Semua Ada Saatnya

Semua ada saatnya.

Kelihatannya aku perlu benar-benar mengingat kalimat ini. Sempat kesal juga saat tadi keberangkatanku ke jakarta terpaksa diundur 90 menit akibat aku sedikit terlambat datang ke pool travel karena mengerjakan suatu urusan, dan memang sempat mengritik juga sih, kenapa aku tidak boleh terlambat saat travel ini pun masih suka sangat ngaret dari segi keberangkatan? Ya, saat aku datang bangkuku baru saja dialihkan ke orang di daftar waiting list, meskipun hanya terlambat 5 menit, dan mengingat travel ini sejak mulai kunaiki lumayan sering ngaret, dan pernah juga keberangkatannya terlambat 90 menit entah karena apa, manajemennya belum terlalu baik memang. Saat travel yang harusnya kunaiki jalan duluan pun aku hanya bisa menghela nafas, yah, apa lagi yang dapat kulakukan?

Yap, harusnya aku kembali ke jakarta sore ini, karena besok pagi aku sudah berencana untuk mengurus visa di kedutaan jepang. Sebagai bagian dari kelompok dari organisasi yang tengah kuikuti, Bandung Disaster Study Group atau biasa disingkat BDSG, yang didelegasikan untuk mengikuti pelatihan kapasitas kebencanaan bersama dengan organisasi kebencanaan dari Jepang lainnya. Acara ini sudah berlangsung sekitar 3 tahun, dimana tiap tahun acara pelatihan Disaster Risk Reduction atau Pengurangan Resiko Bencana ini selalu diadakan dengan program pertukaran pelajar, semester lalu belasan mahasiswa Jepang telah beraktivitas bersama BDSG dalam kegiatan homestay di Jogja, dan semester ini giliran mahasiswa Indonesia yang berkunjung kesana. Kegiatannya menyenangkan, banyak pertukaran ilmu, dan kita juga sama-sama berbagi ilmu yang kita miliki dengan warga yang rumahnya kita tumpangi serta ke anak-anak di sekolah yang kita kunjungi, selain itu kita juga mendapat relasi baru.

Memang sejak awal kegiatan ini didesain agar sesama organisasi kebencanaan di negara yang rawan bencana seperti Indonesia dan Jepang dapat saling menyemangati, bertukar ilmu dan menguatkan dalam keberjalanannya, dan diharapkan keberadaan kita juga dapat menyemangati kelonpok lain untuk membuat kegiatan terkait kebencanaannya sendiri di daerah yang belum terjangkau. Satu-satunya hal yang agak disayangkan kita perlu mencari donatur sendiri untuk acara ini. Yah, memang, ini mungkin lebih tepat untuk disebut perkumpulan daripada LSM mengingat kita yang terlibat disini bergerak berdasarkan minat, karena kita memang tidak dibayar untuk aktif disini. Tapi aku lebih suka begini, orang-orang yang terlibat hanyalah yang berminat saja, karena entah kenapa aku merasa suasana di organisasi ini lebih hidup daripada semua organisasi yang ada di kampus. Oke, memang ini bukan organisasi yang besar, tapi setidaknya organisasi ini hidup, dimana anggotanya dapat memberi manfaat, dan dapat belajar berbagai hal-hal yang bermanfaat. Ada juga yang berkata bahwa tidak masalah jika organisasi ini agak kesulitan dalam pendanaan, daripada dana yang didapat menyebabkan kita harus tunduk dan terikat pada pemberi dana. Setidaknya syukurlah, selama aku bergabung di organisasi ini aku merasa bermanfaat🙂

