Seekor Belalang

Seekor belalang telah lama terkurung dalam sebuah kotak.
Suatu hari ia berhasil keluar dari kotak yang mengurungnya tersebut. Dengan gembira ia melompat-lompat menikmati kebebasannya.

Di perjalanan dia bertemu dengan seekor belalang lain.
Namun dia keheranan mengapa belalang itu bisa melompat lebih tinggi dan lebih jauh darinya.

Dengan penasaran ia menghampiri belalang itu, dan bertanya,
“Mengapa kau bisa melompat lebih tinggi dan lebih jauh, padahal kita tidak jauh berbeda dari usia ataupun bentuk tubuh ?”.

Belalang itu pun menjawabnya dengan pertanyaan,
“Dimanakah kau selama ini tinggal? Karena semua belalang yang hidup di alam bebas pasti bisa melakukan seperti yang aku lakukan”.

Saat itu si belalang baru tersadar bahwa selama ini kotak itulah yang membuat lompatannya tidak sejauh dan setinggi belalang lain yang hidup di alam bebas.

Bahan Renungan :
Sebagai manusia, tanpa sadar, mungkin kita pernah juga mengalami hal yang sama dengan belalang.

Lingkungan yang buruk, hinaan, trauma masa lalu, kegagalan yang beruntun, perkataan teman atau pendapat tetangga, seolah membuat kita terkurung dalam kotak semu yang membatasi semua kelebihan kita. Lebih sering kita mempercayai mentah-mentah apapun yang mereka voniskan kepada kita tanpa pernah berpikir benarkah Anda separah itu?
Bahkan lebih buruk lagi, kita lebih memilih mempercayai mereka daripada mempercayai diri sendiri.

Tidakkah Anda pernah mempertanyakan kepada nurani bahwa Anda bisa “melompat lebih tinggi dan lebih jauh” kalau Anda mau menyingkirkan “kotak” itu?
Tidakkah Anda ingin membebaskan diri agar Anda bisa mencapai sesuatu yang selama ini Anda anggap diluar batas kemampuan
Anda?

Beruntung sebagai manusia kita dibekali Tuhan kemampuan untuk berjuang, tidak hanya menyerah begitu saja pada apa yang kita alami. Karena itu teman, teruslah berusaha mencapai apapun yang Anda ingin capai. Sakit memang, lelah memang, tapi bila Anda sudah sampai di puncak, semua pengorbanan itu pasti akan terbayar.

Kehidupan Anda akan lebih baik kalau hidup dengan cara hidup pilihan Anda. Bukan cara hidup seperti yang mereka pilihkan untuk Anda.

Kisah Sebutir Kurma

Seorang sufi yang terkenal dengan kezuhudannya pernah mengalami suatu peristiwa yang mengandung hikmah untuk diambil manfaatnya: (berikut ini kisah tersebut)

Usai menunaikan ibadah haji, Ibrahim bin Adham berniat ziarah ke masjidil Aqsa. Untuk bekal di perjalanan, ia membeli 1 kg kurma dari pedagang tua di dekat mesjidil Haram. Setelah kurma ditimbang dan dibungkus, Ibrahim melihat sebutir kurma tergeletak didekat timbangan. Menyangka kurma itu bagian dari yang ia beli, Ibrahim memungut dan memakannya.

Setelah itu ia langsung berangkat menuju Al Aqsa. 4 Bulan kemudian, Ibrahim tiba di Al Aqsa. Seperti biasa, ia suka memilih sebuah tempat beribadah pada sebuah ruangan dibawah kubah Sakhra. Ia shalat dan berdoa khusuk sekali. Tiba tiba ia mendengar percakapan dua Malaikat tentang dirinya.

‘Itu, Ibrahim bin Adham, ahli ibadah yang zuhud dan wara yang doanya selalu dikabulkan ALLAH SWT,’ kata malaikat yang satu.

‘Tetapi sekarang tidak lagi. doanya ditolak karena 4 bulan yg lalu ia memakan sebutir kurma yang jatuh dari meja seorang pedagang tua di dekat mesjidil haram,’ jawab malaikat yang satu lagi.

Ibrahim bin adham terkejut sekali, ia terhenyak, jadi selama 4 bulan ini ibadahnya, shalatnya, doanya dan mungkin amalan-amalan lainnya tidak diterima oleh ALLAH SWT gara-gara memakan sebutir kurma yang bukan haknya. ‘Astaghfirullahal adzhim’ ibrahim beristighfar.

Ia langsung berkemas untuk berangkat lagi ke Mekkah menemui pedagang tua penjual kurma. Untuk meminta dihalalkan sebutir kurma yang telah ditelannya. Begitu sampai di Mekkah ia langsung menuju tempat penjual kurma itu, tetapi ia tidak menemukan pedagang tua itu melainkan seorang anak muda. ‘4 bulan yang lalu saya membeli kurma disini dari seorang pedagang tua. kemana ia sekarang ?’ tanya ibrahim. ‘Sudah meninggal sebulan yang lalu, saya sekarang meneruskan pekerjaannya berdagang kurma’ jawab anak muda itu. ‘Innalillahi wa innailaihi roji’un, kalau begitu kepada siapa saya meminta penghalalan ?’. Lantas ibrahim menceritakan peristiwa yg dialaminya, anak muda itu mendengarkan penuh minat. ‘Nah, begitulah’ kata ibrahim setelah bercerita, ‘Engkau sebagai ahli waris orangtua itu, maukah engkau menghalalkan sebutir kurma milik ayahmu yang terlanjur ku makan tanpa izinnya?’. ‘Bagi saya tidak masalah. Insya ALLAH saya halalkan. Tapi entah dengan saudara-saudara saya yang jumlahnya 11 orang. Saya tidak berani mengatas nama kan mereka karena mereka mempunyai hak waris sama dengan saya.’ ‘Dimana alamat saudara-saudaramu ? biar saya temui mereka satu persatu.’

Setelah menerima alamat, ibrahim bin adham pergi menemui. Biar berjauhan, akhirnya selesai juga. Semua setuju menghalakan sebutir kurma milik ayah mereka yang termakan oleh ibrahim.

4 bulan kemudian, Ibrahim bin adham sudah berada dibawah kubah Sakhra. Tiba tiba ia mendengar dua malaikat yang dulu terdengar lagi bercakap cakap. ‘Itulah ibrahim bin adham yang doanya tertolak gara gara makan sebutir kurma milik orang lain.’ ‘O, tidak.., sekarang doanya sudah makbul lagi, ia telah mendapat penghalalan dari ahli waris pemilik kurma itu. Diri dan jiwa Ibrahim kini telah bersih kembali dari kotoran sebutir kurma yang haram karena masih milik orang lain. Sekarang ia sudah bebas.’

