rata.

Untitled
Pantulan Suara yang Dihasilkan Reflector, Absorber dan Diffuser[11]

Contoh dari Permukaan Reflektor adalah kayu yang keras, sementara contoh dari Permukaan Absorber adalah Gorden yang bergelombang dan halus. Sementara contoh Permukaan Diffuser yang tidak beraturan adalah sebagai berikut

Untitled
Contoh Permukaan Diffuser[11]

Contoh dari penggunaan diffuser pada Royal Albert Hall merupakan piring akustik yang kadang disebut jamur Royal Albert Hall[5] yang berfungsi sebagai reflector dan diffuser dari gelombang suara yang mengarah ke permukaan jamur tersebut, yang tampak pada gambar berikut.

0002
Jamur Royal Albert Hall[12]

Dengan skema material bangunan untuk mendistribusikan suara yang jelas dan merata sebagai berikut

Untitled
Susunan Material Royal Albert Hall[13]

2. Waktu Dengung

Secara teknis, waktu dengung merupakan lama waktu yang diperlukan agar intensitas suara yang ada di dalam ruangan menurun sebesar 60desiBel setelah sumber suara berhenti[14]. Umumnya, tipe musik yang berbeda memerlukan waktu dengung yang berbeda pula agar suara yang terdengar oleh pendengar baik, dan tiap ruangan memiliki standar waktu dengungnya tersendiri agar ruangan tersebut dapat berfungsi secara optimal, seperti yang terlihat pada grafik berikut.

optimum reverberation times.PDF
Grafik Waktu Dengung untuk Beberapa Ruang atau Alat Musik[15]

Menurut ahli akustik, semua orang dengan pendengaran yang baik dapat membedakan apa yang mereka dengar di dalam ruangan dengan waktu dengung 1.8 detik dan di dalam ruangan dengan waktu dengung 1.9 detik[14]. Dan waktu dengung akan sangat terasa di ruang luas dengan dinding yang keras, seperti di dalam gua atau gereja dimana suara bergema agak lama meskipun teriakan atau musik telah berhenti dimainkan. Dari grafik tersebut dapat kita lihat bahwa studio dan ruangan kelas tempat manusia berinteraksi dengan suara memiliki waktu dengung yang lebih singkat daripada waktu dengung untuk simfoni dan orkestra yang menggunakan berbagai jenis alat musik. Hal ini disebabkan jika waktu dengung terlalu besar, suara manusia akan terdengar tidak jelas dan mendengung, berbeda dengan orkes dan simfoni yang disaksikan banyak orang di dalam ruangan yang luas, jika waktu dengungnya terlalu kecil justru pantulan suaranya hanya sedikit yang sampai ke telinga pendengar sehingga suara yang terdengar mungkin lemah atau tidak terlalu jelas.

3. Gelombang yang tidak Diinginkan

Saat sedang mendengarkan musik, mungkin gangguan dari luar ruangan akan terasa menyebalkan.

Untitled
Contoh Gangguan Suara pada Concert Hall[16]

Suara merupakan salah satu jenis gelombang yang akan mengganggu kenyamanan, karena suara dapat masuk ke dalam sebuah bangunan melalui berbagai cara, bisa dengan merambat di udara lalu ditransmisikan atau diteruskan melalui atap dan dinding, atau ditransmisikan oleh lantai dan struktur bangunan. Untuk meminimalisir gangguan suara dari luar, Concert Hall harus memiliki pelindung atau insulasi suara yang baik. Material absorber mungkin bukan pilihan yang populer di dalam Concert Hall, karena energi musik yang tidak terlalu banyak malah akan merugikan jika diserap di dalam Concert Hall yang luas, karena lebih baik memanfaatkan refleksi suara daripada membeli sound system yang baru. Namun, untuk material di luar Concert Hall, absorber akan sangat bermanfaat untuk menginsulasi Concert Hall dari segala gangguan bunyi yang berasal dari luar Concert Hall. Selain itu, peredam suara dan filter suara juga dapat ditambahkan sesuai dengan kebutuhan.

Selain suara dari luar, getaran yang ditimbulkan oleh kereta atau kendaraan berat lain juga dapat mengganggu kenyamanan pendengar, dan untuk mengatasinya Concert Hall perlu diisolasi dari tanah, perlu juga ditambahkan perlengkapan anti vibrasi seperti pegas dan peredam. Konsep ini telah diterapkan di berbagai Concert Hall yang ada di dunia[16].

4. Distribusi Suara

“Apakah yang di belakang dapat mendengar suara saya?” mungkin merupakan pertanyaan yang sering kita dengar, baik dalam rapat, orasi, upacara bendera, atau berbagai kegiatan lain. Tapi mendengar pertanyaan serupa di dalam Concert Hall mungkin terkesan aneh.

Ada ahli akustik yang menulis, “Volume dari suara yang mencapai pendengar adalah factor paling penting dalam menentukan respon emosionalnya. Jika kita memainkan suara di dalam Concert Hall yang berbeda kepada beberapa orang dan menanyakan mana yang terbaik, keputusannya biasanya akan condong ke Concert Hall dengan suara terkeras. Studi di British Halls juga menyatakan bahwa pendengar menganggap musik yang lebih keras terasa lebih hidup dan lebih dekat[17].