Sampai saat ini, dari sekian banyaknya organisasi, komunitas dan perkumpulan apapun yang pernah kuikuti, hanya ada tiga organisasi yang meninggalkan kesan kuat. Yang pertama adalah fortris, forum silaturahmi rohis. Organisasi lintas sekolah dimana aku turut diajak untuk membuatnya ini memang sedikit merepotkan, tapi ini pertama kalinya aku benar-benar merasa terlibat dalam sebuah organisasi, dari menyusun ad/art, belajar untuk menempatkan orang pada posisi sesuai kemampuannya dan apa akibat jika itu tidak dilakukan dengan baik, mengurus acara lintas sekolah yang bisa menghabiskan waktu di jalan hingga 6 jam, belajar berangkat sekolah jam 5 pagi dan sampai di rumah jam 9 malam, dan banyak lagi. Agak disayangkan memang organisasi ini sudah terancam bubar sekarang karena ada kesalahpahaman dan miskomunikasi pada generasi yang terakhir menjabat, tapi bagaimanapun juga aku selalu menganggap fortris adalah hal yang paling menyenangkan walau merepotkan selama sma. Sampai sekarang pun jaket semi-jas hitam yang menjadi ciri khas fortris pun masih sering kugunakan kemana-mana, jaket yang paling sering kugunakan selama 5 tahun terakhir ini. Prinsip yang mengacu pada Q.S. 47:7 yang kami pegang dan hafal sejak sma pun sampai sekarang selalu menarik untuk dikenang, siapa yang menolong Allah, Dia akan menolongmu dan meneguhkan kedudukanmu. Setidaknya aku lumayan yakin kenapa saat sma aku bisa selamat dan masuk ke universitas yang baik walaupun jam belajarku sangat minim, hahaha. Ah, andai semua orang mau membaca dan mengamalkan🙂 Dan, jika ada organisasi yang bubar, itu bukan disebabkan organisasi itu sudah tidak dapat memberi manfaat, hanya saja saat itu bukanlah masa yang tepat untuk mempertahankan organisasi itu. Percayalah, kenalanku di organisasi itu sudah menjadi orang-orang hebat semua sekarang, ada yang jadi ketua lembaga dakwah fakultas mipa, ketua lembaga dakwah fakultas elektro, wakil menteri pengabdian masyarakat, anggota dewan mahasiswa, banyak dan sulit untuk disebutkan satu-persatu lah. Ya, sulit untuk mengatakan sebuah organisasi berhasil jika orang yang terlibat hanya aktif saat masih berada dalam organisasi, namun jika setelah orang tersebut keluar dari organisasi dia masih menjalankan nilai-nilai baik yang dipegang organisasi itu, itulah organisasi yang berhasil. Dan dalam kasus itu, aku menganggap fortris adalah salah satu organisasi yang berhasil, kita belajar banyak dan berbuat banyak, bahkan sampai saat ini aku malah merasa malu karena pencapaian teman-temanku sudah sangat banyak, dan itu salah satu penyemangat saat sedang down. Berlomba dalam memberi manfaat yang, meski sudah terpisah tetap saja masih tidak mau kalah itu menyenangkan. Dan mengutip Dr. Seuss, “Jangan menangisi apa yang telah berakhir, tersenyumlah karena hal itu sempat terjadi” Bagaimanapun aku tidak bisa membayangkan apa yang terjadi saat ini jika masa smaku tidak seperti yang pernah kulalui😀

