Random: Guru SMA

Bertemu kembali dengan guru-guru sma selalu punya kesan tersendiri, terlebih jika guru yang ditemui merupakan orang yang dianggap penting atau punya peranan krusial dalam perjalanan kehidupan. Dan begitulah kegiatanku kemarin, berkunjung ke rumah beberapa orang guru bersama para alumni lainnya. Menyenangkan juga mendengar kabar sma tercinta setelah lama ditinggalkan, dari kebijakan kepala sekolah baru hingga wacana akan kebijakan pemerintah provinsi di dunia pendidikan.

Sedikit menceritakan tentang SMAN 47 Jakarta, atau beberapa kawan menyebutnya Semi-MAN 47 Jakarta, entah karena apa. Kebetulan aku belum berkesempatan mengikuti kegiatan belajar di sma atau institusi sederajat lainnya untuk membuat perbandingan, mungkin itu hanya julukan dari beberapa sahabat yang belum terbiasa mengikuti pengajian. Memang dulu tiap jumat ada sesi khusus ceramah dan mengaji bagi muslim/ah, dan kabar terakhir yang kudengar adalah sekarang sesi itu dijadikan tiap hari oleh kepala sekolah yang baru, entah bagaimana jika kepala sekolahnya telah berganti lagi. Yah, itu urusan nanti.

Hm, apa lagi ya? Oh. Selain itu, tiap selesai shalat fardhu berjamaah, ada pembacaan hadits bergilir dari kitab Riyadush-Shalihin, entah siapa yang memulai tapi saat zamanku dulu umumnya anak rohis yang mengisi, sistemnya sederhana: siapa yang tercepat bangkit menuju mimbar dialah yang berkesempatan memilih bab hadits untuk dibacakan–sekaligus mengingatkan sesama muslim dalam kebenaran dan kesabaran. Dan saat bulan Ramadhan, atau kadang pada hari disunnahkannya berpuasa, jika masih ada sekelompok murid atau guru yang berada di lingkungan sekolah, biasanya mereka akan patungan untuk membeli makanan lalu memakannya bersama-sama di atas nampan. Makan berjamaah, mengingat makanan untuk dua orang cukup untuk bertiga, makanan untuk tiga orang cukup untuk berempat dan seterusnya. Meski mungkin bagi para anak lelaki dalam masa pertumbuhan, kegiatan ini dapat disalahartikan menjadi lomba-adu-cepat-makan-sebelum-jatahmu-dihabiskan-orang, atau mungkin juga kegiatan ini dilakukan untuk mendapat porsi lebih karena pemilik rumah makan seringkali berbaikhati jika pelanggannya membeli dalam jumlah yang tidak sedikit, hahaha.

Oke, setelah dipikir kembali, julukan Semi-MAN mungkin agak terjustifikasi disini, hahaha. Entah bagaimana smaku saat ini, tapi aku lumayan senang masuk kesana di angkatan 2010. Memang ada juga beberapa siswa yang suka nongkrong, merokok, dan lain sebagainya, tapi mereka juga tak jarang terlibat di kegiatan serupa. Kadang jadi tenaga sukarela saat mengurus persiapan perayaan hari besar islam, kadang ikut-ikutan beraktivitas bersama. Yah, terlepas dari dimana tongkrongannya atau siapa sahabat dekatnya, apa salahnya berbuat kebaikan bersama-sama? Hanya karena seseorang melakukan perbuatan yang dicap negatif, bukan berarti dia tidak punya sisi positif kan? 🙂

Dan ini adalah cerita mengenai seorang guru di SMAN itu. Namanya Pak Ahnaf, nama yang lebih baik dari namaku, Hanif. Atau setidaknya itu tebakanku, analisis setelah mendengar penjelasan bahwa Akbar (Maha Besar) berasal dari kata Kabir (Besar), aku menebak bahwa itu merupakan contoh kalimat Superlative dalam Bahasa Arab. Hanya tebakan sayangnya, semoga bisa belajar Bahasa Arab setelah dua bahasa asing lain yang tengah kupelajari tersertifikasi baik, bismillaah 🙂

Satu kata untuk mendeskripsikan beliau: Baik. Oh, mungkin bisa ditambah satu kata lagi: Banget. Entah ya, kadang beberapa manusia yang kita temui sulit untuk dideskripsikan dengan perbendaharaan kata yang terbatas, dan akan lebih sulit lagi jika kita membatasi keterbatasan itu, seperti meminta mendeskripsikannya dengan satu atau dua patah kata. Yah, mungkin memang sebagian manusia punya hobi untuk mempersulit diri sendiri. Terserah saja, toh aku hanya punya wewenang atas kehidupanku. Mungkin sedikit berharap jika aku akan mengikuti seleksi, entah seleksi apapun, tidak ada pertanyaan yang meminta mendeskripsikan sesuatu dalam beberapa kata, terlebih jika sesuatu itu merupakan makhluk kompleks seperti manusia.

