Golongan (Setengah) Putih

Terkadang saat niat baik bertepuk sebelah tangan merupakan saat kesungguhan benar-benar diuji. Baru saja memutuskan pilihan untuk lusa, dan saat ke kecamatan untuk mendaftarkan diri, nomor ktpku belum terdaftar. Mungkin ada hubungannya dengan e-ktp yang sudah kuurus sejak tahun lalu dan sampai sekarang masih belum dapat diambil karena datanya tidak dapat ditemukan, harus kuurus ulang. Dan agak membingungkan, apakah ini karena manajemen database yang kurang baik atau aku memang punya masalah dan dianggap warga negara ilegal? ._.

Entah bagaimana agak kecewa saat negara yang kuanggap rumah sendiri tidak mengakuiku sebagai penduduknya. Oke, separuhnya salahku karena terlalu lama memikirkan seperti apa yang akan terjadi saat memilih partai tertentu atau golput, terlalu biasa membuat keputusan di saat mendesak atau detik-detik terakhir.

Ada informasi bahwa aku masih bisa memilih jika mengurus surat keterangan domisili ke rt/rw setempat, yang perlu dibawa ke tps, dan perlu dilakukan besok kalau lusa mau ikut memilih. Tapi sekarang jadi terpikir. Dari sekian banyaknya warga negara yang memilih untuk menjadi golongan putih, berapa banyak warga yang terpaksa seperti itu karena kesulitan (atau malas karena merasa sulit) mengurus birokrasi? Punya kepedulian, tapi belum cukup untuk membulatkan tekad mengurusnya sampai tuntas. Pantas kah mereka disebut golongan putih? Atau mungkin golongkan saja mereka ke golongan (setengah) putih, mengingat mereka tidak sepenuhnya abai terhadap perpolitikan, dan mungkin akan aktif jika birokrasinya dipermudah atau informasinya tersampaikan ke semua.

Jadi teringat seniorku kemarin, yang memutuskan untuk tidak memilih karena bingung dengan jalur birokrasinya. Mungkin golongan ini memang jumlahnya tidak sebanyak orang-orang yang kecewa pada sistem yang digunakan atau tingkah laku partai-partai yang ada saat ini, tapi sesignifikan apa suara mereka? Kampanye untuk tidak golput memang sudah gencar dilakukan. Namun jika sistem pemilu bagi warga yang berada di daerah lain juga dipermudah, mungkin hasilnya akan lebih baik lagi. Yah, mungkin saja kan?

Cuma pikiran yang mendadak terlintas, tapi semoga saat pemilihan presiden nanti sistem yang digunakan dapat menjadi lebih baik lagi. Dan semoga yang terbaik lah bagi Indonesia🙂

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s