Rahasia

Ya, tiap orang punya rahasia, baik itu aku, kamu, dia, ataupun mereka. Tidak ada yang salah dengan itu kan? Belum lama ini mencoba merambah ke sebuah media sosial baru, namun memilih untuk segera menonaktifkan akun. Hal ini disebabkan pengamatan sekilas di akun kawan yang sudah aktif lumayan lama, kelihatannya lumayan mengganggu privasi dan urusan pribadi kalau ada insan jahil atau stres yang membukanya. Dan agak khawatir ada beberapa rahasia yang terbongkar, hei, tidak semua rahasia tercipta untuk terungkap kan?

Dan memang menyenangkan kalau kita punya tempat tersendiri untuk berbagi rahasia absurd yang selama ini terpendam, baik itu keluarga, sahabat atau orang yang kita hormati dan percaya. Tapi entah kenapa banyak juga orang yang penasaran dengan rahasia orang lain. Kepo, stalker, secret admirer, apapun lah.

Bukan keingintahuan atau keikutcampuran seseorang lah yang menjadi masalah dalam hal ini. Kalau tidak ada perasaan ingin tahu atau keinginan untuk ikut campur urusan manusia lain, mungkinkah ada interaksi sosial yang menyebabkan manusia dijuluki makhluk sosial? Entah, mungkin ada, mungkin juga tidak. Yang jelas, kita memang sering ikut campur urusan orang lain. Contohnya? Lihat saja pemilu kemarin, pilihan tiap orang yang harusnya bebas dan rahasia pun dicoba diubah saat kampanye, baik dengan menunjukkan kebaikan golongannya hingga mempopulerkan trend bahwa hanya orang bodoh yang tidak memilih golongan itu. Well, that’s escalated quickly, but unfortunately I saw that. Contoh lain, pernah melihat ada orang lain yang terkena masalah? Seperti anak-anak warga sekitar yang pendidikannya kurang diperhatikan, perempuan yang sedang membawa barang yang berat, penjual yang dagangannya tidak laku banyak. Mungkin ikut campur memang tidak selalu pilihan yang bijak, tapi setelah dipikir lagi, itu yang menyebabkan diri kita seperti yang kita kenal saat ini kan?

Bukan, yang perlu diperhatikan adalah metodenya. Apakah cara kita tepat atau tidak. Bukankah orang akan takut jika melihat seseorang terus mengamati dia? Orang-orang juga akan marah jika merasa privasinya terganggu bukan? Percayalah, cerita meninggalkan hp tanpa password di tempat sahabat punya kemungkinan berakhir dengan terbongkarnya rahasia-rahasia yang ada dari sms, whatsapp, atau aplikasi lainnya. Dan caranya mungkin tidak menyenangkan bukan?

Yah, bagaimanapun, ada rahasia yang memang hanya menunggu waktu untuk menyingkap misterinya, dan ada rahasia yang takkan pernah terungkap. Rahasia tentang kita tergolong yang mana? Entah, aku tidak punya kuasa atas takdir, juga belum menemukan cara mengetahuinya. Mungkin rahasia tentang kita akan terungkap, mungkin juga tidak. Memang Dia berjanji akan menutupi aib siapapun yang menyembunyikan aib saudaranya. Tapi, rahasia tidak selalu berupa aib, mungkin juga berupa perasaan khusus bagi seseorang, kebaikan yang ingin disembunyikan, prestasi yang dikhawatirkan membuat sombong, dan lain sebagainya. Tiap orang punya rahasianya sendiri, untuk apa peduli dengan pandangan orang lain yang mengomentari rahasia itu penting atau tidak? Selama kita menganggapnya penting, itu penting kan?

Entah, sedang mempertanyakan rahasia karena sebuah tulisan senior, yang seolah sebuah kode terkait perasaannya kepada lawan jenis yang entah siapa. Awalnya aku ingin bertanya apakah semua isi hati perlu disuarakan, tapi tiap orang tentu punya hak tersendiri ingin meracau tentang apa di dunia maya, dan mau berbagi rahasianya dengan siapa. Dan sekarang jadi terpikir.