Organisasi yang berikutnya adalah skhole. Disini lah aku belajar apa yang membedakan organisasi yang besar atau banyak anggotanya dengan organisasi yang hidup. Diawali dari hobiku berbagi ilmu dengan orang lain, yang kemudian membuatku diajak teman-teman sekelompok pkm di tahun pertama untuk aktif di skhole. Dan uniknya, saat kelompok pkm kami tidak lolos, orang-orang yang mengajakku itu memutuskan untuk menonaktifkan diri semua, hahaha. Aku juga awalnya sempat berniat untuk mengundurkan diri dari skhole, namun entah kenapa saat ingin mundur yang terpikir malah, “kalau yang lain mundur menyebabkan aku juga mundur, bagaimana dengan keberlanjutan organisasi dan pengajar anak-anak ya?” Lagipula, anak-anak yang kuajar itu merupakan anak-anak dari golongan kurang mampu dan berdasarkan perkataan kepala pantinya merupakan anak-anak yang kurang baik hubungannya dengan orangtuanya, entah karena orangtuanya telah meninggal, menjadi tki, atau hal-hal serupa. Dan karena beberapa hal, aku memang lebih mudah merasa terikat dengan orang seperti itu daripada dengan orang yang punya hubungan baik dengan orangtuanya. Tapi alasan ini lebih baik tidak dibahas lah, lagipula kondisi sekarang sudah mulai membaik kok🙂 Haha, dan akhirnya aku menjadi satu dari sedikit mahasiswa yang konsisten ikut dalam kegiatan mengajar, tiap selasa dan kamis malam hampir tidak pernah absen. Beberapa senior ada yang merasa kasihan sih karena aku jadi sering pulang malam (padahal udah terbiasa sejak sma, sehingga aku tidak punya masalah) dan jumat sore aku selalu ada ujian (yap, baru belajar pukul 9, dipotong shalat jumat dan ujian pukul 15. Tapi kondisi yang kuhadapi memang tidak jauh berbeda dengan saat sma, dan nyatanya alhamdulillah ipku masih diatas 3.6, Allah benar-benar tidak pernah mengingkari janji-Nya ya, padahal aku masih sering melanggar perintah-Nya. Miris tiap kali mengingat hal ini ._. Semoga kedepannya aku bisa jadi pribadi yang lebih baik lagi lah, dan waktunya berusaha untuk membuatnya begitu🙂 ). Iya, hanya bermula dari kondisi seperti itu, dan akhirnya malah aku ditunjuk sebagai ketuanya. Hahaha, itu satu-satunya pengalaman resmiku menjabat sebagai ketua organisasi, posisi yang selama ini kuhindari karena kuanggap merepotkan dan entah kenapa kurasa kurang pas denganku yang tidak bertanggungjawab. Sekarang baru lah aku mengerti, amanah itu bukan memilih yang pantas, tapi memantaskan yang dipilih. Sampai sekarang pun itu menjadi perkatan favoritku, kehidupan itu benar-benar pembelajaran dari buaian ibu hingga liang lahat ya🙂 Dan karena aku ditunjuk sebagai ketua yang diminta untuk punya visi dan berbagai hal merepotkan lainnya, kepengurusanku pun memiliki tujuan sederhana, untuk membuat adik-adik yang terdaftar melihat dunia. Dan aku kadang melakukannya dengan spontan. Entah ya, sampai sekarang pun aku masih menganggap manusia itu makhluk yang aneh. Orang sebaik apapun dapat berubah menjadi orang jahat hanya karena sebuah kejadian atau momen, tapi orang sejahat apapun juga dapat berubah menjadi orang baik karena sebuah kejadian atau momen. Dan aku menganggap waktu yang diberikan terlalu singkat untuk menjaga orang tetap baik, maka kenapa kita tidak memanfaatkan waktu yang ada ini untuk merancang kegiatan yang dapat menjadi momen dimana anak-anak ini berlaku baik semua? Kalau ditanya hasilnya bagaimana, aku jelas akan menjawab bahwa banyak kegiatan yang kacau, mewujudkan perkataan memang bukan hal yang mudah, haha. Ada anak yang menjadi lebih buruk, ada juga yang menjadi lebih baik, 2 jam dalam sepekan memang bukan waktu yang signifikan untuk membuat perubahan, dan manusia hanya bisa berusaha untuk menyampaikan pesan. Tapi setidaknya saat momen itu, ada pihak yang berterimakasih, ada tawa, ada kesenangan dan ada pelajaran. Aku tidak menganggap kepengurusanku merupakan periode yang paling baik dan bermanfaat di organisasi itu, bagaimanapun aku memang sering melakukan kegiatan secara spontan dan hanya berdasarkan moodku saat itu meski tujuan kegiatannya memang tidak pernah melenceng dari apa yang kuniatkan saat aku menjabat (dan kadang aku agak bingung dengan orang yang merencanakan rundown kegiatan yang panjang untuk mengajarkan suatu hal, menurutku spontan tidak ada masalah selama tujuan dan hal yang ingin disampaikan ke orang lain tidak pernah berubah dalam tiap kegiatan), tapi aku senang pernah dipercaya dan dapat memberi manfaat ke orang lain walau sedikit. Jika ada hal yang dikritik di kepengurusanku, umumnya itu terkait keputusanku yang membebaskan orang untuk membuat prioritasnya sendiri, meski skhole diprioritaskan terakhir. Yah, setidaknya aku belajar sangat banyak dari skhole, terutama karena pemimpin benar-benar harus bisa melihat segala hal dari sudut pandang yang lebih luas. Repot tapi menyenangkan, kelihatannya itu merupakan kalimat yang menggambarkan kehidupanku secara singkat, hahaha.