Kemarin aku berkunjung ke rumahnya lagi. Kelihatannya sudah tidak lagi mengingatku, bukan hal yang aneh karena tiap tahun beliau perlu mengingat lebih dari 250 siswa sebagai penanggungjawab mata pelajaran agama di kelas 12. Kelihatannya beberapa senior yang datang bersamaku juga berpendapat demikian, hingga salah satu dari mereka berkata, “Meski bapak sudah tidak ingat saya lagi, saya akan tetap ingat bapak kok pak”. Berlebihan? Mungkin, tapi kelihatannya tidak sedikit dari para pengunjung yang sepakat akan kalimat tersebut, termasuk aku. Yang penting bukan apakah orang yang berperan penting dalam kehidupan kita mengingat kita atau tidak, mungkin dia punya peranan penting dalam hidup banyak manusia, atau mungkin juga dia menjadi peran penting dalam hidup kita tanpa sengaja, dan tidak perlu waktu lama untuk melupakannya. Pertanyaannya, masih ingatkah kita akan peranan penting dan jasa-jasa dari orang itu? Atau pertanyaan yang setingkat lebih sulit: Apa yang telah kita lakukan untuk membalas, atau meneruskan, kebaikan-kebaikan yang telah kita terima?

Beliau masih sama. Pembawaannya tenang, kata-kata dan nasihatnya mengena. Dan silaturahmi ke rumah beliau pun diisi dengan sesi tanya jawab tentang hal-hal terkait agama. Masih ingat sebagian dari nasihatnya.

Saat sahabatku bertanya tentang sistem di sebuah perusahaan yang menyebabkan shalat jumat antar karyawannya digilir, beliau menjawab:
“Ati’ullaaha wa ati’urrasuula wa ulil amri minkum. Taatilah Allah, dan taatilah RasulNya, dan pemimpin-pemimpin di antara kamu. Dan pemimpin-pemimpin di antara kamu, bukan dan ‘taatilah’ pemimpin-pemimpin di antara kamu, yang artinya ketaatan terhadap pemimpin itu relatif, salah satunya tergantung dari apa yang disuruh dikerjakan. Kemudian beliau meminta salah seorang sahabatku yang hafal 7 juz lebih untuk melanjutkan ayat “Alladzii khalaqal mawta wal hayaata…”, dari Surat Al-Mulk ayat 2, yang lanjutannya “liyabluwakum ayyukum ahsanu amala”. Kemudian beliau menjelaskan arti ayat tersebut, Allah menciptakan yang mati dan yang hidup untuk menguji siapa di antara kamu yang paling baik amalnya. Yang mati, dan yang hidup, keduanya ujian untuk kita, untuk memeriksa siapa di antara kita yang paling baik amalnya.

Beliau juga berwasiat tentang kejujuran, “Sesungguhnya kejujuran itu menunjukkan kepada kebaikan, dan sesungguhnya kebaikan itu menunjukkan ke surga”. Kali ini lupa dari pertanyaan apa tapi berhasil menemukan versi lengkapnya setelah bertanya pada master google, bagi yang penasaran silahkan buka http://salafy.or.id/blog/2012/04/08/ash-shidq-akhlaq-yang-akan-mengantarkan-ke-surga/

Isi dari sebuah nasihat memang penting, tapi penyampaiannya tidak kalah penting. Jika mengacu pada komik karya vbi djenggoten, maka isi dari sebuah nasihat ibarat sebuah berlian. Tapi jika berlian itu diberikan kepada seseorang dengan melenparnya hingga dia terluka, apakah orang itu sadar bahwa yang dilemparkan adalah berlian?