‘Oleh sebab itu berhati-hatilah dgn makanan yg masuk ke tubuh kita, sudah halal-kah? lebih baik tinggalkan bila ragu-ragu…

Cerita di Bulan Ramadhan yang Lalu…

Yah, sebenernya sih cerita ini memang udah lumayan lama, dikutip dari sebuah buku, tapi saya lupa judul bukunya. Awalnya mau saya copy di bulan Ramadhan (agar momentumnya tepat), tapi ada beberapa hal yang menunda.
Yah, lebih baik terlambat daripada tidak sama sekali toh?

*******************************************************

“Hey kamu… mari sini!” sapa Luqman halus kepada seorang bocah yang dengan sengaja mengganggu anak kecil lain yang sedang berpuasa.

“Siapa nama kamu…? Dari mana kamu asalnya …?” tanya Luqman sambil memegang lengan bocah itu. Sebetulnya Luqman gemas, tapi ia tahan kegemasan itu.

Meski ditanya dengan sopan, bocah itu malah balik mendelik ke arah Luqman dan tertawa menyeringai! Tawa bocah itu membuat Luqman melepaskan pegangannya seketika.

Luqman merasa bocah ini bukanlah anak sembarangan. Sungguh pun penampilannya kayak bocah biasa. Kaos plus celana pendek. Agak lusuh, tapi bersih.

Luqman melihat mata bocah itu. Mata itu bukanlah mata anak manusia pada umumnya. Ditambah lagi, sebelumnya Luqman tidak pernah melihat bocah itu di kampungnya. Luqman sudah bertanya ke sana kemari, adakah tetangga kampungnya atau orang di kampungnya yang mengenali siapa bocah itu dan siapa keluarganya. Semua orang yang ditanya Luqman menggelengkan kepala, tanda tidak tahu….

Bocah itu menjadi pembicaraan di Kampung. Sudah tiga hari ini ia mondar-mandir keliling kampung. Ia menggoda anak-anak sebayanya, menggoda anak-anak remaja di atasnya, dan bahkan orang-orang tua. Hal ini, bagi orang kampung, menyebalkan. Bagaimana tidak menyebalkan, anak itu menggoda dengan berjalan kesana kemari sambil tangan kanannya memegang roti isi daging yang tampak coklat menyala. Sementara tangan kirinya memegang es kelapa, lengkap dengan tetesan air dan butiran-butiran es yang melekat di plastik es tersebut. Pemandangan tersebut menjadi pemandangan biasa bila orang-orang kampung melihatnya bukan pada bulan puasa. Pemandangan tak mengenakkan ini justru terjadi di tengah hari pada bulan puasa! Bulan ketika banyak orang sedang menahan lapar dan haus. Es kelapa dan roti isi daging tentu saja menggoda orang yang melihatnya.

Pemandangan itu semakin bertambah tidak biasa karena kebetulan selama tiga hari semenjak bocah itu ada, matahari di kampung itu lebih terik dari biasanya. Luqman mendapat laporan dari orang-orang di kampungnya mengenai bocah itu. Mereka tidak berani melarang bocah kecil itu menyodor-nyodorkan dan memeragakan bagaimana dengan nikmatnya ia mencicipi es kelapa dan roti isi daging tersebut. Pernah ada yang melarangnya, tapi kemudian orang itu dibuat mundur ketakutan sekaligus keheranan. Setiap dilarang, bocah itu akan mendengus dan matanya akan memberikan kilatan yang menyeramkan. Membuat mundur semua orang yang akan melarangnya.

Luqman memutuskan menunggu kehadiran bocah itu. Kata orang kampung, belakangan ini, setiap ba’da dzuhur, anak itu akan muncul secara misterius. Bocah itu akan muncul dengan pakaian lusuh yang sama dengan hari-hari kemarin dan akan muncul dengan es kelapa dan roti isi daging yang sama juga!

Tidak lama Luqman menunggu, bocah itu hadir. Benar, ia menari-nari sambil menyeruput es kelapa itu. Tingkah bocah itu jelas mengundang orang lain untuk menelan ludah tanda ingin meminum es itu juga. Luqman menegurnya. Cuma ya itu tadi. bukannya takut, bocah itu malahan mendelik hebat dan melotot, seakan-akan matanya akan keluar menelan Luqman.

“Bismillah…” Luqman kembali mencengkram tangan bocah itu. Ia kuatkan mentalnya. Ia berpikir kalau memang bocah itu adalah bocah jadi-jadian, ia akan korek keterangan, apa maksud semua ini. Kalau memang bocah itu “bocah beneran” pun, ia akan mencari keterangan, siapa dan dari mana sesungguhnya bocah itu.
Mendengar ucapan bismillah itu, bocah tadi mendadak menuruti tarikan tangan Luqman. Luqman menyentakkan tangannya, menyeret halus bocah itu, dan membawanya ke rumah. Gerakan Luqman diikuti dengan tatapan mata penuh tanya orang-orang yang melihatnya.

“Ada apa Tuan melarang saya meminum es kelapa dan menyantap roti isi daging ini? Bukannya ini adalah kepunyaan saya?” tanya bocah itu sesampainya di rumah Luqman seakan tahu bahwa Luqman akan bertanya tentang kelakuannya. Matanya masih lekat menatap tajam pada Luqman.

“Maaf ya… Itu karena kamu melakukannya di bulan puasa…,” jawab Luqman dengan halus, “apalagi kamu tahu, bukankah seharusnya kamu juga berpuasa…

Lalu bukannya ikut menahan lapar dan haus, kamu malah menggoda orang dengan tingkahmu itu….”

Sebenarnya Luqman masih mau mengeluarkan unek-uneknya, mengomeli anak itu. Tapi mendadak bocah itu berdiri sebelum Luqman selesai. Ia menatap mata Luqman lebih tajam lagi…

“Itu kan yang kalian lakukan juga kepada kami semua! Bukankah kalian yang lebih sering melakukan hal itu ketimbang saya…? Kalian selalu mempertontonkan kemewahan ketika kami hidup di bawah garis kemiskinan pada sebelas bulan di luar bulan puasa?

Bukankah kalian yang lebih sering melupakan kami yang kelaparan, dengan menimbun harta sebanyak-banyaknya dan melupakan kami?

Bukankah kalian juga yang selalu tertawa dan melupakan kami yang sedang menangis?

Bukankah kalian yang selalu berobat mahal bila sedikit saja sakit menyerang, sementara kalian mendiamkan kami yang mengeluh kesakitan hingga kematian menjemput ajal?

Bukankah juga di bulan puasa ini hanya pergeseran waktu saja kalian menahan rasa lapar dan haus? Ketika beduk magrib bertalu, ketika azan magrib terdengar, kalian kembali pada kerakusan kalian…?”

