Pengingat: Gunung Kelud

“Gunung kelud meletus.”

Pesan itu masuk ke grup whatsappku pagi ini, lumayan kaget juga saat mengetahui solo sudah diselimuti abu dari gunung yang terletak di perbatasan kediri dan kabupaten malang itu. Lumayan jauh ya persebaran abunya. Lebih baik memeriksa apakah ada kawan-kawan di organisasiku yang lain, apakah ada yang terkena efek buruk dari letusan tersebut atau tidak. Saat beberapa responden mengatakan aman atau hanya terkena abu, terlintas pikiran alhamdulillah, yang sekarang malah membuatku merasa bersalah.

Jadi ingat temanku juga pernah mengalami pemikiran serupa, saat itu ada kecelakaan kereta di jakarta, dan ada nama korban jiwa yang sama dengan nama sahabat dari temanku itu di kampusnya. Karena khawatir, temanku itu langsung memeriksa media sosial dari sahabatnya itu, dan bersyukur karena ternyata temannya masih ada dilihat dari aktivitas media sosial yang tidak terhenti, kelihatannya yang meninggal hanyalah orang dengan nama yang sama. Dan saat itulah temanku itu terpikir, meskipun yang meninggal orang lain, tapi tetap saja yang dibicarakan adalah nyawa, pasti ada orang yang sedih karena itu juga. Apakah mensyukuri karena korban yang meninggal itu bukan kenalan kita adalah hal yang layak untuk dilakukan?

Pemikiran yang sama terlintas di benakku sekarang, ya, aku jahat untuk sempat mensyukuri fakta tersebut. Laporan berita yang terakhir kuterima dari temanku adalah 1 orang meninggal dan banyak warga yang terkena ISPA (Infeksi Saluran Pernapasan Akut). Yah, memang aku pernah mendengar bahwa musibah merupakan azab, pengingat dan anugrah, tergantung pada apa yang dilakukan manusia saat musibah tersebut terjadi. Dan bagi kita yang terkena atau yang selamat, bukankah ini mengingatkan kita bahwa ada kekuatan yang tidak bisa kita prediksi? Dan mengutip perkataan dari film House, “mungkin benar bahwa tidak ada orang suci yang tidak punya masa lalu, tapi tidak ada juga pendosa yang tidak punya masa depan”, bukankah itu fungsi pengingat? 🙂

Mungkin bersyukur karena bukan kita atau kenalan kita yang terkena pengaruh dari musibah ini bukanlah hal yang pantas dilakukan, ada orang yang merutuki nasib karena dia atau orang yang dia sayangi terkena pengaruh buruk dari musibah seperti itu, dan mungkin rela melakukan apa saja agar musibah yang dia terima dapat dipindahkan ke orang lain, siapapun itu. Setelah dipikir lagi, mungkin memberikan uluran tangan melalui bantuan atau dana–sebagai ungkapan syukur karena selamat dari musibah ini dan menunjukkan bahwa korban bencana tidak sendirian–merupakan hal yang lebih pantas untuk dilakukan bukan? Percayalah, tidak akan lama sebelum lembaga-lembaga yang biasa menyalurkan bantuan ke daerah yang terkena bencana bergerak, menyumbanglah di tempat yang dapat dipercaya 🙂

Untukmu Wahai Aktivis Dakwah…

Untukmu, Wahai Aktivis Dakwah…

Kepada kalian yang mempertautkan hati di jalan dakwah ….
Kepada kalian yang menjalin ikatan kasih dalam indahnya ukhuwah ….
Kepada kalian yang merindukan tegaknya syari’ah ….
Kepada kalian, ana tulis sebuah surat cinta ….
Karena bersama kalian ku temukan cinta di jalan dakwah ….
Kasih dalam jihad fi sabilillah ….
Uhibbukum FILLAH …. LILLAH ….
Teruntuk para aktivis dakwah,

Dakwah berdiri di atas aqidah yang kokoh, ibadah dan ilmu yang shohih, niat yang lurus, dan iltizam yang kuat
Dakwah adalah proyek besar membangun peradaban umat
Dakwah adalah jalan yang sukar dan terjal
Dakwah adalah jalan yang sangat panjang
Dakwah penuh dengan gangguan, cobaan, dan ujian
Dakwah bukan jalan yang ditaburi bunga dan wewangi kesturi
Dakwah butuh komitmen yang kuat dari pengembannya
Dakwah memerlukan kemurahan hati, pemberian dan pengorbanan tanpa mengharapkan hasil, tanpa putus asa, dan putus harapan
Dakwah butuh pengorbanan dan kesungguhan
Dakwah butuh kesabaran dan keistiqomahan