Baru beli buku baru, “The Five People You Meet In Heaven” karya Mitch Albom, setelah karyanya “Tuesday With Morrie” memberi banyak konsep pemikiran. Kali ini pun konsepnya menarik, “Ada lima orang yang akan kau temui di alam baka. Masing-masing dari kami ada di kehidupanmu karena suatu sebab. Kau mungkin tidak tahu apa alasannya pada saat itu, dan itulah sebabnya ada alam baka. Untuk mengerti tentang kehidupanmu di dunia”.

Mempertemukan dengan 5 orang untuk menjelaskan peranan seseorang di dunia. Yah, tiap makhluk memiliki peranannya tersendiri, tidak ada hal yang diciptakan dengan sia-sia. Mungkin tidak sedikit manusia yang mempertanyakan untuk apa mereka tercipta dan lain sebagainya. Sebagian mungkin memutuskan memberi makna sendiri pada hidup mereka. Yah, mungkin para muslim yang berilmu pun akan langsung menjawab bahwa manusia tercipta untuk menyembahNya. Tapi dari banyaknya yang mengetahui dan menyatakan, mungkin hanya Dia yang mengetahui berapa banyak yang bersungguh-sungguh menyatakannya dengan melibatkan tindakannya–entah tindakan seperti apa yang benar.

Dan sekarang jadi agak penasaran, sebagaimana beliau yang mungkin mengetahui bahwa pada gambaran besarnya beliau bertugas untuk mengajarkan dan mengenalkan anak muda terhadap agama, kira-kira dimana perananmu, dan dimana perananku dalam gambaran besar? Kupikir kita tidak perlu ke alam baka terlebih dahulu untuk mengetahuinya cukup memulainya dengan membuat beberapa pilihan, sejak saat ini 🙂

Aku Tertawa (Heran)

Aku tertawa (heran) kepada orang yang mengejar-ngejar dunia padahal kematian terus mengincarnya, dan kepada orang yang melalaikan kematian padahal maut tak pernah lalai terhadapnya, dan kepada orang yang tertawa lebar sepenuh mulutnya padahal tidak tahu apakah Tuhannya ridha atau murka terhadapnya.

— Salman al Farisi/Az Zuhd, Imam Ahmad

Pengingat hari ini dari salah seorang kerabat sahabat di sma dulu. Tidak ada yang tahu kapan masa hidup seorang manusia akan berakhir, berbeda dengan makanan ataupun perlengkapan elektronik. Tidak ada juga yang tahu dalam kondisi apa nyawanya akan diambil, entah baik atau buruk.

Sebaiknya kita tidak lalai bukan?

Orang-orang yang Terlupakan

Ada perasaan menyesak saat mengetahui bahwa orang-orang yang selama ini kita lupakan merupakan orang-orang yang paling peduli dengan diri kita, meskipun hanya mampu menyatakannya melalui doa dan harapan akan kebaikan bagi diri kita. Bukan karena orang-orang yang dekat tidak peduli, tapi lebih ke rasa bersalah karena kita tidak menempatkan orang-orang tersebut sebagaimana orang-orang tersebut menempatkan diri kita.

Entah apakah dapat digeneralisir, tapi itu lah yang terpikir olehku saat kemarin dihubungi oleh juniorku di rohis smaku, yang meminta bantuan untuk dihubungkan dengan beberapa sahabat seangkatanku. Dan saat bertukar kabar sejenak baru lah kuketahui kalau dia sedang sakit. Saat berbasa-basi sembari mendoakan cepat sembuh dan menyemangati, dia pun merespon “Nothing to worry about, inshaa Allah kak ….. (nama kawan yang dia minta bantuanku untuk dihubungkan) & kak Laksma are in my prayer always”.

Well, mengingat selama ini aku tidak pernah memasukkan dia dalam doa, merasa agak aneh saat mendengarnya. Tidak ada masalah pribadi, memang aku jarang mendoakan orang lain secara khusus, hanya beberapa orang yang menurutku butuh saja. Berusaha mengingat nama begitu banyak orang dan masalahnya masing-masing dalam waktu yang terbatas itu lumayan menyulitkan, lebih menyenangkan mendoakan hal yang general dan dapat dirasakan oleh semua orang. Sekali doa semua termohonkan, efisien bukan?

Dalam The Kite Runner, Khaled Hosseini berpendapat bahwa ada beberapa orang yang menganggap orang lain selalu mengatakan kebenaran atau bersungguh-sungguh dalam ucapannya. Iya, mungkin tidak selalu begitu. Mungkin dia hanya terbawa suasana dan tidak sengaja salah kata. Tapi entah bagaimana, begini saja sudah memberikan bahan pemikiran, apalagi kalau dia bersungguh-sungguh.

