Komunikasi

Komunikasi

Nah ._.

Salah satu kejadian yang lumayan umum terjadi, setidaknya berdasarkan pengalaman pribadi. Selalu ada manusia yang ingin didengar atau dituruti tanpa memperhatikan pendapat lainnya, atau pandangan lawan bicaranya, baik itu di tengah hingar bingar keramaian di tengah kota, maupun di dalam sunyi senyap di pinggiran desa.

Hanya mendengar kalimat secukupnya, setidaknya cukup untuk membalas perkataan, atau menghancurkan argumen pihak lain, dengan pemikiran sederhana,

“Justru karena hal ini benar saya begini”

Di dunia yang penuh dengan warna abu-abu, dimana tiap opsi merupakan perpaduan putih dan hitam, orang-orang yang hanya ingin melihat putih sembari menafikan adanya hitam dan orang-orang yang hanya ingin melihat hitam sembari menafikan adanya putih mungkin akan menjadi dua kutub pendapat yang akan terus berperang hingga salah satu golongan dinyatakan habis, sehingga pendapatnya menjadi kebenaran berdasarkan hukum mayoritas.

Yah, momen seperti tahun pemilihan umum dilaksanakan ini menunjukkan banyak perdebatan dari kedua golongan itu kan? Baik dalam membahas presiden, partai, atau mungkin organisasi massa juga. Meskipun kadang kita sadar argumen yang diungkapkan dari kedua belah pihak patut ditertawakan karena ketidakvalidan data, kebencian semata, bukti yang tidak pasti ataupun mengandalkan imajinasi dalam pendapatnya, tetap saja berkeras bahwa mereka tidak akan memegang pendapat itu kalau tidak benar.

Tapi, meski miris mengetahuinya, kadang perdebatan mereka juga dapat jadi hiburan yang menarik. Yah, segala sesuatu punya sisi baik maupun sisi buruk kan?🙂

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s