Kesalahan, Kesoktahuan dan Kecerobohan

Entah berapa banyak kartun atau sinetron dimana masalah bertambah parah akibat sebuah kesalahan. Padahal, jika sebuah kesalahan pasti menghancurkan hubungan, berapa banyak hubungan yang telah hancur saat ini?

Entah berapa banyak film serupa dimana sok tahu digambarkan sebagai tingkah laku yang menyebalkan, dimana akhirnya pasti buruk atau dijauhi oleh lingkungannya.

Entah juga berapa banyak film serupa dimana karakter yang ceroboh digambarkan mati secara tragis, atau mungkin konyol. Tiga hal yang sering kutemui akhir-akhir ini.

“Jadi, zakat yang dikeluarkan kalau penghasilannya sudah sangat besar namanya Zakat Maal.” *sambil menulis ejaannya di papan tulis*
“Eh eh, bukannya L nya ada dua kak?”
“Loh, entar jadinya zakat mall dong?”

“I am generous.” *belajar kata sifat sembari mendoakan diri sendiri dengan mengucapkan kalimat I+am+kata sifat yang baik*
“Loh, kamu berbahaya?”
*hening sejenak*
“Hahahahaha, itu dangerooouuus!”

“Eh, beda AOK dan Allianz apa?” *bertanya tentang teks karena terlambat masuk kelas bahasa jerman*
“Oh, kayaknya kata Allianz itu yang lebih sopan deh, kayak penambahan kata ‘leiden’ atau ‘denn’.”
*masih gak yakin, akhirnya memutuskan bertanya ke pengajar*
“Herr, beda AOK dan Allianz itu apa?”
“Oh, dua ini nama perusahaan asuransi, jadi perusahaan asuransi yang dipake beda.”
“Lebih sopan?” *berbisik dengan nada sarkastis ke teman sebelah*
Apa salahnya sok tahu selama dia tidak menganggap dirinya satu-satunya yang benar dan terus mencari kebenaran dan menggali masalah dari sudut pandang lain?

Apa salahnya berbuat salah jika dia bisa belajar banyak dari kesalahan tersebut?

Apa salahnya ceroboh jika dia bisa banyak belajar dari kecerobohannya?

“Jangan berbuat salah, beban kalian terlalu besar”, “Jangan sok tahu lah, jelas-jelas ini begini”, “Jangan ceroboh! Ini benda kesayangan.” Entah berapa banyak kalimat ini terdengar. Padahal saat ini kita menikmati buah dari kesalahan, kesoktahuan dan kecerobohan.

Jika Galileo dan Copernicus tidak sok tahu dan khawatir saat apa yang dia anggap benar disalahkan dan memutuskan untuk mengikuti kepercayaan umumnya, dimana bumi berbentuk pizza dan matahari mengelilingi bumi, entah nasib perkembangan astronomi saat ini, mungkin tidak ada yang berhasil ke bulan karena salah perhitungan, bahkan mungkin tidak ada yang berani pergi terlalu jauh karena khawatir melewati ujung bumi dan jatuh ke luar angkasa.

Jika Einstein tidak sok tahu dengan pemahaman mekanika kuantumnya yang merevolusi dunia partikel dan kecepatan tinggi, entah secanggih apa elektronik saat ini jika kita tidak tahu seperti, entah juga sejauh mana kita telah menjelajah luar angkasa yang butuh kecepatan sangat tinggi mendekati cahaya.

Jika Titanic tidak karam karena kesalahan awak kapalnya, mungkin saat ini jauh lebih banyak lagi korban dari kapal yang karam karena manusia terlampau sombong dan tidak memerhatikan faktor seperti perlengkapan keselamatan yang mencukupi bagi semua penumpangnya.

Jika arsitek di Jepang tidak terlampau sombong, yang menyebabkan ribuan korban jiwa saat Great Hanshin Earthquake terjadi, entah bagaimana riset terkait struktur bangunan yang kuat dan evacuation drilling bagi anak-anak di Jepang, mungkin penduduk jepang tidak akan sebanyak ini sekarang.
Jika sang raja tidak memilih tukang emas yang salah, tentu dia tidak perlu repot-repot meminta Archimedes menentukan apakah mahkotanya dari emas asli atau tidak, dan mungkin kita tidak akan memahami konsep massa jenis saat ini, yang akan membuat kita kesulitan dalam memahami konsep terapung, tenggelam dan melayang, mungkin saat ini kita juga tidak akan tahu jika kapal selam, kapal laut dan kapal terbang dapat diciptakan.