Bocah itu terus saja berbicara tanpa memberi Luqman kesempatan menyela.

Tiba-tiba suara bocah itu berubah. Kalau tadinya ia berkata demikian tegas dan terdengar sangat “menusuk”, kini ia bersuara lirih, mengiba.

“Ketahuilah Tuan…. Kami berpuasa tanpa ujung … Kami senantiasa berpuasa meski bukan waktunya bulan puasa lantaran memang tidak ada makanan yang bisa kami makan. Sementara Tuan berpuasa sepanjang siang saja.

Dan ketahuilah Tuan, justru Tuan dan orang-orang di sekeliling Tuanlah yang menyakiti perasaan kami dengan berpakaian yang luar biasa mewahnya, lalu kalian sebut itu menyambut Ramadhan dan Idul Fitri?

Bukankah kalian juga yang selalu berlebihan dalam mempersiapkan makanan yang luar biasa bervariasi banyaknya, segala rupa ada, lantas kalian juga menyebutnya dengan istilah menyambut Ramadhan dan Idul Fitri?

Tuan… sebelas bulan kalian semua tertawa di saat kami menangis, bahkan pada bulan Ramadhan pun hanya ada kepedulian yang seadanya.

Tuan… kalianlah yang melupakan kami, kalianlah yang menggoda kami, dua belas bulan tanpa terkecuali termasuk di bulan Ramadhan ini. Apa yang saya lakukan adalah yang kalian lakukan juga terhadap orang-orang kecil seperti kami…

Tuan, sadarkah Tuan akan ketidakabadian harta? Lalu mengapakah masih saja mendekap harta secara berlebih?

Tuan… sadarkah apa yang terjadi bila Tuan dan orang-orang sekeliling Tuan tertawa sepanjang masa dan melupakan kami yang semestinya diingat?

Bahkan, berlebihannya Tuan dan orang-orang di sekeliling Tuan bukan hanya pada penggunaan harta, tapi juga pada dosa dan maksiat. Tahukah Tuan, akan adanya azab Tuhan yang menimpa…?

Tuan… jangan merasa aman lantaran kaki masih menginjak bumi. Tuan… jangan merasa perut ‘kan kenyang esok lantaran tersimpan pangan ‘tuk setahun. Tuan… jangan pernah merasa matahari tidak akan pernah menyatu dengan bumi, kelak…”

Wuah… entahlah apa yang ada di kepala dan hati Luqman. Perkataan demi perkataan meluncur deras dari mulut bocah kecil itu tanpa bisa dihentikan. Dan hebatnya, semua yang disampaikan bocah tersebut adalah benar adanya!

Hal ini menambah keyakinan Luqman bahwa bocah ini bukan bocah sembarangan.

Habis berkata pedas dan tajam seperti itu, bocah itu pergi begitu saja meninggalkan Luqman yang dibuatnya terbengong-bengong.

Di kejauhan, Luqman melihat bocah itu menghilang bak ditelan bumi. Begitu sadar, Luqman berlari mengejar ke luar rumah hingga ke tepian jalan. Ia edarkan pandangan ke seluruh sudut yang bisa dilihatnya, tapi ia tidak menemukan bocah itu. Di tengah deru nafasnya yang memburu, ia tanya semua orang di ujung jalan, tapi semuanya menggeleng bingung. Bahkan, orang-orang yang menunggu penasaran di depan rumahnya pun mengaku tidak melihat bocah itu keluar dari rumah Luqman!

Bocah itu benar-benar misterius! Dan sekarang ia malah menghilang!
Luqman tidak mau main-main. Segera ia putar langkah, kembali ke rumah. Ia ambil sajadah, sujud dan bersyukur. Meski peristiwa tadi irasional, tidak masuk akal, tapi ia mau meyakini bagian yang masuk akal saja. Bahwa betullah adanya apa yang dikatakan bocah misterius tadi. Bocah tadi memberikan pelajaran berharga, betapa kita sering melupakan orang yang seharusnya kita ingat. Yaitu mereka yang tidak berpakaian, mereka yang kelaparan, dan mereka yang tidak memiliki penghidupan yang layak.

Bocah tadi juga memberi Luqman pelajaran bahwa seharusnya mereka yang sedang berada di atas, yang sedang mendapatkan karunia Allah, jangan sekali-kali menggoda orang kecil, orang bawah, dengan berjalan membusungkan dada dan mempertontonkan kemewahan yang berlebihan.

Marilah berpikir tentang dampak sosial yang akan terjadi bila kita terus menjejali tontonan kemewahan, sementara yang melihatnya sedang membungkuk menahan lapar.

Luqman berterima kasih kepada Allah yang telah memberikannya hikmah yang luar biasa. Luqman tidak mau menjadi bagian yang Allah sebut mati mata hatinya.

Sekarang yang ada di pikirannya, mau dipercaya atau tidak, ia akan mengabarkan kejadian yang dialaminya bersama bocah itu sekaligus menjelaskan hikmah kehadiran bocah tadi kepada semua orang yang dikenalnya, kepada sebanyak-banyaknya orang. Kejadian bersama bocah tadi begitu berharga bagi siapa saja yang menghendaki kebercahayaan hati.

Pertemuan itu menjadi pertemuan terakhir. Sejak itu Luqman tidak pernah lagi melihatnya, selama-lamanya. Luqman rindu kalimat-kalimat pedas dan tudingan-tudingan yang memang betul adanya. Luqman rindu kehadiran anak itu agar ada seseorang yang berani menunjuk hidungnya ketika ia salah.

Kami terus berpuasa meski bukan saatnya berpuasa,
lantaran ketiadaan makanan,
lantaran ketiadaan minuman.
Kami berpuasa tanpa ujung!

kami lapar… sementara perut kalian kenyang.
Kami sakit, tanpa ada obat, apalagi biaya berobat…
sementara kalian menambah terus kesakitan kami
dengan mempertontonkan kemewahan dunia di hadapan kami…
di depan mata kami….
yang sedang berpakaian kemiskinan.
Kami menangis, kami merintih,
adakah di antara kalian yang peduli …?

Copas dari http://suaramerdeka.com/v1/index.php/read/…/Berkaca-pada-Si-Bocah

SMS Tausyiah (1)

Assalamu’alaikum warahmatullahi wabarakatuh.
Kali ini saya akan menulis beberapa sms tausyiah yang dikirim langsung dari teman-teman saya… 🙂
Semoga bermanfaat bagi kita semua…

Perkataan Umar untuk Khalid bin Walid :
Akhi, kau dipecat. Kau dipecat bukan karena tidak bisa memimpin. Kau adalah jendral terbaik dan orang-orang memuji-mujimu, justru aku takut akan ada butir-butir rasa kesombongan pada dirimu.

