Memandang Perbuatan Diri

Belum lama ini diingatkan oleh seorang kawan terkait memandang perbuatan diri. Pengingatnya bagus, agak disayangkan sumbernya terlupakan. Semoga bermanfaat🙂

————————————————————————————–

Jika Allah membukakan pintu qiyamul lail untukmu, maka janganlah memandang orang-orang yang sedang tidur dengan pandangan yang remeh.

Jika Allah membukakan pintu puasa untukmu, maka janganlah memandang orang-orang yang makan dengan pandangan yang remeh.

Dan jika Allah membukakan pintu pintu Jihad untukmu, maka janganlah kamu pandang remeh orang-orang yang berdiam diri…

Karena boleh jadi orang yang tidur, orang yang makan (tidak berpuasa), dan orang yang berdiam diri (tidak ikut jihad) itu lebih dekat kedudukannya di sisi Allah daripada dirimu.

Ibnul Qayyim berkata:

“Sungguh jika kamu tidur di malam hari dan berpagi hari dalam keadaan menyesal (karena tidak qiyamul lail), itu jauh lebih baik daripada kamu bermalam lalu bangun untuk melaksanakan qiyamul lail namun berpagi hari dalam keadaan bangga diri. Karena sesungguhnya orang yang ujub amalnya tidak diangkat (tidak diterima) atasnya.” (Madarijus Salikin 1/177)

Bismillahir-Rahmaanir-Rahim … Nabi Nuh alaihissalam belum tahu banjir akan datang ketika ia membuat kapal dan ditertawai kaumnya …

Nabi Ibrahim alaihissalam belum tahu akan tersedia domba ketika pisau nyaris memenggal buah hatinya …

Nabi Musa alaihissalam belum tahu laut akan terbelah saat dia diperintah memukulkan tongkatnya …

Baginda Nabi Muhammad Shalallahu alaihi wasallam pun belum tahu kalau Madinah adalah Kota Tersebarnya Ajaran yang dibawanya saat beliau diperintahkan berhijrah …

Yang Mereka Tahu adalah bahwa Mereka harus Patuh pada perintah Allah Subhanahuwata’ala dan tanpa berhenti Berharap yang Terbaik ..

Biasanya Tangan-tangan ALLAH Bekerja di detik-detik Terakhir dalam Usaha Hamba-Nya …

So, Never Give Up, Do your best …
Tetap HUSNUDZON kepada ALLAH apapun yang terjadi …
ALLAH berfirman: “Boleh jadi kamu membenci sesuatu, padahal ia amat baik bagimu, dan boleh jadi pula kamu menyukai sesuatu, padahal ia amat buruk bagimu Allah mengetahui sedang kamu tidak mengetahui.” (Qs. Al Baqarah : 216)

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s