Jika Newton tidak ceroboh dengan duduk di bawah pohon apel yang sangat mungkin akan jatuh menimpa kepalanya, mungkin tidak ada yang mengenal hukum gravitasi, teknologi akan mengalami set back dan mungkin saat ini kita belum mengenal kata otomatis. Jika ada yang bisa mendapatkan konsep energi mekanik secara menyeluruh tentunya, mengingat energi potensial tidak akan terdeskripsikan tanpa kejelasan tentang gravitasi.

Mungkin kita terlalu banyak mempermasalahkan hal, hal yang sebenarnya kalau dibiarkan pun tidak akan menjadi masalah. Atau terlalu menggeneralisir bahwa tidak ada orang yang secara bersamaan punya kedua sikap itu. Padahal mungkin jumlahnya jauh lebih banyak dari dugaan kita.

Efek dari sebuah kesalahan mungkin parah, atau fatal. Tapi ini kehidupan, bukan ujian nasional dimana benar dan salah dalam satu kesempatan akan menentukan semuanya. Setidaknya selama Dia masih memberikan kesempatan untuk hidup, kesempatan untuk membenarkan hal-hal yang salah tidak akan tertutup kan?

Tapi setelah dipikir lagi, tulisan ini juga karya orang yang sering berbuat salah, ceroboh dan sok tahu. Mungkin ada sedikit unsur pembenaran dalam motivasi pembuatannya, atau aku terlalu menggeneralisir, hahaha, entah tulisan ini ada manfaatnya atau tidak, semoga ada ūüôā

Iklan

Informasi Banjir

Dapat message di whatsapp yang bunyinya begini, “INFO BANJIR DKI JAKARTA :
Network (NEOnet) – BPPT yang bergerak dibidang kebumian di Indonesia membuat suatu aplikasi online tentang situasi banjir yang terjadi di Provinsi DKI Jakarta saat ini yang bisa diakses kapan saja secara real time. Didalam aplikasi ini rekan-rekan semua bisa melihat status banjir, monitoring ketinggian air disetiap aliran sungai, info cuaca dan kemacetan.

Versi Desktop/PC : http://neonet.bppt.go.id/banjir/
Versi Mobile : http://neonet.bppt.go.id/banjir/Mobile/

Terima Kasih. Semoga bermanfaat:)

NB : Mohon bantu sebarkan.”

Dan pas ngeliat webnya, lumayan takjub lah, hahaha.

Dalam situasi apapun, informasi merupakan hal yang penting. Dengannya kita dapat menentukan langkah yang dapat diambil serta mempertimbangkan baik-buruknya dengan lebih matang. Dan alhamdulillahnya ini pertamakalinya aku dapat kabar tentang aplikasi ini, yang menurutku akan sangat bermanfaat, sebagai pemberi informasi bagi rakyat jakarta yang terkena musibah banjir dan sebagai teknologi yang dapat dikembangkan kedepannya oleh Indonesia.

Semoga Indonesia semakin siap dalam menghadapi bencana yang mungkin timbul dan semakin jaya di masa depan ūüôā

Eco-Driving

Unik memang apa yang dapat terlintas dalam pikiran saat membuka atau mengenang file-file lama. Mungkin ada yang menangis haru, ada yang tertawa senang, ada yang bingung dan mempertanyakan kredibilitas file tersebut. Dan saat ini aku termasuk golongan yang ketiga saat menemukan file terkait teknologi eco-driving ini, ingat pernah mengerjakan tapi lupa di mata kuliah apa. Yah, normal sih, biasanya juga di tiap pembicaraan aku ingat apa yang dibicarakan tapi lupa berbicara dengan siapa, entah kenapa aku merasa terlalu sibuk di dunia prinsip yang fundamental sehingga dunia nyata agak terbengkalai -_-

Oh iya, eco driving merupakan julukan bagi cara berkendara zaman modern, yang lebih efisien dalam penggunaan bahan bakar dan energi, serta lebih ramah lingkungan dengan menurunkan emisi kendaraan. Entah apakah cara berkendara ini timbul karena alam sudah terlalu rusak oleh manusia atau manusia semakin cerdas dan sadar pentingnya alam. Hm, mungkin juga keduanya. Ah, sudahlah, berikut kulampirkan isi file yang dimaksud, semoga bermanfaat kalau ada yang butuh ūüôā

