Semua Berawal dari Suatu Hari di Bulan Ramadhan…

Menurutmu, bagaimana Dia mendokumentasikan skenarioNya? Bagaimana malaikat mencatat kebaikan dan keburukan? Apakah dicatat poin per poin, yang mungkin ditambah dengan deskripsi singkat dibawahnya? Atau mungkin menguntai kata-kata berima, merangkai cerita tentang kelakuan kita?

Ramadhan, bulan penuh berkah telah kembali. Mungkin dalam skenarioNya yang sudah tersusun rapi, atau pada catatan perbuatan kita kelak, akan ada sebuah poin atau kisah yang diawali dengan kalimat berikut, “Semua berawal dari suatu hari di Bulan Ramadhan…”

Apa yang berawal? Bisa apa saja. Dari hal baik seperti perjalanan menuju taqwa, perjuangan menebus dosa, perbuatan baik yang berujung dengan balasan yang sama–atau bahkan jauh lebih–baiknya, atau bahkan awal mula cerita hidup baru yang lebih mulia, walau entah mulia di mata siapa.

Meski begitu bukan mustahil juga Ramadhan ini menjadi awal dari sebuah cobaan yang dapat meninggikan derajat atau menghancurkan mental kita,yah, semua tergantung pada bagaimana kita menyikapinya. Mampukah kita bersabar dan terus berusaha atau akankah kita malas melanjutkan dan putus asa?

Yah, bisa juga Ramadhan ini malah menjadi awal dari sebuah keburukan. Mungkintidak ada manusia yang menginginkannya, tapi itu bukan hal yang tidak mungkin. Entah karena menyia-nyiakan kesempatan, terjerumus karena sebuah ketidaksengajaan, atau mungkin tidak peduli pada kedatangan bulan ini, entah menganggapnya sama saja atau mungkin melihat kesempatan mengganggu atau berbuat kerusakan yang sulit ditemukan di bulan lain.

Dan selalu ada kemungkinan bahwa Ramadhan ini merupakan awal dari sebuah akhir. Akhir kehidupan kita? Akhir dunia? Siapa yang tahu? Yah, karena itu memaksimalkan kesempatan di bulan ini meski mungkin kesempatan-kesempatan di tahun-tahun sebelumnya terlewatkan tidak salah kan?

Yah, mari lihat bulan ini sebagai waktu yang tepat untuk melanjutkan dan membiasakan kebaikan yang telah atau pernah dilakukan, melatih kesabaran yang mungkin akan diperlukan, dqn tentunya melakukan amalan dengan mengharapkan keutamaan ramadhan. Mungkin perlu persiapan juga untuk menghadapi cobaan dan kesadaran untuk menghindari keburukan. Dan dengan begitu, bukan mustahil Ramadhan ini bisa menjadi Ramadhan yang paling berkesan.

Siapa yang tahu skenario macam apa yang Dia ingin kita jalankan? Bahkan mungkin dalam lembaran rencanaNya, terselip sebuah cerita tentang kita. Dan bukan tidak mungkin cerita tersebut dibuka dengan “Semua berawal dari suatu hari di Bulan Ramadhan…”

Dan karena kita tidak punya hak untuk mengetahui suratan, tidakkah lebih baik kita jalankan saja ramadhan ini, dan memanfaatkannya untuk kebaikan diri di masa depan nanti? Bukankah manusia bisa beramal dan berbuat sebaik mungkin, atau setidaknya mencoba melakukannya? Bagaimana hasilnya bisa kita serahkan padaNya, bukan?🙂

Selamat beramal😀

*teringat keperluan untuk menebus dosa melalaikan tugas akhir di beberapa waktu silam* ._.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s