Dibawah ini firman Allah :
“Apakah yang memasukkan kamu kedalam neraka Saqar?” Mereka menjawab “kami dahulu tidak termasuk orang-orang yang mengerjakan shalat dan kami tidak pula memberi makan orang miskin”
QS. Al-Muddatsir (74) : 42-44

Persembahkanlah yang terindah bagi sahabatmu. Jika dia harus tahu musim surutmu, biarlah dia mengenali musim pasangmu. Carilah ia bersama untuk menghidupkan sang waktu! Karena dialah yang bisa mengisi kekuranganmu, bukan mengisi kekosonganmu.

Bila subuh utuh, pagi tumbuh, hati teduh, pribadi tidak angkuh, keluarga tidak keruh maka damai berlabuh.
Bila dzuhur teratur, diri jujur, hati tidak kufur, rasa selalu syukur, amal tidak udzur, keluarga akur maka pribadi makmur.
Bila ashar kelar, jiwa sabar, raga tegar, senyum menyebar maka rezeki lancar.
Bila maghrib tertib, tilawah jadi wajib, wirid jadi karib, jauh dari aib, maka syafaat tidak raib.
Bila isya terjaga, malam bercahaya, gelap tak terasa, insya Allah hidup damai sejahtera.
Shalat itu indah… 🙂

Adikku, saat kau hendak merebahkan tubuhmu dalam kenyamanan tempat tidurmu, saat kau hendak memejamkan matamu dari gemerlap dunia, ketahuilah bahwa banyak karunia-Nya yang kau nikmati. Mata yang bisa melihat, tubuh yang sehat, makanan yang cukup, maka sampaikanlah syukurmu pada Allah sebelum kau pejamkan matamu, yang mungkin saja tak akan terbuka lagi…

“Jika kamu tidak bersama dakwah, sekali-kali kamu tidak bersama selainnya. Adapun dakwah, jika tidak bersamamu pasti ia akan bersama selainmu, dan jikakamu berpaling, niscaya akan diganti dengan suatu kaum selainmu, sedangkan mereka tidak sepertimu”
(Hasan al Banna)
Istiqamahlah adikku…

Teruslah bergerak hingga KELELAHAN itu LELAH mengikutimu.
Teruslah berlari hingga KEBOSANAN itu BOSAN mengejarmu.
Teruslah berjalan hingga KELETIHAN itu LETIH bersamamu.
Teruslah bertahan hingga KEFUTURAn itu FUTUR menyertaimu.
Tetaplah berjaga hingga KELESUAN itu LESU bersamamu.
(Alm. Ustad Rahmat Abdullah)

Ketika wajahmu penat memikirkan dunia, BERWUDHULAH…
Ketika tanganmu letih menggapai cita-cita, BERTAKBIRLAH…
Ketika pundakmu tak kuat memikul amanah, BERSUJUDLAH…
Ikhlaskan dan serahkan semuanya kepada Allah…
Mendekatlah kepada-Nya…
Dan tunduklah disaat yang lain angkuh…
Agar engkau teguh disaat yang lain runtuh…
Dan tegar disaat yang lain terlempar…

Jadilah jiwa-jiwa yang menolak patah, tidak berhenti karena memilih tegak meski tertatih-tatih, tidak berhenti karena menjadi pelita lingkungan, tidak berhenti karena punya mimpi.
Saatnya menjadi Ustadziyatul Alam, Guru bagi Peradaban.
Infiruu Ayyuhal ikhwah,
Orang-orang besar lahir dari beban perjuangan, bukan lari dari medan pertempuran!!

Tetaplah lakukan kebaikan meskipun sering dilupakan orang. Biarlah amalan ini menjadi pembicaraan malaikat di langit. Semoga kerja kecil kita akan menjadi kendaraan kita dalam mencapai ridha dan surga-Nya.

Kebanggaanmu bila orang lain melihat kelebihanmu adalah bukti ketidakjujuranmu dalam beribadah. Maka kosongkanlah pandangan orang lain terhadap dirimu. Cukup bagimu pandangan Allah terhadap dirimu. Tetaplah istiqamah.

Tidaklah suatu perkataan amatlah berharga jika kita bisa menilai perkataan anda dengan angka.
(Lord Kelvin)

Boleh jadi kamu membenci sesuatu padahal sesuatu itu amat baik bagimu, dan boleh jadi kamu menyukai sesuatu padahal itu sangat buruk bagimu.

Angkatlah orang lemah, karena kelemahannya tidak menularimu. Suatu ketika buahnya kan merayap menggapaimu. Membalasmu atau memberikan pujian.

Bila telapak tangan berkeringat dan hati berdegup kencang ketika bertemu, itu bukanlah perasaan cinta, tapi suka.
Bila kita selalu memegang dan mengawasinya, itu bukanlah perasaan cinta, tapi nafsu.
Bila kita memberi segala yang kita miliki, itu bukanlah perasaan cinta, tapi murah hati.
Bila kita selalu menemaninya, itu bukanlah perasaan cinta, tapi kesepian.
Bila kita selalu berusaha untuk tidak menyakitinya, itu bukanlah perasaan cinta, tapi kasihan.
Cinta adalah pengorbanan. Mencintai berarti berkorban dan terkorban. Mencintai berarti memberi tanpa balasan dan harapan. Dan cinta sejati adalah cinta kepada Allah azza wa jalla, Dzat yang menciptakan cinta…

Karena Allah Maha Melihat, kami berhati-hati untuk tidak berbuat maksiat.
Karena Allah Maha Mendengar, kami berhati-hati untuk berbicara kecuali yang bermanfaat.
Karena Allah Maha Mengetahui, kami tidak mudah berprasangka buruk walau hanya dalam hati.

“Sesungguhnya agama Islam itu mudah, tidaklah seseorang itu akan dapat membangun agama itu kecuali bila ia mampu memahaminya. Karena itu, tunjukilah jalan yang benar, dekatkanlah mereka, dan gembirakanlah serta selalulah berdoa memohon pertolongan kepada Allah di waktu pagi dan sore hari.
(HR Bukhari)

Nabi bersabda, “Allah memasukkan kedalam surga orang yang mudah dalam membeli (barang), menjual (barang), melunasi (hutang) dan ketika meminta haknya”
(HR Ahmad dll)

Al-Sofwa bverkata, “Tidak ada yang lebih aku sesali daripada penyesalanku terhadap hari dimana ketika matahari tenggelam, sementara umurku berkurang tetapi amalanku tidak bertambah.”

Dua pasang mata yang terhindar dari api neraka yaitu mata yang menjaga perbatasan perang ketika jihad fi sabilillah dan mata yang menangis karena takut pada Allah.