Eco-Driving : Teknologi

Pemanfaatan teknologi, baik pada kendaraan roda 2 ataupun 4, dapat berperan dalam menurunkan emisi kendaraan. Dalam eco-driving, teknologi dimanfaatkan untuk mengamati (monitoring) jumlah bahan bakar yang digunakan dan emisi yang dikeluarkan kendaraan. Ada 3 jenis pemanfaatan teknologi monitoring dalam eco-driving, yaitu:
1. Software untuk navigasi satelit atau mobile phone yang menggunakan GPS untuk menentukan rute dalam peta dan mengkalkulasikan penggunaan bahan bakar dan emisi kendaraan;
2. Alat pelacak dengan GPS yang menggunakan interface berbasis web untuk mengetahui lokasi kendaraan dan mendapatkan laporan mengenai penggunaan bahan bakar dan emisi yang dihasilkan;
3. Teknologi yang mengamati langsung jumlah konsumsi bahan bakar dan emisi yang dihasilkan melalui hubungan elektronik dengan engine mobil.
Dengan memanfaatkan teknologi tersebut, pengendara dapat mengetahui emisi yang dihasilkan dan bahan bakar yang digunakan selama perjalanan, sehingga pengendara dapat mengatur caranya mengemudi untuk menekan penggunaan bahan bakar, yang akan mengurangi pembelian bahan bakar (lebih hemat) dan mengurangi emisi yang dikeluarkan kendaraan karena pemanfaatan bahan bakar lebih optimal (lebih ramah lingkungan).
Selain itu, pemanfaatan teknologi dalam eco-driving lainnya adalah dengan menggunakan prinsip fisis untuk mengatur pedal gas mobil saat berakselerasi untuk mengendalikan akselerasi yang dilakukan pengemudi yang dinamakan “Eco-Pedal”, menggunakan ban yang memerlukan kerja lebih sedikit untuk berputar yang dinamakan “Energy Saving Tyres”, dan beragam metode lain untuk meminimalisir kerja yang dilakukan kendaraan

Sumber tambahan tentang teknologi eco-driving: http://www.travelfootprint.org/ecodriving#wrap
http://cleantechnica.com/2009/05/04/eco-driving-technology/#SGbGkdMEDdgJcO25.99
http://www.puretyre.co.uk/energy-saving-tyres-how-do-they-work/

Small World Machines-Coca Cola

Small World Machines-Coca Cola

Sebetulnya kampanye ini udah lama sih, dari Maret 2013 kemarin, tapi sampai sekarang ini masih merupakan salah satu kampanye terbaik dari Coca Cola yang pernah kulihat–tanpa bermaksud promosi ya ūüėÄ

 

Dilatarbelakangi oleh hubungan antara orang-orang India dan Pakistan, yang dikatakan “stressful” (membuat stres) dan “it’s not improving and getting worse” (tidak berkembang dan bertambah buruk) dalam beberapa dekade (sekitar 60 tahun kalo aku gak salah denger, sebelumnya mereka masih hidup harmonis). Penyebab utamanya adalah, meski india dan pakistan berdekatan, tidak ada komunikasi antara keduanya, entah karena terkendala dengan persepsi yang kurang tepat mengenai seperti apa orang-orang di negara lain itu, bahasa, situasi politik atau apa.

 

Cara yang menarik, menghubungkan 2 buah mesin yang menjadi portal komunikasi secara real-time, dengan memanfaatkan bahasa yang universal untuk berkomunikasi–bahasa tubuh. Mereka tidak berkomunikasi dengan kata, tapi tindakan-tindakan mereka telah berkomunikasi jauh lebih banyak dibandingkan hal-hal lain. Pesan yang dibawa pun tersampaikan dengan baik lah,

What unites us is stronger than what divides us.

Apa yang menyatukan kita jauh lebih kuat daripada apa yang memisahkan kita. Oke, mungkin ini sedikit berasa gombalan romantis ya kalo dilihat dari sudut pandang lain :p Tapi¬†pesannya disampaikan dengan baik, dan yang dibawa pun (kelihatannya) ngena, hanya dengan melakukan perintah apa yang tertulis pada mesin dan melihat orang dari negara lain melakukan hal yang sama, dan dengan enjoy ourselves itu pun terbentuk rasa kebersamaan–bukan rasa kebersamaan karena diperbudak teknologi, meski hal itu mungkin juga punya pengaruh, haha.

 

Aku masih penasaran, kalau teknologi seperti ini diterapkan di negara-negara yang sedang perang–baik secara¬†tembak-tembakan¬†ataupun secara¬†pemikiran–di dunia, mungkin gak ya dunia bakal lebih tentram? Seperti apa yang dikatakan tadi,

A moment of happiness has the power to bring the world closer together.

