Bahagia

Bukankah bahagia itu sederhana?

Sesederhana keju bubuk yang bertaburan dan memberi warna kuning seolah emas diatas selembar roti ataupun semangkuk mi instan, yang selalu kupandang dengan takjub meski belum tahu bagaimana rasanya kelak.

Sesederhana tarian patung yang keluar dari jam saat jarum panjang melalui angka 12 yang seolah menyihir siapapun yang melihat untuk larut dalam kegembiraan yang tergambar pada tiap dentang nadanya.

Sesederhana sebuah lahan kosong dan sebuah bola, dengan sepasang alas kaki sebagai tiang gawang yang tinggi kita imajinasikan menyesuaikan tinggi lompatan sang penjaganya, dengan keputusan masuk atau tidak berdasarkan apa yang kita rasa.

Sesederhana keindahan panorama alam yang kulalui saat sedang berjalan-jalan random ketika sedang ingin, selalu ada keindahan dan pelajaran kemanapun kaki ini melangkah.

Sesederhana diskusi kita tentang berbagai hal, entah itu masa depan, pendidikan, perkembangan teknologi, kondisi dunia energi saat ini, politik, sistem, apa yang kita bisa lakukan, dan berbagai topik serupa. Sangat mungkin daftar topik ini akan bertambah panjang seiring banyaknya diskusi yang melibatkanku, dengan siapapun itu.

Sesederhana saat-saat kita bersama, mencoba memberi manfaat kepada orang lain, meski aku tak menyangkal perlu tingkat kesabaran dan komitmen yang tinggi untuk dapat terus melakukannya. Dan aku senang ada beberapa orang yang memilikinya dan mampu bertahan, beberapa orang yang kuhormati dan kukagumi dalam beberapa hal yang selalu menjadi inspirasi dan motivasi di kala lelah dan bosan.

Sesederhana menghargai hal-hal sederhana yang biasa muncuk di kehidupan sehari-hari kita seperti itu.

Jadi teringat sebush vocab baru dari pelajaran bahasa inggris tadi, exotic, atau eksotis. Sahabatku berkata bahwa definisi eksotis dalam KBBI adalah memiliki daya tarik khas karena belum banyak dikenal umum. Dalam hal itu, kelihatannya butiran keju, tarian patung di dalam jam dan berbagai hal sederhana lainnya pasti lah eksotis.

Mungkin orang-orang yang paling berbahagia adalah orang-orang yang paling sederhana dalam menjalani kehidupannya. Bukan orang-orang yang terjebak dalam rutinitas harian yang itu-itu saja, tapi orang-orang yang mengatakan apa yang dia ingin katakan, melakukan apa yang dia ingin lakukan, dan melaksanakan tindakannya dengan sepenuh hati. Bukankah bahagia itu sederhana?

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s