Mungkinkah rahasia ada untuk memberikan kita pelajaran dalam menerima diri kita sendiri, dengan segala kelebihan dan kekurangan yang ada? Agar terlepas dari rahasia kita diketahui khalayak ramai atau tidak, kita dapat tetap beraktivitas dan berkarya sebagaimana biasanya. Entah, tapi melihat beberapa sahabatku mulai memperhatikan dirinya, seperti dari segi penampilan fisiknya, apakah itu terlalu gemuk, terlalu kurus, kurang tinggi, jerawat di muka, tidak menarik dan lain sebagainya, bukankah itu pelajaran yang kita butuhkan saat ini?

Rahasia dan manfaat senyuman

Rahasia dan Manfaat Senyuman, Kadang kita lupa dengan hal yang kecil. Kita sibuk dengan hal-hal besar. Kita lupa dengan diri kita sendiri. Inginnya hanya dipahami tapi tak mau memahami orang lain. Kita hadirkan wajah kita yang muram dan sinis dengan saudara kita, teman kita, ibu, dan ayah kita. Apalagi bila kemauan kita tidak digubris.

Pasti muka yang cemberut yang kita hadirkan. Jadi kapan kita menghadirkan wajah yang teduh, wajah yang bersemangat, wajah yang membuat orang optimis dan merasa nyaman, serta wajah yang penuh keimanan.

Ada bebarapa hal yang membuat orang merasa nyaman ketika orang melihat kita yang kadang kita enggan untuk melakukannya. Hal itu pasti sudah kita ketahui bersama. Satu perbuatan yang mudah yang dapat kita lakukan tapi kadang lupa kita perbuat untuk orang yang melihat wajah kita. Hal tersebut ialah Senyum. Senyum adalah ekspresi wajah yang penting dalam berbicara ataupun bertegur sapa. Wajah yang penuh dengan senyum memberikan kesan bahwa kita datang membawa persahabatan. Selain itu, akan timbul sikap yang positif dari seseorang terhadap kita, karena senyum yang tulus dan lembut akan menjalain hubungan yang positif. Sebaliknya jika kita cemberut akan tercipta suasana yang tegang dan kita membuat orang menjadi negative thingking dengan kita.

Senyum adalah ekspresi wajah yang terjadi akibat bergeraknya atau timbulnya suatu gerakan di bibir atau kedua ujungnya, atau pula di sekitar mata. Kebanyakan orang senyum untuk menampilkan kebahagiaan dan rasa senang.

Senyum itu datang dari rasa kebahagian atau kesengajaan karena adanya sesuatu yang membuat dia senyum, Seseorang sendiri kalau senyum umumnya bertambah baik raut wajahnya atau menjadi lebih cantik dari pada saat merengut ataupun terdiam tanpa senyum.

Senyum adalah hal kecil yang bisa menimbulkan efek luar biasa. Senyum bukan sekadar menggerakkan otot-otot muka, tetapi lebih kepada pergerakan suasana hati. Gerakan yang tidak membutuhkan biaya besar, tidak membutuhkan energi berlimpah, meluncur dari bibir untuk selanjutnya masuk ke relung kalbu yang sangat dalam.

Betapa mujarabnya senyum itu, yang mampu mempengaruhi akal pikiran, menghilangkan kesedihan, membersihkan jiwa, menghancurkan tembok pengalang di antara anak manusia. Itulah ketulusan yang mengalir dari dua bibir yang bersih, itulah senyuman.

Dan orang yang melihat senyum itu pun akan terpengaruh suasana hatinya. Jadi senang, ceria, bahkan grogi atau bingung. Karena setiap orang punya ciri khas dalam senyumnya, yang kadang misterius. Konon salah satu senyum termisterius adalah milik Monalisa, dalam lukisan Da Vinci.

Suatu ketika Muhammad saw. didatangi seorang Arab Badui, dengan serta merta ia berlaku kasar dengan menarik selendang Muhammad saw., sehingga leher beliau membekas merah. Orang Badui itu bersuara keras, “Wahai Muhammad, perintahkan sahabatmu memberikan harta dari Baitul Maal!” Muhammad saw. menoleh kepadanya seraya tersenyum. Kemudian beliau menyuruh sahabatnya memberi harta dari baitul maal kepadanya.