Dan momen kebahagiaan mungkin memang benar-benar punya kekuatan untuk itu, bagaimana kita akan memanfaatkannya? ūüôā

Review Supervisory Control And Data Acquisition (SCADA)

Berikut reviewku mengenai apa itu SCADA, sesuai dengan tugas dari salah satu mata kuliahku, semoga bermanfaat, terutama bagi yang tertarik pada bidang kontrol ūüôā

1.1      Pengertian SCADA

         Sistem SCADA umumnya menggunakan teknologi OPC dalam mengawasi dan mengendalikan data. Untuk mengenal SCADA dan OPC, kita perlu mengenal OLE terlebih dahulu. OLE adalah singkatan dari Object Linking and Embedding, teknologi yang dikembangkan oleh Microsoft untuk menghubungkan (linking) beberapa program komputer agar dapat berbagi informasi, sehingga informasi dari suatu program dapat dimasukkan sebagai informasi yang diolah di program lain (embedding) tanpa menghilangkan program yang informasinya dimasukkan tersebut.

         Teknologi OLE awalnya diciptakan untuk menghubungkan informasi antara compound document, dokumen yang mendukung beberapa jenis data. Salah satu contoh penggunaan OLE adalah dokumen pada Microsoft Word. Saat kita memasukkan gambar dari program internet atau photo-editing, atau memasukkan grafik atau tabel dari program Microsoft Excel, kita telah menggunakan OLE. 

Image

Gambar 1.1 Contoh Penggunaan OLE pada Microsoft Word

¬†¬†¬†¬†¬†¬†¬†¬† OPC‚ÄĒOLE for Processing Control¬†atau¬†Open Platform Communications¬†jika mengacu pada revisi akronim OLE pada tahun 2011‚ÄĒadalah pemanfaatan teknologi OLE pada Proses Kontrol, berupa standar perangkat lunak antarmuka‚ÄĒsoftware interface‚ÄĒyang memungkinkan program Windows untuk berkomunikasi¬†hardware device¬†pada industri.

Image  

Gambar 1.2 OPC Server 

         OPC beroperasi dalam pasangan server-klien. OPC Server adalah software yang mengubah protokol komunikasi hardware yang digunakan oleh PLC ke dalam protokol OPC. Sementara OPC Client Software adalah program apapun yang perlu terhubung dengan hardware dari industri. OPC client menggunakan OPC server untuk mendapat data dari hardware atau memberi perintah pada hardware dengan komunikasi melalui kontroler proses.

         Hal yang penting pada OPC adalah open standard, yang berarti biaya yang lebih rendah bagi produsen dan lebih banyak pilihan bagi pengguna. Produsen hardware hanya perlu menyediakan satu OPC server untuk perangkat mereka untuk berkomunikasi dengan OPC client apapun. Vendor software hanya perlu memasukkan kemampuan OPC client dalam produk mereka agar produk itu dapat terhubung dengan ribuan hardware device. Pengguna dapat memilih OPC client software yang mereka butuhkan, dan produk itu akan berkomunikasi secara lancar dengan OPC-enabled hardware mereka, dan sebaliknya.

¬†¬†¬†¬†¬†¬†¬†¬† Seperti yang kita lihat bahwa OPC Server dikendalikan oleh PLC‚ÄĒProgrammable Logic Controller. PLC adalah sistem kontrol komputer industri yang terus mengawasi keadaan input device dan membuat keputusan berdasarkan program yang telah disetel untuk mengendalikan keadaan pada output device. PLC digunakan di banyak industri dan mesin. Tidak seperti komputer pada umumnya, PLC dirancang untuk pengaturan input/output (I/O) dalam jumlah banyak, beroperasi di kisaran suhu yang lebih panjang, bebas dari electrical noise, dan tahan terhadap getaran dan benturan. PLC adalah contoh dari sistem real time karena output yang dihasilkan harus merespon kondisi input dalam waktu yang terbatas, jika tidak operasi yang tidak diinginkan akan terjadi. Salah satu contoh PLC adalah PLC Allen-Bradley.

 Image

Gambar 1.3 PLC Allen-Bradley

         Untuk memprogram PLC tersebut, diperlukan software programming. Dalam mata kuliah SCADA ini, software programming yang digunakan adalah RSLogix 5000 yang dibuat oleh Rockwell Software dan mendukung PLC Allen-Bradley. Tapi pada umumnya bahasa pemrograman yang digunakan pada PLC adalah sama, dan yang paling umum digunakan saat ini adalah Ladder Logic. Ladder Logic adalah bahasa pemrograman yang menggambarkan program dengan diagram grafis berdasarkan pada diagram sirkuit logic hardware berbasis relay. Bahasa ini umumnya digunakan untuk mengembangkan software untuk PLC gunakan dalam aplikasi kontrol industri.

