Permohonan Tanpa Pengetahuan

[Nuh] berkata, “Ya Tuhanku, sesungguhnya aku berlindung kepada Engkau dari memohon sesuatu yang aku tiada mengetahui (hakikat)nya. Dan sekiranya Engkau tidak memberi ampun kepadaku, dan (memberi) belas kasihan kepadaku, niscaya aku akan masuk orang-orang yang merugi.”

QS Hud (11) : 47

Ah, Allah selalu mengingatkan di waktu yang tepat ya, nyaris saja meminta sesuatu yang tidak kuketahui ilmunya :’)

Merasa diingatkan, kadang kita suka memohon akan sesuatu yang kita tidak punya pengetahuannya ya. Memohon cepat lulus, memohon cepat kerja, memohon usaha sukses, memohon cepat nikah, memohon jadi juara lomba, memohon dapat beasiswa, memohon cepat punya anak, banyak ya.

Tidak bermaksud mengatakan itu salah, karena memang tidak ada yang salah dengan menginginkannya. Hanya sekedar mengingatkan, bukankah semua lebih baik dilakukan saat setidaknya sudah ada gambaran ilmunya atau yang diminta itu seperti apa?

Beberapa kawanku sudah lulus dan tidak tahu mau berbuat apa, sudah menikah–khususnya dengan seseorang tertentu–dan (kabarnya) sudah bercerai tak lama setelah itu, sudah diterima di pekerjaan yang sudah sejak lama dia idam-idamkan dan berhenti tidak lama setelahnya karena beberapa hal yang meengecewakannya, sudah memohon pinjaman bank untuk memulai usaha tapi terlibat masalah besar karena beberapa hal yang terlambat dia ketahui. Entah apa penyebabnya, tapi agak miris memperhatikannya.

Tapi jika memang benar-benar menginginkannya, kenapa tidak mulai mempelajari ilmunya dan menspesifikkan keinginan itu sejak saat ini? Masih ada waktu kan? 🙂