Profile Picture

Tetiba buka catatan-catatan lama yang belum dihapus selagi blog belum aktif lagi. Dan kebetulan menemukan tulisan ini, yang entah bagaimana sangat sesuai dengan topik bahasan tadi. Setidaknya di tengah kesibukan saat turun dari organisasi, ada dokumentasi selain pemikiran tentang ciTA, cinTA, air maTA, dan perjuangan untuk harTA, tahTA dan waniTA. Ck, sebenarnya bukan cuma itu topik yang ada, namun di tengah kesibukan TA yang mencakup semua pemikiran itu, topik-topik itu malah sering terlintas dalam pikiran. Haruskah aku menggalaukan TA yang kukerjakan sekarang? ._.

Ah, sudah lah.

————————————————————————————–

Orang yang terhubung denganku di dunia maya mungkin akan sadar bahwa aku punya kecenderungan menggunakan profile picture yang sama di tiap media sosial.

164645_10200169267927402_1433309774_n

Dan sempat ada sahabatku yang menanyakan kenapa aku menyukai gambar yang suram seperti ini, hahaha.

Entah kenapa, aku menyukainya. Aku masih menganggap sosok yang keren itu tidak selalu merupakan tokoh yang selalu tampil menjadi pusat perhatian dengan semua cahaya menyorot padanya, dimana tingkahlakunya diperhatikan dan dicontoh oleh banyak orang, kata-katanya mampu menginspirasi dan menggerakkan ribuan aksi, kharismanya mampu mempengaruhi semua khalayak di sekitarnya. Ya, mereka memang keren dalam caranya tersendiri, tapi aku menganggap ada yang lebih keren daripada mereka, setidaknya menurut pendapat pribadiku. Hei, tiap orang punya kebebasan untuk berpendapat kan?

Orang-orang yang kumaksud adalah mereka yang terus berjuang di tempat yang tidak tersorot cahaya. Mereka yang terus berjuang walaupun minim mendapat apresiasi dari massa, mereka yang menyembunyikan sebagian besar tindakan baiknya dan mungkin hanya menampilkan sebagian kecil untuk dijadikan pelajaran bagi orang yang memperhatikan, mereka yang terus memberikan manfaat yang dinikmati oleh banyak orang tanpa disadari keberadaannya, mereka yang berjuang dengan caranya tersendiri untuk menebar kebaikan.

Dan mereka sering kita temui atau lewati. Sebagaimana jantung yang tak terlihat tapi terus berdetak dan memberikan kesempatan untuk memberi makna pada kehidupan, coba lihat penyapu jalan atau pengemudi truk sampah yang terus memperjuangkan kebersihan kota, para pekerja di tempat daur ulang sampah dan para penguji batas emisi yang berusaha menekan jumlah polusi, para guru dan dokter yang mengabdikan dirinya di tempat terpencil demi kesejahteraan hidup warga disana, orang-orang dengan tindakan heroik yang tidak terpublikasi, orang-orang yang bertahan memperjuangkan apa yang dia percaya saat orang-orang mulai kehilangan harapan dan mundur satu persatu, dan itu hanya sebagian kecil dari sosok-sosok hebat yang mungkin terlewatkan dari penglihatan kita.

Tidak sedikit yang berkata bahwa saat ini kegiatan baik harus terus dipublikasikan, untuk mengimbangi jumlah kegiatan buruk yang sudah tercatat di media. Ada benarnya. Tapi semua orang punya caranya tersendiri untuk memberikan manfaat, tidak masalah jika cara mereka adalah memperlihatkan kebaikannya agar bisa ditiru oleh orang lain, tapi mungkin tidak semua menyukai metode tersebut. Dan dalam kasus itu, bagaimana jika orang-orang yang mampu menunjukkan kebaikan menambah jumlah kebaikannya untuk menutupi orang-orang yang tidak ingin terungkap amalan baiknya? Memang mungkin akan muncul berbagai kesan seperti pencitraan dan mencari muka, namun apa salahnya melakukannya dalam kebaikan?

Yang kusuka dari gambar tersebut adalah keberadaan sosokku di tengah cahaya yang suram, melihat ke arah orang-orang baik yang sedang tersorot cahaya terang. Aku sudah kehilangan minat untuk mengikuti mereka masuk ke dalam sorotan cahaya itu, sudah bukan waktunya. Tapi aku yakin mereka yang berada di tempat dengan intensitas cahaya yang tinggi akan mengalami kesulitan untuk melihat segala hal yang ada di tempat dengan intensitas cahaya yang lebih rendah, berbeda denganku yang sudah terbiasa dan mampu melihat segala hal yang ada di tempat dengan intensitas cahaya yang setara atau lebih tinggi. Seperti bagaimana pencahayaan sebuah ruangan memberikan privasi bagi orang-orang di zona yang lebih suram dibandingkan dengan zona lain yang mengelilingi zona tersebut. Setidaknya aku bisa membantu mereka membereskan masalah yang luput dari pandangan mereka, membiarkan mereka berfokus menyelesaikan masalah yang mereka sadari.

Mungkin itu penyebab aku menyukai gambar tersebut. Sebagai pengingat terhadap hal yang bisa kulakukan. Dan juga sebagai pengingat bahwa ada orang yang berjuang dalam kegelapan yang lebih pekat dan memperhatikanku dengan pikiran serupa.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s