 Image

Gambar 1.4 Contoh Ladder Logic pada PLC Allen-Bradley

         SCADA adalah singkatan dari Supervisory Control And Data Acquisition. Sistem SCADA mengoperasikan beberapa fungsi. Tiga fungsi dasar SCADA adalah monitoring (pengawasan), control (control) dan fungsi user interface (UI). Fungsi pengawasan mengumpulkan data dan mengirimkannya ke komputer central. Fungsi control mengumpulkan data dari sensor pada fungsi pengawasan, memproses data tersebut dan mengirimkan sinyal kontrol kembali kepada peralatan sesuai yang diarahkan program software. UI umumnya berupa ruang kontrol yang besar dimana pengguna dapat mengawasi input SCADA serta respon outputnya secara real-time.

         SCADA digunakan dalam berbagai proses dan sistem, misalnya sistem lalu lintas, atau dalam proses industri seperti pembuatan baja, pembangkit dan distribusi listrik (konvensional dan nuklir) serta perusahaan minyak dan gas. SCADA juga digunakan pada sistem eksperimental seperti proses fusi nuklir. Berikut adalah beberapa contoh studi kasus yang menggunakan SCADA.

         Pada tahun 2010, Campbell Scientific menyatakan bahwa Trenton dan Amalga, dua kota di utara Utah, Amerika, yang terpisah beberapa mil membuat rencana untuk mendesain dan membangun interkoneksi antara kedua sistem perairan di kota tersebut, memungkinkan air secara otomatis mengalir dari Trenton ke Amalga atau sebaliknya, sehingga kedua kota tersebut dapat berbagi air dalam situasi yang darurat. Tiap kota memiliki sumber air, pompa tangki dan sistem distribusi yang terpisah, jadi tantangannya adalah menemukan cara untuk menghubungkan mereka yang akan memudahkan kedua kota itu berbagi air. Dalam hal ini kedua kota tersebut bekerjasama dengan JUB Engineers of Logan untuk meng-install sistem SCADA yang memungkinkan kedua kota tersebut melihat status sistem perairan kedua kota tersebut dan mengendalikan sistem interkoneksi sesuai kebutuhan.

¬†¬†¬†¬†¬†¬†¬†¬† Contoh lainnya adalah Laboratorium Uji Lingkungan yang dimiliki perusahaan manufaktur Ford di Dunton, UK yang digunakan untuk menguji mobil berukuran kecil dan sedang yang dihasilkan Ford dalam berbagai jenis lingkungan yang disimulasikan. Lab ini punya beberapa kamar tes seperti ‚Äúclimatict test chambers‚ÄĚ yang dapat mensimulasikan tekanan dari rentang 91.4 mdpl (meter diatas permukaan laut) hingga 3658 mdpl, 4-WD dynamometer yang mensimulasikan kecepatan hingga 250 km/jam, dan berbagai jenis kamar lainnya dengan temperature yang dapat dikendalikan dari suhu -40oC hingga 55oC. Sebelumnya Ford menggunakan paket MS-DOS RTM untuk mengawasi kamar tes dan ingin menggantinya dengan software dan interface PC yang lebih kompatibel dengan versi terbaru Windows sambil tetap mempertahankan kemampuan pengawasan hardware di tiap kamar. Dalam kasus ini, sistem SCADA dipakai untuk mengakuisisi data dari modul akuisisi data Solartron Imp dan data terkait manajemen sistem enjin tiap ada kendaraan yang diuji. Hasilnya merupakan sistem pengawasan yang familiar dengan para engineer, menyediakan informasi secara real-time selama pengujian, menyediakan fitur data logging yang komprehensif untuk menyimpan semua informasi yang dapat digunakan untuk memprediksi apa yang akan terjadi di masa depan, serta menyediakan trend secara real-time maupun historical yang memungkinkan operator focus pada bidang keahliannya dan meng-export data tersebut menjadi format standar Microsoft Excel. Keuntungan yang didapatkan adalah hasil dari proses yang lebih baik karena akurasi dan tingkat kepercayaan yang tinggi pada kapabilitas pengukuran real-time SCADA, masalah pada sensor yang digunakan dapat diketahui dengan mudah, sistem dapat dikembangkan untuk mengawasi lebih banyak daerah laboratorium, dan mengurangi biaya pelatihan operator karena UI Windows merupakan UI yang familiar.