Jadi sahabat harus pintar matematika, karena kamu harus :
1. Mengalikan sukacitanya
2. Mengurangi kesedihannya
3. Menambahkan semangat padanya
4. Membagi kebahagiaan bersamanya

Good morning, I have a special breakfast for you.
A glass of care
A plate of love
A spoon of peace
A fork of trust
A bowl of prayer
Enjoy it! Take care.

Indahnya perkenalan jika bersulamkan keikhlasan.
Indahnya percintaan andai setia yang dipertaruhkan.
Dan indahnya persahabatan jika berkekalan untuk selamanya.

3 hal dalam hidup yang takkan pernah kembali :
1. Waktu
2. Kejadian
3. Kesempatan
Karena itu manfaatkanlah mereka sebaik mungkin.
3 hal dalam hidup yang jangan sampai hilang :
1. Kehormatan
2. Harapan
3. kejujuran
Berilah perhatian yang cukup pada mereka, dan
3 hal yang paling berharga dalam hidup :
1. Cinta
2. Kepercayaan
3. Persahabatan.
Jagalah mereka sebaik mungkin. 🙂
Have a Nice Day.

Sekiranya besar yang dituntut dan mulia yang dicari, niscaya banyaklah kepayahan dan kesusahan melaluinya, panjang jalannya dan banyak rintangannya…

“Jauhilah olehmu sekalian sikap berlebihan (dalam beragama), karena sesungguhnya sikap berlebihan itulah yang telah menghancurkan umat-umat sebelum kamu.”
(HR Ahmad)

Imam syafi’i berkata, “Cintailah orang shalih karena mereka memiliki keshalihannya, cintailah Nabi Muhammad shalallahu ‘alaihi wasallam karena Dia kekasih Allah, dan cintailah Allah subhanahu wa ta’ala karena Dia kecintaan Nabi dan Orang shalih.”

Udah dulu yah, bukannya capek nulis, tapi adik minta gantian make laptop.
Maaf ya kalau banyak sms tausyiah yang dikirim padaku yang belum bisa ku-share disini… 🙂
Semoga yang segini berguna… 🙂
Wassalamu’alaikum warahmatullahi wabarakatuh.

Kumpulan kata-kata bijak

Jadi orang penting itu baik, tapi jadi orang baik itu lebih penting… 🙂
Ini adalah kumpulan kata-kata bijak yang saya temukan di internet.
Semoga bermanfaat bagi kita semua… 🙂

Penyesalan terbesar dalam hidup dimulai dari awal yang salah
9 NAGA (Movie)

MONEY IS A FUCKIN’ FETISH…
CHE GUEVARA

1 hari bisa menentukan hidup.
1 hari bisa menghancurkan hidup.
dan hidup hanya 4 atau 5 hari bisa mengubah segalanya.
Riding in cars with boys

Jika kau cinta, maka jangan terlalu mencintai. Karena kelak kau akan membenci.
Jika kau benci, maka jangan terlalu membenci. Karena kelak kau kan mencintai.
Lorong Waktu

Jika kamu tidak sanggup untuk mendekati yang wajib, menjauhi yang haram..
maka bagaimana jika mencoba untuk mendekati yang sunah menjauhi yang makruh.
2FuN

Keberuntungan ialah bertemunya persiapan dengan kesempatan.
Adrian Brody

Orang Yang Selalu Mendekatkan diri Pada Tuhan, Tidak Akan Mudah Merasa Hidupnya Tertekan.
Aa Gym

Orang yang tidak banyak membaca.. pasti tidak banyak tahu,
Orang yang tidak banyak tahu.. sangat dekat dengan kebodohan,
Dan kebodohan akan sangat dekat dengan kemiskinan.
Helmy Yahya

Merenung untuk satu menit, dapat menyelamatkan hidupmu untuk satu hari.
Taufan Prakoso

KAMU BUKAN GAGAL, TAPI KAMU SEDANG BELAJAR.
The TUXEDO (Movie)

Hidup adalah “pilihan”, segeralah tentukan “pilihanmu” atau “pilihan” akan menentukan hidupmu.
Nicholas Cage – Death Racer (Movie)

Perasaan terpendam tidak pernah mati.
Mereka terkubur hidup – hidup dan muncul belakangan dengan cara – cara yang lebih buruk.
7 Habbits Of Effectively Teenager

Kamu harus mengeluarkan isi hatimu, kalo tidak, mereka akan menggerogoti hatimu.
7 Habbits Of Effectively Teenager

Cinta datang bukan karena ketekunan. tapi.. cinta datang karena kecocokan.
Kahlil Gibran.

Agama itu mudah, maka jangan kau persulit agama itu..
Aa Gym

Lebih baik di benci tapi menjadi diri sendiri, daripada di suka tapi menjadi orang lain.
Shanty

Kekalahan bisa juga berdampak baik bila di terima dengan benar.
Aku mendapat pelajaran berharga disini,
dan “ia” telah membuat kami lebih kuat dan bersatu.
Dominico Morfeo (Inter Milan’s midfielder 2003)

Kepribadian, warisan & pendidikan adalah bagian dari keberhasilan,
tapi ada 1 hal yang lebih penting dari semua itu, yaitu Kemampuan berpikir.
Kuasai seluruh hidupmu.
Berpikirlah lebih cepat, lebih tepat dan lebih mampu merasakan sesuatu dibanding orang-orang di sekitar.
Dalam analisa terakhir, keahlian mental lah yang memiliki peran penting dalam sebagian besar pekerjaan.
Thomas Finley – Konsultan Manajemen

Sebagian penelitian ilmiah melaporkan bahwa secara umum orang – orang hanya memanfaatkan kurang lebih 10 % dari kekuatan otak mereka, bahkan saat mereka berpikir paling berat.
Buku: “Super brain power”

Sahabat Sejati tidak akan Pernah meNgharapkan apapun.
2FuN

Jauhilah dengki, karena dengki memakan amal kebaikan sebagaimana api memakan kayu bakar.
Nabi Muhammad SAW

Yang terbaik di antara kalian adalah mereka yang berakhlak paling mulia.
Nabi Muhammad SAW

Raihlah ilmu, dan untuk meraih ilmu belajarlah untuk tenang dan sabar.
Khalifah ‘Umar

Setiap orang di dunia ini adalah seorang tamu, dan uangnya adalah pinjaman. Tamu itu pastilah akan pergi, cepat atau lambat, dan pinjaman itu haruslah dikembalikan.
Ibnu Mas’ud

Ketahuilah bahwa sabar, jika dipandang dalam permasalahan seseorang adalah ibarat kepala dari suatu tubuh. Jika kepalanya hilang maka keseluruhan tubuh itu akan membusuk. Sama halnya, jika kesabaran hilang, maka seluruh permasalahan akan rusak.
Khalifah ‘Ali

