Donor Darah

“Temen2 skhole, ad yang sekarang di Bandung dan bergolongan darah A?
Ada anak kritis di hasan sadikin butuh donor. Bls cepat yaaa.”
Begitulah isi sms yang kuterima tadi sore. Awalnya agak kaget karena ini pertamakalinya aku mendapat info ini di bandung, karena dari perbincangan dengan relawan pmi dari daerah luar bandung saat acara donor darah yang diselenggarakan sekelompok himpunan (termasuk himpunanku), jumlah persediaan darah di bandung relatif aman jika dibandingkan dengan persediaan di daerah. Dan karena itulah saat donor darah umumnya pmi dari luar bandung lah yang sering berkunjung. Entah, sekarang aku mulai ragu, apa ini adalah maksud dari relatif atau aku salah dengar waktu itu.

Karena kecocokan golongan darah, dan sudah 3 bulan sejak donor terakhir, ya sudah lah. Apa salahnya mendonor lagi sekarang? Lagipula banyak kok manfaat dari donor darah, seperti menjaga kesehatan jantung dan produksi sel darah merah, mendeteksi penyakit serius, dan semacamnya. Aku lumayan tahu sebab himpunanku mengadakan acara ini sekitar 2-3 kali dalam setahun. Dan setelah menunggu keputusan dari relawan pmi terkait, akhirnya aku dijemput oleh seniorku untuk mendonor.

Di perjalanan kami pun berbincang tentang benar tidaknya informasi yang kudapat, bahwa persediaan darah di bandung relatif aman. Dan ternyata tidak. Sebelumnya seniorku juga sempat bertanya dengan relawan yang ada, dan ternyata, meskipun banyak orang yang mendonorkan darahnya di pmi tiap hari, namun jumlah orang yang membutuhkan darah tiap harinya masih lebih banyak. Orang yang butuh darah umumnya pun disebabkan kecelakaan atau penyakit seperti thalasemia atau anemia, dan mungkin masih ada penyebab lain. Yah, kelihatannya saat ini neraca masih menunjukkan defisit, dan otakku pun langsung menarik kesimpulan bahwa untuk mengatasi kondisi ini, kita perlu menambah jumlah darah yang masuk, atau mengurangi jumlah darah yang keluar. Meskipun menambah jumlah pendonor atau mengurangi jumlah kecelakaan (karena penyakit mungkin agak sulit dikurangi) tidak semudah membicarakannya, tapi bagi orang luar yang awam di dunia medik mungkin itu hal terbaik yang dapat kita lakukan. Menyumbangkan darah sendiri serta mengajak kawan-kawan untuk turut berpartisipasi dan berhati-hati dalam berkendara mungkin dapat membantu, sebagai motivasi, ingat lah bahwa saat neraca persediaan darah menunjukkan defisit, akan ada pasien yang tidak mendapatkan transfusi darah sebagai korban. Hal ini tidak akan terlalu menyenangkan apabila pasien yang menjadi korban adalah dirimu, atau orang-orang yang dekat denganmu, bukan?

Seniorku juga bercerita bahwa awalnya dia yang bergolongan darah O ingin mendonorkan darahnya, selaku pemilik golongan darah donor universal yang dapat disalurkan ke golongan darah manapun. Namun, relawan tersebut juga berkata bahwa ternyata lebih baik menerima transfusi dari golongan darah yang sama. Memang golongan darah O bisa mentransfusikan darahnya ke golongan darah lain seperti yang anak ipa pelajari di sma, namun ada efek samping yang dapat membahayakan penerima darah, seperti daya tahan tubuh yang melemah dan timbulnya alergi. Dan itulah sebabnya diperlukan pendonor dari semua golongan darah, dan semakin banyak pendonor semakin besar pula kemungkinan neraca akan menunjukkan selisih yang positif.

Mungkin menyumbangkan darah merupakan hal yang sedikit mengerikan pada awalnya, dan mungkin faktor utama yang menyebabkan perspektif seperti ini adalah jarum suntik yang digunakan. Seolah penderitaan (anak sd yang belum mengerti manfaatnya sepertiku dulu lebih menganggap ini hukuman atau penyiksaan, jangan salahkan jika maksud baik pemerintah tidak tersampaikan, jika pemerintah memang punya maksud baik tentunya) vaksinasi dan imunisasi di sd masih belum cukup untuk membuat kita takut terhadap jarum suntik. Dan memang rasanya tidak seperti digigit semut merah, rasa ditusuk jarum suntik harusnya digambarkan seperti apa adanya, ditusuk tidak sama dengan digigit dan jarum suntik tidak sama dengan semut merah ataupun nyamuk. Memang aneh orang yang menganggapnya sama.