1.2    Keuntungan Penggunaan SCADA

Beberapa keuntungan dari SCADA bagi suatu perusahaan adalah:

  • Sistem SCADA dirancang menghemat waktu dan uang dengan menghilangkan kebutuhan petugas servis mengunjungi setiap tempat untuk pemeriksaan, pengumpulan data/logging atau melakukan penyesuaian.
  • Pengawasan dan simulasi real-time terhadap sistem
  • Input berupa berbagai jenis sensor yang dapat dihubungkan pada sistem dapat mencapai ribuan jumlahnya
  • Troubleshooting (salah satu bentuk pemecahan masalah dengan mencari sumber masalah secara logis dan sistematis)
  • Meningkatan umur peralatan
  • Meningkatkan efisiensi dan kinerja sistem
  • Memberikan pengetahuan langsung dari kinerja sistem
  • Mengurangi jumlah jam kerja (biaya tenaga kerja) yang diperlukan untuk pemecahan masalah atau jasa dan membebaskan tenaga kerja untuk tugas penting lain
  • Jumlah data yang dapat disimpan oleh komputer sangat besar, dan dapat ditampilkan dengan berbagai cara sesuai yang pengguna inginkan yang dapat dilihat dari mana saja

            Namun walaupun banyak keuntungan dari SCADA, tetap ada beberapa hal yang perlu dijadikan pertimbangan, sehingga para pengguna harus ketahui dan perhatikan dalam penggunaannya. Karena hal ini dapat dianggap sebagai drawback dari SCADA. Hal tersebut adalah:

  • Sistem menjadi lebih kompleks
  • Diperlukan beberapa kemampuan operasi, seperti analis sistem dan programmer
  • Ribuan jumlah sensor berarti jumlah kabel yang dibutuhkan sangat panjang
  • Apa yang dapat dilihat operator hanyalah sejauh apa yang terdata pada PLC

1.3      Contoh Arsitektur SCADA

¬†¬†¬†¬†¬†¬†¬†¬†¬†¬†¬† Sistem SCADA umumnya mencakup subsistem Human Machine Interface (HMI)‚ÄĒperalatan yang memperlihatkan data proses ke operator dan melalui ini sang operator mengawasi dan mengendalikan proses, sistem (komputer) Supervisory‚ÄĒyang mengumpulkan data proses dan mengirimkan perintah pada proses, Remote Terminal Unit (RTU)‚ÄĒyang menghubungkan sensor-sensor dalam proses dan mengubah sinyal-sinyal sensor menjadi data digital yang akan dikirimkan ke sistem Supervisory, PLC‚ÄĒsebagai perlengkapan lapangan, dan infrastruktur komunikasi‚ÄĒyang menghubungkan RTU dengan sistem Supervisory. Ini merupakan arsitektur sistem SCADA yang sempat digunakan di CERN7.

 Image

Gambar 1.5 Contoh Arsitektur Sistem SCADA

            Arsitektur Hardware

                  Dalam arsitektur hardware, pengendali proses seperti PLC terhubung ke server data, baik secara langsung atau tidak. Server-server data yang ada terhubung satu sama lain dan terhubung ke OPC Client melalui Ethernet LAN. RTU terhubung ke physical equipment, lalu mengubah sinyal listrik yang dihasilkan equipment tersebut menjadi nilai-nilai digital seperti open atau closed pada switch atau valve, atau besaran seperti tekanan, laju aliran, beda potensial atau arus listrik. Sinyal inilah yang menyebabkan RTU dapat mengendalikan equipment yang ada.

 Image

Gambar 1.6 Contoh Arsitektur Hardware Sistem SCADA

¬†¬†¬†¬†¬†¬†¬†¬†¬†¬†¬† Dalam arsitektur hardware ada istilah Supervisory Station‚ÄĒStasiun Pengawas‚ÄĒyang mengacu pada server dan software yang fungsinya berkomunikasi dengan peralatan lapangan (RTU, PLC, dan sebagainya), dan kemudian ke software HMI yang bekerja pada workstation‚ÄĒkomputer yang didesain untuk keperluan teknis atau saintifik‚ÄĒyang terletak di ruang kontrol atau di tempat lain. Dalam sistem SCADA yang lebih kecil, workstation dapat terdiri dari satu PC. Dalam sistem SCADA yang lebih besar, workstation dapat mencakup beberapa server, aplikasi software yang terdistribusi, dan situs pemulihan kerusakan.

            Arsitektur Software

¬†¬†¬†¬†¬†¬†¬†¬†¬†¬†¬† Produk ini multi-tasking dan didasarkan pada real-time database (RTDB) yang terletak di satu server atau lebih. Server bertanggung jawab untuk akuisisi data dan penanganan (seperti pengecekan alarm, kontroler polling‚ÄĒkecepatan pencacahan/sampling data, perhitungan, data logging dan pengarsipan) pada set parameter, yang khusus terhubung pada server. Namun, memiliki dedicated server‚ÄĒserver yang digunakan secara penuh tanpa dibagi dengan fungsi lain‚ÄĒuntuk tugas-tugas tertentu dapat dilakukan.