Niat adalah ukuran dalam menilai benarnya suatu perbuatan, oleh karenanya, ketika niatnya benar, maka perbuatan itu benar, dan jika niatnya buruk, maka perbuatan itu buruk.
Imam An Nawawi

Aku mengamati semua sahabat, dan tidak menemukan sahabat yang lebih baik daripada menjaga lidah. Saya memikirkan tentang semua pakaian, tetapi tidak menemukan pakaian yang lebih baik daripada takwa. Aku merenungkan tentang segala jenis amal baik, namun tidak mendapatkan yang lebih baik daripada memberi nasihat baik. Aku mencari segala bentuk rezki, tapi tidak menemukan rezki yang lebih baik daripada sabar.
Khalifah ‘Umar

Pengetahuan tidaklah cukup; kita harus mengamalkannya. Niat tidaklah cukup; kita harus melakukannya.
Johann Wolfgang von Goethe

Pencegahan lebih baik daripada pengobatan.
Johann Wolfgang von Goethe

Kearifan ditemukan hanya dalam kebenaran.
Johann Wolfgang von Goethe

Ilmu pengetahuan tanpa agama adalah pincang.
Einstein

Perdamaian tidak dapat dijaga dengan kekuatan. Hal itu hanya dapat diraih dengan pengertian.
Einstein

Agama sejati adalah hidup yang sesungguhnya; hidup dengan seluruh jiwa seseorang, dengan seluruh kebaikan dan kebajikan seseorang.
Einstein

Dua hal yang membangkitkan ketakjuban saya – langit bertaburkan bintang di atas dan alam semesta yang penuh hikmah di dalamnya.
Einstein

Apa yang saya saksikan di Alam adalah sebuah tatanan agung yang tidak dapat kita pahami dengan sangat tidak menyeluruh, dan hal itu sudah semestinya menjadikan seseorang yang senantiasa berpikir dilingkupi perasaan “rendah hati.”
Einstein

Sungguh sedikit mereka yang melihat dengan mata mereka sendiri dan merasakan dengan hati mereka sendiri.
Einstein

Berusahalah untuk tidak menjadi manusia yang berhasil tapi berusahalah menjadi manusia yang berguna.
Einstein

Tidak semua yang dapat menghitung dapat dihitung, dan tidak semua yang dapat dihitung dapat menghitung.
Einstein

Wise Quotes in English

Don’t waste the TIME. or TIME will waste you Matthew Bellamy

“Cheerfulness and contentment are great beautifiers and are famous preservers of youthful looks” Charles Dickens

“Here’s a difference between beauty and charm. A beautiful woman is one I notice. A charming woman is one who notices me.” John Erskine

“If you would be loved, love and be lovable.” Benjamin Franklin

“Better to have loved and lost, than to have never loved at all.” Alfred Loyd Tennyson

RESPECT YOUR LIVE,‘CAUSE LIVE IS FOR LIVING. COLDPLAY

“Accept the things to which fate binds you, and love the people with whom fate brings you together, but do so with all your heart.” Marcus Aelius Aurelius

“Baseball is a game where a curve is an optical illusion, a screwball can be a pitch or a person, stealing is legal and you can spit anywhere you like except in the umpire’s eye or on the ball.” jim Murray

“Birthdays are good for you. Statistics show that the people who have the most live the longest.” Larry Lorenzoni

“If you would persuade, you must appeal to interest rather than intellect.” Benjamin Franklin

“A politician is an animal which can sit on a fence and yet keep both ears to the ground.” Henry Louis Mencken

“The price of freedom is eternal vigilance” Thomas Jefferson

“To give thanks in solitude is enough. Thanksgiving has wings and goes where it must go. Your prayer knows much more about it than you do.” Victor Hugo

“You can tell the size of your God by looking at the size of your worry list. The longer your list, the smaller your God.” Unknown

“I know that the Lord is always on the side of the right. But it is my constant anxiety and prayer that I and this nation should be on the Lord’s side.” Abraham Lincoln

“We can often endure an extra pound of pain far more easily than we can suffer the withdrawal of an ounce of accustomed pleasure.” Sydney J Harris

“I’m at the age where food has taken the place of sex in my life. In fact, I’ve just had a mirror put over my kitchen table.” Rodney Dangerfield

“When one door of happiness closes, another opens; but often we look so long at the closed door that we do not see the one which has opened for us.” Helen Keller

“There is only one way to happiness and that is to cease worrying about things which are beyond the power of our will.” Epictetus

“If you want happiness for an hour — take a nap. If you want happiness for a day — go fishing. If you want happiness for a month — get married. If you want happiness for a year — inherit a fortune. If you want happiness for a lifetime — help someone else.” Chinese Proverb

“Hypocrite: The man who murdered his parents, and then pleaded for mercy on the grounds that he was an orphan.” Abraham Lincoln

“Hatred is like fire; it makes even light rubbish deadly.” George Eliot

“To those who despair of everything, reason cannot provide a faith, but only passion, and in this case it must be the same passion that lay at the root of the despair, namely humiliation and hatred.” Albert Camus

“What is the meaning of human life, or of organic life altogether? To answer this question at all implies a religion. Is there any sense then, you ask, in putting it? I answer, the man who regards his own life and that of his fellow creatures as meaningless is not merely unfortunate but almost disqualified for life.” Albert Einstein

“O, Divine Master, Grant that I may not so much seek to be consoled, as to console; To be understood as to understand; To be loved as to love; For it is in giving that we receive; It is in pardoning that we are pardoned; And it is in dying to ourselves that we are born to eternal life. Amen” Saint Augustine

“Government is not reason, it is not eloquence, it is force; like fire, a troublesome servant and a fearful master. Never for a moment should it be left to irresponsible action.” George Washington

“In framing a government which is to be administered by men over men the great difficulty lies in this: You must first enable the government to control the governed, and in the next place, oblige it to control itself.” Alexander Hamilton

“He who has a thousand friends Has not a friend to spare, While he who has one enemy Shall meet him everywhere.” Ralph Waldo Emerson

“A friend is someone who knows the song in your heart and sings it back to you when you have forgotten how it goes.” Unknown

“In poverty and other misfortunes of life, true friends are a sure refuge. The young they keep out of mischief; to the old they are a comfort and aid in their weakness, and those in the prime of life they incite to noble deeds.” Aristotle

“I’d rather be a could-be if I cannot be an are; because a could-be is a maybe who is reaching for a star. I’d rather be a has-been than a might-have-been, by far; for a might have-been has never been, but a has was once an are.” Milton Berle

“A fool gives full vent to his anger, but a wise man keeps himself under control.” Proverbs 29:11

“The best way to cheer yourself up is to try to cheer somebody else up.” Mark Twain