Belum lama ini ada juga temanku yang merasa terabaikan. Meskipun dia punya orang-orang yang dia anggap penting, namun orang-orang itu terkesan tidak menganggap dia seperti itu juga. Merasa terkucilkan. Tahu perasaan itu? Dimana harusnya kamu merupakan bagian dari sebuah kelompok, namun entah mengapa kamu tidak dapat merasa dirimu bagian dari kelompok itu.

Entah ya, mungkin ini semacam teguran untuk memperhatikan orang-orang, khususnya yang dekat dengan kita. Entah sahabat di organisasi, kawan di lab sebelah, orang yang pernah berkomunikasi, well, mungkin agak repot bagi orang-orang yang populer dan memiliki banyak hal untuk diperhatikan. Tapi mengingat silaturahmi adalah salah satu pintu rezeki, kenapa tidak menjaga hubungan baik? Setidaknya mungkin itu dapat meminimalisir perasaan aneh saat orang yang sudah lama tidak berkomunikasi tetiba menghubungi lagi, dan mengetahui bahwa dia menganggap kita berarti.

Orang-orang yang didoakan malaikat.

1. Orang yang tidur dalam keadaan bersuci.
Rasulullah SAW bersabda, “Barangsiapa yang tidur dalam keadaan suci, maka
malaikat akan bersamanya di dalam pakaiannya. Dia tidak akan bangun hingga
malaikat berdoa Ya Allah, ampunilah hambamu si fulan karena tidur dalam
keadaan suci.” (Imam Ibnu Hibban meriwayatkan dari Abdullah bin Umar ra., hadits ini
dishahihkan oleh Syaikh Al Albani dalam Shahih At Targhib wat Tarhib I/37)

2. Orang yang sedang duduk menunggu waktu shalat.
Rasulullah SAW bersabda, Tidaklah salah seorang diantara kalian yang duduk
menunggu shalat, selama ia berada dalam keadaan suci, kecuali para malaikat
akan mendoakannya Ya Allah, ampunilah ia. Ya Allah sayangilah ia. (Imam Muslim meriwayatkan dari Abu Hurairah ra., Shahih Muslim no. 469)

3. Orang orang yang berada di shaf barisan depan di dalam shalat berjamaah.
Rasulullah SAW bersabda, Sesungguhnya Allah dan para malaikat-Nya bershalawat
kepada (orang orang) yang berada pada shaf shaf terdepan (Imam Abu Dawud (dan Ibnu Khuzaimah) dari Barra bin Azib ra., hadits ini dishahihkan oleh Syaikh Al Albani dalam Shahih Sunan Abi Dawud I/130)

4. Orang orang yang menyambung shaf pada sholat berjamaah (tidak membiarkan
sebuah kekosongan di dalam shaf).
Rasulullah SAW bersabda, Sesungguhnya Allah dan para malaikat selalu
bershalawat kepada orang orang yang menyambung shaf shaf (Para Imam yaitu Ahmad, Ibnu Majah, Ibnu Khuzaimah, Ibnu Hibban dan Al Hakim meriwayatkan dari Aisyah ra., hadits ini dishahihkan oleh Syaikh Al Albani dalam Shahih At Targhib wat Tarhib I/272)

5. Para malaikat mengucapkan Amin ketika seorang Imam selesai membaca Al
Fatihah.
Rasulullah SAW bersabda, Jika seorang Imam membaca ghairil maghdhuubi
alaihim waladh dhaalinn , maka ucapkanlah oleh kalian aamiin , karena
barangsiapa ucapannya itu bertepatan dengan ucapan malaikat, maka ia akan
diampuni dosanya yang masa lalu (Imam Bukhari meriwayatkan dari Abu Hurairah ra., Shahih Bukhari no. 782)

6. Orang yang duduk di tempat shalatnya setelah melakukan shalat.
Rasulullah SAW bersabda, Para malaikat akan selalu bershalawat ( berdoa )
kepada salah satu diantara kalian selama ia ada di dalam tempat shalat dimana
ia melakukan shalat, selama ia belum batal wudhunya, (para malaikat) berkata,
Ya Allah ampunilah dan sayangilah ia (Imam Ahmad meriwayatkan dari Abu Hurairah, Al Musnad no. 8106, Syaikh Ahmad Syakir menshahihkan hadits ini)