Teruntuk para pejuang,

Sudah teguhkah azzam yang kau pancang ???
Benarkah perjuanganmu karena ALLAH ???
Mundurlah, dan luruskan kembali niatmu, jika:
Nafsu masih merajaimu
Kilauan permata masih menyilaukanmu
Kesenangan dunia masih melenakanmu
Syaithan masih bersarang di dadamu dan menjadi teman setiamu
Kenikmatan semu masih membuaimu dan menutup mata batinmu
Percayalah, semua itu adalah keindahan sesaat yang akan menggoyahkan tekadmu. Allah Azza Wa Jalla sengaja ciptakan itu sebagai ujian bagimu!
Berbahagialah jika kau menjadikan Allah ‘Azza wa Jalla sebagai tujuan akhirmu, puncak kerinduanmu. Dan jadilah antum sebagai orang-orang yang beruntung!

Untuk jiwa-jiwa yang merindukan kemenangan
Untuk setiap diri yang mengaku sholih
Untuk mereka yang mengajak kepada jalan yang lurus
Untuk mereka yang saling menasehati dalam kebenaran dan kebaikan
Ketika jalan yang kalian tempuh begitu sukar, ketika amanah yang kalian emban begitu berat, ketika tanggung jawab yang kalian pikul begitu banyak, terkadang kalian lupa dengan azzam yang kalian tanam sebelumnya, kalian lalai dan terlena. Kalian lupa membersihkannya, membidiknya, mengontrolnya, memuhasabahinya, dan lupa untuk meluruskannya kembali. Apakah dunia yang fana lebih kau cintai daripada kampung akhirat yang kekal abadi?

Duhai para pecinta ALLAH
Duhai yang meneladani Muhammad Rasulullah
Duhai yang menjadikan Al-Quran sebagai pedomannya
Duhai yang berjihad di jalanNya dengan sebenar-benarnya jihad
Duhai yang memburu syahid sebagai cita-cita tertingginya

Dakwah telah memanggilmu!
Umat menunggu pencerahan darimu!
Letih sudah mata ini menyaksikan kemaksiatan merajalela.
Lelah sudah kaki melangkah, karena setiap jengkal yang dipijak, bumi merasa terdzolimi oleh manusia-manusia tak beradab.
Lunglai tubuh ini ketika mendapati hukum-hukum Allah diganti dengan hukum-hukum makhluk yang hanya menebar kerusakan.
Perih hati ini ketika menemukan thoghut-thoghut bersarang di dalamnya.
Menangis batin ini menyaksikan saudara-saudara seiman, seislam, dan seaqidah saling caci, saling menyalahkan, saling bermusuhan. Lalu ke mana perginya ukhuwah?
Apakah ukhuwah hanya berlaku pada segolongan atau sekelompok umat yang bernaung dalam satu jama’ah?

Wahai yang mengaku diri aktivis haroki,

Sudah benarkah aktivitas yang antum jalani dalam menyeru manusia ke jalan ALLAH?
Serulah dirimu sebelum kau menyeru orang lain.
Sudahkah ghiroh yang kau miliki kau poles dengan ilmu yang shohih? Karena semangat saja belum cukup! Teruslah tholabul’ilm..
Sudah efektifkah syuro-syuro antum?
Apa yang ada dalam syuro hanya obrolan sia-sia yang mengundang tawa?
Senda gurau tak bermakna?
Tak ada lagi kesungguhan dan fokus menyelesaikan masalah?
Terlalu banyak basa-basi dan kata-kata tak berarti?
Bagaimana cara antum merumuskan, mengatur strategi jitu, menyusun konsep, menetapkan target, men-SWOT, dan lain sebagainya, sudah syar’ikah?
Sudahkah antum pantau terus niatmu agar tetap lurus di awal, di tengah, sampai ke penghujungnya?
Di sini niat dan tujuan harus selalu di luruskan. Bukan demi keegoisan masing-masing individu atau jama’ah, tapi demi tegaknya Dienullah.
Lalu, bagaimana kenyataannya di lapangan?
Teknis yang telah antum usahakan bersama?
Apakah ada titik-titik noda di dalamnya?
Hijab yang semakin longgar, virus merah jambu yang semakin menyebar, ukhuwah yang kian memudar, barisan yang terpencar. Atau mungkin sms-sms taujih yang menyebar di kalangan ikhwan dan akhowat yang kemudian mengotori hati-hati mereka, menodai niat tulus mereka. Dari kata-katanya, ada rasa kagum pada ghirohnya, salut pada keteguhannya, simpatik pada ke-haroki-annya, dan tersanjung pada perhatiannya. Benih-benih inilah yang akan tumbuh bersemi di hati dan mengefek pada amal sehari-hari.
Mungkin saja fenomena-fenomena itu yang mengurangi keberkahan dakwah sehingga ALLAH ‘Azza wa Jalla belum mau menghadiahkan kemenangan itu pada kita! Karena di samping menyeru kepada kebenaran, tentara-tentara Allah itu juga menggandeng kemaksiatan, apapun bentuknya!