“When we were children we were grateful to those who filled our stockings at Christmas time. Why are we not grateful to God for filling our stockings with legs?” G K Chesterton

“The purpose of life is not to be happy. It is to be useful, to be honorable, to be compassionate, to have it make some difference that you have lived and lived well.” Ralph Waldo Emerson

“I count him braver who overcomes his desires than him who conquers his enemies, for the hardest victory is over self.” Aristotle

“If you do not wish to be prone to anger, do not feed the habit; give it nothing which may tend to its increase.” Epictetus

“If you would be loved, love and be lovable.” Benjamin Franklin

“Ships that pass in the night, and speak each other in passing, Only a signal shown, and a distant voice in the darkness; So on the ocean of life, we pass and speak one another, Only a look and a voice, then darkness again and a silence.” Henry Wordsworth Longfellow

“The whole conviction of my life now rests upon the belief that loneliness, far from being a rare and curious phenomenon, peculiar to myself and to a few other solitary men, is the central and inevitable fact of human existence.” Thomas Wolfe

“Fun is a good thing but only when it spoils nothing better.” George Santayana

“A good laugh and a long sleep are the best cures in the doctor’s book.” Irish Proverb

“He has all the virtues I dislike and none of the vices I admire.” Winston Churchill

“Friendship often ends in love; but love in friendship – never.” Albert Camus

“I am thankful for laughter, except when milk comes out of my nose.” Woody Allen

“An inexhaustible good nature is one of the most precious gifts of heaven, spreading itself like oil over the troubled sea of thought, and keeping the mind smooth and equable in the roughest weather.” Washington Irving

“My wife has a slight impediment in her speech. Every now and then she stops to breathe.” Jimmy Durante

Rahasia dan manfaat senyuman

Rahasia dan Manfaat Senyuman, Kadang kita lupa dengan hal yang kecil. Kita sibuk dengan hal-hal besar. Kita lupa dengan diri kita sendiri. Inginnya hanya dipahami tapi tak mau memahami orang lain. Kita hadirkan wajah kita yang muram dan sinis dengan saudara kita, teman kita, ibu, dan ayah kita. Apalagi bila kemauan kita tidak digubris.

Pasti muka yang cemberut yang kita hadirkan. Jadi kapan kita menghadirkan wajah yang teduh, wajah yang bersemangat, wajah yang membuat orang optimis dan merasa nyaman, serta wajah yang penuh keimanan.

Ada bebarapa hal yang membuat orang merasa nyaman ketika orang melihat kita yang kadang kita enggan untuk melakukannya. Hal itu pasti sudah kita ketahui bersama. Satu perbuatan yang mudah yang dapat kita lakukan tapi kadang lupa kita perbuat untuk orang yang melihat wajah kita. Hal tersebut ialah Senyum. Senyum adalah ekspresi wajah yang penting dalam berbicara ataupun bertegur sapa. Wajah yang penuh dengan senyum memberikan kesan bahwa kita datang membawa persahabatan. Selain itu, akan timbul sikap yang positif dari seseorang terhadap kita, karena senyum yang tulus dan lembut akan menjalain hubungan yang positif. Sebaliknya jika kita cemberut akan tercipta suasana yang tegang dan kita membuat orang menjadi negative thingking dengan kita.

Senyum adalah ekspresi wajah yang terjadi akibat bergeraknya atau timbulnya suatu gerakan di bibir atau kedua ujungnya, atau pula di sekitar mata. Kebanyakan orang senyum untuk menampilkan kebahagiaan dan rasa senang.

Senyum itu datang dari rasa kebahagian atau kesengajaan karena adanya sesuatu yang membuat dia senyum, Seseorang sendiri kalau senyum umumnya bertambah baik raut wajahnya atau menjadi lebih cantik dari pada saat merengut ataupun terdiam tanpa senyum.

Senyum adalah hal kecil yang bisa menimbulkan efek luar biasa. Senyum bukan sekadar menggerakkan otot-otot muka, tetapi lebih kepada pergerakan suasana hati. Gerakan yang tidak membutuhkan biaya besar, tidak membutuhkan energi berlimpah, meluncur dari bibir untuk selanjutnya masuk ke relung kalbu yang sangat dalam.

Betapa mujarabnya senyum itu, yang mampu mempengaruhi akal pikiran, menghilangkan kesedihan, membersihkan jiwa, menghancurkan tembok pengalang di antara anak manusia. Itulah ketulusan yang mengalir dari dua bibir yang bersih, itulah senyuman.

Dan orang yang melihat senyum itu pun akan terpengaruh suasana hatinya. Jadi senang, ceria, bahkan grogi atau bingung. Karena setiap orang punya ciri khas dalam senyumnya, yang kadang misterius. Konon salah satu senyum termisterius adalah milik Monalisa, dalam lukisan Da Vinci.

Suatu ketika Muhammad saw. didatangi seorang Arab Badui, dengan serta merta ia berlaku kasar dengan menarik selendang Muhammad saw., sehingga leher beliau membekas merah. Orang Badui itu bersuara keras, “Wahai Muhammad, perintahkan sahabatmu memberikan harta dari Baitul Maal!” Muhammad saw. menoleh kepadanya seraya tersenyum. Kemudian beliau menyuruh sahabatnya memberi harta dari baitul maal kepadanya.

Ketika beliau memberi hukuman keras terhadap orang-orang yang terlambat dan tidak ikut serta dalam perang Tabuk, beliau masih tersenyum mendengarkan alasan mereka. Beliau tersenyum dari bibir yang lembut, mulia nan suci, sampai akhir detik-detik hayat beliau. Sehingga tidak mengherankan beliau mampu meluluhkan kalbu sahabat-shabatnya, istri-istrinya dan setiap orang yang berjumpa dengannya.

Itulah senyum yang mampu meluluhkan hati siapa saja, sebuah pelet mujarab. Senyum bisa menyihir hati, menumbuhkan harapan dan menghilangkan sikap keras hati. Selain menghiasi diri dengan akhlak mulia, menjadikan senyuman sebagai lahan berlomba dalam kebaikan adalah sebuah keindahan hidup.

Saat senyum tulus tidak mungkin keluar makian kotor, tidak mungkin muncul amarah dan fitnah keji. Jika makian kotor berdampak buruk bagi diri sendiri, namun senyum mampu melahirkan kebaikan yang tulus pula.

* Senyum membuat anda lebih menarik
Orang yang banyak tersenyum memiliki daya tarik. Orang yang suka tersenyum membuat perasaan orang di sekitarnya nyaman dan senang.
Orang yang selalu merengut, cemburut, mengerutkan kening, dan menyeringai membuat orang-orang disekeliling tidak nyaman, dn menciptakan kegelisahan bagi diri sendiri. Dipastikan orang yang banyak tersenyum memiliki banyak jaringan pertemanan.