 Image

Gambar 1.7 Contoh Arsitektur Software Sistem SCADA

Komunikasi

            Komunikasi antara server-client atau server-server pada umumnya menggunakan TCP/IP protocol dengan berbasis event-driven (dimana laju program ditentukan oleh event atau kejadian seperti klik pada mouse) dan publish-subscribe (dimana pengirim pesan atau publisher tidak memprogram pesan kepada penerima atau subscriber yang spesifik, melainkan menggolongkan pesan-pesan tersebut ke beberapa kelas, dimana tiap subscriber pun akan menerima semua pesan yang termasuk dalam kelas yang di-subscribe atau diikuti).

¬†¬†¬†¬†¬†¬†¬†¬†¬†¬†¬† Data server mengendalikan kontroler sesuai dengan polling rate yang ditentukan pengguna, yang mungkin berbeda untuk parameter yang berbeda. Kontroler melewatkan parameter yang diminta menuju server data. Produk yang menyediakan communication driver yang umum digunakan oleh PLC adalah Modbus. Satu server data dapat mencakup beberapa protokol komunikasi, sebanyak jumlah slot untuk interface cards‚ÄĒpenghubung komputer dengan jaringan ethernet.

 

Referensi Terkait

  1. http://academic.pgcc.edu/~bspear/IntroMsOffice/AUTOptn/word3/Web%20Page%20and%20Exam/word/lesson1.htm
  2. http://www.opcdatahub.com/WhatIsOPC.html
  3. http://accelconf.web.cern.ch/accelconf/ica99/papers/mc1i01.pdf
  4. http://www.amci.com/tutorials/tutorials-what-is-programmable-logic-controller.asp
  5. http://www.epgco.com/scada-system-assessment.html
  6. http://www.campbellsci.com/water-scada
  7. http://www.measuresoft.com/case-studies/manufacturing-pharmaceutical-medical/ford.aspx
  8. http://www.controlscada.com/advantages-plc-dcs-scada-system
  9. http://www.eeweb.com/blog/purnendu_kumar/scada-systems-introduction-architecture-functionality-and-other-aspects

Sistem Hibrid Energi Terbarukan

Ya, kali ini aku akan sedikit memberi gambaran tentang apa yang kukerjakan sebagai tugas akhir jurusanku, yaitu Sistem Hibrid Energi Terbarukan ūüėÄ

Energi merupakan kebutuhan yang vital bagi setiap manusia. Tak dapat dipungkiri, dewasa ini kita memang sangat tergantung pada teknologi, yang membutuhkan energi untuk menjalankannya. Untuk transportasi jarak dekat sering kita menggunakan sepeda motor pribadi atau mobil angkutan umum, dan untuk transportasi jarak jauh umumnya kita menggunakan kereta, yang sampai saat ini masih menggunakan energi fosil seperti bensin, solar, dan aftur sebagai sumber energinya. Saat di kantor, kita mengerjakan pekerjaan kita dengan menggunakan komputer, printer, dan berbagai teknologi canggih bagi yang bekerja dalam dunia engineer–keinsinyuran. Dan saat di rumah, kita juga men-charge hp kita, menyalakan televisi, memasak dengan kompor gas, kompor listrik atau microwave, dan sumber energi dari semua kegiatan kita di rumah dan di kantor umumnya berasal dari listrik yang dibangkitkan dengan berbagai metode. Dan pada umumnya pembangkit listrik yang ada di indonesia menggunakan tenaga dari pembakaran bahan bakar fosil juga (seperti batu bara, minyak bumi dan gas alam) untuk menghasilkan energi listrik. Energi listrik digunakan karena bentuk energi inilah yang paling praktis dan mudah untuk didistribusikan ke berbagai tempat.

 

Sementara hibrid adalah sesuatu yang berupa campuran dari beberapa hal atau suatu hal yang memiliki 2 komponen yang berbeda tapi hal yang dihasilkan itu sama. Misalnya jagung hibrida, itu adalah jagung yang merupakan hasil perkawinan silang antar 2 jenis bibit jagung. Atau contoh lainnya dalam Al-Quran sering disebutkan hewan bernama bagal yang merupakan keturunan silang antara kuda betina dan keledai jantan. Ada juga hewan bernama liger, atau singkatan dari lion-tiger, yang merupakan keturunan dari singa jantan dan harimau betina, sesuai dengan namanya.

