Idul Fitri

Tak terasa ramadhan kembali berlalu, bulan kembali berganti. Mungkin tidak sedikit manusia yang merasa kurang memaksimalkan kesempatan kali ini, yah, manusia selalu menginginkan lebih–terlepas dari apakah dia punya kapabilitas untuk berbuat lebih ataupun tidak–bukan?

Sekedar mengingatkan bahwa berandai-andai apa yang terjadi jika melakukan hal yang berbeda di waktu yang telah lampau bukanlah hal yang bijak. Kita bisa mengambil pelajaran darinya, jelas, tapi apa gunanya pelajaran yang diambil jika kita terperangkap di tempat, tidak bisa bergerak maju karena sibuk memikirkan masa lalu?

Saat usaha telah maksimal, selalu ada saat untuk berdoa. Setidaknya, pahala merupakan sebuah privilege khusus milikNya, kan? Mari berdoa agar apa yang kita lakukan tidak sia-sia di sisiNya 🙂

Taqabbalallahu minna wa minkum, ja alanallahu wa iyyakum minal aidzin wal faidzin.
Semoga Allah menerima amalan kita, dan semoga Allah menjadikan kita orang-orang yang kembali dan beruntung 🙂

Selamat idul fitri semuanya, entah apakah kita termasuk golongan yang menang ataupun tidak–aku masih kesulitan menentukan standar menang itu–tapi semoga kita termasuk kedalam golongan orang-orang yang selalu memperbaiki diri, juga golongan orang-orang yang selalu memberi manfaat bagi orang lain. Bisa dimulai dari bertukar rantang masakan ataupun sekedar bersilaturahmi dengan tetangga, anggaplah amplop berisi uang dari tetangga yang dermawan sebagai hadiah tambahan untuk menjaga silaturahmi. Bukankah manusia yang paling baik adalah manusia yang paling bermanfaat? 🙂