Masalah

Racauan hari ini:
Masalah tidak jauh berbeda dengan malam, dia membuatmu bertanya-tanya tentang kehidupan. Hanya saja, jika malam diciptakan agar kita dapat tertidur dengan tenang untuk beristirahat sebelum melanjutkan perjuangan setelah bangun nanti, masalah diciptakan sebagai persoalan yang harus dihadapi.

Tapi bukan berarti masalah tidak dapat menenangkan hati. Karena terkadang keberadaan masalah mengingatkan kita kepada hal-hal sederhana yang sering kita lupakan. Sesederhana isi diskusi menarik yang lama terlupakan, sesederhana rasa syukur, sesederhana rasa sabar.

Sesederhana mengingat-Nya. Dan, bukankah ini menenangkan hati?

Perjuangan

Kelihatannya bulan terakhir perkuliahan memang merupakan titik puncak dari grafik banyaknya masalah dalam satu semester. Seperti saat ini, tugas kelompok pemodelan pencahayaan yang belum ada kemajuan meskipun deadline 12 jam lagi, tugas akhir yang datanya belum selesai diolah, tugas uas yang aku lupa detailnya bagaimana, belum lagi kesibukan organisasi dan akademik formal ataupun informal.

Dan sekarang aku masih berkutat menyelesaikan manga “Giant Killing” dan “Uchuu Kyodai/Space Brothers” di internet, memperbaharui nilai tertinggi dalam permainan 2048, serta mencurahkan isi pikiran disini. Rehat sejenak mengingat daya tahan otak yang tidak mampu diajak berpikir dan bekerja keras terlalu lama.

Dan ada tab terkait berita bunuh diri. Entah, kebanyakan berita bunuh diri yang kubaca selalu disebabkan oleh adanya masalah, stres un, diputusin pacar, dipecat dari pekerjaan, dan lain semacamnya. Aku tidak tahu situasi yang mereka hadapi saat mengambil keputusan itu, tapi, jika bunuh diri dapat menyelesaikan permasalahan, seharusnya area kuburan jauh lebih luas daripada area perumahan bukan?

Ya, hidup adalah perjuangan. Perjuangan untuk menyelesaikan masalah, perjuangan untuk hidup layak, perjuangan untuk hidup bahagia, banyak hal yang perlu diperjuangkan. Begitu juga perjuangan untuk tetap berada dalam jalanNya, dan memperoleh hidayahNya. Bukankah banyak hal yang perlu kita perjuangkan?

Setidaknya percayalah, masalah yang Dia berikan pasti dapat kita selesaikan, bukankah Dia Maha Mengetahui kondisi hambaNya?

Bersujudlah

Teringat perkataan seorang senior, dan seorang sahabat, dahulu saat aku menceritakan masalahku padanya dan alasanku segan meminta pertolongan pada orang lain sehingga memilih bercerita ke dia.

Dalam Surat Al-Fatihah di ayat ke-5, ada pernyataan “Hanya Engkaulah yang kami sembah dan hanya kepada Engkaulah kami meminta pertolongan.” Kakak bukan ahli tafsir yang bisa berbicara banyak tentang hal ini. Tapi mungkin ini pengingat, bahwa tak peduli sehebat apapun seorang manusia, dia pasti akan membutuhkan pertolongan. Tapi, kakak menganggap kakak bukan orang yang pantas untuk memberikan saran dalam hal ini. Kakak tidak tahu kondisi lengkap dari masalahmu dan kakak juga tidak punya pengalaman di bidang ini, coba lah memohon pada-Nya. Siapa lagi yang lebih pantas memberikan pertolongan selain Dia? Dia Maha Kuasa, Maha Menghitung, Maha Pengasih lagi Maha Penyayang, kamu tahu bahwa dalam penciptaan alam semesta Dia tidak bermain dadu kan, tidak asal-asalan? Semuanya penuh perhitungan, dan kakak yakin Dia juga lebih tahu bagaimana masalahmu dapat diselesaikan.

Saat aku menceritakan kepenatanku dalam menghadapi masalah dan mempertanyakan kapan masalahku akan terselesaikan, mengingat cara kerja Dia lumayan “misterius”, dia pun menjawab.

Bersujudlah, kamu hanya lelah karena terlalu banyak masalah yang dipikirkan. Memang sekedar bersujud tidak akan menyelesaikan apapun, tapi setidaknya kamu dapat melepas penat sejenak dan mengumpulkan kekuatan sebelum mulai menyelesaikan masalah. Memang nasib suatu kaum tidak akan berubah selama kaum itu tidak mau merubahnya, karena itu kau bisa melanjutkan pertempuranmu setelah itu. Bertanya lah pada orang lain, cari lah orang-orang yang punya pengalaman dan tanyakanlah apa yang waktu itu mereka lakukan, pelajari lah lagi detail masalahmu mengingat mungkin ada beberapa hal yang terlewatkan, dan berusahalah sebisa dirimu dalam menjalani masalah ini. Berdoa dan berusaha semaksimal mungkin, bukankah itu yang dinamakan ikhtiar?

Dan sekarang sedang bingung, kenapa ya kemarin-kemarin lupa dengan konsep ikhtiar ini saat kondisi sedang banyak masalah? Hahaha, sudah lah. Ada masalah? Bersujudlah 🙂