Akhi wa Ukhti ….

Di mana antum berada saat saudara-saudara antum di belahan bumi yang lain sedang megangkat senjata, menghadang tank-tank zionis, melempar bom dan batu kerikil di medan intifadhah?
Di mana antum saat mereka berburu syahid? Yang mereka pertaruhkan adalah nyawa, akhi! Nyawa, ukhti! NYAWA!
Jika darah tak mampu antum alirkan, maka di mana saat saudara-saudara antum sedang bermandi peluh menyiapkan kegiatan-kegiatan dakwah, acara-acara syiar Islam, daurah, bakti sosial, dan seabrek agenda-agenda dakwah yang lain.
Di mana antum saat yang lain sedang membuat publikasi, mendesain dekorasi, menyediakan konsumsi, atau menyebar proposal, mencari dana ke sana ke mari? Semua demi kelancaran acara. Demi syiar Islam! Agar dakwah terus menggaung di berbagai penjuru. Agar Islam tetap berdetak di jantung masyarakat. Masyarakat yang kini telah hilang jati dirinya sebagai hamba ALLAH. Masyarakat yang kini malu mengaku sebagai Muslim. Masyarakat yang kini phobi dengan syari’at Islam. Ya, masyarakat itu kini ada di sekeliling kita. Mereka hadir di tengah-tengah kita. Mereka adalah objek dakwah kita!

Wahai yang masih memiliki hati tempat bersemayamnya iman, apakah ia tidak lagi bergetar kala ayat-ayatNya diperdengarkan?
Apakah ia tak lagi geram ketika melihat kemungkaran terjadi di hadapannya?
Wahai yang memiliki mata yang dengannya antum bias melihat indah dunia, apakah ia tak lagi menangis saat dikabarkan tentang azab, ancaman, dan siksaan?
Apakah ia tak lagi meneteskan cairan hangatnya ketika bangun di tengah malam dalam sujud-sujud panjang?
Apakah ia tak lagi mengalirkan butiran-butiran beningnya ketika melihat saudaranya yang seaqidah didzolimi, dirampas hak-haknya, dilecehkan dan di aniaya, bahkan dibunuh karena mempertahankan diennya?

Ke mana kalian wahai aktivis dakwah?
Di mana kini antum berada?
Sedang bersantai ria di kamar sambil mendengar nasyid kesukaan?
Terbuai di atas kasur dengan bantal empuk dan selimut tebal?
Bersenda gurau bersama kawan-kawan?
Membaca novel-novel picisan?
Atau…sedang melamun memikirkan sang pujaan?

Kepada kalian yang sedang menanti hadirnya belahan jiwa…
Masih perlukah romantisme di saat nasib umat sedang berada di ujung tombak?
Masih perlukah gejolak asmara tumbuh dan bersemi di jiwa?
Membuat otak sibuk memikirkannya, membuat setiap lisan tak henti menyebut namanya, membuat setiap hati tak tenang, resah, dan gelisah menunggu hadirnya.
Masih perlukah virus merah jambu menjangkiti rongga-rongga hatimu? Melemahkan sendi-sendimu, menggoyahkan benteng pertahananmu, merapuhkan tekadmu, menenggelamkanmu dalam samudera cinta mengharu biru.
Masih perlukah semua perasaan itu kau pelihara, kau tanam, kau pupuk, kau siram, dan kau biarkan tumbuh subur dalam hatimu?

