Kapan Puasa?

Pertanyaan yang sering terdengar sekarang: “Kapan mulai puasa? Hari ini atau besok?” Cukup menunggu selang sekitar (hampir) sebulan sebelum pertanyaannya berganti menjadi “Kapan lebaran? Hari ini atau besok?”

Orang-orang yang menggunakan perhitungan sebagai landasan akan puasa hari ini, dan orang-orang yang menggunakan penglihatan di beberapa daerah strategis akan mulai puasa besok karena tadi malam bulan baru dikabarkan belum terlihat. Skenario yang akan terulang lagi bulan depan, kelihatannya ini hampir selalu menjadi skenario default tiap tahun, entah mengapa.

Dan jika pertanyaan itu diajukan padaku, jawabanku tergantung. Tergantung pada kesepakatan dari masjid di dekat rumah–kebetulan memutuskan untuk mengikuti pemerintah–yang in syaa Allah akan memulai puasa lusa. Mungkin jika masjid di dekat rumahku memutuskan untuk menggunakan perhitungan aku pun akan ikut puasa besok.

Kedua metode berbeda, tiap metode memiliki landasannya tersendiri, dan dari yang kubaca kelihatannya sama-sama kuat. Yah, hidup selalu begitu bukan? Dimana benarnya satu pilihan bukan berarti pilihan lain yang berbeda itu salah. Aku bukan ahli agama dan hal yang membuatku berpendapat begitu hanyalah sebuah pikiran yang terlintas sesaat:

“Apa asyiknya merayakan hari raya sendirian?”

Aku tahu bahwa orang yang mengambil pilihan berbeda dari lingkungannya tidak khawatir, berkendara ke lingkungan yang sependapat dengan mereka untuk merayakan hari raya bukan hal yang sulit, apalagi dengan teknologi transportasi saat ini. Mungkin ini hanya karena sudah terbiasa merasakan suasana hari raya yang sama sejak kecil, selalu ada teriakan riuh anak-anak dari jalan di sekitar rumah, sapaan ramah dari beberapa tetangga yang meski tidak terlalu akrab tapi tetap menularkan kebahagiaan, kunjungan dari tetangga–meski kadang anak-anak hanya berkunjung sembari berharap pemilik rumah bermurah hati dan bersedia berbagi rezeki–dan kerabat. Setidaknya bagi diriku yang telah terbiasa, itulah hari raya. Mengingat kedua metode memiliki landasan yang kuat, apakah itu salah?

Semua orang punya pilihan, dan kupikir itu tidak masalah selama landasan yang digunakan tidak salah. Mungkin pilihan yang diambil berbeda, tapi disitulah peran toleransi, bukan?

Selamat berpuasa, semoga ramadhan ini dapat menjadikan kita pribadi yang lebih baik🙂

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s