7. Orang orang yang melakukan shalat shubuh dan ashar secara berjama’ah.
Rasulullah SAW bersabda, Para malaikat berkumpul pada saat shalat shubuh lalu
para malaikat ( yang menyertai hamba) pada malam hari (yang sudah bertugas
malam hari hingga shubuh) naik (ke langit), dan malaikat pada siang hari tetap
tinggal. Kemudian mereka berkumpul lagi pada waktu shalat ashar dan malaikat
yang ditugaskan pada siang hari (hingga shalat ashar) naik (ke langit)
sedangkan malaikat yang bertugas pada malam hari tetap tinggal, lalu Allah
bertanya kepada mereka, Bagaimana kalian meninggalkan hambaku?, mereka
menjawab, Kami datang sedangkan mereka sedang melakukan shalat dan kami
tinggalkan mereka sedangkan mereka sedang melakukan shalat, maka ampunilah
mereka pada hari kiamat (Imam Ahmad meriwayatkan dari Abu Hurairah ra., Al Musnad no. 9140, hadits ini dishahihkan oleh Syaikh Ahmad Syakir)

8. Orang yang mendoakan saudaranya tanpa sepengetahuan orang yang didoakan.
Rasulullah SAW bersabda, Doa seorang muslim untuk saudaranya yang dilakukan
tanpa sepengetahuan orang yang didoakannya adalah doa yang akan dikabulkan.
Pada kepalanya ada seorang malaikat yang menjadi wakil baginya, setiap kali dia
berdoa untuk saudaranya dengan sebuah kebaikan, maka malaikat tersebut berkata
aamiin dan engkaupun mendapatkan apa yang ia dapatkan (Diriwayatkan oleh Imam Muslim dari Ummud Darda ra., Shahih Muslim no. 2733)

9. Orang orang yang berinfak.
Rasulullah SAW bersabda, Tidak satu hari pun dimana pagi harinya seorang
hamba ada padanya kecuali 2 malaikat turun kepadanya, salah satu diantara
keduanya berkata, Ya Allah, berikanlah ganti bagi orang yang berinfak. Dan
lainnya berkata, Ya Allah, hancurkanlah harta orang yang pelit (Imam Bukhari dan Imam Muslim meriwayatkan dari Abu Hurairah ra., Shahih Bukhari no. 1442 dan Shahih Muslim no. 1010)

10. Orang yang sedang makan sahur.
Rasulullah SAW bersabda, Sesungguhnya Allah dan para malaikat-Nya bershalawat
( berdoa ) kepada orang orang yang sedang makan sahur
Insya Allah termasuk disaat sahur untuk puasa “sunnah ”. (Imam Ibnu Hibban dan Imam Ath Thabrani, meriwayaatkan dari Abdullah bin Umar
ra., hadits ini dishahihkan oleh Syaikh Al Albani dalam Shahih At Targhiib wat
Tarhiib I/519)

11. Orang yang sedang menjenguk orang sakit.
Rasulullah SAW bersabda, Tidaklah seorang mukmin menjenguk saudaranya kecuali
Allah akan mengutus 70.000 malaikat untuknya yang akan bershalawat kepadanya di
waktu siang kapan saja hingga sore dan di waktu malam kapan saja hingga shubuh (Imam Ahmad meriwayatkan dari Ali bin Abi Thalib ra., Al Musnad no. 754, Syaikh Ahmad Syakir berkomentar, Sanadnya shahih)

12. Seseorang yang sedang mengajarkan kebaikan kepada orang lain.
Rasulullah SAW bersabda, Keutamaan seorang alim atas seorang ahli ibadah
bagaikan keutamaanku atas seorang yang paling rendah diantara kalian.
Sesungguhnya penghuni langit dan bumi, bahkan semut yang di dalam lubangnya dan
bahkan ikan, semuanya bershalawat kepada orang yang mengajarkan kebaikan kepada
orang lain (Diriwayatkan oleh Imam Tirmidzi dari Abu Umamah Al Bahily ra., dishahihkan oleh Syaikh Al Albani dalam Kitab Shahih At Tirmidzi II/343)

Sumber : Syaikh Dr. Fadhl Ilahi (Orang orang yang Didoakan
Malaikat, Pustaka Ibnu Katsir, Bogor, Cetakan Pertama, Februari 2005

Mengab

Wassalamu’alaikum Warahmatullahi Wabarakatuh.

