Update

Lama tidak update. Sejak migrasi dari bandung ke tangerang, rasanya. Bukan karena tidak ada yang bisa dibagi, hanya terlalu sibuk beristirahat dan menyiapkan masa depan.

Aku penasaran apa gunanya update, hingga sebuah akun media sosial dapat mengupdate status facebook atau tweet hingga mencapai puluhan bahkan ratusan kali tiap harinya. Mungkin dapat membantu seorang stalker dalam mengetahui informasi orang yang sedang dia perhatikan, terlepas dari relevansi informasi yang diupdate. Mungkin dapat membantu mendapatkan perhatian orang lain, atau orang yang diinginkan, meski entah standar apa yang digunakan untuk tahu bahwa sang pemilik akun diperhatikan. Mungkin untuk sekedar berbagi hal-hal yang dianggap menarik, bercerita tentang suatu hal dari sudut pandangnya, butuh tempat untuk meracau, ikut-ikutan hal yang sedang nge-trend, atau bahkan untuk menggiring opini publik atau mencuci otak seluruh umat manusia dengan berbagai update dan informasi yang entah bagaimana memeriksa validasinya. Entah lah, tapi untuk apa juga dipedulikan?

Beruntunglah manusia bukan mesin. Jika mesin perlu di-update setiap hari, selain boros akibat biaya update yang tinggi, dan kecenderungan untuk berlaku lain tiap kali update sebab emosi yang dapat berubah drastis akibat satu hal yang tidak makan waktu lama, ada juga tendensi untuk berpikir bahwa mesin tersebut cacat dan sulit diurus sebab banyaknya jumlah update yang diperlukan itu untuk jadi berfungsi dengan baik, dan mungkin perlu diperlakukan berbeda setelah tiap update. Orang-orang marketing yang bisa melihat peluang bisa saja mengatakan bahwa pengembangan berkelanjutan merupakan fitur utama mesin tersebut, dan mungkin berhasil memanipulasi masyarakat untuk menjual beberapa produk lebih banyak.

Apakah manusia sulit diuris, atau terus berkembang menjadi lebih baik? Bisa saja keduanya, bisa saja bukan keduanya. Manusia makhluk irrasional, mungkin saja penjelasan tidak terlalu dibutuhkan. Mengikuti keinginan saja. Kalau begitu, berikut updateku:

Sibuk beristirahat dan mempersiapkan masa depan. Tidak sepenuhnya menganggur, sempat mengisi pelatihan dan ikut seminar internasional, ditambah urusan dokumen persyaratan mendaftar universitas dan beasiswa, seleksi pekerjaan di bidang yang memang diminati, dan saat ini mengikuti kuliah online di http://www.coursera.org.

Saat sedang luang, menganggur dan mati gaya itu pilihan, mengingat banyaknya kegiatan yang dapat dilakukan berlandaskan perkembangan zaman. Terlebih saat deadline kuliah online, dan tugas-tugas yang belum selesai. Tidak masalah untuk abai sih, toh kuliah gratis dan tanpa konsekuensi, selama abai tidak menjadi kebiasaan setidaknya. Mengerjakan tugas sesuai batasan waktu dapat meminimalisir kemungkinan itu.

Masa depan akan jadi seperti apa sih masalah nanti saja. Toh, tugas manusia itu berusaha dan berdoa, tugas Allah itu sisanya. Dan, tidak etis bukan untuk menuntut pihak lain melaksanakan tugasnya saat kita belum melaksanakan tugas kita?

Iklan

Vulnerabilities

Human Science talks regarding to human’s vulnerabilities, discomfort…, and embracement.

Quite an interesting perspective on how we make uncertain things certain, as an unprovable myths that get shared in social media before checked. Might also right on the topic she mentioned: politics, one that I ignored since I lost my interest in gathering related facts, as the news could mislead while the shared and retweeted were difficult to be confirmed.