Godzilla

Aku ingin punya Godzilla sebagai binatang peliharaan. Beberapa mungkin lebih memilih binatang lain, sebut saja kucing, unggas, hamster, anjing, tapi tetap saja aku ingin punya Godzilla-ku sendiri.

Kenapa?

Aku bosan dengan daerah yang padat, gedung tinggi menjulang dimana-mana, kendaraan memenuhi tiap ruas jalan, kehidupan yang serba cepat dan tidak sabaran. Aku tidak tertarik dengan orang-orang yang menggeneralisir seorang oknum berdasarkan kelompok atau kegiatan yang dia ikuti tanpa berusaha memahami jalan pikirannya terlebih dahulu. Aku muak dengan fanatisme dan kebencian berlebih pada sebuah golongan, terlepas dari golongan apapun itu. Lihat saja kondisi politik saat ini, pemilu hampir tiba, semua ramai berkicau. Menjelek-jelekkan tokoh dari partai yang tidak didukung dan memuja-muja kebaikan tokoh yang didukung, cepat panas jika ada yang mencoba memberikan kritik dan saran atau mengingatkan, partai dengan latar belakang sama saling bersaing memperebutkan suara padahal tujuan akhir mereka harusnya sama, padahal belum tentu oknum yang didukung memang lebih baik daripada yang lain.

Dan aku merasa saat ini Godzilla adalah binatang peliharaan yang dibutuhkan.

3. Godzilla vs. Destoroyah
Sumber Gambar: http://www.pastemagazine.com/blogs/lists/2014/03/rank-all-monsters-ever-godzilla-movie-from-worst-to-best.html?p=3

Hancurkanlah sebagian besar dari gedung tinggi dan kendaraan, sebar rasa takut pada para penduduk agar mereka mengisi daerah-daerah lain yang lebih sepi, syukurlah jika mereka bahkan mampu menjadikan daerah itu berkembang ke arah yang lebih baik. Ciptakanlah musibah dimana tidak ada lagi golongan yang dapat memberikan pertolongan atas nama kelompok atau oknum tertentu, dimana semua orang dari golongan apapun sadar bahwa mereka butuh bantuan dari semua orang dan menjadi komunitas yang baik untuk bertahan hidup, dimana semua orang sadar pentingnya berbagi dan perlu adanya aturan agar semuanya terkendali sehingga aturan yang ada tidak dipedulikan.

Ajarkanlah para manusia yang belum mengerti bahwa memiliki kekuasaan bukan berarti bebas bertindak sesuka hati dan seenaknya sendiri. Ya, manusia saat ini terlalu berlebihan. Menjadi khalifah di muka bumi bukan berarti bebas merusak kehidupan makhluk lain demi dirinya sendiri. Hutan di Riau? Berapa banyak hewan yang telah punah seperti Burung Dodo? Penebangan hutan semena-mena? Pembuangan limbah seenaknya?

Apakah manusia akan bertahan? Aku yakin akan hal itu. Sebagai makhluk yang dianugrahi kelebihan berupa akal untuk berpikir, mengolah informasi dan membuat strategi, aku yakin manusia akan menemukan cara. Krisis pada masa penjajahan dulu mungkin jauh lebih berat, mengingat musuh yang dihadapi bukanlah kadal raksasa seukuran gedung pencakar langit yang dapat dilihat dari berkilo-kilometer jauhnya, namun sesama manusia yang lebih sulit untuk dideteksi keberadaannya dan punya strategi. Kita telah bertahan, dan meski tidak mudah, aku lumayan yakin pada kemampuan sebagian besar manusia untuk bertahan hidup, walau mungkin kemampuan tersebut hanyalah insting belaka.

Tapi hal yang masih membuatku heran pada beberapa orang adalah, perlukah seekor Godzilla di tengah Kota Jakarta atau sebuah bencana besar untuk mengajarkan manusia pentingnya hal-hal tersebut?

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s