Wahai aktivis dakwah, sungguh perasaan itu fitrah! Kau pun sering berdalih bahwa itu adalah anugerah. Sesuatu yang tak bisa dinafikan keberadaanya, tak bisa dielakkan kehadirannya. Cinta memang datang tanpa diundang. Cinta memang tak mampu untuk memilih, kepada siapa dia ingin hinggap dan bersemi. Dia bisa menghuni hati siapaun juga, tak terkecuali aktivis dakwah! Sekali lagi, cinta itu fitrah!
Namun wahai ikhwah yang mewarisi tongkat estafet dakwah, bisa jadi perasaanmu itu menghalangimu untuk mengoptimalkan kerja dakwahmu.
Bisa jadi perasaanmu itu mengganggu aktivitas muliamu.
Bisa jadi perasaanmu itu mengusik hatimu untuk mundur dari jalan dakwah yang kau tempuh.
Bisa jadi perasaanmu itu membelenggumu dalam cinta semu.
Dan yang terparah, bisa jadi perasaanmu itu menggeser posisi Rabbmu dalam tangga cintamu.
Tanpa kau sadari!
Yang kau ingat hanya dia!
Yang terbayang adalah wajahnya.
Yang kau pikirkan kala dia menjadi partner dakwahmu seumur hidup, membangun pernikahan haroki, menemanimu membina keluarga dakwah dan menjadikannya abi/ummi dari jundi-jundi rabbani…ah indahnya!
Yang ada di sholatmu, dia.
Yang ada di tilawahmu, dia.
Yang ada di bacaan ma’tsuratmu, dia. Yang ada di benakmu, dia.
Yang ada di aktivitasmu, dia. Hanya ada dia, dia, dia, dan dia!

Benarkah itu wahai saudaraku?
Mari kita jawab dengan serentak….na’udzubillahi
min dzaalik!
Ke mana cinta ALLAH dan RasulNya kau tempatkan?
Di mana dakwah dan jihad kau posisikan?
Astaghfirullahal ‘adziim…
Dakwah hanya dimenangkan oleh jiwa-jiwa bermental baja, bertekad besi, berhati ikhlas. Orang-orang beriman yang mengatasi persoalan dengan ilmu yang shohih dan memberi teladan dengan amal.
Perjalanan panjang ini membutuhkan mujahid/ah perkasa yang mampu melihat rintangan sebagai tantangan, yang melihat harapan di balik ujian, dan menemukan peluang di sekeliling jebakan.
Ke mana militansi yang antum miliki?
Ke mana ghiroh membara yang antum punya?

Pejuang sejati adalah mereka yang membelanjakan hartanya di jalan dakwah, menjual dunianya untuk akhiratnya, mengorbankan nyawanya demi jihad fisabilillah, menggunakan seluruh waktu dan sisa umurnya untuk memeperjuangkan dan mengamalkan Islam.
Dakwah TIDAK BUTUH aktivis-aktivis MANJA!
Dakwah TIDAK BISA DIPIKUL oleh orang-orang CENGENG, MENTAL-MENTAL CIUT, NYALI YANG SETENGAH-SETENGAH, dan GERAK YANG LAMBAN!
Barisan dakwah harus disterilkan dari prajurit-prajurit yang memiliki sifat-sifat seperti di atas (manja, cengeng, mental ciut, nyali setengah-setengah, ragr-ragu, dan lamban bergerak). Karena, keberadaan mereka hanya akan menularkan dan menyebarkan aroma kelemahan, kerapuhan, kepasrahan, dan kekalahan di tengah-tengah barisan.
Dakwah butuh pejuang-pejuang tangguh untuk mengusungnya.
Dakwah butuh orang-orang cerdas untuk memulainya, orang-orang ikhlas untuk memperjuangkannya, orang-orang pemberani untuk memenangkannya!
Antumlah orang-orang terpilih yang mengukir sejarah itu!

http://m.cybermq.com/

SMS Tausyiah (1)

Assalamu’alaikum warahmatullahi wabarakatuh.
Kali ini saya akan menulis beberapa sms tausyiah yang dikirim langsung dari teman-teman saya… 🙂
Semoga bermanfaat bagi kita semua…

Perkataan Umar untuk Khalid bin Walid :
Akhi, kau dipecat. Kau dipecat bukan karena tidak bisa memimpin. Kau adalah jendral terbaik dan orang-orang memuji-mujimu, justru aku takut akan ada butir-butir rasa kesombongan pada dirimu.

Dibawah ini firman Allah :
“Apakah yang memasukkan kamu kedalam neraka Saqar?” Mereka menjawab “kami dahulu tidak termasuk orang-orang yang mengerjakan shalat dan kami tidak pula memberi makan orang miskin”
QS. Al-Muddatsir (74) : 42-44

Persembahkanlah yang terindah bagi sahabatmu. Jika dia harus tahu musim surutmu, biarlah dia mengenali musim pasangmu. Carilah ia bersama untuk menghidupkan sang waktu! Karena dialah yang bisa mengisi kekuranganmu, bukan mengisi kekosonganmu.

