Menikmati Kehidupan

Dan sejak menerima kenyataan bahwa baru bisa wisuda oktober, kegiatanku menjadi tidak produktif. Meski ingin menyelesaikan semua urusan akademik sebelum ramadhan dimulai, tapi apa daya, otak mengingat bahwa oktober masih lama. Dan kembali terjebak bersama internet, berbagai manga dan informasi yang kurang penting, hahaha. Kelihatannya benar, TA itu mata kuliah pilihan. Pilihan mau lulus atau tidak, dan kalau mau lulus, kapan?

Seperti dua hari yang lalu, saat sedang berkumpul dengan sahabat-sahabat dan seorang senior yang sedang bersiap untuk melanjutkan studi di skotlandia. Berbincang tentang beasiswa lpdp yang diambil beliau, tentang sistem pendanaannya, tentang jurusan yang dituju di universitas tersebut, dan banyak lagi. Pembicaraan berlangsung sembari menyindir kawan yang masih belum menyerah untuk menyelesaikan studi juli ini bersama para junior–hei, lebih seru jika wisuda segerombolan ramai kan?–dan terhenti saat ada junior yang mengalihkan pertanyaan sudah sidang atau belum kepadaku.

Pernah mendengar bahwa orang bisa terdiam membisu dari sebuah pertanyaan dari orang yang disukai? Atau pertanyaan yang diajukan dengan todongan senjata? Uniknya, pertanyaan ini tidak dalam kedua kondisi khusus tersebut, tapi tetap efektif dalam membuatku membisu. Jawaban tercekat di tenggorokan, entah kenapa tidak bisa dikeluarkan. Kelihatannya pertanyaan terkait tugas akhir, sidang, wisuda dan hal-hal serupa pada mahasiswa tingkat akhir di masa deadline ini juga dapat diklasifikasikan ke dalam kondisi khusus tersebut.

Dan sekarang terjebak untuk membaca manga gintama, sebuah manga komedi-aksi yang memuat lumayan banyak filosofi kehidupan. Dulu sempat membaca beberapa chapter, dan karena lupa sudah membaca sampai mana akhirnya memutuskan untuk mengulang dari awal, hahaha. Dan kelihatannya tidak percuma, ada beberapa hal yang dapat dipikirkan.

Salah satunya adalah kalimat pidato saat ayah seorang tokoh meninggal.

“It’s surprisingly easy for people to become adults. But it’s pretty hard to keep a child-like heart that just enjoys life.”

Merasa tersindir kalimat ini. Hidup serba cepat, penuh tekanan deadline tugas akhir dan sidang, kekhawatiran pada masa depan, ketidakrelaan untuk meninggalkan komunitas dan dinamika di kampus karena mendengar cerita dari senior-senior yang merasa begitu, dan masih banyak lagi. Dan saat ini justru merasa tidak menikmati hidup.

Selama terjebak di aktivitas yang melibatkan anak-anak di bandung, terasa. Mereka kadang menyebalkan, kadang sengaja melanggar aturan, kadang berusaha mencari perhatian, kadang ingin mendapat pengakuan, kadang memaksa untuk didengarkan, tapi mereka menikmati kehidupan. Menikmati aktivitas apapun yang mereka lakukan, dan tidak ragu untuk lari atau pergi jika mereka menganggap itu lebih menyenangkan. Dalam beberapa hal, kesenangan mereka mengganggu orang lain. Mungkin beberapa dari mereka memang belum paham cara bersosialisasi yang baik ataupun batasan hak pada diri pribadi, namun kelihatannya mereka tidak peduli.

Mungkin ada beberapa orang yang tersenyum saat melihat anak-anak bermain, atau mengimajinasikan hal serupa, seperti laskar pelangi yang digambarkan bermain merosoti bukit berbekal pelepah daun pisangnya oleh andrea hirata, petualangan aneh bin ajaib dari anak-anak di serial kartun magic school bus, atau mungkin saat mencaritahu apa yang ingin dikomunikasikan seekor anjing berwarna biru yang meninggalkan jejak kakinya di beberapa benda. Terlepas dari betapa tidak masuk akalnya hal-hal yang ditampilkan, mereka tetap menikmatinya.

Terlepas dari apapun kegiatannya, mungkin tiap orang akan terlihat keren jika mereka melakukan suatu aktivitas secara total dan menikmatinya, apapun aktivitas itu. Setidaknya itu yang kurasakan, dan menjadi salah satu umpan yang menjerumuskanku kedalam dunia sosial di kampus sains dan teknik ini. Kalaupun tidak, yah, setidaknya mereka tetap menikmatinya kan?🙂

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s