Tapi coba lihat dari sudutpandang lain, dengan memberikan darah kita, kita telah berperan dalam menyambung hidup seseorang, entah siapapun dia. Kita memberikan kesempatan pada orang lain untuk memperbanyak amal baiknya (yah, memang ada juga kemungkinan kesempatan itu akan digunakan untuk memperpanjang amal buruknya. Sama saja seperti pajak bukan, meski diniatkan bayar untuk negara, selalu ada kemungkinan sebagian masuk ke saku pribadi koruptor. Dan kalau melihat dari berita di media, jumlah yang dikorupsi tidak kecil ya. Yah, setidaknya niatkanlah yang baik dan berdoalah supaya niat itu terwujud, ada hal yang terjadi di luar kehendak kita kan? Dan semoga koruptor di negeri ini musnah, entah karena taubat dan menjadi pribadi yang lebih baik ataupun karena dikubur jasadnya karena waktu di dunia telah habis–ngelantur dalam hal ini lumayan panjang ya). Memang sel darah yang kita sumbangkan mungkin hanya berada dalam tubuhnya sebentar karena akan diolah menjadi bilirubin dan dibuang bersama urin, tidak cukup lama untuk menjadikan pendonor dan penerima saudara sedarah. Namun tetap saja hal itu penting, karena tiap orang punya peranan dalam skema besar alam semesta, dan tidak ada satu makhluk pun yang tidak penting. Dan setiap orang pasti memiliki orang lain yang menganggap orang tersebut penting, dan hanya karena kita menganggap korban yang kita tolong tidak penting, tidak berarti sahabat dekatnya juga akan berpendapat demikian. Oke, sekarang sudah terlalu malam dan kuakui, aku terlalu banyak menonton Doctor Who -_-

Yah, dari segi kepercayaan, sebagai muslim aku percaya pada perkataan Rasul, bahwa orang yang menolong saudaranya akan ditolong Allah. Mungkin ini salah satu faktor yang menyebabkan indeks akademikku patut disyukuri mengingat waktu belajarku yang sangat minim, haha.

Dan ada satu quotes yang kusuka dari manga Detective Conan, yaitu saat kasus di amerika, saat shinichi menolong seorang pembunuh berantai yang nyaris jatuh dari gedung setelah menyerang dia dan ran. Saat pembunuh tersebut menanyakan alasan dia menolongnya, justru shinichi balik bertanya, “Perlukah alasan untuk menolong seseorang?”. Yah, mungkin kita memang tidak perlu alasan yang terlalu rumit, mungkin kita hanya ingin membantu 🙂

Jadi, bagaimana kalau kita mulai mendonorkan darah dari sekarang? Bukan ide yang buruk kan? 😀

Rahasia dan manfaat senyuman

Rahasia dan Manfaat Senyuman, Kadang kita lupa dengan hal yang kecil. Kita sibuk dengan hal-hal besar. Kita lupa dengan diri kita sendiri. Inginnya hanya dipahami tapi tak mau memahami orang lain. Kita hadirkan wajah kita yang muram dan sinis dengan saudara kita, teman kita, ibu, dan ayah kita. Apalagi bila kemauan kita tidak digubris.

Pasti muka yang cemberut yang kita hadirkan. Jadi kapan kita menghadirkan wajah yang teduh, wajah yang bersemangat, wajah yang membuat orang optimis dan merasa nyaman, serta wajah yang penuh keimanan.

Ada bebarapa hal yang membuat orang merasa nyaman ketika orang melihat kita yang kadang kita enggan untuk melakukannya. Hal itu pasti sudah kita ketahui bersama. Satu perbuatan yang mudah yang dapat kita lakukan tapi kadang lupa kita perbuat untuk orang yang melihat wajah kita. Hal tersebut ialah Senyum. Senyum adalah ekspresi wajah yang penting dalam berbicara ataupun bertegur sapa. Wajah yang penuh dengan senyum memberikan kesan bahwa kita datang membawa persahabatan. Selain itu, akan timbul sikap yang positif dari seseorang terhadap kita, karena senyum yang tulus dan lembut akan menjalain hubungan yang positif. Sebaliknya jika kita cemberut akan tercipta suasana yang tegang dan kita membuat orang menjadi negative thingking dengan kita.

Senyum adalah ekspresi wajah yang terjadi akibat bergeraknya atau timbulnya suatu gerakan di bibir atau kedua ujungnya, atau pula di sekitar mata. Kebanyakan orang senyum untuk menampilkan kebahagiaan dan rasa senang.

Senyum itu datang dari rasa kebahagian atau kesengajaan karena adanya sesuatu yang membuat dia senyum, Seseorang sendiri kalau senyum umumnya bertambah baik raut wajahnya atau menjadi lebih cantik dari pada saat merengut ataupun terdiam tanpa senyum.

Senyum adalah hal kecil yang bisa menimbulkan efek luar biasa. Senyum bukan sekadar menggerakkan otot-otot muka, tetapi lebih kepada pergerakan suasana hati. Gerakan yang tidak membutuhkan biaya besar, tidak membutuhkan energi berlimpah, meluncur dari bibir untuk selanjutnya masuk ke relung kalbu yang sangat dalam.

Betapa mujarabnya senyum itu, yang mampu mempengaruhi akal pikiran, menghilangkan kesedihan, membersihkan jiwa, menghancurkan tembok pengalang di antara anak manusia. Itulah ketulusan yang mengalir dari dua bibir yang bersih, itulah senyuman.