Ketika beliau memberi hukuman keras terhadap orang-orang yang terlambat dan tidak ikut serta dalam perang Tabuk, beliau masih tersenyum mendengarkan alasan mereka. Beliau tersenyum dari bibir yang lembut, mulia nan suci, sampai akhir detik-detik hayat beliau. Sehingga tidak mengherankan beliau mampu meluluhkan kalbu sahabat-shabatnya, istri-istrinya dan setiap orang yang berjumpa dengannya.

Itulah senyum yang mampu meluluhkan hati siapa saja, sebuah pelet mujarab. Senyum bisa menyihir hati, menumbuhkan harapan dan menghilangkan sikap keras hati. Selain menghiasi diri dengan akhlak mulia, menjadikan senyuman sebagai lahan berlomba dalam kebaikan adalah sebuah keindahan hidup.

Saat senyum tulus tidak mungkin keluar makian kotor, tidak mungkin muncul amarah dan fitnah keji. Jika makian kotor berdampak buruk bagi diri sendiri, namun senyum mampu melahirkan kebaikan yang tulus pula.

* Senyum membuat anda lebih menarik
Orang yang banyak tersenyum memiliki daya tarik. Orang yang suka tersenyum membuat perasaan orang di sekitarnya nyaman dan senang.
Orang yang selalu merengut, cemburut, mengerutkan kening, dan menyeringai membuat orang-orang disekeliling tidak nyaman, dn menciptakan kegelisahan bagi diri sendiri. Dipastikan orang yang banyak tersenyum memiliki banyak jaringan pertemanan.

* Senyum mengubah perasaan.
Jika Anda sedang sedih, cobalah tersenyum. Senyuman akan membuat perasaan menjadi lebih baik. Menurut penelitian, senyum bisa memperdayai tubuh sehingga perasaan berubah.

* Senyum menular.
Ketikan seseorang tersenyum, ia akan membuat suasana menjadi lebih riang. Orang disekitar Anda pasti akan ikut tersenyum dan merasa lebih bahagia

* Senyum menghilangkan stres.
Stres bisa terlihat di wajah. Senyuman bisa menghilangkan mimik lelah, bosan, dan sedih. Ketika anda stres,ambil waktu untuk tersenyum. Senyuman akan mengurangi stres dan membuat pikiran lebih jernih.

* Senyum meningkatkan imunitas.
Senyum membuat sistem imun bekerja lebih baik. Fungsi imun tubuh bekerja maksimal saat seseorang merasa rileks. Menurut penelitian, flu dan batuk bisa hilang dengan senyum

* Senyum menurunkan tekanan darah.
Coba Anda mencatat tekanan darah saat anda tidak tersenyum dan catat lagi tekanan darah saat anda tersenyum saat diperiksa. Tekanan darah saat Anda tersenyum pasti lebih seimbang.

* Senyum melepas endorphin, pemati rasa alamiah, dan serotonin.
Senyum ibarat obat alami. Senyum bisa menghasilkan endorphin, pemati rasa alamiah, dan serotonin. Ketiganya adalah hormon yang bisa mengendalikan rasa sakit.

* Senyum membuat awet muda.
Senyuman menggerakkan banyak otot . Akibatnya otot wajah terlatih sehingga anda tidak perlu melakukan face lift. Dijamin dengan banyak tersenyum Anda akan terlihat lebih awet muda.

* Senyum membuat Anda kelihatan sukses.
Orang yang tersenyum terlihat lebih percaya diri,terkenal, dan bisa diandalkan. Pasang senyum saat rapat atau bertemu dengan klien. Pasti kolega Anda akan melihat Anda lebih baik.

* Senyum membuat orang berpikir positif.
Coba lakukan ini : pikirkan hal buruk sambil tersenyum. Pasti susah. Penyebabnya, ketika Anda tersenyum,tubuh mengirim sinyal “hidup adalah baik”. Sehingga saar tersenyum, tubuh menerimanya sebagai anugrah.

Sumber : http://pakarbisnisonline.blogspot.com/2010/03/rahasia-dan-manfaat-senyuman.html