Pagi ini, pada tanggal 31 Januari 2009, pukul 9 lewat 15 pagi, diadakan acara bernama mengab (Mentoring Gabungan) di Masjid Al-Ishlah SMAN 47 Jakarta. Peserta dari halaqqah ini adalah seluruh anggota ROHIS dan beberapa anggota IKARIS (Ikatan Alumni ROHIS) SMAN 47 Jakarta. Waktu itu, saya datang terlambat dan melewatkan acara pembukaan dan Tilawatil-Qur’an. Saya datang ketika kak Panji, mentor dari kelompok Achmad memulai kultumnya. Isi kultumnya adalah penjelasan mengenai Q.S. Ar-Ruum (30) : 1-10. Pokoknya, kalau tidak salah intinya begini.

Apa yang kita dapatkan adalah apa yang kita lakukan pada Allah swt dan keluarga kita. Jadi, kalau ingin dicintai orang lain, cintailah Allah swt dan keluarga kita. Jika kita ingin dihormati orang lain, hormatilah Allah swt dan orang tua kita.
Lalu, jika kita memiliki uang sebesar 5000 rupiah dan menyedekahkannya 1000 rupiah, maka uang yang kita miliki bukanlah 4000 rupiah, tetapi uang kita adalah 1000 rupiah yang kita sadaqahkan tersebut. Karena itulah, semakin banyak kita bersadaqah, semakin banyak pula harta yang kita miliki. Jadi, bersadaqah bukanlah membuat harta kita menjadi lebih sedikit, tetapi menjadi lebih banyak.

Lalu, acara dilanjutkan dengan materi dari IKARIS yang namanya (Kalau tidak salah) mang ucok. Dia menyampaikan beberapa materi secara spontan, yang berarti dia sudah cukup lama mengikuti program-program keagamaan Islam sehingga ilmu-ilmu tersebut menempel di otaknya dan bisa dikeluarkan kapan saja saat dibutuhkan. Beberapa materi yang dia sampaikan adalah :

1. Jangan mudah percaya terhadap suatu info tanpa mengetahui baik-buruknya dan benar-tidaknya (Dan saya yang saat itu masih belum tahu apa-apa menyebarkan pesan berantai beserta kutukannya…) Karena, siapa tahu orang yang mereka anggap pahlawan itu adalah musuh kita, musuh dari Islam.
Ingatlah, Sayyidina Ali ra pernah berkata, “Sesungguhnya sahabatmu itu ada tiga. Yaitu sahabatmu sendiri, Sahabat dari sahabatmu dan musuh dari musuhmu. Dan musuhmu juga ada tiga, yaitu musuhmu sendiri, musuh dari sahabatnu dan sahabat dari musuhmu”. Karena itu, muslim sangat tidak diizinkan untuk bermusuhan selama lebih dari tiga hari.

2. Usaha tanpa doa dan Doa tanpa usaha kurang berguna. Doa dan usaha yang seimbang adalah lebih baik. Dia bercerita, bahwa ada seseorang yang ketika itu akan melakukan SPMB. Tetapi, dia baru ingat akan hal itu seminggu sebelum SPMB. Dan dia belum belajar sama sekali pada saat itu. Lalu dia teringat, “Barangsiapa yang menolong jalan Allah swt maka Allah swt akan mempermudah urusan yang dia hadapi”. Karena itu, dia membagi waktu. Separuhnya dia gunakan untuk belajar, dan separuhnya lagi dia gunakan untuk menolong Agama Allah swt (Islam) melalui tiga cara, yaitu bersilaturahim, bershadaqah dan memperbanyak shalat tepat waktu (Di Masjid setelah Adzan berkumandang). Dan akhirnya, dia masuk ke UI.

3. Kita harus yakin bahwa Allah swt akan selalu menolong kita, hambanya yang beriman (Jangan bilang InsyaAllah yakin, tapi bilang Yakin 100% ya..)

Lalu, acara dilanjutkan dengan sesi diskusi yang dipimpin oleh bang Jupriyadi. Di sesi ini, saya mendapat wawasan baru, yaitu mengenai bangsa saat ini.