Hal yang perlu diperhatikan adalah, kekerasan suara tidak hanya bergantung pada desiBel atau intensitas suara saja, tapi juga bergantung pada pitch, yaitu sensasi yang ditimbulkan dari tinggi-rendahnya frekuensi suara. Suara berfrekuensi tinggi akan terasa berbeda jika dibandingkan dengan suara berfrekuensi rendah walaupun intensitas suaranya sama. Kombinasi dari kekerasan dan pitch ini lah yang akan memberi nuansa musik bagi para pendengar. Berdasarkan informasi yang terbaru, Royal Albert Hall baru saja memasang sound system yang baru dengan tingkat akurasi, koherensi dan kemampuan mengendalikan disperse suara yang tinggi pada jarak lebih dari 50 meter[18]. Hal itu menunjukkan pentingnya kekerasan suara yang diterima oleh para pendengar dalam sebuah Concert Hall.

5. Bentuk dari Concert Hall yang Digunakan

Bentuk dari Concert Hall yang digunakan juga akan berpengaruh pada kenyamanan pendengar, karena bentuk yang berbeda akan menghasilkan arah pantulan suara yang berbeda. Pantulan suara yang dihasilkan di dalam bangunan berbentuk lonjong telur tidak akan sama dengan yang dihasilkan di dalam bangunan berbentuk kubus atau tabung. Selain itu, spesifikasi seperti panjang, lebar, tinggi atau radius yang berbeda juga akan menimbulkan sensasi yang berbeda di telinga pendengar. Misalnya saja bentuk kubah atau elips yang sering terlihat di atap masjid berfungsi untuk menyebarkan suara adzan ke sekitar masjid, atau ruang gereja yang luas agar suara yang dihasilkan menggema ke seluruh penjuru gereja.

Setiap desain punya ciri khasnya tersendiri. Salah satu penyebabnya adalah suara yang berasal dari panggung dan suara yang berasal dari pantulan tembok. Suara yang berasal dari panggung mungkin tidak terdengar berbeda, namun suara yang berasal dari pantulan tembok akan terdengar sedikit berbeda, mungkin satu telinga akan menerima suara lebih dahulu dari telinga yang lain, seperti yang digambarkan berikut[19].

Untitled
Suara yang langsung mengarah ke telinga[19]

Untitled
Suara yang dipantulkan dinding ke telinga[19]

Perbedaan ini akan menimbulkan ‘slip’, dan hal tersebut dapat membuat pendengar tidak nyaman jika besar slip tersebut melebihi batas yang mampu ditoleransi oleh otak yang memproses gelombang yang sampai di telinga. Karena itu, penting untuk menghitung atau bahkan melakukan simulasi terhadap variabel-variabel tersebut setelah menentukan desain bangunan agar dapat memilih jenis material dan ornament apa yang harus ditambahkan dalam Concert Hall tersebut.

6. Akustik dan Musik

Jenis musik yang berbeda akan memiliki ciri khas akustik yang berbeda, yang menyebabkan waktu dengung yang diperlukan berbeda dan segala variabel terkait juga berbeda, karena itu penting untuk menentukan Concert Hall tersebut akan digunakan untuk jenis musik apa dan karakteristik musiknya seperti apa.

Daftar Pustaka:
1. http://www.mccullagh.org/photo/1ds-12/odeon-of-herodes-atticus-amphitheater
2. http://www.aviewoncities.com/london/royalalberthall.htm
3. http://en.wikipedia.org/wiki/Royal_Albert_Hall
4. http://cplondonarchitecture.wordpress.com/2012/07/10/royal-albert-hall/
5. http://life.royalalberthall.com/2012/03/12/why-was-the-royal-albert-hall-built/
6. http://www.londontheatredirect.com/venue/71/Royal-Albert-Hall.aspx
7. http://www.london-attractions.info
8. http://london-girlabouttown.blogspot.com
9. http://www.bighospitality.co.uk/Events-Awards/Behind-the-scenes-at-a-dinner-for-2-000-at-the-Royal-Albert-Hall
10. http://www.acoustics.salford.ac.uk/acoustics_info/concert_hall_acoustics/
11. http://www.acoustics.salford.ac.uk/acoustics_info/concert_hall_acoustics/?content=walls
12. http://www.ihbconline.co.uk/context/116/files/assets/seo/page29.html
13. http://www.peutz.nl/sites/default/files/publicaties/Peutz_Publicatie_RM_IOA_05-2002.pdf
14. http://www.angelfire.com/music2/davidbundler/acoustics.html
15. http://www.acousticsblog.com/2010/reverberation-examples-and-explanations-2/
16. http://www.acoustics.salford.ac.uk/acoustics_info/concert_hall_acoustics/?content=unwanted_sound
17. http://www.acoustics.salford.ac.uk/acoustics_info/concert_hall_acoustics/?content=loudness
18. http://www.audioprointernational.com/news/read/royal-albert-hall-equipped-with-em-acoustics-halo-compact-system/06452#after-ad
19. http://www.acoustics.salford.ac.uk/acoustics_info/concert_hall_acoustics/?content=shape
20. www-viagogo-co-ukconcert-ticketsrock-and-popseasick-steve-ticketse-604174

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s