Halaqqah (lagi)

Kemarin, pada hari Jum’at saya kembali mengikuti halaqqah di Masjid Al-Ishlah.
Kali ini yang mengisi posisi murabbi bukan murabbi tercinta, Muhammad Hafizh Ridha.
Maklum, numpang sama kelas X…

Halaqqah kali ini berbeda dengan halaqqah sebelumnya, karena kali ini setelah pembukaan, tilawah dan tausyiah, sang murabbi yang dulunya anak IPS mencoba menebak kepribadian kita dengan mengarang sebuah cerita dan menebak kepribadian kita berdasarkan respons kita terhadap cerita ini. Beginilah cerita sang murabbi.

Bayangkan suasana di sekitar kalian kembali ke kerajaan zaman dahulu.
Bayangkan kalian adalah seorang yang terkenal karena kesanggupan kalian menjaga amanah dalam kerajaan kalian.
Suatu hari, benda yang berharga dari kerajaan kalian dicuri raja perompak.
1. Benda apakah itu?

Setelah benda itu dicuri, raja mengutus seorang prajurit yang juga terkenal di kerajaan tersebut.
Dialah yang akan bekerjasama dengan kalian untuk mengambil kembali benda yang kalian curi.
2. Apakah perkataan yang keluar dari mulut prajurit itu saat dia melihat kalian?

Akhirnya kalian sudah siap untuk meninggalkan kerajaan.
Ketika kalian akan meninggalkan pintu gerbang, raja datang dan memberikan senjata keramat kepada kalian (Kamu dan partnermu).
Senjata itu adalah senjata terhebat yang pernah dibuat kerajaan kalian.
3. Senjata apakah itu (Jelaskan secara detail)?

Akhirnya kalian keluar dari kerajaan.
Kalian melihat langit berwarna biru, lalu kalian melihat pemandangan di sekitar kalian.
4. Pemandangan apakah yang kalian lihat (Pilih 1 dari 4 pemandangan ini)?
a. Hamparan salju yang putih
b. Gunung yang berwarna hijau (Karena lebatnya pepohonan disana)
c. Padang bunga yang berwarna kuning
d. Samudra yang berwarna biru

Kalian memutar lewat pintu belakang.
Setelah kalian menempuh perjalanan yang panjang, akhirnya kalian tiba di hutan terlarang.
Disana kalian bertemu dengan anak buah raja perompak.
Secara refleks, kalian langsung mengeluarkan senjata kalian dan langsung mengalahkan mereka.
5. Berapa musuh yang kalian kalahkan dalam waktu sehari-semalam (24 jam)?

Akhirnya matahari terbenam.
Hutan itu menjadi sangat menyeramkan untuk dilalui, tapi tugas kalian masih belum selesai.
6. Apa yang akan kalian lakukan (Pilih 1 dari 3 pilihan ini)?
a. Bekemah dan bermalam
b. Beristirahat sejenak, makan dan minum sebentar lalu melanjutkan perjalanan
c. Tidak beristirahat sebelum tugas ini selesai

Akhirnya kalian tiba di gua persembunyian raja perompak.
Gua itu sangat gelap.
Di mulut gua ada 2 buah kotak.
Kotak pertama berisi sebuah obor besar, dan kotak kedua berisi lilin-lilin kecil dalam jumlah yang banyak.
7. Kotak mana yang akan kalian pilih?

Akhirnya kalian menyusuri gua itu dengan alat penerangan dalam kotak yang kalian pilih.
Kalian terus berjalan sampai akhirnya kalian bertemu dengan raja perompak.
Secara refleks, temanmu langsung menyerang raja perompak.
Pertempuran tak dapat dihindari.
Mereka bertarung dengan hebatnya sampai akhirnya senjata temanmu terjatuh dan pedang raja perompak terhunus di leher temanmu.
Kamu tak menyia-nyiakan kesempatan itu untuk meyerang raja perompak.
Akhirnya raja perompak pun terkalahkan.
8. Apa yang dikatakan temanmu setelah diselamatkan olehmu dan bagaimana ekspresinya?

Akhirnya kalian kembali ke kerajaan kalian dengan membawa benda yang berharga itu.
Cerita pun berakhir dengan baik.

Selesai…

Jawabanku :
1. Buku Ilmu Pengetahuan
2. “Suatu kehormatan bisa bekerjasama denganmu. Mari kita pertaruhkan nyawa untuk mengambil benda itu kembali.”
3. Sebuah busur dari kayu jati dengan berat 2kg panjang 30 cm dan diameter 5 cm. Ditambah dengan anak panah dengan panjang 15 cm berjumlah 99 buah yang dilumuri racun
4. a. Hamparan salju yang berwarna putih
5. 259 orang
6. b. Berhenti sejenak, makan dan minum secukupnya lalu melanjutkan perjalanan
7. Kotak 2
8. “Maaf telah meremehkanmu. Awalnya aku tidak ingin merepotkanmu, tetapi pada akhirnya aku tetap merepotkanmu. Terimakasih telah menyelamatkanku.” (Ekspresi menyesal kemudian senang)

Mengab

Wassalamu’alaikum Warahmatullahi Wabarakatuh.