Tahukah kalian bahwa
1. Sesungguhnya orang-orang pada zaman Jahiliyyah adalah orang-orang yang beriman pada Allah swt, hanya saja mereka tidak mau menjalankan hak-hak Allah swt, yaitu beribadah kepadanya. Jadi, bagaimana dengan kita pada saat ini? Bukankah ada banyak orang pada saat ini yang sudah menjadi agnostik, tidak percaya pada Allah swt, bahkan mereka lebih percaya terhadap dukun.
2. Sesungguhnya, awalnya patung dibuat sebagai tanda penghormatan bagi orang-orang yang berjasa di zaman dahulu. Namun, seiring waktu berjalan patung pun akhirnya disembah oleh orang-orang di zaman Jahiliyyah bahkan saat ini bukan hanya patung yang disembah, melainkan harta, dan segala benda lainnya ikut disambah oleh orang-orang zaman sekarang.

Bukankah ini berarti orang-orang pada zaman ini lebih buruk daripada orang-orang pada zaman Jahiliyyah?

Gema Muharram

Setelah Shalat Jum’at kemarin, di Masjid kami memang biasa diadakan pembinaan Imtaq. Berhubung masih dalam keadaan Muharram, ROHIS SMAN 47 pun mengambil waktu dan tempat pembinaan IMTAQ dilaksanakan, karena kami tahu, jika acaranya tidak begini pasti yang datang bisa dihitung jari. Tapi, sejujurnya acara ini sangat kurang koordinasi dengan guru. Pembinanya saja baru tahu tentang kegiatan ini hari Kamis, sehari sebelum acara dilaksanakan. Jadi, yang melaksanakan kegiatan ini adalah ROHIS SMAN 47 Jakarta, tanpa bantuan guru.

Nama pengisis acaranya adalah Ustadz Subhanallah. Mungkin nama lengkapnya adalah :
Ustadz Subhanallahu Walhamdulillah Wala ila ha ilallah Huwallahu akbar.^^ Ustadz ini benar-benar hebat, dia membuat murid-murid yang biasanya ingin pulang lebih cepat menjadi betah di Masjid. Malah kayaknya dia yang ingin cepat-cepat pulang setelah ditawan sampai jam 2 (Acaranya harusnya sampai jam setengah 2).

Alhamdulillah acara GeRam (Gema Muharram) ini berhasil…

Karakteristik Ulul Albab

Wassalamu’alaikum Warahmatullahi Wabarakatuh.

Waktu itu, saya pernah menjanjikan untuk mem-post-kan karakteristik Ulul Albab. Sekarang, Alhamdulillah datanya telah saya terima dari teman saya. Beginilah karakteristik mereka.

Ulul Albab adalah orang yang mampu mengharmoniskan kekuatan intelektual dan spiritual. Berikut adalah beberapa karakteristik mereka :

1. Selalu membekali diri dengan takwa (QS. 2 :197)
2. Mampu mengambil hikmah/pelajaran dari firman-firman Allah swt (QS. 2 : 269)
3. Selalu mencermati fenomena (QS. 39 : 21)
4. Mampu memadukan kekuatan akal dan qalbu (QS 3 : 190-191)
5. Sangat yakin akan adanya kehidupan akhirat, sehingga mereka selalu memohon perlindungan pada Allah swt (QS. 3 : 192-194)
6. Mampu memisahkan yang baik dan yang buruk walau yang buruk amat menarik (QS. 5 : 100)
7. Mampu mengambil pelajaran dari perjalanan hidup dirinya atau orang lain (QS. 12 : 111)
8. Rajin shalat malam (QS. 39 : 9)
9. Kritis dalam menilai suatu pemikiran (QS. 39 : 18)
10. Menjadikan Al-Qur’an sebagai kitab suci pencerahan (QS. 14 : 52)

10 yang di atas adalah beberapa karakteristik Ulul Albab dan ayat-ayat Al-Qur’an yang menjelaskannya. Ingatlah, bahasa Al-Qur’an kadang memerlukan pemikiran untuk dipahami. Dari data di atas ada satu hal yang perlu kita tanyakan kepada diri kita sendiri, Sudahkah kita termasuk Ulul Albab?

Yah, sekian dari saya. Berhubung saat ini saya sedang mengikuti banyak acara di luar rumah dan tidak bisa OL atau nge-blog jadi mohon maaf ya, kalau beberapa comment di fs, facebook dan blog ini kurang update.

Wabil taufik wal hidayah
Wassalamu’alaikum Warahmatullahi Wabarakatuh.