Rindu Muhammadku (Haddad Alwi feat Vita)

Yaa rabbi bil-Musthafa…
Yaa rabbi bil-Musthafa…

Yaa rabbi bil-Musthafa
Balligh maqaashidanaa
Waghfirlanaa maamadla
Yaa waasi’al karaami

Demi cintaMu ya Allah
Pada Muhammad nabiMu
Ampunilah dosaku
Wujudkan harapanku

Yaa Rasulullah salamun ‘alaik
yaa rofil-’assyaani waddaroji
Siapa yang cinta pada nabinya
Pasti bahagia dalam hidupnya

Muhammadku Muhammadku dengarlah seruanku
Aku rindu aku rindu padamu Muhammadku

Kau yang mengaku cinta kepada nabimu
Kau yang mengaku merindukan nabimu
Jika kau benar-benar cinta dan rindu kepada Muhammad nabimu buktikan

Taati perintahNya, tinggalkan laranganNya
Teladani akhlaknya
Niscaya kelak kau akan berjumpa dengan Rasullallah
Niscaya kelak kau akan berkumpul dengan Rasullallah

Muhammadku Muhammadku dengarlah seruanku
Aku rindu aku rindu padamu Muhammadku

Kau ajarkan hidup ini untuk saling mengasihi
Ku tanamkan dalam hati kuamalkan sejak dini

Yaa Rasulallaah salaamun ‘alaik
yaa rofil-’assyaani waddaroji
Engkaulah nabi pembawa cinta
Kau bimbing kami menjuju surga

Muhammadku Muhammadku dengarlah seruanku
Aku rindu aku rindu padamu Muhammadku

Muhammadku Muhammadku dengarlah seruanku
Aku rindu aku rindu padamu Muhammadku

Muhammadku Muhammadku dengarlah seruanku
Aku rindu aku rindu padamu Muhammadku

—————————————————————————————–

Generasi Yang Hilang…

Munsyid : Teater Kanvas
http://liriknasyid.com

*O Generasi yang hilang
Korban perang peradaban
Apa arti ilmu pengetahuan
Tanpa takwa dan iman

Dimeja makan dan mangkok supmu
Kuhidangkan kisah negri terluka
Orang – orang berjamaah di plasa – plasa
Diskotik dan bar jadi rumah suci
Tuk tumpahkan duka dan sakit hati

back to *

Di sini aku berdiri
Di meja makan dan mangkok supmu
Menahan garpu – garpu keserakahanmu
Yang terus menghujam melahap hutan
Mengibarkan berjuta film kebinalan

back to *

Anak anak sekolah berangkat untuk tawuran
Berbekal poster Madona dan mimpi kura – kura ninja
Mereka susuri jalan – jalan masa depan
Penuh ancaman dan topeng – topeng kemunafikan

back to *

Sarjana – sarjana dengan toga dikepalanya
Berbaris bagai robot
Meninggalkan masyarakatnya
Mengejar mimpi televisi seolah tak akan mati

back to *

Dimeja makan dan mangkok supmu
Kuhidangkan kisah negri terluka
Kisah generasi yang hilang
Korban perang peradaban
Tak kalah luka dari bosnia
Tak kalah perih dari palestina
Tak kalah luka dari bosnia
Tak kalah perih dari palestina

Karena yang kau temui hanya zombi – zombi
Makhluk – makhluk hidup tanpa probadi
Tanpa izah tanpa harga diri

back to *
Tanpa takwa dan iman

Last Breath…

Sumber : http://www.allthelyrics.com/lyrics/ahmed_bukhatir/last_breath-lyrics-1219839.html

Last Breath
Nasyid by Ahmed Bukhatir
Composed by Osman El-Ashi
Full Version : http://www.youtube.com/watch?v=7IILr6YhBLo

From those around I hear a Cry,
Oh God, Oh God, My eyes are dry
From those around I hear a Cry,
A muffled sob, a Hopeless sigh,
I hear their footsteps leaving slow,
And then I know my soul must Fly!
A chilly wind begins to blow,
within my soul, from Head to Toe,
And then, Last Breath escapes my lips,
It’s Time to leave. And I must Go!
So, it is True (But it’s too Late)
They said: Each soul has its Given Date,
When it must leave its body’s core,
And meet with its Eternal Fate.

Oh mark the words that I do say,
Who knows? Tomorrow could be your Day,
At last, it comes to Heaven or Hell
Decide which now, Do NOT delay !
Come on my brothers let us pray
Decide which now, Do NOT delay !
Come on my brothers let us pray
Decide which now, Do NOT delay !

Oh God! Oh God! I cannot see !
My eyes are Blind! Am I still Me
Or has my soul been led astray,
And forced to pay a Priceless Fee
Alas to Dust we all return,
Some shall rejoice, while others burn,
If only I knew that before
The line grew short, and came my Turn!
And now, as beneath the sod
They lay me (with my record flawed),
They cry, not knowing I cry worse,
For, they go home, I face my God!

Oh mark the words that I do say,
Who knows, Tomorrow could be your Day,
At last, it comes to Heaven or Hell
Decide which now, Do NOT delay !
Come on my brothers let’s pray
Decide which now, do not delay ….
Come on my brothers let’s pray
Decide which now, do not delay ….

Syukran atas message dari akh Hira ,”The Last Breath of Miklós Fehér, dengan lagu ini sebagai Background Music…
Kematian selalu mengincar kita, baik kita siap ataupun tidak untuk menerimanya…
Meski kita berada di benteng yang paling kokoh sekalipun, bisa saja besok adalah saat kematian kita…

Akhirnya kita akan menuju Surga atau Neraka,
Putuskanlah yang mana (yang akan kita tuju) sekarang, jangan menunda-nunda.
Ayo saudaraku, mari kita beribadah,
Putuskanlah yang mana (yang akan kita tuju) sekarang, jangan menunda-nunda.

Setiap yang bernyawa akan merasakan mati. Dan hanya pada hari Kiamat sajalah diberikan dengan sempurna balasanmu. Barangsiapa yang dijauhkan dari neraka dan dimasukkan ke dalam surga, sungguh, dia memperoleh kemenangan. Kehidupan dunia hanyalah kesenangan yang memperdaya. (Q.S. Al-Imran (3) : 185)

Sudah siapkah kita menghadapi kematian?

Untukmu Syuhada

Untukmu Syuhada
Album : Kembali..!
Munsyid : Izzatul Islam

Kehidupan bagaikan roda
beribu zaman terus berputar
namun satu tak akan pudar
cahaya Allah tetap membahana

Majulah sahabat mulia
berpisah bukan akhir segalanya
lepas jiwa terbang mengangkasa
]cita kita tetap satu jua
cita kita tetap satu jua

Walau raga meregang nyawa
Harta dunia tiada tersisa
Namun jiwa tetaplah satria
Takkan surut satu langkah jua

Debu – debu dan darah suci
Saksi nan tak terbantahkan lagi
Gunung lembah hutan dan samudra
Untuk Allah diatas segalanya

Tujuh awan bersuka ria
Sambut ruh suci menuju Rabbnya
Sahabat nantikan hadir kami
Kan menyusulmu sekejap lagi

Bidadari nan bermata jeli
Menyongsong dengan wajah berseri
Sahabat kami rela kau pergi
Jihad kita kan terus bersemi
Jalan ini takkan pernah henti

Lagu yang bagus.
Tetap Istiqamah!!!