Pointless… And… Reading Comments On News Article Is Not Relaxing.

Pointless… And… Reading Comments On News Article Is Not Relaxing.

Exactly what I thought. Salah satu update terbaru di http://xkcd.com, dan, kelihatannya aku harus mulai mencari kegiatan yang meski pointless tapi tetap bisa membuat rileks, membaca kolom komentar dari sebuah artikel atau berita jelas pointless dan tidak membuat rileks, hanya membuat makin sedih karena saling serang yang tidak ada manfaatnya, dan entah apakah ada pengaruh bagi para calon atau tidak.

Entah bagaimana gambar ini lumayan menggambarkan kondisi saat ini, khususnya tiap membaca berita tentang pemilihan umum yang kolom komentarnya selalu menyimpan perdebatan antar pendukung kedua kubu. Jika komentar saling serang itu menggunakan fakta atau data yang dapat dipertanggungjawabkan sih aku tidak mempermasalahkan, toh negative campaign atau track record buruk itu juga penting untuk diketahui para pemilih. Hei, jika anak perempuan seseorang dilamar oleh orang yang diragukan agamanya dan memiliki masa lalu kelam–katakanlah perampok, pembunuh atau pemerkosa–adakah orangtua yang langsung mau menerima lamarannya begitu saja tanpa memeriksa latar belakangnya atau memastikannya bahwa dia sudah benar-benar berubah? Fakta lain bahwa satu kubu diperangi layaknya memerangi golongan orang yang tidak punya toleransi dan kubu lainnya diperangi layaknya memerangi golongan kafir juga kelihatannya memperkeruh suasana, kenapa seolah yang diperjuangkan adalah keyakinan diri pribadi ya? Entah juga sumber data untuk perang komentar itu dari mana, dari situs yang belum pasti kebenarannya, dari petinggi partai atau tokoh politik yang memperjuangkan kepentingannya, dari orang yang suka mengadu domba, dari kejadian saat debat calon yang dipelintir, atau memang dari sumber yang benar dan dapat dipertanggungjawabkan. Agak pesimis karena kelihatannya banyak data yang perlu divalidasi lagi, kadang menemukan orang-orang yang mengutip wikipedia dan menyatakan data itu valid. Oh, well… -_-

Bagaimanapun, ada dua jenis cibiran yang menurutku aneh untuk diungkapkan, yaitu pernyataan bodoh dan pernyataan kafir terhadap orang yang dicalonkan. Pernyataan bodoh merupakan salah satu pernyataan yang sering digunakan oleh pendukung dari sebuah kubu untuk menyerang calon dari kubu yang lain. Hanya karena ada kritikan terhadap konsep pemikiran dari sebuah tokoh–kedua kubu memang saling mengritisi konsep kubu lain, dan kadang beberapa ahli pun turut terlibat, dan pendapat dari sini lah yang umum digunakan untuk menjatuhkan kredibilitas calon lain–bukan berarti mereka tidak cerdas atau tidak paham terhadap masalah, hei, sejak kapan orang cerdas tidak boleh salah? Rasul yang mulia pun pernah ditegur karena bermuka masam pada orang yang mencari petunjuk, namun karena itu beliau pun menyadari kesalahannya dan memperbaiki konsep pemikirannya. Salah itu kodrat manusia, kan? Pengritisan dari para ahli pun bisa memperdalam pemahaman para calon terhadap konsepnya, kenapa hal itu dianggap bodoh? Lagipula, apa yang berkomentar bisa membahas topik bahasannya lebih baik dari calon yang dianggap bodoh? Kritis adalah sikap yang baik, tapi tidak dengan fanatik yang karena mendukung satu calon lantas tindakan calon lain dianggap tidak cerdas dan tidak pantas. Selain itu dari konsep kafir-mengkafirkan, mengingat bahwa satu calon sebagian keluarganya memiliki keyakinan yang berbeda dan calon lainnya banyak dipertanyakan isu keyakinannya. Sekedar mengingatkan bahwa Rasulullah pernah bersabda: “Jika seseorang mengatakan kepada saudaranya (sesama muslim) “hai kafir” maka salah satu diantara keduanya akan kufur” (HR.Bukhari). Kira-kira sejak pilpres dimulai hingga sekarang berapa banyak orang yang telah menjadi kufur? Hanya satu? Dua? Atau lebih? Yaaah, Allah lebih tahu lah, yang jelas aku tidak menganggap kata-kata ini layak untuk digunakan dalam menyerang seseorang. Resiko jika pernyataan itu salah berat, dan kalau pun pernyataan itu benar apa untungnya bagi kita? Hidup bukan permainan minesweeper dimana kita perlu mendeteksi kotak mana saja yang berisi ranjau atau orang mana saja yang kafir untuk bisa menang, jadi untuk apa menjuluki orang lain dengan julukan macam itu?

Tapi mungkin apapun program dari siapapun calon yang terpilih, kondisi negeri ini tidak akan berubah jauh dengan kondisi sebelum-sebelumnya, bahkan mungkin sama saja. Siapapun yang terpilih, jika rakyat tidak memberikan dukungan dan partisipasi dalam program yang diandalkan, apakah program akan berjalan? Untuk apa ada lampu merah jika kendaraan-kendaraan menyerobot seenaknya? Untuk apa ada ditaruh tempat sampah jika rakyat tidak membuang sampah disana? Dan karena itu untuk apa juga ada program yang ditujukan untuk kebaikan masyarakat jika masyarakat sendiri tidak memberikan dukungan dan partisipasi dalam program tersebut?

Agak menyayangkan sikap kedua kubu calon presiden yang saling menyindir satu sama lain sih, jika mengaku cinta negeri ini, jika mengaku berjiwa ksatria, jika mengaku santun, kenapa malah saling menyindir calon lain yang katanya sama-sama memperjuangkan rakyat? Tidak usah fanatik, berharaplah yang terbaik. Siapapun orangnya dan apapun programnya, berikanlah dukungan dan berpartisipasilah jika memang program itu baik, kritisilah jika memang program itu buruk, dan berdoalah agar masyarakat di negeri ini akan menjadi lebih baik siapapun yang terpilih kelak.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s