Bila subuh utuh, pagi tumbuh, hati teduh, pribadi tidak angkuh, keluarga tidak keruh maka damai berlabuh.
Bila dzuhur teratur, diri jujur, hati tidak kufur, rasa selalu syukur, amal tidak udzur, keluarga akur maka pribadi makmur.
Bila ashar kelar, jiwa sabar, raga tegar, senyum menyebar maka rezeki lancar.
Bila maghrib tertib, tilawah jadi wajib, wirid jadi karib, jauh dari aib, maka syafaat tidak raib.
Bila isya terjaga, malam bercahaya, gelap tak terasa, insya Allah hidup damai sejahtera.
Shalat itu indah… 🙂

Adikku, saat kau hendak merebahkan tubuhmu dalam kenyamanan tempat tidurmu, saat kau hendak memejamkan matamu dari gemerlap dunia, ketahuilah bahwa banyak karunia-Nya yang kau nikmati. Mata yang bisa melihat, tubuh yang sehat, makanan yang cukup, maka sampaikanlah syukurmu pada Allah sebelum kau pejamkan matamu, yang mungkin saja tak akan terbuka lagi…

“Jika kamu tidak bersama dakwah, sekali-kali kamu tidak bersama selainnya. Adapun dakwah, jika tidak bersamamu pasti ia akan bersama selainmu, dan jikakamu berpaling, niscaya akan diganti dengan suatu kaum selainmu, sedangkan mereka tidak sepertimu”
(Hasan al Banna)
Istiqamahlah adikku…

Teruslah bergerak hingga KELELAHAN itu LELAH mengikutimu.
Teruslah berlari hingga KEBOSANAN itu BOSAN mengejarmu.
Teruslah berjalan hingga KELETIHAN itu LETIH bersamamu.
Teruslah bertahan hingga KEFUTURAn itu FUTUR menyertaimu.
Tetaplah berjaga hingga KELESUAN itu LESU bersamamu.
(Alm. Ustad Rahmat Abdullah)

Ketika wajahmu penat memikirkan dunia, BERWUDHULAH…
Ketika tanganmu letih menggapai cita-cita, BERTAKBIRLAH…
Ketika pundakmu tak kuat memikul amanah, BERSUJUDLAH…
Ikhlaskan dan serahkan semuanya kepada Allah…
Mendekatlah kepada-Nya…
Dan tunduklah disaat yang lain angkuh…
Agar engkau teguh disaat yang lain runtuh…
Dan tegar disaat yang lain terlempar…

Jadilah jiwa-jiwa yang menolak patah, tidak berhenti karena memilih tegak meski tertatih-tatih, tidak berhenti karena menjadi pelita lingkungan, tidak berhenti karena punya mimpi.
Saatnya menjadi Ustadziyatul Alam, Guru bagi Peradaban.
Infiruu Ayyuhal ikhwah,
Orang-orang besar lahir dari beban perjuangan, bukan lari dari medan pertempuran!!

Tetaplah lakukan kebaikan meskipun sering dilupakan orang. Biarlah amalan ini menjadi pembicaraan malaikat di langit. Semoga kerja kecil kita akan menjadi kendaraan kita dalam mencapai ridha dan surga-Nya.

Kebanggaanmu bila orang lain melihat kelebihanmu adalah bukti ketidakjujuranmu dalam beribadah. Maka kosongkanlah pandangan orang lain terhadap dirimu. Cukup bagimu pandangan Allah terhadap dirimu. Tetaplah istiqamah.

Tidaklah suatu perkataan amatlah berharga jika kita bisa menilai perkataan anda dengan angka.
(Lord Kelvin)

Boleh jadi kamu membenci sesuatu padahal sesuatu itu amat baik bagimu, dan boleh jadi kamu menyukai sesuatu padahal itu sangat buruk bagimu.

Angkatlah orang lemah, karena kelemahannya tidak menularimu. Suatu ketika buahnya kan merayap menggapaimu. Membalasmu atau memberikan pujian.