Dan orang yang melihat senyum itu pun akan terpengaruh suasana hatinya. Jadi senang, ceria, bahkan grogi atau bingung. Karena setiap orang punya ciri khas dalam senyumnya, yang kadang misterius. Konon salah satu senyum termisterius adalah milik Monalisa, dalam lukisan Da Vinci.

Suatu ketika Muhammad saw. didatangi seorang Arab Badui, dengan serta merta ia berlaku kasar dengan menarik selendang Muhammad saw., sehingga leher beliau membekas merah. Orang Badui itu bersuara keras, “Wahai Muhammad, perintahkan sahabatmu memberikan harta dari Baitul Maal!” Muhammad saw. menoleh kepadanya seraya tersenyum. Kemudian beliau menyuruh sahabatnya memberi harta dari baitul maal kepadanya.

Ketika beliau memberi hukuman keras terhadap orang-orang yang terlambat dan tidak ikut serta dalam perang Tabuk, beliau masih tersenyum mendengarkan alasan mereka. Beliau tersenyum dari bibir yang lembut, mulia nan suci, sampai akhir detik-detik hayat beliau. Sehingga tidak mengherankan beliau mampu meluluhkan kalbu sahabat-shabatnya, istri-istrinya dan setiap orang yang berjumpa dengannya.

Itulah senyum yang mampu meluluhkan hati siapa saja, sebuah pelet mujarab. Senyum bisa menyihir hati, menumbuhkan harapan dan menghilangkan sikap keras hati. Selain menghiasi diri dengan akhlak mulia, menjadikan senyuman sebagai lahan berlomba dalam kebaikan adalah sebuah keindahan hidup.

Saat senyum tulus tidak mungkin keluar makian kotor, tidak mungkin muncul amarah dan fitnah keji. Jika makian kotor berdampak buruk bagi diri sendiri, namun senyum mampu melahirkan kebaikan yang tulus pula.

* Senyum membuat anda lebih menarik
Orang yang banyak tersenyum memiliki daya tarik. Orang yang suka tersenyum membuat perasaan orang di sekitarnya nyaman dan senang.
Orang yang selalu merengut, cemburut, mengerutkan kening, dan menyeringai membuat orang-orang disekeliling tidak nyaman, dn menciptakan kegelisahan bagi diri sendiri. Dipastikan orang yang banyak tersenyum memiliki banyak jaringan pertemanan.

* Senyum mengubah perasaan.
Jika Anda sedang sedih, cobalah tersenyum. Senyuman akan membuat perasaan menjadi lebih baik. Menurut penelitian, senyum bisa memperdayai tubuh sehingga perasaan berubah.

* Senyum menular.
Ketikan seseorang tersenyum, ia akan membuat suasana menjadi lebih riang. Orang disekitar Anda pasti akan ikut tersenyum dan merasa lebih bahagia

* Senyum menghilangkan stres.
Stres bisa terlihat di wajah. Senyuman bisa menghilangkan mimik lelah, bosan, dan sedih. Ketika anda stres,ambil waktu untuk tersenyum. Senyuman akan mengurangi stres dan membuat pikiran lebih jernih.

* Senyum meningkatkan imunitas.
Senyum membuat sistem imun bekerja lebih baik. Fungsi imun tubuh bekerja maksimal saat seseorang merasa rileks. Menurut penelitian, flu dan batuk bisa hilang dengan senyum

* Senyum menurunkan tekanan darah.
Coba Anda mencatat tekanan darah saat anda tidak tersenyum dan catat lagi tekanan darah saat anda tersenyum saat diperiksa. Tekanan darah saat Anda tersenyum pasti lebih seimbang.

* Senyum melepas endorphin, pemati rasa alamiah, dan serotonin.
Senyum ibarat obat alami. Senyum bisa menghasilkan endorphin, pemati rasa alamiah, dan serotonin. Ketiganya adalah hormon yang bisa mengendalikan rasa sakit.

* Senyum membuat awet muda.
Senyuman menggerakkan banyak otot . Akibatnya otot wajah terlatih sehingga anda tidak perlu melakukan face lift. Dijamin dengan banyak tersenyum Anda akan terlihat lebih awet muda.

* Senyum membuat Anda kelihatan sukses.
Orang yang tersenyum terlihat lebih percaya diri,terkenal, dan bisa diandalkan. Pasang senyum saat rapat atau bertemu dengan klien. Pasti kolega Anda akan melihat Anda lebih baik.

* Senyum membuat orang berpikir positif.
Coba lakukan ini : pikirkan hal buruk sambil tersenyum. Pasti susah. Penyebabnya, ketika Anda tersenyum,tubuh mengirim sinyal “hidup adalah baik”. Sehingga saar tersenyum, tubuh menerimanya sebagai anugrah.

Sumber : http://pakarbisnisonline.blogspot.com/2010/03/rahasia-dan-manfaat-senyuman.html