Pagi ini, pada tanggal 31 Januari 2009, pukul 9 lewat 15 pagi, diadakan acara bernama mengab (Mentoring Gabungan) di Masjid Al-Ishlah SMAN 47 Jakarta. Peserta dari halaqqah ini adalah seluruh anggota ROHIS dan beberapa anggota IKARIS (Ikatan Alumni ROHIS) SMAN 47 Jakarta. Waktu itu, saya datang terlambat dan melewatkan acara pembukaan dan Tilawatil-Qur’an. Saya datang ketika kak Panji, mentor dari kelompok Achmad memulai kultumnya. Isi kultumnya adalah penjelasan mengenai Q.S. Ar-Ruum (30) : 1-10. Pokoknya, kalau tidak salah intinya begini.

Apa yang kita dapatkan adalah apa yang kita lakukan pada Allah swt dan keluarga kita. Jadi, kalau ingin dicintai orang lain, cintailah Allah swt dan keluarga kita. Jika kita ingin dihormati orang lain, hormatilah Allah swt dan orang tua kita.
Lalu, jika kita memiliki uang sebesar 5000 rupiah dan menyedekahkannya 1000 rupiah, maka uang yang kita miliki bukanlah 4000 rupiah, tetapi uang kita adalah 1000 rupiah yang kita sadaqahkan tersebut. Karena itulah, semakin banyak kita bersadaqah, semakin banyak pula harta yang kita miliki. Jadi, bersadaqah bukanlah membuat harta kita menjadi lebih sedikit, tetapi menjadi lebih banyak.

Lalu, acara dilanjutkan dengan materi dari IKARIS yang namanya (Kalau tidak salah) mang ucok. Dia menyampaikan beberapa materi secara spontan, yang berarti dia sudah cukup lama mengikuti program-program keagamaan Islam sehingga ilmu-ilmu tersebut menempel di otaknya dan bisa dikeluarkan kapan saja saat dibutuhkan. Beberapa materi yang dia sampaikan adalah :

1. Jangan mudah percaya terhadap suatu info tanpa mengetahui baik-buruknya dan benar-tidaknya (Dan saya yang saat itu masih belum tahu apa-apa menyebarkan pesan berantai beserta kutukannya…) Karena, siapa tahu orang yang mereka anggap pahlawan itu adalah musuh kita, musuh dari Islam.
Ingatlah, Sayyidina Ali ra pernah berkata, “Sesungguhnya sahabatmu itu ada tiga. Yaitu sahabatmu sendiri, Sahabat dari sahabatmu dan musuh dari musuhmu. Dan musuhmu juga ada tiga, yaitu musuhmu sendiri, musuh dari sahabatnu dan sahabat dari musuhmu”. Karena itu, muslim sangat tidak diizinkan untuk bermusuhan selama lebih dari tiga hari.

2. Usaha tanpa doa dan Doa tanpa usaha kurang berguna. Doa dan usaha yang seimbang adalah lebih baik. Dia bercerita, bahwa ada seseorang yang ketika itu akan melakukan SPMB. Tetapi, dia baru ingat akan hal itu seminggu sebelum SPMB. Dan dia belum belajar sama sekali pada saat itu. Lalu dia teringat, “Barangsiapa yang menolong jalan Allah swt maka Allah swt akan mempermudah urusan yang dia hadapi”. Karena itu, dia membagi waktu. Separuhnya dia gunakan untuk belajar, dan separuhnya lagi dia gunakan untuk menolong Agama Allah swt (Islam) melalui tiga cara, yaitu bersilaturahim, bershadaqah dan memperbanyak shalat tepat waktu (Di Masjid setelah Adzan berkumandang). Dan akhirnya, dia masuk ke UI.

3. Kita harus yakin bahwa Allah swt akan selalu menolong kita, hambanya yang beriman (Jangan bilang InsyaAllah yakin, tapi bilang Yakin 100% ya..)

Lalu, acara dilanjutkan dengan sesi diskusi yang dipimpin oleh bang Jupriyadi. Di sesi ini, saya mendapat wawasan baru, yaitu mengenai bangsa saat ini.

Tahukah kalian bahwa
1. Sesungguhnya orang-orang pada zaman Jahiliyyah adalah orang-orang yang beriman pada Allah swt, hanya saja mereka tidak mau menjalankan hak-hak Allah swt, yaitu beribadah kepadanya. Jadi, bagaimana dengan kita pada saat ini? Bukankah ada banyak orang pada saat ini yang sudah menjadi agnostik, tidak percaya pada Allah swt, bahkan mereka lebih percaya terhadap dukun.
2. Sesungguhnya, awalnya patung dibuat sebagai tanda penghormatan bagi orang-orang yang berjasa di zaman dahulu. Namun, seiring waktu berjalan patung pun akhirnya disembah oleh orang-orang di zaman Jahiliyyah bahkan saat ini bukan hanya patung yang disembah, melainkan harta, dan segala benda lainnya ikut disambah oleh orang-orang zaman sekarang.

Bukankah ini berarti orang-orang pada zaman ini lebih buruk daripada orang-orang pada zaman Jahiliyyah?