Bila telapak tangan berkeringat dan hati berdegup kencang ketika bertemu, itu bukanlah perasaan cinta, tapi suka.
Bila kita selalu memegang dan mengawasinya, itu bukanlah perasaan cinta, tapi nafsu.
Bila kita memberi segala yang kita miliki, itu bukanlah perasaan cinta, tapi murah hati.
Bila kita selalu menemaninya, itu bukanlah perasaan cinta, tapi kesepian.
Bila kita selalu berusaha untuk tidak menyakitinya, itu bukanlah perasaan cinta, tapi kasihan.
Cinta adalah pengorbanan. Mencintai berarti berkorban dan terkorban. Mencintai berarti memberi tanpa balasan dan harapan. Dan cinta sejati adalah cinta kepada Allah azza wa jalla, Dzat yang menciptakan cinta…

Karena Allah Maha Melihat, kami berhati-hati untuk tidak berbuat maksiat.
Karena Allah Maha Mendengar, kami berhati-hati untuk berbicara kecuali yang bermanfaat.
Karena Allah Maha Mengetahui, kami tidak mudah berprasangka buruk walau hanya dalam hati.

“Sesungguhnya agama Islam itu mudah, tidaklah seseorang itu akan dapat membangun agama itu kecuali bila ia mampu memahaminya. Karena itu, tunjukilah jalan yang benar, dekatkanlah mereka, dan gembirakanlah serta selalulah berdoa memohon pertolongan kepada Allah di waktu pagi dan sore hari.
(HR Bukhari)

Nabi bersabda, “Allah memasukkan kedalam surga orang yang mudah dalam membeli (barang), menjual (barang), melunasi (hutang) dan ketika meminta haknya”
(HR Ahmad dll)

Al-Sofwa bverkata, “Tidak ada yang lebih aku sesali daripada penyesalanku terhadap hari dimana ketika matahari tenggelam, sementara umurku berkurang tetapi amalanku tidak bertambah.”

Dua pasang mata yang terhindar dari api neraka yaitu mata yang menjaga perbatasan perang ketika jihad fi sabilillah dan mata yang menangis karena takut pada Allah.

Jadi sahabat harus pintar matematika, karena kamu harus :
1. Mengalikan sukacitanya
2. Mengurangi kesedihannya
3. Menambahkan semangat padanya
4. Membagi kebahagiaan bersamanya

Good morning, I have a special breakfast for you.
A glass of care
A plate of love
A spoon of peace
A fork of trust
A bowl of prayer
Enjoy it! Take care.

Indahnya perkenalan jika bersulamkan keikhlasan.
Indahnya percintaan andai setia yang dipertaruhkan.
Dan indahnya persahabatan jika berkekalan untuk selamanya.

3 hal dalam hidup yang takkan pernah kembali :
1. Waktu
2. Kejadian
3. Kesempatan
Karena itu manfaatkanlah mereka sebaik mungkin.
3 hal dalam hidup yang jangan sampai hilang :
1. Kehormatan
2. Harapan
3. kejujuran
Berilah perhatian yang cukup pada mereka, dan
3 hal yang paling berharga dalam hidup :
1. Cinta
2. Kepercayaan
3. Persahabatan.
Jagalah mereka sebaik mungkin. 🙂
Have a Nice Day.

Sekiranya besar yang dituntut dan mulia yang dicari, niscaya banyaklah kepayahan dan kesusahan melaluinya, panjang jalannya dan banyak rintangannya…

“Jauhilah olehmu sekalian sikap berlebihan (dalam beragama), karena sesungguhnya sikap berlebihan itulah yang telah menghancurkan umat-umat sebelum kamu.”
(HR Ahmad)

Imam syafi’i berkata, “Cintailah orang shalih karena mereka memiliki keshalihannya, cintailah Nabi Muhammad shalallahu ‘alaihi wasallam karena Dia kekasih Allah, dan cintailah Allah subhanahu wa ta’ala karena Dia kecintaan Nabi dan Orang shalih.”

Udah dulu yah, bukannya capek nulis, tapi adik minta gantian make laptop.
Maaf ya kalau banyak sms tausyiah yang dikirim padaku yang belum bisa ku-share disini… 🙂
Semoga yang segini berguna… 🙂
Wassalamu’alaikum warahmatullahi wabarakatuh.

Info Penerbangan Gratis… Baca yah!

Sahabat, Orang Cerdas Adalah Orang Yang Mengingat Akan Kematian.