 

Energi baru terbarukan merupakan salah satu alternatif baru dalam dunia energi yang menawarkan jumlah energi yang dapat diambil secara terus-menerus, karena energi tersebut bersumber dari proses alam yang berkelanjutan. Misalnya, ada yang pernah mendengar sel photovoltaic (sel surya), fuel cell atau pembangkit listrik tenaga air? Itu merupakan beberapa contoh energi baru terbarukan. Sel photovoltaic menggunakan proton dalam sinar matahari yang terpancar dan menyebabkan terjadi beda potensial antara 2 semikonduktor pada sel surya yang siap untuk dialirkan sebagai energi listrik, fuel cell menggunakan reaksi antara hidrogen dan oksigen yang menghasilkan energi listrik (karena pasangan ini merupakan sel galvani, yang menghasilkan listrik secara alami) dan kalor (reaksi eksoterm, kalor dilepas ke lingkungan), sementara pembangkit listrik tenaga air memanfaatkan air yang mengalir turun untuk memutar turbin yang tersambung dengan generator yang akan mengubah energi kinetik putaran menjadi energi listrik. Sayangnya saat ini regulasi pemerintah, harga yang tergolong mahal jika dibandingkan dengan energi fosil dan proses maintenance yang agak sulit menjadikan banyak sistem EBT (Energi Baru Terbarukan)¬†yang belum berkembang di Indonesia. Jika ada yang tertarik dengan kondisi EBT di Indonesia dan mengapa ini juga penting untuk dikembangkan, silahkan buka¬†http://energibarudanterbarukan.blogspot.com/ ūüôā

 

Sistem Hibrid Energi Terbarukan (SHET)–atau Hybrid Renewable Energy Systems (HRES) dalam bahasa inggris–merupakan perpaduan dari dua buah sistem EBT atau lebih. Tujuan SHET ini adalah memanfaatkan sumber-sumber EBT yang ada untuk memenuhi kebutuhan energi sehari-hari kita. Penggabungan ini dilakukan sebab tidak semua energi baru terbarukan dapat bekerja dengan maksimal. Sebagai contoh, sel photovoltaic tidak akan menghasilkan listrik saat malam hari, karena tidak ada cahaya matahari yang dapat dimanfaatkan. Pembangkit listrik tenaga air pun akan menghasilkan daya yang maksimal di musim hujan, namun pada musim kemarau daya yang dihasilkan mungkin tidak seberapa. Nah, karena kebutuhan energi kita tidak bisa dipenuhi secara setengah-setengah, tentu akan sulit untuk mengandalkan satu sistem saja. Apalagi jika satu-satunya sistem yang kita andalkan itu rusak.

 

SHET ini menjadi aplikasi yang banyak dibutuhkan untuk pembangkit listrik, terutama di daerah terpencil yang jauh dari sumber listrik Perusahaan Listrik Negara. Dosen Pembimbing dan Seniorku di Fisika Teknik juga sempat terlibat proyek untuk memasang SHET di jembatan suramadu, dimana EBT yang akan digunakan untuk menghasilkan listrik adalah pembangkit listrik tenaga angin, pembangkit listrik tenaga arus laut, pembangkit listrik tenaga gelombang dan sel surya. Energi dari keempat sistem EBT tersebut akan dikelola sehingga mampu mencukupi kebutuhan energi jembatan tersebut, terutama untuk penerangan dan monitoring–pengawasan–kondisi jembatan. Sistem seperti ini sangat cocok bagi Indonesia yang memiliki banyak pulau terpencil, apalagi mengingat cerita dosen-dosenku bahwa rasio elektrifikasi (jumlah penduduk yang mendapatkan energi listrik) di Indonesia masih sekitar 70% pada 2010 lalu.

 

Yang sedikit membedakan TA ini dari proyek di suramadu adalah kita juga akan mengintegrasikannya dengan listrik dari PLN. Hal ini disebabkan sumber energi yang akan digunakan adalah pembangkit listrik tenaga diesel dan sel surya, dan aku berencana mengaplikasikannya di salah satu labtek itb, dimana kebutuhan energi saat siang hari sangat besar dan dikhawatirkan energi dari kedua sistem EBT itu tidaklah mencukupi, sehingga listrik PLN tetap diperlukan sebagai back-up power jika energi dari kedua sistem EBT itu tidak mencukupi.

 

Ada 4 orang termasuk aku yang mengambil topik TA ini, dan uniknya di kampusku sendiri aku belum berhasil menemukan TA angkatan atas yang mengerjakan TA tentang ini sebelumnya, sehingga kami menjadi 4 orang pioneer di bidang ini, hahaha *bangga* ūüėÄ Padahal sistem ini juga sudah berkembang pesat di dunia luar, tapi sayangnya banyak hal perkembangan di dunia luar yang tidak terlalu diperhatikan di Indonesia, padahal manfaatnya tidak sedikit. Yah, semoga apa yang kukerjakan ini dapat berguna di masa depan nanti. Untuk Tuhan, Bangsa dan Almamater. Salam Ganesha ūüôā