Akustik Ruang Kelas

Tugas utsku kemarin dipublikasi dosen, terkait perancangan akustik ruang kelas. Ada sebuah gedung yang kureview, tapi berhubung izinnya tidak resmi lebih baik yang kutulis lebih baik perancangan akustik ruang kelas secara keseluruhan saja🙂

Bagi yang tertarik melihat reviewku pada sebuah gedung bisa juga mengunjungi blog dosenku, http://jokosarwono.files.wordpress.com/2014/03/laksamana-hanif.pdf

Kebutuhan untuk belajar telah menjadi kebutuhan yang umum dewasa ini, pendidikan bukan lagi sekedar hak bagi golongan tertentu saja, seperti orang-orang kaya ataupun golongan muda dari bangsa penjajah. Dan pendidikan bagi generasi muda Indonesia merupakan hal yang penting, mengingat bangsa ini memerlukan sumber daya manusia yang cakap dan handal dalam membangun masyarakat dari berbagai aspek, baik itu aspek ekonomi, teknologi, sosial, budaya, keamanan ataupun aspek-aspek lainnya. Maka, sebuah ruang yang dapat digunakan banyak orang untuk belajar adalah keharusan, khususnya mengingat jumlah generasi muda Indonesia yang membutuhkan pendidikan tidak sedikit.

Namun, ada beberapa hal yang perlu diperhatikan dalam merancang akustik ruang kelas, khususnya kelas dengan kapasitas murid atau pendengar dalam jumlah banyak. Jika akustik ruangan yang digunakan sebagai ruang kelas buruk, hal ini dapat berpengaruh terhadap aspek-aspek berikut yang kurang dari pendengar atau mahasiswa:

1. Pemahaman terhadap informasi dalam suara
2. Kemampuan membaca dan mengeja
3. Perilaku di dalam ruang kelas
4. Perhatian yang diberikan pada sang pemberi materi (atau dosen)
5. Konsentrasi
6. Pencapaian akademik[1]

Dan hal ini bahkan dapat memperburuk pemahaman yang dimiliki murid dengan beberapa masalah atau disabilitas seperti:

1. Kemampuan mendengar yang kurang atau tidak baik
2. Pendengaran yang terganggu sementara
3. Disabilitas dalam belajar
4. Kekurangan dalam memproses informasi auditori
5. Murid dengan bahasa induk yang berbeda dengan bahasa yang digunakan pembicara
6. Penundaan suara atau bahasa
7. Kesulitan memberikan perhatian[1]

Hal berikutnya yang akan dibahas adalah gangguan dalam akustik ruang. Dalam ruang kelas, ada tiga hal yang perlu diperhatikan agar pendengar dapat menerima informasi dengan baik[2], yaitu:

1. Ambient Noise
Ambient Noise adalah noise atau suara gangguan yang terdengar sebagai suara latar, dapat berasal dari dalam ruangan ataupun luar ruangan. Baik itu bunyi hujan atau kendaraan dari luar ruangan, dengung dari laptop, ballast lampu atau peralatan elektronik lainnya, suara percakapan antara manusia di dalam ruangan dan lain sebagainya.

2. Reverberation
Reverberation adalah dengung yang dihasilkan saat ada suara yang dibunyikan di dalam ruangan tersebut. Dengung yang dibutuhkan bagi ruang kelas dimana semua suara harus mampu terdengar secara jelas dengan gedung konser yang perlu bunyi dengung agak lama sebagai efek musik itu berbeda.

3. Signal to Noise (SNR) Ratio
Signal to Noise (SNR) Ratio pada dasarnya adalah seberapa keras suara sang pembicara, jika dibandingkan dengan berbagai noise yang ada di dalam ruangan tersebut. Hal ini akan sangat berpengaruh terhadap pemahaman dari apa yang ditangkap pendengar. Khususnya jika pendengarnya merupakan anak-anak yang belum mengerti suara mana yang perlu difokuskan untuk didengarkan, dan mudah terdistraksi oleh suara-suara yang ada di sekitarnya. Dalam hal ini, posisi duduk pendengar juga berpengaruh, sebagaimana hukum inverse square law yang berlaku.

