Di Bawah LangitMu

Baru sadar tampilan wordpress di laptop beda, hahaha.

Sedang suka dengan lagu ini, lumayan menentramkan hati, sangat berguna apalagi setelah melihat masih saja ada yang meributkan pemilihan presiden beberapa hari yang lalu. Sayang belum berhasil menemukan video klipnya yang official, hahaha.

Di Bawah LangitMu
Bersujud Semua
Memuji Memuja AsmaMu

Dan Bertasbih Semua
MakhlukMu Tunduk
Mengharap Cinta Dan KasihMu

Kadang aku ragu, benarkah kita semua mengharap cinta dan kasihNya? Kelihatannya selalu ada sengketa. Perkataan bahwa “Kubu ini lebih baik”, “Kubu ini lebih bersih”, “Kami lebih tegas”, “Kami lebih merakyat”, dan lain sebagainya diungkapkan berulang kali hingga entah mana yang benar. Kondisi yang berakhir dengan kedua kubu melakukan klaim tersendiri atas kemenangannya, di saat harusnya hanya ada satu kubu yang menang. Kelihatannya siapapun yang menang nanti kondisinya akan tidak mengenakkan. Mungkin saja malah akan timbul masalah baru, entah apakah kita memang mengusahakan cinta dan kasihNya atau malah mencoba menentang keputusan takdirNya dengan berbuat hal demikian.

Entah apa yang salah dengan politik, yah, memang itu bukan hal yang menyenangkan. Tidak paham politik pun menyebalkan, yah, meski jelas juga bahwa hanya memperhatikan fenomena yang terjadi saat pemilihan legislatif atau eksekutif tanpa peduli, mengritisi dan mengevaluasi kinerja saat yang terpilih bekerja tidak dapat disebut paham bagaimana politik dapat mempengaruhi kehidupan sehari-hari. Setidaknya mereka bisa paham karakteristik manusia negeri ini, seperti isu apa yang membuatnya sensitif, reaksi apa yang diberikan dalam kondisi seperti sedang bergerombol–apalagi jika bertemu dengan gerombolan pendukung dari kubu lain–atau sedang sendirian, bagaimana–dan sesantun apa–cara orang berpendapat,

Entah apa yang salah di bawah langitMu. Kelihatannya ada sebagian makhluk yang mempersengketakan kekuasaan dan hak yang lupa akan janji untuk selalu mengagungkanMu dalam kondisi apapun, dengan ataupun tanpa kekuasaan dan hak yang berlebih itu. Entah apa yang salah di bawah langitMu. Umat yang kau utus kelihatannya lupa bahwa mereka diutus untuk seluruh semesta alam, bukan hanya untuk golongannya saja, sehingga mereka memperjuangkan golongan mereka itu dengan segala cara yang dapat menimbulkan pertengkaran dan memutuskan tali silaturahmi, hal yang Kau minta untuk dijaga agar tetap tersambung. Entah apa yang salah di bawah langitMu. Saat ini sebagian besar umatMu ragu, tidak tahu golongan mana yang benar-benar memperjuangkan agamaMu dan golongan mana yang sekedar mencatut namaMu demi kepentingan pribadi mereka, dan saling mengklaim bahwa golongan lain lah yang menghinakan dan memperjualbelikan agamaMu bahkan sampai pada tahapan saling mengklaim bahwa golongan lain itu hanya berpura-pura menjadi golonganMu. Entah apa yang salah di bawah langitMu. Ada beberapa orang yang tidak segan meminta dipendekkan umurnya untuk menggugatMu atau rela mempermalukan diriNya jika hal yang Kau inginkan tidak sesuai dengan hal yang mereka inginkan.

Entah apa yang salah di bawah langitMu. Sulit untuk membedakan mana yang hitam dan mana yang putih, yah, ada asap kereta api yang berwarna putih dan ada asap pabrik yang berwarna hitam, namun keduanya tetap asap. Jika melihatnya begitu, maka hitam dan putih sudah tidak ada bedanya, semuanya mematikan jika terlalu banyak dihirup, apalagi jika sampai terlena berada di tengah-tengahnya.

Atau, yah, mungkin juga ini bukanlah kesalahan. Mungkin ini ujian untuk orang-orang yang mengaku beriman. Bukankah Nabi Ibrahim alaihissalam dan Nabi Ya’qub alaihissalam pun mengatakan bahwa yang berputusasa dari rahmatNya hanyalah orang-orang yang sesat?

Lakukanlah yang terbaik yang dapat dilakukan, dan biarkanlah skenarioNya berjalan, semoga semua akan menjadi lebih baik kelak di masa depanšŸ™‚

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s