INFORMASI PENERBANGAN GRATIS AL-JENAZAH AIRLINES, LAYANAN PENUH 24 JAM
Bila kita akan ‘berangkat” dari alam ini ia ibarat penerbangan ke sebuah negara.
Dimana informasi tentangnya tidak terdapat dalam brosur penerbangan, tetapi melalui Al-Qur’an dan Al-Hadist.
Dimana penerbangan bukannya dengan Garuda Airlines, Singapore Airlines, atau American Airlines, tetapi Al-Jenazah Airlines.
Dimana bekal kita bukan lagi tas seberat 23Kg, tetapi amalan yang tak lebih dan tak kurang.
Dimana bajunya bukan lagi jas keren, atau setaraf dengannya, akan tetapi kain kafan putih.
Dimana pewanginya bukan keluaran sophie martin, tetapi air biasa yang suci.
Dimana passport kita bukanIndonesia , British atau American, tetapi Al-Islam.
Dimana visa kita bukan lagi sekedar 6 bulan, tetapi ‘Laailaahaillallah’
Dimana pelayannya bukan pramugari jelita, tetapi Izrail dan lain-lain.
Dimana servisnya bukan lagi kelas business atau ekonomi, tetapi sekedar kain yang diwangikan.
Dimana tujuan mendarat bukannya Bandara Cengkareng, Heathrow Airport atau Jeddah International, tetapi tanah pekuburan.
Dimana ruang menunggunya bukan lagi ruangan ber AC dan permadani, tetapi ruang 2×1 meter, gelap gulita.
Dimana pegawai imigrasi adalah Munkar dan Nakir, mereka hanya memeriksa apakah kita layak ke tujuan yang diidamkan.
Dimana tidak perlu satpam dan alat detector.
Dimana lapangan terbang transitnya adalah Al Barzah
Dimana tujuan terakhir apakah Syurga yang mengalir sungai dibawahnya atau Neraka Jahannam.
Penerbangan ini tidak akan dibajak atau dibom, karena itu tak perlu bimbang.
Sajian tidak akan disediakan, oleh karena itu tidak perlu merisaukan masalah alergi atau halal haram makanan.
Jangan risaukan cancel pembatalan, penerbangan ini senantiasa tepat waktunya, ia berangkat dan tiba tepat pada masanya.
Jangan pikirkan tentang hiburan dalam penerbangan, anda telah hilang selera bersuka ria.
Jangan bimbang tentang pembelian tiket,bianya telah siap di booking sejak anda ditiupkan ruh di dalam rahim ibu.

YA ! BERITA BAIK !!
Jangan bimbangkan siapa yang duduk di sebelah anda.
Anda adalah satu-satunya penumpang penerbangan ini.
Oleh karena itu bergembiralah selagi bisa! Dan sekiranya anda bisa!
Hanya ingat! Penerbangan ini datang tanpa ‘Pemberitahuan’ .
Cuma perlu ingat!! Nama anda telah tertulis dalam tiket untuk Penerbangan. …
Saat penerbangan anda berangkat… tanpa doa Bismillahi Tawakkaltu ‘Alallah, atau ungkapan selamat jalan.
Tetapi Inalillahi Wa Inna ilaihi Rajiuun….
Anda berangkat pulang ke Rahmatullah. Mati.

ADAKAH KITA TELAH SIAP UNTUK BERANGKAT?
‘Orang yang cerdas adalah orang yang mengingat kematian. Karena dengan kecerdasannya dia akan mempersiapkan segala perbekalan untuk menghadapinya.

ASTAGHFIRULLAH 3X, semoga ALLAH SWT mengampuni kita beserta keluarga… Amiin
WALLAHU A’LAM

Catatan:
Penerbangan ini berlaku untuk segala umur…tanpa kecuali, maka perbekalan lebih baik dipersiapkan sejak dini…..sangat tidak bijak dan tidak cerdas bagi yang menunda-nunda mempersiapkan perbekalannya.

SUARA YANG DIDENGAR MAYAT
Yang akan ikut mayat adalah tiga hal yaitu:
1. Keluarga
2. Hartanya
3. Amalnya
Ada Dua Yang Kembali Dan Satu akan Tinggal Bersamanya yaitu:
1.Keluarga dan Hartanya Akan Kembali
2. Sementara Amalnya Akan Tinggal Bersamanya.

Ketika Roh Meninggalkan Jasad…
Terdengarlah Suara Dari Langit Memekik,
“Wahai Fulan Anak Si Fulan..
Apakah Kau Yang Telah Meninggalkan Dunia, Atau Dunia Yang Meninggalkanmu
Apakah Kau Yang Telah Menumpuk Harta Kekayaan, Atau Kekayaan Yang Telah menumpukmu
Apakah Kau Yang Telah Menumpuk Dunia, Atau Dunia Yang Telah Menumpukmu
Apakah Kau Yang Telah Mengubur Dunia, Atau Dunia Yang Telah Menguburmu.”

