Bersujudlah

Teringat perkataan seorang senior, dan seorang sahabat, dahulu saat aku menceritakan masalahku padanya dan alasanku segan meminta pertolongan pada orang lain sehingga memilih bercerita ke dia.

Dalam Surat Al-Fatihah di ayat ke-5, ada pernyataan “Hanya Engkaulah yang kami sembah dan hanya kepada Engkaulah kami meminta pertolongan.” Kakak bukan ahli tafsir yang bisa berbicara banyak tentang hal ini. Tapi mungkin ini pengingat, bahwa tak peduli sehebat apapun seorang manusia, dia pasti akan membutuhkan pertolongan. Tapi, kakak menganggap kakak bukan orang yang pantas untuk memberikan saran dalam hal ini. Kakak tidak tahu kondisi lengkap dari masalahmu dan kakak juga tidak punya pengalaman di bidang ini, coba lah memohon pada-Nya. Siapa lagi yang lebih pantas memberikan pertolongan selain Dia? Dia Maha Kuasa, Maha Menghitung, Maha Pengasih lagi Maha Penyayang, kamu tahu bahwa dalam penciptaan alam semesta Dia tidak bermain dadu kan, tidak asal-asalan? Semuanya penuh perhitungan, dan kakak yakin Dia juga lebih tahu bagaimana masalahmu dapat diselesaikan.

Saat aku menceritakan kepenatanku dalam menghadapi masalah dan mempertanyakan kapan masalahku akan terselesaikan, mengingat cara kerja Dia lumayan “misterius”, dia pun menjawab.

Bersujudlah, kamu hanya lelah karena terlalu banyak masalah yang dipikirkan. Memang sekedar bersujud tidak akan menyelesaikan apapun, tapi setidaknya kamu dapat melepas penat sejenak dan mengumpulkan kekuatan sebelum mulai menyelesaikan masalah. Memang nasib suatu kaum tidak akan berubah selama kaum itu tidak mau merubahnya, karena itu kau bisa melanjutkan pertempuranmu setelah itu. Bertanya lah pada orang lain, cari lah orang-orang yang punya pengalaman dan tanyakanlah apa yang waktu itu mereka lakukan, pelajari lah lagi detail masalahmu mengingat mungkin ada beberapa hal yang terlewatkan, dan berusahalah sebisa dirimu dalam menjalani masalah ini. Berdoa dan berusaha semaksimal mungkin, bukankah itu yang dinamakan ikhtiar?

Dan sekarang sedang bingung, kenapa ya kemarin-kemarin lupa dengan konsep ikhtiar ini saat kondisi sedang banyak masalah? Hahaha, sudah lah. Ada masalah? Bersujudlah🙂

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s