Dan BDSG adalah organisasi ketiga yang bisa membuatku mendapat feel seperti itu. Meski awalnya aku ikut karena ada beberapa kondisi yang mengharuskanku belajar tentang kebencanaan, tapi sekarang malah keterusan, hahaha🙂

Dan ketiga organisasi itu menurutku memiliki sebuah kesamaan yang mendasar, orang-orang di dalamnya menjadi dekat seiring waktu dan banyaknya kegiatan yang dirancang dan dibuat bersama. Sampai sekarang aku tidak terlalu nyaman dengan kegiatan yang dinamakan “kekeluargaan” yang diisi dengan bermain-main atau kegiatan yang kurang jelas, hei, aku bahkan tidak punya ketertarikan untuk mengenal orang yang tidak ada kaitannya denganku atau tugasku di organisasi. Aku lebih suka membiarkan kebersamaan timbul dari hal-hal yang kulakukan. Toh orang-orang yang berpendapat sama akan mampir sendiri jika memang ada waktunya jalan yang kita tempuh bersilangan, kenapa harus khawatir?😀

Entah kenapa malam ini aku sedang punya minat untuk napak tilas terkait hal yang pernah kulalui. Just another random night in travel, really. Tapi tiba-tiba terpikir begitu saja, semua ada saatnya. Ada saat untuk belajar memulai, ada saat untuk belajar mengambil keputusan, ada saat untuk belajar memimpin, ada saat untuk bertanggungjawab dan ada saat untuk mengakhiri. Ada saat untuk lahir, dan ada saat untuk mati. Ada saat untuk bertemu, dan ada saat untuk berpisah. Dan ada juga saat dimana aku pergi dari bandung dan saat aku tiba di jakarta, begitu juga sebaliknya. Semua ada saatnya, dan kenapa perlu khawatir jika sekarang belum saatnya aku berangkat ke jakarta? Mungkin ada hal lain yang perlu kulakukan dahulu, Allah selalu punya rencana kan?

Awalnya memang aku kecewa karena terlambat sampai di pool, dan kerandomanku membuatku mampir di sebuah minimart. Baru sadar juga kalau ternyata mulai banyak promo yang berhubungan dengan hari kasih sayang, salah satunya yang kulihat di minimart itu adalah promo beli 1 gratis 1 oreo 137gr seharga Rp6250. Hahaha, anak kosan yang butuh cemilan kalau dihadapkan dengan harga segitu sih bisa kalap, lagipula lumayan kalau 50ribu bisa ditukar dengan 16 bungkus oreo, haha. Jual sebungkus 5ribu, untung 30ribu, hahaha. Yah, setidaknya snack stock di bulan ini sudah terisi ulang, yay!
Dan seperti biasa, di perjalanan pulang barulah waktu untuk memikirkan “apa aku perlu sebanyak ini?” tiba. 2.2kg bukan jumlah yang sedikit, apalagi bagi orang yang alergi (tapi tetep hobi untuk makan) makanan yang mengandung coklat sepertiku. Setidaknya, makanan tetap lah makanan, dan bisa dimakan. Aku tidak perlu khawatir yang kubeli ini akan sia-sia.

Karena berat, aku memutuskan untuk kembali ke kosan dulu, dan saat itu lah aku terpikir untuk memberikan ke beberapa tetangga kosan. Tidak ada salahnya berbuat baik pada tetangga kan? Lagipula, mungkin dalam waktu dekat malah aku yang akan merepotkan mereka karena aku tidak punya software DIALux yang menjadi bagian vital dalam tugasku untuk membuat simulasi pencahayaan ruangan. Entah, yah, setidaknya saling berbuat baik saja lah, karena memang kelak aku juga akan merepotkan mereka, hahaha.

Dan satu hal yang perlu diperhatikan, setelah pemberian dilaksanakan justru kita mulai merasa lebih enak untuk mengobrol, entah apa yang terjadi, mungkin skenario Allah sedang berputar, itu saja.

Dan setelah itu barulah saatku pergi dari bandung tiba. Semua memang ada saatnya ya🙂

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s