Ketika Mayat Tergeletak Akan Dimandikan
Terdengar Dari Langit Suara Memekik,
“Wahai Fulan Anak Si Fulan…
Mana Badanmu Yang Dahulunya Kuat, Mengapa Kini Terkulai Lemah
Mana Lisanmu Yang Dahulunya Fasih, Mengapa Kini Bungkam Tak Bersuara
Mana Telingamu Yang Dahulunya Mendengar, Mengapa Kini Tuli Dari Seribu Bahasa
Mana Sahabat-Sahabatmu Yang Dahulunya Setia, Mengapa Kini Raib Tak Bersuara”

Ketika Mayat Siap Dikafan
Suara Dari Langit Terdengar Memekik,
“Wahai Fulan Anak Si Fulan
Berbahagialah Apabila Kau Bersahabat Dengan Ridha
Celakalah Apabila Kau Bersahabat Dengan Murka Allah
Wahai Fulan Anak Si Fulan…
Kini Kau Tengah Berada Dalam Sebuah Perjalanan Nun Jauh Tanpa Bekal
Kau Telah Keluar Dari Rumahmu Dan Tidak Akan Kembali Selamanya Kini Kau Tengah Safar Pada Sebuah Tujuan Yang Penuh Pertanyaan.”

Ketika Mayat Diusung
Terdengar Dari Langit Suara Memekik,
“Wahai Fulan Anak Si Fulan..
Berbahagialah Apabila Amalmu Adalah Kebajikan
Berbahagialah Apabila Matimu Diawali Tobat
Berbahagialah Apabila Hidupmu Penuh Dengan Taat.”

Ketika Mayat Siap Dishalatkan
Terdengar Dari Langit Suara Memekik,
“Wahai Fulan Anak Si Fulan..
Setiap Pekerjaan Yang Kau Lakukan Kelak Kau Lihat Hasilnya Di Akhirat
Apabila Baik Maka Kau Akan Melihatnya Baik
Apabila Buruk, Kau Akan Melihatnya Buruk.”

Ketika Mayat Dibaringkan Di Liang Lahat
terdengar Suara Memekik Dari Langit,
“Wahai Fulan Anak Si Fulan…
Apa Yang Telah Kau Siapkan Dari Rumahmu Yang Luas Di Dunia Untuk Kehidupan Yang Penuh Gelap Gulita Di Sini
Wahai Fulan Anak Si Fulan…
Dahulu Kau Tertawa, Kini Dalam Perutku Kau Menangis
Dahulu Kau Bergembira,Kini Dalam Perutku Kau Berduka
Dahulu Kau Bertutur Kata, Kini Dalam Perutku Kau Bungkam Seribu Bahasa.”
Ketika Semua Manusia Meninggalkannya Sendirian… .
Allah Berkata Kepadanya, “Wahai Hamba-Ku…. Kini Kau Tinggal Seorang Diri Tiada Teman Dan Tiada Kerabat Di Sebuah Tempat Kecil, Sempit Dan Gelap..
Mereka Pergi Meninggalkanmu. . Seorang Diri
Padahal, Karena Mereka Kau Pernah LanggarPerintahku
Hari Ini,….
Akan Kutunjukan Kepadamu Kasih Sayang-Ku Yang Akan Takjub Seisi Alam Aku Akan Menyayangimu Lebih Dari Kasih Sayang Seorang Ibu Pada Anaknya”.
Kepada Jiwa-Jiwa Yang Tenang Allah Berfirman, “Wahai Jiwa Yang Tenang Kembalilah Kepada Tuhanmu Dengan Hati Yang Puas Lagi Diridhai-Nya
Maka Masuklah Ke Dalam Jamaah Hamba-Hamba- Ku Dan Masuklah Ke Dalam Jannah-Ku”

Rasulullah SAW menganjurkan kita untuk senantiasa mengingat mati (maut) dan dalam sebuah hadistnya yang lain, beliau bersabda “wakafa bi almautiwa’idha” , artinya, cukuplah mati itu akan menjadi pelajaran bagimu!

Semoga bermanfaat bagi kita semua, Amiin….

http://newmasgun.blogspot.com/2009/06/penerbangan-gratis-layanan-24-jam.html

*Masih Copas dari link sebelumnya…