Pertanyaan

Mana yang lebih banyak di semesta ini, jumlah pasir dan debu di bumi (baik di permukaan ataupun di bawah tanah) atau jumlah bintang yang ada di langit? Hahaha, tetiba terpikir pertanyaan itu setelah mengunjungi salah satu web yang ada di bookmark, http://xkcd.com/, sebuah webcomic (komik di internet) yang membahas sarkasme, matematika (dan teknologi), bahasa (termasuk bahasa pemrograman) dan romansa. Oke, mungkin agak terkesan “geeky” dan “nerdy”, atau memang kesannya begitu. Tapi menyenangkan membacanya, sejak mengikuti ini sekitar setahun lebih, selalu ada ilmu atau wawasan baru yang kudapat, meski aku sendiri masih mempertanyakan kebermanfaatannya, ah, sudahlah. Ilmu tetaplah ilmu, cara menggunakannya adalah masalahmu.

Salah satu tab yang sering kubuka adalah tab “What If?” di http://what-if.xkcd.com/, yang menjawab pertanyaan terkait kondisi asal tergantung imajinasi penanya dengan simulasi dan ilmu eksak. Yah, dari web ini setidaknya kekhawatiranku adanya invasi dari pasukan robot yang lepas dari kendali manusia seperti di film-film berkurang, bahkan hampir hilang. Hei, ketahuilah bahwa para peneliti pun masih kesulitan untuk membuat robot yang dapat bergerak secara terus-terusan. Selain itu, robot menggunakan bahan bakar yang tidak sedikit, selama kita bisa menemukan tempat persembunyian yang tepat dan bersembunyi dalam waktu yang lumayan lama, bahan bakar akan segera habis sebelum pasukan robot sempat merancang pembangkit listrik baru. Setidaknya mengingat pembangkit listrik tenaga surya belum bisa memberi tenaga dalam jumlah besar, pembangkit listrik tenaga air berada di tempat yang sulit terjangkau dan kondisi masih seperti yang digambarkan di http://what-if.xkcd.com/5/, percayalah, itu hanyalah paranoia.

Ah, akhir-akhir ini tugas sudah bertambah banyak, dan persiapan ke jepang juga harus diurus lebih serius, mengingat perkataan temanku bahwa di jepang koneksi wifi tidak terlalu banyak jumlahnya, kelihatannya akan lebih aktif di dunia nyata hingga pekan pertama maret, dan tulisan hanya menjadi ide-ide gila di kepala atau disimpan di laptop dan diunggah hanya saat sedang ingin saja. Tapi sebagai manusia, selalu muncul pertanyaan-pertanyaan gila yang seolah untuk menuntut dijawab, seperti pertanyaan tadi yang mungkin tidak ada gunanya sama sekali, apa gunanya mengetahui jumlah pasir yang ada di bumi dan jumlah bintang yang ada di semesta? Otakku sih sudah bertanya lagi kenapa orang yang menemukan bintang punya hak untuk memberi nama bintang tersebut dan pasir tidak ada yang diberi nama? Oh, sayang, shalat jumat kurang dari setengah jam lagi, tidak bisa membuat racauan yang panjang.

Oke, mari meracau dengan singkat, banyak sekali pertanyaan yang dapat timbul. Dari pertanyaan absurd tentang semesta, pertanyaan galau tentang perasaan, pertanyaan bingung tentang ketidaknyamanan dan berbagai jenis pertanyaan lainnya. Lalu aku mencoba mengingat pada jaman dahulu, saat islam baru mulai diturunkan, semua orang bertanya pada Rasulullah saw mengenai ini dan itu, ada yang bertanya mengejek, ada yang bertanya penasaran, dan Rasulullah pun belum bisa menjawab semuanya saat ditanyakan, seperti pada surat Al-Kahfi yang menceritakan saat Rasulullah ditanya tentang ashabul kahfi. Dan orang-orang mukmin pun dipesankan untuk bertanya saat Al-Quran diturunkan agar tidak merepotkan Rasulullah saw, aku lupa di surat mana ayat berapa, kebiasaan mengingat data dan melupakan sumber kadang memang tidak terlalu dapat dipercaya, sangat disayangkan.

Tapi dari sekian banyaknya pertanyaan yang kita punya, mungkin tidak semuanya akan terjawab dengan benar saat kita hidup. Coba tanyakan standar cantik bagi orang mesir di zaman dahulu, karena orang di zaman ini tidak terlalu suka pada wanita dengan keliling lingkar perut yang panjang (atau kita sebut gemuk) yang dahulu sangat populer di mesir karena dianggap dapat punya banyak anak. Teori bumi itu datar seperti pizza atau geosentris (semua benda langit mengelilingi bumi) pun dulu juga ramai dibicarakan dan dipercaya sebelum teori yang saat ini kita percaya dibuktikan. Bukan berarti orang jaman dahulu bodoh atau semacamnya, itu hanya solusi yang mereka dapatkan dari apa yang mereka perhatikan sehari-hari, mungkin di masa depan generasi ini juga akan dianggap begitu. Mungkin saat ini organisasi ini masih begini, pelajaran ini masih membahas sebatas itu, daerah ini masih seperti itu saja, tapi seiring bertambahnya pertanyaan semua akan berubah.

Dan perlu kita ketahui, dari sekian banyaknya pertanyaan yang ada saat ini, mungkin tidak semuanya ditakdirkan untuk terjawab saat ini juga. Mungkin kita tidak akan pernah tahu teknologi yang lebih maju daripada internet seperti apa, mungkin kita tidak pernah tahu perasaan orang yang kita suka seperti apa, mungkin kita tidak tahu bagaimana cara orang-orang berkompromi dengan situasi dimana mereka harus memulung untuk bertahan hidup, dan ada banyak sekali hal yang mungkin tidak akan pernah kita ketahui. Tapi, bukankah menemukan jawabannya, terlepas dari benar atau salah, membawa kesenangan tersendiri?🙂

Ya, mungkin tidak semua pertanyaan ditakdirkan untuk terjawab, tapi menikmati sisa hidup yang ada dengan berusaha mencari jawabannya juga bukan pilihan yang buruk kan?

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s