Untitled
Skema Inverse Square Law[2]

Tebal berikut mencakup berbagai standar yang diterapkan oleh beberapa standar yang ada dalam dunia akustik di ruang kelas

Untitled
Tabel Standar Komponen Akustik di Ruang Kelas[2]

Namun, untuk meningkatkan kejelasan suara atau akustik di ruang kelas demi ketersampaian materi yang lebih baik, ada beberapa hal yang dapat dimodifikasi[3], yaitu:

1. Modifikasi Eksternal
Dalam hal ini, modifikasi eksternal berfungsi sebagai penyerap atau pengendali noise yang berasal dari luar ruangan, khususnya jika kita mengetahui arah bangunan atau lokasi yang potensial untuk menjadi sumber noise yang dapat mengganggu keberlangsungan proses belajar. Modifikasi tersebut tidak hanya berasal dari bentuk bangunan saja, bisa juga dengan meletakkan gundukan tanah atau menanam pepohonan untuk mengurangi pengaruh noise.

2. Langit-langit
Langit-langit merupakan cara paling efektif untuk menyerap noise berfrekuensi sedang atau tinggi. Selain itu langit-langit yang diatur dengan baik juga dapat mengarahkan atau memfokuskan suara ke tempat yang diinginkan sang perancang.

3. Lantai
Selain langit-langit, lantai juga bisa dimodifikasi. Misalnya dengan meletakkan karpet untuk meredam noise berfrekuensi tinggi dari suara atau pergerakan pendengar atau furniture dan perlengkapan yang ada di dalam ruangan.

4. Jendela
Jenis jendela yang digunakan juga akan memberikan pengaruh yang signifikan terhadap berapa banyak suara yang masuk, serta berapa banyak cahaya matahari dan panas yang ditransmisikan sehingga dapat menentukan apakah perlengkapan seperti Air Conditioner yang mengeluarkan noise akustik perlu digunakan atau tidak.

5. Pintu dan Dinding
Pintu dan dinding dengan permukaan yang reflektif atau memantulkan suara dapat diatur dengan beberapa cara, seperti dengan membuat permukaannya tidak rata dan menjadikannya diffuser yang menyebarkan suara ke segala arah, memberi tambahan gorden untuk meningkatkan kemampuan menyerap suara noise dan mengurangi waktu dengung, dan lain sebagainya.

6. Penataan Tempat Duduk dan Furnitur
Tubuh manusia memiliki permukaan yang menyerap suara. Merancang tempat duduk dengan mempertimbangkan atau mensimulasikan kondisi ruang dalam keadaan penuh akan sangat membantu dalam kejelasan akustik yang diterima seluruh ruang. Selain itu, beberapa furniture seperti jam dinding yang berdetak juga dapat memberikan noise tambahan sendiri bagi ruangan.

7. Ventilasi
Sistem HVAC (Heating, Ventilating and Air Conditioning) merupakan sumber noise yang signifikan, karena itu harus diletakkan sejauh mungkin dari pendengar atau perlengkapan elektronik yang dapat terkena pengaruh.

8. Pencahayaan
Beberapa luminer mengeluarkan noise yang konstan, baik dari segi ballast ataupun komponen lainnya. Noise dapat dikurangi dengan meletakkan lampu di dalam rumah (seperti celah khusus untuk lampu) di dalam langit-langit.

9. Area dengan Tujuan Tertentu
Daerah seperti lokasi papan mading atau rak buku juga dapat diposisikan sedemikian rupa untuk mengurangi waktu dengung ruangan serta menghalangi noise dari beberapa sumber di dalam ruang kelas seperti AC.

Yang jelas, ada baiknya jika kita dapat merancang sebuah ruangan dengan akustik yang efektif dalam menyampaikan materi, khususnya bagi pendengar dalam jumlah banyak dengan mengetahui semua hal ini. Masih banyak hal yang perlu dikerjakan dan dilakukan, dan pekerjaan seperti tugas membangun bangsa akan lebih mudah dibereskan jika orang-orang yang terlibat memiliki kapasitas dan ilmu yang memadai dalam melakukannya, bukan?

Satu pemikiran pada “Akustik Ruang Kelas

  1. penting banget iniiiiiiiii

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s