* Senyum mengubah perasaan.
Jika Anda sedang sedih, cobalah tersenyum. Senyuman akan membuat perasaan menjadi lebih baik. Menurut penelitian, senyum bisa memperdayai tubuh sehingga perasaan berubah.

* Senyum menular.
Ketikan seseorang tersenyum, ia akan membuat suasana menjadi lebih riang. Orang disekitar Anda pasti akan ikut tersenyum dan merasa lebih bahagia

* Senyum menghilangkan stres.
Stres bisa terlihat di wajah. Senyuman bisa menghilangkan mimik lelah, bosan, dan sedih. Ketika anda stres,ambil waktu untuk tersenyum. Senyuman akan mengurangi stres dan membuat pikiran lebih jernih.

* Senyum meningkatkan imunitas.
Senyum membuat sistem imun bekerja lebih baik. Fungsi imun tubuh bekerja maksimal saat seseorang merasa rileks. Menurut penelitian, flu dan batuk bisa hilang dengan senyum

* Senyum menurunkan tekanan darah.
Coba Anda mencatat tekanan darah saat anda tidak tersenyum dan catat lagi tekanan darah saat anda tersenyum saat diperiksa. Tekanan darah saat Anda tersenyum pasti lebih seimbang.

* Senyum melepas endorphin, pemati rasa alamiah, dan serotonin.
Senyum ibarat obat alami. Senyum bisa menghasilkan endorphin, pemati rasa alamiah, dan serotonin. Ketiganya adalah hormon yang bisa mengendalikan rasa sakit.

* Senyum membuat awet muda.
Senyuman menggerakkan banyak otot . Akibatnya otot wajah terlatih sehingga anda tidak perlu melakukan face lift. Dijamin dengan banyak tersenyum Anda akan terlihat lebih awet muda.

* Senyum membuat Anda kelihatan sukses.
Orang yang tersenyum terlihat lebih percaya diri,terkenal, dan bisa diandalkan. Pasang senyum saat rapat atau bertemu dengan klien. Pasti kolega Anda akan melihat Anda lebih baik.

* Senyum membuat orang berpikir positif.
Coba lakukan ini : pikirkan hal buruk sambil tersenyum. Pasti susah. Penyebabnya, ketika Anda tersenyum,tubuh mengirim sinyal “hidup adalah baik”. Sehingga saar tersenyum, tubuh menerimanya sebagai anugrah.

Sumber : http://pakarbisnisonline.blogspot.com/2010/03/rahasia-dan-manfaat-senyuman.html

Kenapa Bukan Saya?

Sebuah salinan yang saya ambil dari catatan teman saya, yang dikirimkan ibu teman saya. Thanks a lot to Andito Cahyo Laksono. Semoga bermanfaat agar kita selalu optimis pada Tuhan…

Kenapa Bukan Saya? Kekecewaan yang berubah menjadi ucapan syukur

Semua dimulai dari impianku. Aku ingin menjadi Astronot. Aku ingin terbang ke luar angkasa.Tetapi aku tidak memiliki sesuatu yang tepat.

Aku tidak memiliki gelar. Dan aku bukan seorang Pilot. Namun, sesuatu pun terjadilah.

Gedung Putih mengumumkan mencari warga biasa untuk ikut dalam penerbangan 51-L pesawat ulang-alik Challanger. Dan warga itu adalah seorang guru. Aku warga biasa, dan aku seorang guru. Hari itu juga aku mengirimkan surat lamaran ke Washington . Tiap hari aku berlari ke kotak pos.

Akhirnya datanglah amplop resmi berlogo NASA. Doaku terkabul. Aku lolos penyisihan pertama. Ini benar-benar terjadi padaku.

Selama beberapa minggu berikut, perwujudan impianku semakin dekat saat NASA mengadakan test fisik dan mental. Begitu test selesai , aku menunggu dan berdoa lagi. Aku tahu aku semakin dekat pada impianku. Beberapa waktu kemudian, aku menerima panggilan untuk mengikuti program latihan astronot khusus di Kennedy Space Center .

Dari 43.000 pelamar, kemudian 10.000 orang, dan kini aku menjadi bagian dari 100 orang yang berkumpul untuk penilaian akhir. Ada simulator, uji klaustrofobi, latihan ketangkasan, percobaan mabuk udara. Siapakah di antara kami yang bisa melewati ujian akhir ini ?

“Tuhan, biarlah diriku yang terpilih”, begitu aku berdoa.

Lalu tibalah berita yang menghancurkan itu. NASA memilih Christina McAufliffe. Aku kalah. Impian hidupku hancur. Aku mengalami depresi. Rasa percaya diriku lenyap, dan amarah menggantikan kebahagiaanku. Aku mempertanyakan
semuanya.

“Kenapa Tuhan? Kenapa bukan aku? Bagian diriku yang mana yang kurang? Mengapa aku diperlakukan kejam?”

Aku berpaling pada Ayahku. Katanya “Semua terjadi karena suatu alasan.”

Selasa, 28 Januari 1986, aku berkumpul bersama teman-teman untuk melihat peluncuran Challanger. Saat pesawat itu melewati menara landasan pacu, aku menantang impianku untuk terakhir kali. TUHAN, Sebenarnya Aku bersedia melakukan apa saja agar berada di dalam pesawat itu. Kenapa bukan Aku?

Tujuh puluh tiga detik kemudian, Tuhan menjawab semua pertanyaanku dan menghapus semua keraguanku saat Challanger meledak, dan menewaskan semua penumpang.

Aku teringat kata-kata AYAH_ku,”Semua terjadi karena suatu alasan.” Aku tidak terpilih dalam penerbangan itu, walaupun Aku sangat menginginkannya karena TUHAN memiliki alasan lain untuk kehadiranku di bumi ini. Aku memiliki misi lain dalam hidup. Aku tidak kalah; aku seorang pemenang.

Aku menang karena Aku telah kalah. Aku, Frank Slazak, masih hidup untuk bersyukur pada Tuhan karena tidak semua doaku dikabulkan.

Ternyata, TUHAN mengabulkan doa kita dengan 3 cara :
1. Apabila TUHAN mengatakan YA; maka kita akan MENDAPATKAN APA YANG KITA MINTA,
2. Apabila TUHAN mengatakan TIDAK; maka kita akan mendapatkan yang LEBIH BAIK,
3. Apabila TUHAN mengatakan TUNGGU; maka kita akan mendapatkan yang TERBAIK sesuai dengan kehendak- NYA,
TUHAN tidak pernah terlambat, DIA juga tidak tergesa-gesa, namun DIA selalu tepat waktu….!!!